### Konvergensi Media Dakwah
di Masa Pandemi Covid 19
##### oleh :
##### Mada Wijaya Kusumah, M.Pd.I.
##### Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
###### slide : https://hackmd.io/@MadaKusumah/S1CCsnCA8
###### pdf : https://tlgur.com/d/gm5Maawg
---
- Konvergensi Media Dakwah
-- Konvergensi memiliki arti penggabungan atau pengintegrasian (berasal dari bahasa Inggris “convergence”). Maksud dari konvergensi ialah adanya dua hal/benda atau lebih yang bertemu dan bersatu dalam suatu titik.
-- Konvergensi media adalah penggabungan berbagai media yang ada untuk
digunakan dan diarahkan ke dalam satu tujuan, misalnya dakwah Islam.
---
-- Media-media konvensional di masa lalu di antaranya surat kabar, radio, televisi, dan telepon, semua medi ini dapat terintegrasi menjadi satu berupa media digital.
-- Maka konvergensi media dakwah adalah adanya kolaborasi berbagai elemen (platform) media yang menjadi sarana dakwah Islam untuk meningkatkan kesadaran umat. Konvergensi media dakwah merupakan integrasi teks, audio, video sebagai sarana dakwah Islam untuk meningkatkan kesadaran umat.
---
- Awal Hadirnya Media Cetak bagi Dakwah di Indonesia
-- Terdapat beragam Media Dakwah di Masa Lalu.
-- Sebelum kemerdekaan RI, para ulama telah mengharumkan Nusantara dengan berbagai karya tulis yaitu penulisan Kitab. Beberapa ulama yang membawa nama harum Indonesia adalah : Syeikh Abdus Shomad Al-Palimbani, Syeikh Arsyad Al Banjari, Syeikh Abdul Wahab Al-Bugisi, Syeikh An-Nawawi Albantani, Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syeikh Yasin Al-Fadani, Syeikh Mahfudz At-Tarmasi dan ulama lainnya.
---
-- Karena betapa besarnya kiprah dakwah para ulama ini, maka saat ini telah banyak kegiatan penelitian pada pusat kajian manuskrip keagamaan nusantara yang dilakukan Kementrian Agama. Begitu pula pada tingkat universitas terdapat konsentrasi Kajian Pemikiran Pendidikan Islam pada program studi Pendidikan Agama Islam.
---
- Awal Hadirnya Media Cetak bagi Dakwah di Indonesia
-- Selain melalui Kitab Kuning, pada pra Kemerdekaan RI, yaitu di akhir masa kejatuhan Institusi Persatuan Umat Islam (Khilafah Utsmaniyah), di Nusantara telah hadir berbagai surat kabar Islam yang diinisiasi ulama hadromi dan ulama-ulama yang bergerak di berbagai organisasi dakwah Islam pra Kemerdekaan RI.
---
-- Surat Kabar Al Imam sejak 1906 disebut sebagai media massa Islam pertama yang diterbitkan Syekh Tahir Jalaluddin, Syekh Al Hadi, H. Abbas bin M. Taha (Aceh).
-- Kemudian pada 1913, Sarekat Islam, pimpinan H. Omar Said Tjokroaminoto menerbitkan beberapa surat kabar yaitu Oetoesan Hindia di pusat, juga Hindia Serikat di Bandung dikelola Abdul Muis, Pantjaran Warta di Batavia, Sinar Djawa diterbitkan di Semarang.
---
-- Adapun yang berupa Majalah pada 1911, majalah Al Munir terbit di Sumatera Barat oleh H. Abd. Al Munir, H. Abdul Karim Amrullah dan Syekh Jamil Jambek. Hadramaut terbit di Surabaya (1922-1926). Kemudian pada1922, Bintang Islam terbit dwi mingguan oleh H. Fachrodin (Muhammadiyah). Karena dikelola secara professional. Tirasnya mencapai 1500 eksmeplar dan menjangkau Singapura, Perak dan Johor.
---
-- Pada 1929, Pembela Islam diterbitkan dua bulanan oleh Persatuan Islam Bandung. A. Hassan Bersama Fachrudin Al Kahiri dan M. Natsir, merintis pers Islam yang gigih membela Islam melawan dari ide sekularisme, nasionalisme. Adapun Nadhlatul Ulama menerbitkan Suara NU yang beraksara arab pegon. Berita NU yang beraksara latin dikelola KH Mahfudz Shiddiq. Pada 1941 terbit Soeloeh NU dipimpin KH A. Wahid Hasyim.
