# :star: [Satria Zaki's] Tracklist Dashboard Task Section 3
:::info
Open Recruitment Mobilecomm Laboratory [Celullar Network Division 2023/2024].
:::
## :heavy_exclamation_mark::heavy_exclamation_mark:My Profile - Satria Zaki Ramadhan's Information
### :school: Telkom University Student
:::warning
#### Nama : Satria Zaki Ramadhan
#### Email : zakisatria251102@gmail.com
#### NIM : 1101210188
:::
---
## Section Three :three: (PART 3)
---
:::info
BERIKUT ADALAH LAPORAN HACKMD LANJUTAN DARI PART/BAGIAN 2
:::
---
Beamforming di Frekuensi Tinggi (FR2)
Frekuensi tinggi (FR2) adalah rentang frekuensi di atas 24 GHz, yang merupakan rentang frekuensi yang baru diperkenalkan oleh sistem 5G NR (New Radio). FR2 hanya mendukung mode transmisi TDD (Time Division Duplex), dan memiliki lebar pita yang sangat besar (hingga 400 MHz).
Beamforming di FR2 biasanya menggunakan beamforming hibrida, yang merupakan kombinasi dari beamforming analog dan digital, untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dari frekuensi tinggi. Beamforming di FR2 dapat meningkatkan kinerja sistem dengan cara mengarahkan sinyal ke arah pengguna, meningkatkan kekuatan sinyal, mengurangi interferensi, dan meningkatkan efisiensi spektral .
Tantangan dan Peluang dari Beamforming di FR2
Beberapa tantangan dan peluang dari beamforming di FR2 adalah sebagai berikut :
Tantangan:
- Kehilangan propagasi yang tinggi: Frekuensi tinggi memiliki panjang gelombang yang pendek, yang membuatnya lebih rentan terhadap kehilangan propagasi akibat hamburan, difraksi, dan penyerapan. Kehilangan propagasi yang tinggi mengurangi jangkauan dan cakupan sinyal, serta membutuhkan lebih banyak stasiun basis untuk menjangkau pengguna .
- Lebar pita yang besar: Frekuensi tinggi memiliki lebar pita yang besar, yang memungkinkan transmisi data dengan kecepatan tinggi. Namun, lebar pita yang besar juga menimbulkan tantangan dalam hal desain perangkat keras, konversi analog-digital, pemrosesan sinyal, dan sinkronisasi. Lebar pita yang besar juga meningkatkan kebutuhan untuk power amplifier, yang dapat meningkatkan konsumsi daya dan panas .
- Antena array yang masif: Frekuensi tinggi memungkinkan penggunaan antena array yang masif, yang terdiri dari ratusan atau ribuan elemen antena, untuk melakukan beamforming. Antena array yang masif dapat meningkatkan keuntungan antena, resolusi sudut, dan diversitas. Namun, antena array yang masif juga menimbulkan tantangan dalam hal integrasi, kalibrasi, kontrol, dan kompleksitas. Antena array yang masif juga meningkatkan kebutuhan untuk komponen RF, yang dapat meningkatkan biaya dan ukuran perangkat .
Peluang:
- MIMO (Multiple Input Multiple Output): MIMO adalah teknik yang menggunakan beberapa antena transmisi dan penerima untuk meningkatkan kinerja sistem. MIMO dapat mendukung MIMO single-user, di mana satu pengguna dapat menerima beberapa aliran data dari satu stasiun basis, atau MIMO multi-user, di mana beberapa pengguna dapat menerima beberapa aliran data dari satu stasiun basis secara bersamaan. MIMO dapat meningkatkan throughput, kapasitas, keandalan, dan efisiensi spektral sistem .
- Hybrid beamforming: Hybrid beamforming adalah teknik yang menggabungkan beamforming analog dan digital, di mana sinyal digital diubah fase dan amplitudonya di domain dasar, kemudian dikirimkan ke beberapa sub-array antena, di mana sinyal analog diubah fase dan amplitudonya lagi di domain RF. Hybrid beamforming mencoba untuk menyeimbangkan antara efisiensi dan fleksibilitas dari beamforming analog dan digital. Hybrid beamforming dapat mendukung lebar pita yang besar, antena array yang masif, dan MIMO multi-pengguna .
- Beam tracking: Beam tracking adalah proses melacak arah dan posisi pengguna yang bergerak, dan menyesuaikan arah pancaran sinyal sesuai dengan perubahan tersebut. Beam tracking dapat meningkatkan stabilitas dan kualitas tautan, serta mengurangi kehilangan tautan. Beam tracking membutuhkan umpan balik dari pengguna, serta algoritma estimasi dan prediksi yang canggih .
Contoh Implementasi dan Pengukuran dari Beamforming di FR2
Beberapa contoh implementasi dan pengukuran dari beamforming di FR2 menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang tersedia di pasaran adalah sebagai berikut:
- 8-Channel, Dual Polarization Beamforming IC Operates in 5G FR22: iCana menawarkan solusi untuk melakukan beamforming dengan delapan saluran yang mendukung dual polarisasi di FR2 menggunakan ICAMB2629-A, sebuah IC beamforming yang sangat terintegrasi dan hemat biaya. IC ini dapat menyediakan 800 MHz lebar pita sinyal di rentang frekuensi 26,5 hingga 29,5 GHz. IC ini dapat menghasilkan daya keluaran rata-rata lebih dari 10 dBm per saluran dengan error vector magnitude tiga persen, 100 MHz 5G NR, 64 QAM dengan gain 27 dB. IC ini juga dapat menyediakan gain 27 dB dengan noise figure kurang dari 4,5 dB dengan hanya mengonsumsi daya 0,7 W.
- Hybrid Beamforming in 5G NR Networks Using Multi User MIMO3: Ravilla Dilli et al. melakukan analisis kinerja dari sistem komunikasi MIMO multi-pengguna dengan beamforming hibrida di FR2 menggunakan simulasi MATLAB. Mereka membandingkan kinerja dari skema modulasi yang berbeda, seperti QPSK, 16 QAM, 64 QAM, dan 256 QAM, dalam hal BER, throughput, dan kapasitas saluran. Mereka juga membandingkan kinerja dari teknik beamforming yang berbeda, seperti beamforming analog, digital, dan hibrida, dalam hal SNR, SINR, dan efisiensi spektral.
