# Overview Sejak awal revolusi industri, manusia telah membakar cukup banyak bahan bakar fosil, yakni batu bara, minyak, dan gas alam sehingga menambah sekitar 365 miliar ton karbon dioksida. Penggundulan hutan menambah sekitar 180 miliar ton. Tiap tahun, kita menambah sekitar sembilan miliar ton, dan jumlah itu naik sampai 6 persen per tahun. Diperkirakan kenaikan seperti itu akan meningkatoan suhu global antara 2-4 derajat celcius. Laut meliputi tujuh puluh persen permukaan bumi. Dimanapun air dan udara bertemu terjadi pertukaran. Gas dari atmosfer terserap oleh laut dan gas terlarut di laut terlepas ke atmosfer. Ketika setimbang, jumlah yang terlepas dan terlarut hampir sama. Namun komposisi atmosfer yang berubah mengakibatkan pertukarannya menjadi tak imbang: lebih banyak karbon dioksida yang masuk ke air dibanding keluar. Tahun ini (2014) laut menyerap dua setengah miliar ton karbon. Tiap hari, setiap orang amerika sebenarnya memompa tiga kilogram karbon ke laut. Karena semua karbon dioksida tambahan itu, pH air jadi turun, dari rata-rata 8,2 menjadi sekitar 8,1. Ingat skala pH itu logaritmik, jadi perbedaan angka kecil menggambarkan perubahan sangat besar di dunia nyata. *Osilinus turbinatus* adalah keong yang lazim ditemukan di Laut Tengah, pola pada cangkangnya memudar. Limpet Patella caerulea, cangkangnya berlubang. > Karena sangat penting, manusia mengeluarkan banyak energi untuk memastikan pH darah kita konstan. Tapi sebagian organisme tingkat rendah tidak punya fisiologi yang bisa melakukan itu. Mereka hanya bisa menoleransi apa yang terjadi di luar, dan terdorong melewati batas Pulau Castello Aragonese terbentuk karena pergeseran Afrika ke utara. Lempeng afrika mendesak lempeng Erasia. Kadang proses itu menyebabkan letusan gunung. Yang terjadi lebih teratur adalah aliran gas dari lubang-lubang di dasar laut. Gas itu hampir seratus persen karbon dioksida. Hall-Spencer melakukan penelitian di sekeliling pulau Castello Aragonese. Pertama membuat peta rinci tingkat pH di sekeliling pulau. Kemudian melakukan survei spesies-spesies bawah laut di tingkat pH berbeda. Intinya di zona pH 7,8, yaitu perkiraan pH laut tahun 2100, sepertiga spesies dari keseluruhan tidak ada. Dampak dari pengasaman laut dari bukti yang dapat dilihat adalah pengurangan keragaman hayati. Itu yang terjadi dalam semua kepunahan massal besar. Pengasaman laut bisa: - Memengaruhi proses dasar seperti metabolisme, kegiatan enzim, dan fungsi protein. - Mengubah ketersediaan zat gizi penting seperti besi dan nitrogen - Mengubah jumlah cahaya yang menembus air - Memengaruhi fotosintesis, mengubah senyawa yang dibentuk logam terlarut, dalam beberapa kasus bisa beracun - Merusak organisme pelaku kalsifikasi (yang membuat cangkang) termasuk karang dan beberapa jenis ganggang - Mengancam terumbu karang - Memengaruhi rantai makanan - Digabung dengan masalah iklim lain, kehidupan pinggir laut akan sangat sengsara. Kira-kira sepertiga CO2 yang sejauh ini dilepas manusia ke udara telah diserap laut, sebesar 150 miliar ton (data terbaru lihat di PMEL Carbon Program Chris Sabine di NOAA). Selain skala nya kecepatannya juga perlu diperhatikan. Anggap aja bagaimana keadaan tubuh jika minum sebotol minuman keras dalam satu jam dibanding satu bulan. # Todo - [ ] cari data peningkatan kadar karbon dioksida di udara di ASEAN, dan perkiraannya - [ ] cari data peningkatan suhu di udara di ASEAN, dan perkiraannya - [ ] cari data berapa banyak co2 yang diserap laut tahun ini di ASEAN, hitung dalam skala hari, dan perkiraannya - [ ] cari data suplai makanan dari laut?, dan perkiraannya - [ ] cari data histori pH air di ASEAN, dan perkiraannya --- ##### Read more - [CO2 and Ocean Acidification: Causes, Impacts, Solutions](https://www.ucsusa.org/resources/co2-and-ocean-acidification) - [Why should we care about ocean acidification?](https://www.womeninoceanscience.com/blog/2020/11/15/why-should-we-care-about-ocean-acidification)