[Tricha Nadia ] Tracklist Dashboard Task Section 2
Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024].
🌷Tricha’s Information
List the essential information of me.
:small_blue_diamond: Name : Tricha Nadia Sipayung
:small_blue_diamond: Email: trichanadia03@gmail.com
:small_blue_diamond: NIM : 1101223115
Overview Of 4G (LTE, LTE-A)
1.1 Teknologi 4G
a). LTE
4G LTE menggunakan teknologi OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access) untuk transmisi data yang lebih efisien. OFDMA membagi pita frekuensi menjadi sejumlah kanal yang lebih kecil, yang kemudian dapat digunakan oleh beberapa pengguna secara bersamaan. Hal ini memungkinkan 4G LTE untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan mengurangi latensi.
Sumber:book: https://www.everythingrf.com/community/what-is-lte-a
b). LTE-A
Carrier aggregation: Carrier aggregation memungkinkan penggabungan beberapa pita frekuensi untuk meningkatkan bandwidth.
MIMO (Multiple-Input Multiple-Output): MIMO menggunakan beberapa antena untuk mengirimkan dan menerima data secara bersamaan, sehingga meningkatkan kapasitas jaringan.
Relay Node: adalah base station bertenaga rendah yang meningkatkan cakupan dan kapasitas di tepi sel. Serta menyediakan jangkauan di area di mana tidak ada sambungan serat optik.
Sumber: https://www.everythingrf.com/community/what-is-lte-a
:rolled_up_newspaper: 3GPP RELEASES 8-14
2.1 Pengertian
3GPP adalah singkatan dari 3rd Generation Partnership Project, sebuah organisasi yang mengembangkan standar untuk jaringan seluler. 3GPP terdiri dari operator seluler, vendor perangkat, dan lembaga penelitian dari seluruh dunia.
a. Releases 8
(December 2008) LTE pertama kali diperkenalkan.
b. Releases 9
(December 2009)
PWS (Public Warning System)
Femto Cell
MIMO Beam forming
Self Organizing Network (SON)
eMBMS
LTE Positioning
c. Releases 10
(March 2011)
Enchanced Uplink Multiple Access
MIMO enchancements
enchanced inter-cell interference coordination (eICIC)
Carrier Aggregation
Support for Heterogeneous Network
SON improvements
d. Releases 11
(September 2012)
Carrier Aggregation enchancements
Coordinated multipoint transmission and reception (CoMP)
ePDCCH
Network Based Positioning
Minimization of drive test (MDT)
Ran overload control for machine type communications
In Device Co Existence
Smartphone Battery saving techinque
e. Releases 12
(June 2014)
Small cells enhancements
Carrier aggregation enhancements
Machine Type communication (MTC)
Wifi integration with LTE
LTE in unlicensed spectrum
f. Releases 13
(December 2015)
Carrier Aggregation enhancements
enhancements for Machine-Type communication (MTC)
LTE in unlicensed spectrum enhancements
Indoor Positioning
Enhanced multi-user transmission techniques
MIMO enhancements
g. Releases 14
(Juni 2017)
Latency reduction
Unlicensed spectrum
Massive machine-type communication (MTC)
Massive MIMO,
New Radio access technology
Source: https://www.ericsson.com/en/blog/2015/6/release-14--the-start-of-5g-standardization
:rolled_up_newspaper: LTE FLAT ARCHITECTURE
3.1 Pengertian
LTE flat architecture adalah arsitektur jaringan LTE yang menghilangkan fungsi-fungsi yang sebelumnya dilakukan oleh perangkat core network, seperti mobility management, ciphering, retransmission, dan header compression. Fungsi-fungsi tersebut sekarang dilakukan oleh nodeB, yang merupakan perangkat radio base station pada jaringan LTE. Arsitektur ini diperkenalkan pada LTE Release 8 dan merupakan salah satu fitur kunci dari LTE-Advanced. Tujuannya adalah untuk mengurangi latensi jaringan dan meningkatkan efisiensi jaringan.
Perbedaan utama antara LTE Flat Architecture dan LTE architecture biasa adalah pada LTE architecture biasa fungsi-fungsi seperti mobility management, ciphering, retransmission, dan header compression dilakukan oleh Evolved Packet Core (EPC). Sedangkan pada LTE Flat Architecture Fungsi-fungsi tersebut dilakukan oleh eNodeB, yang merupakan perangkat radio base station pada jaringan LTE.
Source: https://www.researchgate.net/publication/279693350_Smart_Antenna_-_MIMO_OFDM_and_Single_Carrier_FDMA_for_LTE
:rolled_up_newspaper: MIMO (Multiple-Input Multiple-Output)
4.1 Pengertian
MIMO (multiple input, multiple output) adalah teknologi antena untuk komunikasi nirkabel yang menggunakan banyak antena baik pada sumber (transmitter) maupun pada tujuan (receiver). Antena di setiap ujung sirkuit komunikasi digabungkan untuk meminimalkan kesalahan, mengoptimalkan kecepatan data, dan meningkatkan kapasitas transmisi radio dengan memungkinkan data melewati banyak jalur sinyal pada waktu yang bersamaan. MIMO meningkatkan kapasitas data radio RF dengan menggunakan beberapa antena transmitter dan receiver.