---
-- Munculnya beragam organisasi Islam di Indonesia tidak lepas dari keadaan dunia Islam yang mengalami masa kolonial oleh bangsa Eropa dan adanya upaya membangkitkan dan merajut kembali persatuan umat Islam baik di nusantara juga dunia Internasional. Hal ini terbukti dengan adanya utusan dan penyelenggaraan konferensi Islam serta upaya perjuangan kemerdekaan.
---
- Bahasa Arab, Daerah dan Indonesia menjadi bahasa Dakwah di Indonesia
-- Berdakwah yang efektif tentu dengan menggunakan bahasa masyarakat setempat. Namun mendorong umat memahami bahasa Islam sebagai bahasa yang digunakan dalam beribadah dan Ilmu pengetahuan adalah menjadi hal yang berharga.
---
-- Dengan banyaknya majelis, pesantren yang mengajarkan kitab Turats pada halaqat ulama-ulama Indonesia sekembalinya dari Mekah mendorong dikembangkannya bahasa Arab Melayu/Pegon. Pada beberapa karya ulama kita dapati kitab tersebut ditulis dengan bahasa Arab, ada juga dengan Arab Melayu, dengan bahasa Daerah dan kini banyak ditulis dengan bahasa Indonesia
---
- Awal Hadirnya Media Audio-Visual
-- Dalam catatan sejarah, embrio dari Radio adalah saat adanya ide untuk memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang kasat mata, yang bergerak lewat udara dengan kecepatan suara untuk dimanfaatkan sebagai pengirim tanda-tanda.
-- Dari penelitian Guglielmo Marconi, maka pada 1896 ditemukan telegraf nirkabel. Kemudian Edwin Howard Armstrong mengembangkan modulasi frekuensi (FM) pada 1933.
---
-- Pada pra Kemerdekaan RI ini pemerintahan Belanda di Batavia membuat Radio amatir Batavia Radio Vereeneging (BRV) pada 1926. Kemudia munculah siaran Nederlandsche Radio Omroop Maatscapy (NROM) di Batavia pada 1934
-- Adapun sejarah Televisi, pada 1927, John Logie Baird, Charles Francis Jenkins, Philo Taylor Franswoth, merintis TV sederhana.
---
-- Dan demonstrasi televisi bagi masyarakat Indonesia ada pada 1955. Pada 25 Juli 1961, mulai ada komite persiapan pembentukan televisi di Indonesia. Setelah ada studio, menara siaran, dan peralatan teknis di tempat bekas Akademi Informasi di Senayan. Siaran TV percobaan pertama mengudara oleh TVRI, pada hari kemedekaan 1962.
---
- Awal Hadirnya Media Audio-Visual bagi Dakwah di Indonesia
-- Radio di Masa Lalu :radio: ** Radio Republik Indonesia berdiri pada 11 Sep. 1945. Ulama islam KH. R. Abdullah bin Nuh (1905-1987) berperan dalam memberitakan kemerdekaan Indonesia dalam bahasa Arab yang terdengar hingga Timur Tengah. Terdapat Radio Frekuensi AM swasta yaitu Cendrawasih yang berdiri 1966 oleh Sehan Alatas. Cendrawasih telah merelay kajian dari beberapa majelis di Jakarta yaitu al-Habsiy Kwitang, Darul Mustafa dan Darul Afaf.
-- KH. Buya HAMKA: H. Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1981) pun turut berkontribusi membina umat melalui siaran udara ini.
---
-- Di antara progam dakwah melalui radio ialah dengan memperdengarkan caramah ulama atau dai nusantara di setiap Bada Subuh. Misalnya memutarkan mp3 kajian KH. Zainuddin (Hamidi) MZ (1951-2011)
-- Maka Kaset Ceramah, Qashidah, Nasyid turut mengisi program religi Radio Islam :cassette:
---
-- Televisi di Masa Lalu :tv: Kesan yang masih saya ingat adalah saat menonton acara TVRI. Saat kecil, yang memiliki TV sangat jarang, sehingga 1 TV ditonton oleh banyak keluarga.
-- Program acara TV yang menghadirkan kesederhanaan, kebersamaan hidup masyarakat pada umumnya ada pada TVRI. Adapun program TV Swasta saat ini umumnya menayangkan film fantasi, action dan kehidupan kelas atas (glamor).
---
-- Melalui penelusuran Youtube, Jalan-Jalan Islami TVRI yang ada sejak 2010 adalah program religi TVRI yang berusaha menyampaikan aneka ragam dakwah Islam di berbagai pelosok negeri.
> "Peran yang utama antara lain memberikan informasi serta pembelajaran kepada khalayak mengenai sejarah perkembangan agama Islam di Indonesia."