### 11.4 Beamsweeping di 5G NR
Beamsweeping adalah proses mengubah arah pancaran sinyal dengan beralih antara beberapa pola pancaran yang telah ditentukan sebelumnya. Pola pancaran ini biasanya dibuat dengan menggunakan beamforming analog. Beamsweeping digunakan dalam proses manajemen pancaran di 5G NR, yang merupakan seperangkat prosedur Lapisan 1 (fisik) dan Lapisan 2 (medium access control) untuk memperoleh dan mempertahankan satu set tautan pasangan pancaran (sebuah pancaran yang digunakan di gNB dipasangkan dengan sebuah pancaran yang digunakan di UE). 5G NR adalah singkatan dari 5G New Radio, yang merupakan standar generasi kelima untuk komunikasi nirkabel seluler.
Prosedur-prosedur seperti beamsweeping, pengukuran pancaran, penentuan pancaran, pelaporan pancaran, dan pemulihan pancaran, serta bagaimana mereka diterapkan selama akses awal dan akses terkini, adalah sebagai berikut :
- Beamsweeping: Beamsweeping dilakukan oleh gNB dan UE untuk mencari dan menemukan pancaran terbaik yang dapat digunakan untuk komunikasi. Beamsweeping dilakukan dengan mengirimkan atau menerima sinyal sinkronisasi (SSB) atau sinyal referensi (CSI-RS atau SRS) dengan menggunakan pola pancaran yang berbeda secara bergantian. Beamsweeping dapat dilakukan secara periodik atau berdasarkan permintaan.
- Pengukuran pancaran: Pengukuran pancaran dilakukan oleh UE untuk mengevaluasi kualitas pancaran yang diterima dari gNB. Pengukuran pancaran didasarkan pada parameter seperti RSRP (Reference Signal Received Power), RSRQ (Reference Signal Received Quality), dan SINR (Signal-to-Interference-plus-Noise Ratio). Pengukuran pancaran dapat dilakukan dengan menggunakan sinyal sinkronisasi (SSB) atau sinyal referensi (CSI-RS atau SRS).
- Penentuan pancaran: Penentuan pancaran dilakukan oleh gNB dan UE untuk memilih pancaran terbaik yang dapat digunakan untuk komunikasi. Penentuan pancaran didasarkan pada hasil pengukuran pancaran, serta informasi lain seperti prioritas, preferensi, dan batasan. Penentuan pancaran dapat dilakukan secara mandiri atau kooperatif.
- Pelaporan pancaran: Pelaporan pancaran dilakukan oleh UE untuk mengirimkan hasil pengukuran pancaran dan/atau pilihan pancaran ke gNB. Pelaporan pancaran dapat dilakukan dengan menggunakan pesan RRC (Radio Resource Control) atau PDCCH (Physical Downlink Control Channel). Pelaporan pancaran dapat dilakukan secara periodik, berdasarkan permintaan, atau berdasarkan peristiwa.
- Pemulihan pancaran: Pemulihan pancaran dilakukan oleh gNB dan UE untuk mengembalikan tautan pasangan pancaran yang hilang atau rusak akibat perubahan kondisi saluran atau mobilitas. Pemulihan pancaran dapat dilakukan dengan menggunakan mekanisme seperti fallback, handover, atau reselection.
Beberapa contoh skenario dan hasil dari beamsweeping di 5G NR menggunakan blok sinyal sinkronisasi (SSB), CSI-RS (Channel State Information Reference Signal), dan SRS (Sounding Reference Signal), adalah sebagai berikut :
- SSB-based beamsweeping: SSB-based beamsweeping adalah proses beamsweeping yang menggunakan SSB sebagai sinyal untuk mengirimkan atau menerima informasi sinkronisasi dan identifikasi sel. SSB-based beamsweeping dapat digunakan untuk akses awal, di mana UE mencari dan menemukan gNB yang tersedia, atau untuk akses terkini, di mana UE mempertahankan atau memperbarui tautan pasangan pancaran dengan gNB. SSB-based beamsweeping dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode: SSB burst set based atau SSB index based. SSB burst set based adalah metode di mana gNB mengirimkan beberapa SSB dengan pola pancaran yang berbeda dalam satu burst set, dan UE mengukur dan melaporkan RSRP dari seluruh burst set. SSB index based adalah metode di mana gNB mengirimkan satu SSB dengan pola pancaran tertentu dalam satu burst, dan UE mengukur dan melaporkan RSRP dan indeks SSB dari burst tersebut.
- CSI-RS-based beamsweeping: CSI-RS-based beamsweeping adalah proses beamsweeping yang menggunakan CSI-RS sebagai sinyal untuk mengirimkan atau menerima informasi saluran. CSI-RS-based beamsweeping dapat digunakan untuk akses terkini, di mana gNB dan UE melakukan penyesuaian dan penyempurnaan pancaran berdasarkan kondisi saluran yang berubah. CSI-RS-based beamsweeping dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode: CSI-RS resource set based atau CSI-RS resource index based. CSI-RS resource set based adalah metode di mana gNB mengirimkan beberapa CSI-RS dengan pola pancaran yang berbeda dalam satu resource set, dan UE mengukur dan melaporkan RSRP atau RSRQ dari seluruh resource set. CSI-RS resource index based adalah metode di mana gNB mengirimkan satu CSI-RS dengan pola pancaran tertentu dalam satu resource, dan UE mengukur dan melaporkan RSRP atau RSRQ dan indeks resource dari resource tersebut.
- SRS-based beamsweeping: SRS-based beamsweeping adalah proses beamsweeping yang menggunakan SRS sebagai sinyal untuk mengirimkan atau menerima informasi saluran. SRS-based beamsweeping dapat digunakan untuk akses terkini, di mana UE dan gNB melakukan penyesuaian dan penyempurnaan pancaran berdasarkan kondisi saluran yang berubah. SRS-based beamsweeping dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode: SRS periodicity based atau SRS index based. SRS periodicity based adalah metode di mana UE mengirimkan beberapa SRS dengan pola pancaran yang berbeda dalam satu periode, dan gNB mengukur dan melaporkan SINR dari seluruh periode. SRS index based adalah metode di mana UE mengirimkan satu SRS dengan pola pancaran tertentu dalam satu slot, dan gNB mengukur dan melaporkan SINR dan indeks slot dari slot tersebut.