A. Keuntungan MIMO:
Memberikan kekuatan sinyal yang lebih baik bahkan tanpa garis lokasi yang jelas karena sistem tersebut memanfaatkan transmisi RF yang dipantulkan dan dipantulkan.
Throughput yang lebih tinggi memungkinkan kualitas dan kuantitas video yang dikirim melalui jaringan lebih baik.
Beberapa aliran data mengurangi jumlah paket data yang hilang, sehingga menghasilkan kualitas video atau audio yang lebih baik.
B.Typical MIMO Configuration:
2x2 MIMO (two transmit antennas, two receive antennas)
3x3 MIMO (three transmit antennas, three receive antennas)
4x4 MIMO (four transmit antennas, four receive antennas)
8x8 MIMO (eight transmit antennas, eight receive antennas)
Source: https://www.everythingrf.com/community/what-is-mimo-technology
:rolled_up_newspaper: OFDM, OFDMA, SC-FDMA
5.1 OFDM
Bentuk gelombang yang digunakan oleh OFDMA dan SC-FDMA adalah OFDM, OFDM adalah bentuk modulasi multi-carrier. OFDM bermanfaat untuk sistem radio bergerak, khususnya mengurangi interferensi antar simbol yang diciptakan oleh propagasi sinyal multipath. OFDM membagi frekuensi menjadi beberapa subcarrier (menjadi masing-masing 15kHz), subcarrier ini bersifat ortogonal sehingga simbol yang dimodulasi pada subcarrier tidak mengganggu simbol lain.
5.2 OFDMA
Prinsip kerja OFDMA adalah membagi saluran radio menjadi beberapa subcarrier yang saling orthogonal. Subcarrier-subcarrier ini kemudian dimodulasi dengan data digital. Perbedaan utama antara sistem OFDM dan sistem OFDMA adalah, jika dalam OFDM pengguna dialokasikan pada domain waktu saja. Sedangkan pada OFDMA pengguna akan dialokasikan berdasarkan waktu dan frekuensi.
5.3 SC-FDMA
SC-FDMA adalah salah satu bentuk dari Multiple Access berbasis OFDM yang menggunakan satu subcarrier. Tidak seperti OFDMA, yang menggunakan subcarrier. Digunakan sebagai uplink karena lebih efisien dibandingkan OFDMA, mengkonsumsi lebih sedikit daya dan lebih baik untuk battery life ponsel. SC-FDMA mempunyai Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) yang lebih kecil daripada OFDMA
:rolled_up_newspaper: CYLIC PREFIX
6.1 Pengertian
Pada OFDM, terjadi Inter-Simbol Interference (ISI) pada receiver akibat adanya Delay Spread. ISI pada sistem OFDM dapat dihilangkan dengan menyisipkan guard interval atau yang sering dikenal dengan cyclic prefix (CP). Caranya dengan menyalin bagian awal simbol ke sepanjang periode CP yang digunakan dan menempatkannya pada akhir simbol. Dengan memberikan CP, maka interferensi simbol hanya terjadi pada sisi cyclic prefix-nya saja. Efek tersebut dapat dihilangkan dengan cara membuang bagian CP yang mengalami interferensi
A. Jenis-Jenis
Normal cyclic prefix atau yang biasa disebut dengan short cyclic prefix merupakan salah satu jenis cyclic prefix yang digunakan pada teknologi OFDM khususnya pada LTE. Pada struktur frame FDD yang terdiri dari 20 slot, dimana setiap slot terdiri dari beberapa simbol. Pada struktur ini slot yang terdiri dari 7 simbol, biasanya digunakan normal cyclic prefix di setiap guard intervalnyaDimana durasi cyclic prefix untuk simbol yang pertama lebih panjang dibandingkan enam simbol selanjutnya, yakni panjang simbol pertama 5.2 µs dan enam simbol sisanya memiliki panjang atau durasi sebesar 4.7µs.
Extended cyclic prefix atau yang biasa disebut dengan long cyclic prefix merupakan jenis lain dari cyclic prefix selain short cyclic prefix yang telah dijelaskan di atas. Lain halnya dengan normal cyclic prefix, pada extended cyclic prefix dalam satu slot frame FDD terdiri dari enam simbol. Dimana setiap simbol memiliki cyclic prefix yang panjangnya sama yaitu 16.7 µs
Source: https://www.rfwireless-world.com/Terminology/what-is-cyclic-prefix.html
:rolled_up_newspaper: adaptive modulation (lte)
7.1 Pengertian
Adaptive modulation adalah teknik modulasi yang memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan kecepatan modulasi datanya sesuai dengan kondisi saluran radio. Pada LTE, adaptive modulation menggunakan Channel Quality Indicator (CQI) untuk mengukur kualitas saluran radio. CQI adalah nilai yang menunjukkan seberapa baik sinyal dapat diterima oleh perangkat penerima. Nilai CQI berkisar antara 0 hingga 15, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan kualitas saluran radio yang lebih baik. Perangkat LTE akan menggunakan CQI untuk memilih kecepatan modulasi data yang sesuai.