##### ~Wawancara Pujiono pada TVRI Jateng
---
- Awal Hadirnya Media Internet bagi Dakwah di Indonesia
-- Sejak 1988, ada Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet. Laboratorium Internet UI-NETLAB dengan IP Adress 192.41.206/24 adalah yang didaftarkan pertamakali untuk menjalankan internet pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, S. Adisoemarta, M.Ihsan, R. Soebiakto, Putu, F, Siregar, A. Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994.
---
-- Melalui proyek Advanced Research Project Agency Network (ARPAnet) di AS pada tahun 1969 internet diperkenalkan pada dunia. Setelah dibukanya IndoNet pada 1994 di Jakarta sebagai internet service provider (ISP) pertama di Indonesia yang menyediakan internet komersial bagi publik maka di 1998-1999 berkembanglah dakwah melalui Internet.
-- Pada tahun tersebut dakwah mahasiswa Islam bergejolak, melalui Lembaga Dakwah Kampus tumbuh di banyak universitas.
---
-- Dakwah kian ramai dengan adanya mailing-list (milis) semisal Isnet, al-Islam, dan Padang Mbulan. Milis ialah grup diskusi di Internet yang memungkinkan pengguna internet bisa bergabung menyimak postingan materi Islam secara berlangganan, begitu pula dapat melakukan dialog Islam didalamnya. Memang saat itu email sebagai media utama komunikasi pada internet.
---
-- Setelah banyaknya situs-situs (website) Islam di tahun 1999-2000 maka internet menjadi salah satu media rujukan dan media dakwah Islam Indonesia.
-- Perkembangan selanjutnya adalah adanya ebook dalam bentuk help (kompilasi naskah dakwah format *.html), juga ebook berupa PDF.
---
> Dr Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi sebagaimana dikutip oleh Erni Arie Susanti (Staf Infokom Jakarta Islamic Centre) berkata, ''Ternyata jaringan internet yang hampir menelan seluruh penjuru dunia adalah merupakan lahan luas yang di situ bertebaran mimbar-mimbar yang menyuarakan kepentingan Islam, dengan memperkenalkan, mengajak (dakwah), membela dan memecahkan berbagai problemanya.''
---
### Pandemi Covid 19
-- Pandemi Covid telah membatasi gerak masyarakat : Social distancing, dan Physical distancing.
-- Dengan adanya Pandemi manyarakat menjadikan media internet dan media sosial sebagai sarana untuk komunikasi, pendidikan, pekerjaan, termasuk untuk dakwah (penyampaian Islam), dan me-Ngaji Islam.
---
-- Pada awalnya penyampaian Dakwah Islam disampaikan melalui berbagai Program TV Islami pada TV UHF VHF, TV Kabel, TV Parabola atau dengan program Siaran Radio Islami dari pemancar-pemancar Radio Frekuensi FM, AM, SW begitupula melalui media Cetak seperti Majalah, Tabloid, Koran, Buletin; akan tetapi di masa Pandemi ini ada kebutuhan lebih yaitu perlunya tatap muka Dai dan Mad’unya, Ustadz dan Jamaahnya, maka kini banyak majelis, seminar Islam dan multaqo ulama yang memanfaatkan aplikasi meeting internet dalam berdakwah.
---
### Konvergensi Media Dakwah di Masa Pandemi
-- Konvergensi media dakwah Islam kini telah hadir menjembatani jarak antara umat dengan para ulama, habaib dan kyai. Melalui kehadiran smartphone juga notebook dengan aplikasi Zoom, G-Meet, FCC, Cisco Webex, Teams, Skype suasana dakwah semakin merebak.
---
-- Konvergensi industri media dan teknologi digital dikenal sebagai komunikasi multimedia. Multimedia atau media campuran ialah sebagai medium yang mengintegrasikan dua bentuk komunikasi atau lebih. Smartphone dan notebook kini telah menjadi media mengakomodir banyak kebutuhan.
---
-- Media adalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana penghubung atau perantara dalam penyampaian informasi dari pengirim kepada penerima informasi.
-- Melalui penggunaan aplikasi konferensi (Zoom, G-Meet, FCC, Cisco Webex, Teams, Skype) terjadi koeksistensi efisien telepon, video dan komunikasi data dalam satu jaringan.
---
-- Pada kondisi jaringan yang baik, dakwah melalui webinar terasa lebih nyaman. Pesan dakwah dapat disampaikan secara tatap muka melalui internet yang dapat dilengkapi data berupa teks, audio dan video. Penggunaan media ini juga menjadi solusi atas jarak yang saling berjauhan.
-- Pesan dakwah yang terekam pada akhirnya dapat dibuka kembali oleh audiens (khalayak) media massa dan dibuka kapan pun, di mana pun. Bila ruang chat tersedia maka dialog dapat dilanjutkan kembali.