:::info
#### Sumber Referensi :
- https://www.keysight.com/us/en/assets/9921-03326/training-materials/Understanding-the-5G-NR-Physical-Layer.pdf
- https://www.telecomtrainer.com/beam-sweeping-5g-nr/
- https://www.microwavejournal.com/articles/40941-8-channel-dual-polarization-beamforming-ic-operates-in-5g-fr2
- https://technovandia.com/apa-itu-beamforming-bagaimana-cara-kerjanya/
- https://www.rohde-schwarz.com/us/applications/real-time-beamforming-verification-in-5g-nr-fr1-application-card_56279-865408.html
- https://rifqimulyawan.com/literasi/beamforming/
:::
---
## 12. Open RAN Movement
### 12.1 Pengenalan Open RAN
Open RAN (Radio Access Network) Movement, sebuah gerakan dalam telekomunikasi nirkabel untuk memisahkan perangkat keras dan perangkat lunak dan membuat antarmuka terbuka di antara mereka.
Open RAN (Radio Access Network) adalah arsitektur jaringan yang memungkinkan operator seluler untuk menggunakan peralatan dari berbagai vendor dan tetap memastikan interoperabilitas. Open RAN memisahkan RAN menjadi tiga blok utama: Radio Unit, Distributed Unit, dan Centralized Unit. Open RAN juga membuka protokol dan antarmuka di antara mereka menggunakan standar terbuka.
Open RAN penting karena dapat memberikan fleksibilitas, inovasi, dan efisiensi biaya bagi operato. Dengan Open RAN, operator dapat memilih peralatan terbaik sesuai dengan kebutuhan dan lokasi mereka, tanpa tergantung pada vendor tunggal. Open RAN juga dapat meningkatkan kinerja dan kualitas jaringan dengan menggunakan teknologi cloud, virtualisasi, dan kecerdasan buatan.
Open RAN, O-RAN, dan OpenRAN adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Open RAN adalah istilah umum untuk arsitektur jaringan terbuka yang didasarkan pada standar 3GPP2. O-RAN adalah singkatan dari O-RAN Alliance, sebuah organisasi yang mendefinisikan spesifikasi dan standar untuk antarmuka terbuka dalam RAN2. OpenRAN adalah nama proyek yang diinisiasi oleh Telecom Infra Project (TIP), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan penerapan solusi Open RAN.
Pelaku utama dalam gerakan Open RAN adalah operator seluler, vendor perangkat keras dan perangkat lunak, organisasi standar, dan regulator123. Beberapa operator seluler yang telah menerapkan atau berencana untuk menerapkan Open RAN adalah Rakuten, Vodafone, Telefonica, Orange, Deutsche Telekom, dan AT&T123. Beberapa vendor perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung atau menyediakan solusi Open RAN adalah Ericsson, Nokia, Samsung, Huawei, ZTE, Cisco, Red Hat, Parallel Wireless, Mavenir, Altiostar, dan banyak lagi. Organisasi standar yang berperan dalam mendefinisikan dan mengembangkan Open RAN adalah 3GPP, O-RAN Alliance, TIP, GSMA, dan lainnya123. Regulator dan pemerintah juga berpengaruh dalam mendorong atau menghambat Open RAN, terutama dalam hal keamanan, persaingan, dan regulasi.
Tantangan dan manfaat dari Open RAN bervariasi tergantung pada sudut pandang dan kepentingan masing-masing pelaku. Secara umum, tantangan dari Open RAN meliputi :
- Kesulitan dalam mengintegrasikan dan menguji peralatan dari berbagai vendor
- Kurangnya kematangan dan ketersediaan solusi Open RAN yang dapat bersaing dengan solusi tradisional
- Ketidakpastian dan kekhawatiran tentang keamanan dan keandalan Open RAN
- Hambatan hukum dan politik yang dapat membatasi pilihan vendor atau pasar
Secara umum, manfaat dari Open RAN meliputi :
- Fleksibilitas dan kebebasan dalam memilih dan mengganti vendor
- Inovasi dan diferensiasi dalam menyediakan layanan dan fitur jaringan
- Efisiensi biaya dan skalabilitas dalam mengelola dan mengoptimalkan jaringan
- Keterbukaan dan kerjasama dalam mengembangkan dan mempromosikan standar terbuka
### 12.2 Arsitektur dan Komponen Open RAN
C-RAN, vRAN, dan Cloud RAN adalah istilah yang berhubungan dengan arsitektur RAN yang terpisah atau disagregasi, di mana fungsi-fungsi RAN tidak lagi berada dalam satu perangkat keras yang monolitik, tetapi dibagi-bagi dan ditempatkan di lokasi yang berbeda. Secara umum, istilah-istilah ini memiliki arti sebagai berikut:
- C-RAN (Centralized RAN atau Cloud RAN) adalah arsitektur RAN di mana unit terpusat (CU) dan unit terdistribusi (DU) dipindahkan dari lokasi sel ke lokasi yang terpusat, biasanya dalam bentuk kolam CU/DU (pool). Hal ini memungkinkan koordinasi dan optimisasi antara sel-sel yang berbeda, serta penghematan biaya operasional dan pemeliharaan. C-RAN masih menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang khusus dan tertutup dari satu vendor.
- vRAN (Virtualized RAN) adalah arsitektur RAN di mana fungsi-fungsi CU dan DU divirtualisasikan menggunakan teknologi NFV atau kontainer, dan dapat berjalan di atas perangkat keras komersial yang umum (COTS). Hal ini memberikan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi lebih tinggi bagi operator seluler, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tertentu123. vRAN masih menggunakan antarmuka yang tertutup antara RU, DU, dan CU.
- Cloud RAN adalah istilah yang lebih luas yang mencakup C-RAN dan vRAN, serta arsitektur RAN yang berbasis cloud lainnya, seperti Cloud Native RAN dan Open Cloud RAN. Cloud RAN mengacu pada penggunaan teknologi cloud, baik publik maupun privat, untuk menyediakan dan mengelola fungsi-fungsi RAN secara dinamis dan otomatis. Cloud RAN dapat menggunakan antarmuka yang terbuka atau tertutup, tergantung pada standar dan spesifikasi yang diikuti.
RU, DU, dan CU adalah komponen-komponen utama dalam arsitektur RAN yang terpisah. Secara singkat, fungsi dan peran mereka adalah sebagai berikut :
- RU (Radio Unit) adalah unit radio yang menangani front end digital (DFE) dan bagian dari lapisan PHY, serta fungsi beamforming digital. RU terletak dekat atau terintegrasi dengan antena, dan mengubah sinyal RF menjadi sinyal data dan sebaliknya. RU juga melakukan penyaringan dan penguatan sinyal RF. RU menentukan cakupan (coverage) sistem.