Source: S S Hadi and T C Tiong 2015 IOP Conf. Ser.: Mater. Sci. Eng. 78 012016
:rolled_up_newspaper: LTE RESOURCE BLOCK
8.1 Pengertian
Resource block (RB) adalah unit dasar dari sumber daya yang dapat dialokasikan untuk pengguna dalam jaringan seluler LTE. RB terdiri dari 12 subcarrier yang saling orthogonal, dengan lebar masing-masing 15 kHz. RB dapat digunakan untuk mengirimkan data, kontrol, atau sinyal lainnya.
A. Prinsip Kerja
Prinsip kerja RB adalah membagi saluran radio menjadi beberapa RB yang saling orthogonal. Setiap pengguna kemudian dialokasikan satu atau lebih RB untuk mengirimkan datanya. Proses pembagian saluran radio menjadi RB dilakukan oleh stasiun pemancar LTE. Stasiun pemancar akan membagi bandwidthnya menjadi beberapa RB yang memiliki lebar masing-masing 15 kHz. Kemudian, stasiun pemancar akan mengalokasikan RB tersebut kepada pengguna. Pengguna yang membutuhkan bandwidth tertentu akan dialokasikan satu atau lebih RB sesuai dengan kebutuhannya.
:rolled_up_newspaper: HANDOVER IN LTE
8.1 Pengertian
Handover dalam LTE (Long-Term Evolution) mengacu pada proses mentransfer sesi komunikasi yang sedang berlangsung dari satu base station (eNodeB) ke base station lainnya tanpa mengganggu sesi tersebut. Handover diperlukan dalam LTE untuk menjaga koneksi mulus saat perangkat seluler bergerak melalui area atau sel berbeda dalam jaringan.
A. Intra-Frequency
adalah jenis handover yang terjadi di dalam jaringan LTE, antara sel-sel yang menggunakan frekuensi yang sama. terjadi ketika perangkat bergerak dari satu sel ke sel lain dan sinyal dari sel lama menjadi terlalu lemah. Jaringan LTE kemudian akan mencari sel lain yang memiliki kekuatan sinyal lebih kuat dan kompatibel dengan perangkat. Jika ditemukan sel yang memenuhi kriteria, jaringan akan memulai proses handover.
B. Inter-Frequency
adalah jenis handover yang terjadi antara sel-sel yang menggunakan frekuensi yang berbeda dalam jaringan LTE. Ini terjadi ketika perangkat bergerak dari satu area ke area lain yang menggunakan frekuensi yang berbeda.
C. Inter-Rat-Frequency
Inter-RAT (Radio Access Technology) Handover, juga dikenal sebagai Inter-Technology Handover, terjadi ketika perangkat seluler perlu beralih di antara teknologi akses radio yang berbeda, seperti LTE (Long-Term Evolution), 3G (UMTS), 2G (GSM ), atau bahkan teknologi non-seluler seperti Wi-Fi. Ini melibatkan transisi dari satu jaringan menggunakan teknologi tertentu ke jaringan lain menggunakan teknologi berbeda.
Source: https://www.linkedin.com/pulse/handover-lte-techlte-world#
:rolled_up_newspaper: LTE CHANNELS (Physical, logic, transport)
9.1 Pengertian
Arus informasi antara lapisan protokol yang berbeda dikenal sebagai channels atau saluran. Ini digunakan untuk memisahkan berbagai jenis data dan memungkinkannya diangkut melintasi lapisan yang berbeda. Saluran-saluran ini menyediakan antarmuka ke setiap lapisan dalam tumpukan protokol LTE dan memungkinkan pemisahan data yang teratur dan jelas.
A. Jenis-Jenis
1. Logical
saluran ini menentukan layanan transfer data yang ditawarkan oleh lapisan MAC. Data dan pesan sinyal dibawa pada saluran logis antara lapisan RLC dan MAC. Logical Channels dibagi menjadi dua kategori yaitu control channels dan traffic channels.
2. Transport
menentukan bagaimana dan dengan jenis karakteristik apa data ditransfer ke lapisan fisik. Data dan pesan sinyal dibawa pada saluran transport antara MAC dan lapisan fisik.
3. Physical
Berdasarkan data dan pesan sinyal yang dibawa pada saluran fisik di LTE, selanjutnya kita dapat diklasifikasikan sebagai
* Physical Data channels (DL, UL)
* Physical Control Channels (DL,UL)