---
- Beberapa Data Penggunaan Media Dakwah di Masa Pandemi
-- Peneliti telah mengambil beberapa contoh organisasi dakwah, tokoh ustadz dan yayasan yang dapat menunjukan perbedaan antara Dakwah sebelum Pandemi dan Dakwah di Masa Pandemi.
---
- Dakwah Al Irsyad pada Channel Telegram

---

---

---
- Dakwah Ustadz Felix Siauw pada Channel Telegram

---

---

---
- Dari pengamatan subscriber, pelanggan, peserta dan pembaca Media Dakwah Online maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan dakwah Islam dari sebelum Pandemi hingga masa kini.
---
---
### Dakwah Ulama Aswaja (@Shautululama)
- Para ulama, kyai dan habaib telah menyelenggarakan banyak acara multaqo ulama yaitu :
*** Multaqo Ulama Aswaja dilaksanakan di Kab. Bogor. di Majlis Taklim Al- Hijrah Citeureup, Bogor Pimpinan Kyai Abdul Fatah H.E, Ahad pagi 5 Januari 2019, menghadirkan Kyai Usman Kamaludin, Pimpinan Ponpes At- Tajuriyyu
*** Ahad 05 Januari 2020, Alhamdulillah telah terselenggara acara Multaqo’ Ulama Aswaja Pasuruan.
---
*** Ahad, 16 Jumadil ulama 1441 H/12 Januari 2020, diadakan Multaqo ulama ahlussunah waljamaah gunung batu. Acara yang dimulai jam 20.30 tersebut dengan Shohibul jalsah Shohibul Fadhilah Almukarom Ust Hafidz.. dihadiri puluhan asatidz sekitar Gunung Batu.
*** Ahad, 16 Jumadil Ula 1441 H/12 Januari 2020, Alhamdulillah telah terselenggara acara Multaqo’ Ulama Aswaja Bogor sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Ma’had Darun Nahdah Al-Islamiyyah Desa Bantarsari Rancabungur Bogor.
---
<style>
code.blue {
color: #337AB7 !important;
}
code.orange {
color: #F7A004 !important;
}
</style>
- <code class="orange">### Referensi</code>
- <code class="blue">
- Wardhani, H. C. K. (2014). Strategi Pemrograman Lembaga Penyiaran Publik TVRI. Jurnal Unair. http://journal.unair.ac.id/filerPDF/comme56d95f0c0full.pdf
- Pujiono, P. (2018). Peran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Tengah Dalam Dakwah Islam (Studi Kasus Program Acara Jalan-Jalan Islami TVRI Jawa Tengah Episode Masjid Gede Sendang Harjo Kadilangu Demak) (Skripsi, IAIN SALATIGA).
http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/4396/1/Semua%20file%20CD.pdf
- Pratama, S. (2017). Kontribusi Buya HAMKA dalam perkembangan dakwah Muhammadiyah tahun 1925-1981 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
http://repository.uinsu.ac.id/3334/1/FDF.pdf
- Wahid, Din, & Makruf, Jamhari. (2017). Suara Salafisme Radio Dakwah di Indonesia. Kencana.
- Saleh, E. H. KH. Muhammad Syafi'i Hadzami, riwayat hidup dan perjuangannya di kalangan masyarakat Betawi.
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/12516/1/SURYANIH-FAH.pdf
- Sasongko, Agung. (2011). Radio Cendrawasih, Syiar Islam Melalui Teknologi Berawal.
https://republika.co.id/berita/video/ficer/11/05/16/lla4pc-radio-cendrawasih-syiar-islam-melalui-teknologi-berawal
- Sutopo; Misno. Kontribusi Abdullah bin Nuh dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Cianjur, Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman. 2017;4(1):71-84
http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/murabbi/article/view/3084/2281
- Irawan, M. Bagus. (2020). KH Abdullah bin Nuh, Ulama Pejuang dari Bogor yang Terlupakan
https://iqra.id/kh-abdullah-bin-nuh-ulama-pejuang-dari-bogor-yang-terlupakan-222763/
- Rizkiyansyah, Beggy. (2014). Lahirnya Pers Islam di Indonesia.
https://jejakislam.net/lahirnya-pers-islam-di-indonesia/
Stephens, Mitchell. (-). History of Television.
https://www.nyu.edu/classes/stephens/History%20of%20Television%20page.htm</code>
---
### Syukran
[MadaKusumah](https://twitter.com/MadaKusumah )
---
##### Pesan Dakwah ust Felix Siauw
{%youtube fcb7qLQEwZI%}
---