- DU (Distributed Unit) adalah unit yang bertanggung jawab atas fungsi pemrosesan basis waktu nyata (real-time), seperti penjadwalan L1 dan L2. DU dapat ditempatkan di lokasi sel atau dikonsentrasikan di lokasi yang teragregasi. DU terhubung dengan RU melalui antarmuka fronthaul, dan dengan CU melalui antarmuka midhaul. DU menentukan kapasitas (capacity) sistem.
- CU (Centralized Unit) adalah unit yang bertanggung jawab atas fungsi pemrosesan paket yang kurang sensitif terhadap waktu (non-real-time), seperti L2 yang lebih tinggi dan L3. CU dapat ditempatkan bersama dengan DU atau di pusat data regional. CU terhubung dengan DU melalui antarmuka midhaul, dan dengan jaringan inti melalui antarmuka backhaul. CU menentukan kontrol (control) sistem.
RAN Functional Split adalah konsep yang mengacu pada pemisahan fungsi-fungsi RAN di antara komponen-komponen yang berbeda, seperti RU, DU, dan CU. Tujuan dari RAN Functional Split adalah untuk memberikan fleksibilitas dan optimalisasi bagi operator seluler dalam mendesain dan mengoperasikan jaringan mereka, sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan transportasi, serta skenario dan kasus penggunaan yang berbeda.
3GPP telah mendefinisikan delapan pilihan RAN Functional Split untuk arsitektur 5G NR, yaitu :
- Opsi 1: Tidak ada pemisahan, semua fungsi RAN berada dalam satu entitas (gNB).
- Opsi 2: Pemisahan antara gNB-CU dan gNB-DU, di mana gNB-CU menangani fungsi L3, sedangkan gNB-DU menangani fungsi L1 dan L2.
- Opsi 3: Pemisahan antara gNB-CU-CP (Control Plane) dan gNB-CU-UP (User Plane), di mana gNB-CU-CP menangani fungsi L3 dan L2-CP, sedangkan gNB-CU-UP menangani fungsi L2-UP.
- Opsi 4: Pemisahan antara gNB-DU dan gNB-RU, di mana gNB-DU menangani fungsi L1 dan L2, sedangkan gNB-RU menangani fungsi PHY-Low.
- Opsi 5: Pemisahan antara gNB-DU-High dan gNB-DU-Low, di mana gNB-DU-High menangani fungsi PHY-High dan MAC, sedangkan gNB-DU-Low menangani fungsi PHY-Low.
- Opsi 6: Pemisahan antara gNB-DU dan gNB-RU, di mana gNB-DU menangani fungsi PHY-High dan MAC, sedangkan gNB-RU menangani fungsi PHY-Low.
- Opsi 7: Pemisahan antara gNB-DU dan gNB-RU, di mana gNB-DU menangani fungsi MAC dan sebagian fungsi PHY, sedangkan gNB-RU menangani sebagian fungsi PHY lainnya. Opsi 7 memiliki tiga sub-opsi, yaitu 7-1, 7-2, dan 7-3, yang berbeda dalam tingkat pemisahan PHY.
- Opsi 8: Pemisahan antara gNB-DU dan gNB-RU, di mana gNB-DU menangani sebagian fungsi MAC dan PHY, sedangkan gNB-RU menangani sebagian fungsi MAC dan PHY lainnya. Opsi 8 memiliki dua sub-opsi, yaitu 8-1 dan 8-2, yang berbeda dalam tingkat pemisahan MAC.
Pemilihan RAN Functional Split yang tepat bergantung pada beberapa faktor, seperti kebutuhan QoS, densitas dan beban pengguna, ketersediaan dan kinerja transportasi, serta biaya dan kompleksitas implementasi. Secara umum, opsi split yang lebih rendah (misalnya opsi 2 atau 3) membutuhkan transportasi yang kurang ideal, tetapi memiliki biaya dan kompleksitas yang lebih tinggi, serta mengurangi koordinasi dan optimisasi antar sel. Opsi split yang lebih tinggi (misalnya opsi 7 atau 8) membutuhkan transportasi yang lebih ideal, tetapi memiliki biaya dan kompleksitas yang lebih rendah, serta meningkatkan koordinasi dan optimisasi antar sel.
### 12.3 Antarmuka dan Standar Open RAN
Antarmuka terbuka adalah antarmuka yang menggunakan standar yang didefinisikan secara publik dan dapat diakses oleh berbagai vendor dan organisasi. Antarmuka terbuka dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem RAN yang interoperabel, inovatif, dan kompetitif, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal.
3GPP adalah singkatan dari 3rd Generation Partnership Project, sebuah kemitraan global dari tujuh organisasi standar telekomunikasi yang mengembangkan protokol untuk jaringan seluler. Peran 3GPP dalam Open RAN adalah mendefinisikan standar umum untuk arsitektur RAN, termasuk antarmuka terbuka antara komponen RAN, seperti RU, DU, dan CU.
O-RAN Alliance adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh beberapa operator seluler dan vendor untuk mempromosikan dan mengembangkan solusi Open RAN berdasarkan standar 3GPP. Spesifikasi yang didefinisikan oleh O-RAN Alliance meliputi antarmuka terbuka, arsitektur terpisah, virtualisasi, dan kecerdasan buatan dalam RAN.
Telecom Infra Project (TIP) adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan penerapan solusi konektivitas yang terbuka, disagregasi, dan berbasis standar, termasuk Wi-Fi. Proyek OpenRAN yang diinisiasi oleh TIP adalah sebuah proyek yang berfokus pada menciptakan infrastruktur, teknologi, dan metodologi inovatif untuk memberikan akses internet kepada lebih banyak orang di seluruh dunia.
### 12.4 Teknologi dan Solusi Open RAN
Virtualisasi adalah teknik yang memungkinkan menjalankan beberapa sistem operasi atau aplikasi secara bersamaan pada satu perangkat keras fisik. Virtualisasi dapat meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan keamanan sumber daya komputasi.
Mikro layanan adalah pendekatan arsitektur perangkat lunak yang membagi aplikasi menjadi layanan-layanan kecil dan mandiri yang dapat dikembangkan, diuji, dan dikerahkan secara independen. Mikro layanan dapat meningkatkan skalabilitas, keterbukaan, dan ketangguhan aplikasi.
Teknologi berbasis kontainer adalah teknologi virtualisasi yang memungkinkan menjalankan aplikasi dalam unit-unit terisolasi dan ringan yang disebut kontainer. Kontainer hanya berisi aplikasi dan beberapa API dan layanan sistem operasi yang diperlukan, sehingga menggunakan sumber daya sistem lebih sedikit daripada mesin virtual. Teknologi berbasis kontainer dapat meningkatkan portabilitas, konsistensi, dan otomatisasi aplikasi.
Platform cloud adalah platform yang menyediakan lingkungan komputasi berbasis cloud untuk menjalankan, mengelola, dan mengoptimalkan aplikasi. Platform cloud dapat berupa cloud publik, cloud privat, atau cloud hibrid. Platform cloud dapat mendukung Open RAN dengan menyediakan infrastruktur, orkestrasi, dan otomatisasi yang diperlukan untuk menerapkan dan mengoperasikan fungsi-fungsi RAN yang terpisah dan terbuka.
Red Hat OpenShift adalah platform cloud yang berbasis pada Kubernetes, sebuah sistem orkestrasi kontainer. Red Hat OpenShift dapat memfasilitasi Open RAN dengan menyediakan platform yang andal, aman, dan fleksibel untuk menjalankan fungsi-fungsi RAN sebagai aplikasi cloud-native yang menggunakan mikro layanan dan kontainer. Red Hat OpenShift juga mendukung antarmuka terbuka, virtualisasi, dan akselerasi yang diperlukan untuk Open RAN.
Parallel Wireless adalah perusahaan yang menyediakan solusi Open RAN yang berbasis pada prinsip-prinsip Open RAN, seperti pemisahan arsitektur, antarmuka terbuka, virtualisasi, dan cloud-native. Parallel Wireless dapat menyediakan Open RAN dengan menyediakan perangkat lunak yang dapat berjalan pada platform komputasi generik dari berbagai vendor dan chipset, serta mendukung berbagai standar dan spesifikasi Open RAN.
### 12.5 Studi Kasus dan Tren Open RAN
Open RAN adalah teknologi yang memungkinkan operator seluler untuk menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dari berbagai vendor yang saling kompatibel melalui antarmuka terbuka. Open RAN dapat memberikan manfaat seperti efisiensi biaya, fleksibilitas, inovasi, dan keragaman ekosistem RAN. Berikut adalah beberapa informasi tentang penerapan, kolaborasi, dukungan, dan perkembangan Open RAN di berbagai negara :
1. Penerapan Open RAN: Beberapa operator seluler di dunia telah menerapkan atau berencana untuk menerapkan Open RAN pada jaringan mereka, baik untuk 4G maupun 5G. Misalnya, di Jepang, Rakuten Mobile telah meluncurkan jaringan 4G dan 5G yang sepenuhnya menggunakan Open RAN1. Di Amerika Serikat, Dish Network juga berencana untuk membangun jaringan 5G yang berbasis Open RAN2. Di Indonesia, Telkomsel dan Indosat Ooredoo telah melakukan uji coba Open RAN di beberapa lokasi.
2. Kolaborasi vendor perangkat keras dan perangkat lunak: Untuk memastikan interoperabilitas antara perangkat keras dan perangkat lunak dari vendor yang berbeda, diperlukan standar dan spesifikasi yang jelas dan terbuka. Beberapa organisasi telah berperan dalam mengembangkan dan menguji standar dan spesifikasi Open RAN, seperti 3GPP, O-RAN Alliance, Telecom Infra Project (TIP), dan Open RAN Policy Coalition56. Beberapa vendor perangkat keras dan perangkat lunak juga telah berkolaborasi dalam menyediakan solusi Open RAN, seperti Nokia, Ericsson, Samsung, Huawei, ZTE, Altiostar, Mavenir, Parallel Wireless, dan lain-lain.
3. Dukungan atau hambatan regulator dan pemerintah: Open RAN mendapat dukungan dari beberapa regulator dan pemerintah yang melihat potensi teknologi ini untuk meningkatkan persaingan, keamanan, dan inklusi digital. Misalnya, di Amerika Serikat, Federal Communications Commission (FCC) telah mengalokasikan dana sebesar 9 miliar dolar AS untuk mendukung penggelaran Open RAN di daerah pedesaan9. Di Uni Eropa, beberapa negara anggota telah menandatangani deklarasi bersama untuk mendukung pengembangan dan penerapan Open RAN10. Namun, Open RAN juga menghadapi beberapa hambatan, seperti tantangan teknis, komersial, dan regulasi. Misalnya, beberapa negara masih memiliki kebijakan yang menghambat penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak dari vendor tertentu, seperti larangan Huawei di beberapa negara Barat.
4. Perkembangan dan prospek Open RAN: Open RAN masih merupakan teknologi yang relatif baru dan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan permintaan pasar. Beberapa tren dan isu yang mungkin memengaruhi perkembangan dan prospek Open RAN di masa depan adalah sebagai berikut:
- Cloud-native dan virtualisasi: Open RAN dapat memanfaatkan teknologi cloud-native dan virtualisasi untuk menjalankan fungsi-fungsi RAN sebagai aplikasi yang dapat diskalakan, dioptimalkan, dan diotomatisasi pada platform komputasi generik .
- Kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin: Open RAN dapat menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan adaptabilitas jaringan, serta untuk mendeteksi dan mencegah ancaman keamanan .
- Integrasi vertikal dan horizontal: Open RAN dapat memungkinkan integrasi vertikal dan horizontal antara operator seluler, vendor, penyedia layanan cloud, dan penyedia konten dan aplikasi, untuk menciptakan nilai tambah dan sinergi bagi pelanggan .
:::info
#### Sumber Referensi :
- https://teknologi.bisnis.com/read/20210421/101/1384510/teknologi-open-ran-bikin-operator-seluler-hemat-biaya
- https://www.itworks.id/47868/teknologi-open-ran-bantu-perluas-jaringan-seluler-dan-janjikan-efisiensi.html
- https://www.antaranews.com/berita/2679485/kominfo-teknologi-open-ran-memperluas-jaringan-seluler
- https://www.parallelwireless.com/wp-content/uploads/Parallel-Wireless-e-Book-Everything-You-Need-to-Know-about-Open-RAN.pdf
- https://www.telecomtrainer.com/parallel-wireless-open-ran/
- https://learn.microsoft.com/id-id/windows/apps/develop/user-interface
- https://www.3gpp.org/
- https://www.o-ran.org/specifications
:::
---
## 13. Telecom Infra Project (TIP)
### 13.1 Pengenalan TIP
TIP adalah singkatan dari Telecom Infra Project, sebuah inisiatif global yang didorong oleh komunitas untuk mempercepat pengembangan dan penyebaran solusi infrastruktur terbuka, terpisah, dan berbasis standar untuk industri telekomunikasi yang didirikan pada tahun 2016 oleh Facebook, SK Telecom, Nokia, dan Deutsche Telekom, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas konektivitas di seluruh dunia, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau atau kurang memadai.
TIP memiliki empat area strategis jaringan, yaitu Akses, Transport, Core & Services, dan End-to-End Solutions1. Setiap area memiliki beberapa kelompok proyek yang bekerja sama untuk menciptakan solusi inovatif, teknologi, dan metodologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan pelanggan. TIP juga memiliki beberapa fasilitas seperti Labs, PlugFests, dan Community Labs, yang berfungsi sebagai tempat untuk menguji, memvalidasi, dan mendemonstrasikan produk dan solusi TIP. TIP dipimpin oleh sebuah dewan direksi yang terdiri dari perwakilan dari perusahaan-perusahaan terkemuka di industri telekomunikasi, seperti Vodafone, Meta, Intel, Telefónica, Orange, Dell Technologies, dan lainnya. TIP juga didukung oleh sebuah komite teknis yang terdiri dari para ahli dan pakar teknologi telekomunikasi, yang membantu menentukan strategi teknis TIP.
### 13.2 Akses
Akses adalah salah satu area strategis jaringan TIP yang berfokus pada menciptakan solusi infrastruktur inovatif untuk memberikan akses internet kepada lebih banyak orang di seluruh penjuru dunia.Akses memiliki beberapa tantangan utama, seperti biaya, kompleksitas, skalabilitas, dan interoperabilitas, yang membuat koneksi ke pengguna akhir menjadi sulit.
Akses memiliki beberapa kelompok proyek, antara lain :
1. Open Cellular: sebuah platform perangkat keras dan perangkat lunak terbuka untuk jaringan seluler, yang mendukung berbagai teknologi seperti 2G, 4G, dan 5G.
2. Open RAN: sebuah arsitektur jaringan akses radio terbuka, yang memisahkan fungsi-fungsi jaringan menjadi unit-unit yang modular dan interoperabel, yang dapat dipasangkan dengan berbagai vendor.
3. OpenWiFi: sebuah platform Wi-Fi terbuka, yang menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak yang mudah digunakan, dikelola, dan ditingkatkan, untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi Wi-Fi.
4. Open Optical & Packet Transport: sebuah arsitektur jaringan transport optik dan paket terbuka, yang menyederhanakan dan mengoptimalkan jaringan transport dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang terstandarisasi dan terpisah.
### 13.3 Transport
Transport adalah salah satu area strategis jaringan TIP yang berfokus pada meningkatkan kualitas dan kapasitas backhaul, yaitu jaringan yang menghubungkan jaringan akses dengan jaringan inti.
Transport memiliki beberapa tantangan utama, seperti skalabilitas, konvergensi cepat, kemudahan konfigurasi, dan ekstensibilitas, yang mempengaruhi kinerja dan biaya jaringan.
Transport memiliki beberapa kelompok proyek, antara lain :
1. Disaggregated Cell Site Gateway : sebuah solusi gateway situs sel terpisah, yang memungkinkan operator untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda, untuk mengurangi biaya dan meningkatkan fleksibilitas.
2. Non-Terrestrial Connectivity : sebuah solusi konektivitas non-terestrial, yang menggunakan teknologi seperti satelit, balon, atau drone, untuk memberikan akses internet di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan darat.
3. Open Transport Configuration & Control : sebuah solusi konfigurasi dan kontrol transport terbuka, yang menyediakan antarmuka yang terstandarisasi dan terbuka, untuk mengelola dan mengotomatisasi jaringan transport.
4. Wireless Backhaul : sebuah solusi backhaul nirkabel, yang menggunakan teknologi seperti microwave, millimeter wave, atau free space optics, untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi dan jarak jauh.
### 13.4 Core & Services
Core & Services adalah salah satu area strategis jaringan TIP yang berfokus pada menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas arsitektur jaringan inti, yang bertanggung jawab untuk mengelola dan menghubungkan layanan-layanan jaringan.
Core & Services memiliki beberapa tantangan utama, seperti biaya operasional dan pemeliharaan, integrasi dengan jaringan legasi, dan adaptasi dengan teknologi dan permintaan baru, yang mempengaruhi kualitas dan keandalan jaringan.
Core & Services memiliki beberapa kelompok proyek, antara lain :
1. Open Core Network: sebuah solusi jaringan inti terbuka, yang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang terpisah dan terstandarisasi, untuk mendukung berbagai teknologi seperti 4G, 5G, dan Wi-Fi.
2. Open Haul: sebuah solusi haul terbuka, yang mengintegrasikan jaringan transport dan jaringan inti, untuk menyediakan konektivitas yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah diatur.
3. Open Service Delivery: sebuah solusi penyampaian layanan terbuka, yang memungkinkan operator untuk menawarkan layanan-layanan baru yang berbasis cloud, seperti edge computing, artificial intelligence, atau internet of things, dengan menggunakan platform yang terbuka dan modular.
### 13.5 End-to-End Solutions
End-to-End Solutions adalah salah satu area strategis jaringan TIP yang berfokus pada menciptakan solusi jaringan yang menyeluruh, yang mencakup semua aspek dari jaringan, mulai dari akses, transport, core, hingga layanan. End-to-End Solutions memiliki beberapa tantangan utama, seperti kompleksitas, interoperabilitas, dan kustomisasi, yang membutuhkan koordinasi dan kolaborasi antara berbagai pihak, seperti operator, vendor, regulator, dan pengguna akhir.
End-to-End Solutions memiliki beberapa kelompok proyek, antara lain :
1. Edge Application Developer: sebuah platform pengembang aplikasi edge, yang menyediakan alat-alat dan sumber daya untuk membangun dan menjalankan aplikasi yang memanfaatkan kemampuan edge computing, seperti latensi rendah, bandwidth tinggi, atau keamanan tinggi.
2. Open Converged Wireless: sebuah solusi nirkabel terpadu terbuka, yang menggabungkan teknologi seluler dan Wi-Fi, untuk memberikan pengalaman konektivitas yang lebih baik, lebih lancar, dan lebih hemat energi.
3. OpenRAN 5G NR: sebuah solusi Open RAN untuk 5G NR, yang mendukung standar 3GPP untuk jaringan 5G, yang menawarkan kecepatan, kapasitas, dan kualitas yang lebih tinggi, serta mendukung berbagai kasus penggunaan, seperti enhanced mobile broadband, ultra-reliable low-latency communication, atau massive machine-type communication.
:::info
#### Sumber Referensi :
- https://telecominfraproject.com/
- https://telecominfraproject.com/tip-team/
- https://www.accessagility.com/blog/telecom-infra-project-tip-introduction
- https://bing.com/search?q=Telecom+Infra+Project+%28TIP%29
:::
---
## 14. O-RAN Alliance
### 14.1 Pengenalan O-RAN Alliance
O-RAN Alliance, atau Open Radio Access Network Alliance, adalah sebuah aliansi industri global yang bertujuan untuk memajukan konsep Open RAN (Radio Access Network) dalam industri telekomunikasi seluler. Aliansi ini didirikan pada tahun 2018 oleh sejumlah operator telekomunikasi, penyedia peralatan jaringan, dan pemangku kepentingan lainnya. Fokus utama O-RAN Alliance adalah membuka dan mengstandarisasi elemen-elemen kritis dalam Radio Access Network, termasuk antarmuka antarperingkat (interface) dan fungsionalitas perangkat keras dan perangkat lunak.
O-RAN ALLIANCE berkomitmen untuk mengembangkan Jaringan Akses Radio dengan prinsip intinya adalah kecerdasan dan keterbukaan. Hal ini bertujuan untuk mendorong industri seluler menuju ekosistem RAN yang inovatif, multi-vendor, dapat dioperasikan, dan otonom, dengan pengurangan biaya, peningkatan kinerja, dan kelincahan yang lebih baik.
1. Sejarah dan latar belakang singkat O-RAN Alliance
- O-RAN Alliance didirikan pada Februari 2018 sebagai hasil penggabungan dua inisiatif sebelumnya, yaitu xRAN Forum dan C-RAN Alliance .
- Latar belakang pembentukan O-RAN Alliance adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh industri RAN, seperti ketergantungan pada vendor tertentu, biaya operasional yang tinggi, kurangnya fleksibilitas dan inovasi, dan kebutuhan akan jaringan yang lebih cerdas dan efisien .
- O-RAN Alliance juga didorong oleh perkembangan teknologi seperti cloud computing, virtualisasi, AI, dan 5G, yang memungkinkan transformasi RAN menjadi lebih terbuka, modular, dan berbasis perangkat lunak .
2. Visi, misi, dan prinsip-prinsip O-RAN Alliance
- Visi O-RAN Alliance adalah untuk mewujudkan jaringan akses radio yang terbuka, cerdas, dan interoperabel.
- Misi O-RAN Alliance adalah untuk mengembangkan spesifikasi dan perangkat lunak terbuka untuk RAN, serta memfasilitasi kolaborasi antara operator, vendor, dan peneliti.
- Prinsip-prinsip O-RAN Alliance adalah terbuka, cerdas, interoperabel, multi-vendor, dan mandiri.
3. Struktur dan tata kelola O-RAN Alliance
- O-RAN Alliance memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Board of Directors, Technical Steering Committee (TSC), Working Groups (WG), Focus Groups (FG), dan Open Source Community (OSC).
- Board of Directors bertanggung jawab untuk menetapkan arah strategis, anggaran, dan kebijakan O-RAN Alliance.
- TSC bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan teknis O-RAN Alliance, termasuk WG, FG, dan OSC.
- WG bertanggung jawab untuk mengembangkan spesifikasi teknis O-RAN Alliance, yang dibagi menjadi tujuh area, yaitu Use Cases and Overall Architecture (WG1), Non-Real-Time RIC and A1 Interface (WG2), Near-Real-Time RIC and E2 Interface (WG3), Open Fronthaul (WG4), Open Xhaul (WG5), Cloudification and Orchestration (WG6), dan White Box Hardware (WG7).
- FG bertanggung jawab untuk menjelajahi topik-topik baru dan inovatif yang relevan dengan O-RAN Alliance, seperti AI/ML, Security, O-RAN Testing and Integration, dan O-RAN Deployment.
- OSC bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyediakan perangkat lunak terbuka yang sesuai dengan spesifikasi O-RAN Alliance, yang dibagi menjadi lima proyek, yaitu O-RAN Software Community (OSC), O-RAN Central Unit (O-CU), O-RAN Distributed Unit (O-DU), O-RAN Near-Real-Time RIC (O-NRT RIC), dan O-RAN Non-Real-Time RIC (O-NRT RIC).
4. Anggota dan mitra O-RAN Alliance
- O-RAN Alliance memiliki lebih dari 300 anggota dari berbagai negara dan wilayah, yang terdiri dari operator jaringan seluler, vendor perangkat keras dan perangkat lunak, peneliti akademis dan industri, dan organisasi non-profit.
- O-RAN Alliance juga memiliki beberapa mitra strategis, yaitu organisasi atau inisiatif lain yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sejalan dengan O-RAN Alliance, seperti 3GPP, GSMA, ONF, TIP, OIF, Small Cell Forum, OpenAirInterface, dan Open RAN Policy Coalition.
### 14.2 Arsitektur dan Spesifikasi O-RAN
1. Konsep dan komponen arsitektur O-RAN
- Konsep arsitektur O-RAN adalah untuk membagi RAN menjadi tiga domain, yaitu Open Fronthaul Interface (O-FHI), Open Distributed Unit (O-DU), dan Open Central Unit (O-CU).
- O-FHI adalah antarmuka terbuka yang menghubungkan Radio Unit (RU) dengan O-DU, yang mendukung berbagai standar dan protokol, seperti eCPRI, CPRI, RoE, dan IEEE 1914.3 .
- O-DU adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi RAN tingkat rendah, seperti PHY, MAC, RLC, dan PDCP .
- O-CU adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi RAN tingkat tinggi, seperti SDAP, RRC, dan NGC .
- Selain itu, arsitektur O-RAN juga mencakup dua komponen cerdas, yaitu Near-Real-Time RAN Intelligent Controller (Near-RT RIC) dan Non-Real-Time RAN Intelligent Controller (Non-RT RIC).
- Near-RT RIC adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi RAN secara dinamis, dengan menggunakan AI/ML dan xApps .
- Non-RT RIC adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengonfigurasi RAN secara global, dengan menggunakan A1 interface dan RApps .
2. Antarmuka dan fungsi terbuka O-RAN
- Antarmuka terbuka O-RAN adalah antarmuka yang menghubungkan komponen-komponen arsitektur O-RAN secara standar dan interoperabel, yang terdiri dari O-FHI, E2, dan A1.
- O-FHI adalah antarmuka terbuka yang menghubungkan RU dengan O-DU, yang mendukung berbagai standar dan protokol, seperti eCPRI, CPRI, RoE, dan IEEE 1914.3 .
- E2 adalah antarmuka terbuka yang menghubungkan O-DU atau O-CU dengan Near-RT RIC, yang mendukung berbagai fungsi, seperti E2 service management, E2 termination, E2 node identification, E2 application function management, dan E2 subscription and indication .
- A1 adalah antarmuka terbuka yang menghubungkan Non-RT RIC dengan O-CU atau Near-RT RIC, yang mendukung berbagai fungsi, seperti A1 policy management, A1 service management, A1 information model, dan A1 interface protocol .
- Fungsi terbuka O-RAN adalah fungsi yang dapat diimplementasikan oleh berbagai vendor secara modular dan fleksibel, yang terdiri dari xApps dan RApps.
- xApps adalah aplikasi yang berjalan di atas Near-RT RIC, yang dapat mengakses dan mengontrol data dan fungsi RAN, seperti handover, load balancing, scheduling, beamforming, dan QoS .
- RApps adalah aplikasi yang berjalan di atas Non-RT RIC, yang dapat mengelola dan mengonfigurasi RAN secara global, seperti network slicing, SON, fault management, dan performance management
3. Spesifikasi teknis dan dokumen O-RAN
- Spesifikasi teknis O-RAN adalah dokumen-dokumen yang menjelaskan secara detail antarmuka, fungsi, protokol, dan model informasi O-RAN, yang disusun oleh WG dan FG O-RAN Alliance.
- Spesifikasi teknis O-RAN dibagi menjadi empat kategori, yaitu O-RAN Architecture and Interfaces, O-RAN Management and Orchestration, O-RAN Security, dan O-RAN Use Cases and Deployment Scenarios.
- Spesifikasi teknis O-RAN dapat diakses secara gratis oleh anggota dan non-anggota O-RAN Alliance, dengan syarat mengisi formulir registrasi dan menyetujui perjanjian lisensi yang tersedia di situs web O-RAN Alliance.
- Dokumen O-RAN adalah dokumen-dokumen yang menyediakan informasi tambahan dan panduan tentang O-RAN, yang disusun oleh TSC, WG, FG, dan OSC O-RAN Alliance.
- Dokumen O-RAN meliputi white paper, technical report, test report, release note, user guide, dan best practice.
- Dokumen O-RAN dapat diakses secara gratis oleh anggota dan non-anggota O-RAN Alliance, tanpa syarat apapun, di situs web O-RAN Alliance.
4. Komunitas perangkat lunak terbuka O-RAN
- Komunitas perangkat lunak terbuka O-RAN adalah komunitas yang mengembangkan dan menyediakan perangkat lunak terbuka yang sesuai dengan spesifikasi O-RAN Alliance, yang diinisiasi oleh Linux Foundation dan O-RAN Alliance pada September 2018.
- Komunitas perangkat lunak terbuka O-RAN terdiri dari lima proyek, yaitu O-RAN Software Community (OSC), O-RAN Central Unit (O-CU), O-RAN Distributed Unit (O-DU), O-RAN Near-Real-Time RIC (O-NRT RIC), dan O-RAN Non-Real-Time RIC (O-NRT RIC).
- Komunitas perangkat lunak terbuka O-RAN menggunakan model kolaborasi terbuka, yang mengundang kontribusi dari anggota dan non-anggota O-RAN Alliance, serta mengikuti standar dan praktik yang ditetapkan oleh Linux Foundation.
- Komunitas perangkat lunak terbuka O-RAN dapat diakses secara gratis oleh anggota dan non-anggota O-RAN Alliance, dengan syarat mendaftar sebagai pengguna dan menyetujui perjanjian lisensi yang tersedia di situs web O-RAN Software Community.
### 14.3 Implementasi dan Integrasi O-RAN
1. Kasus penggunaan dan manfaat O-RAN
O-RAN adalah arsitektur jaringan akses radio (RAN) yang terbuka, cerdas, dan interoperabel, yang memungkinkan operator jaringan seluler untuk menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dari berbagai vendor, serta mengoptimalkan kinerja dan efisiensi RAN dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML).
O-RAN memiliki berbagai kasus penggunaan dan manfaat, antara lain:
- Meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna akhir, dengan menggunakan xApps yang dapat mengontrol dan mengatur data dan fungsi RAN, seperti handover, load balancing, scheduling, beamforming, dan QoS.
- Meningkatkan keamanan jaringan, dengan menggunakan antarmuka terbuka yang terstandarisasi, protokol enkripsi, dan mekanisme autentikasi, serta menggunakan RApps yang dapat mengelola dan mengonfigurasi kebijakan keamanan RAN.
- Meningkatkan inovasi dan kompetisi, dengan menggunakan antarmuka terbuka yang memungkinkan kerjasama antara operator, vendor, dan peneliti, serta menggunakan komunitas perangkat lunak terbuka yang memfasilitasi pengembangan dan integrasi perangkat lunak RAN.
- Menurunkan biaya operasional dan investasi, dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang modular dan fleksibel, serta menggunakan virtualisasi dan cloudifikasi yang memungkinkan penempatan dan penskalaan RAN yang lebih mudah dan cepat.
2. Tantangan dan solusi O-RAN
O-RAN juga memiliki berbagai tantangan yang harus diatasi oleh industri, antara lain :
- Menjamin interoperabilitas antara produk dan solusi dari berbagai vendor, yang membutuhkan standarisasi, pengujian, dan sertifikasi yang komprehensif dan konsisten.
- Menjamin performa RAN yang setara atau lebih baik dari RAN tradisional, yang membutuhkan optimalisasi, validasi, dan verifikasi yang menyeluruh dan terus-menerus.
- Menjamin keandalan RAN yang dapat menangani berbagai skenario dan kondisi jaringan, yang membutuhkan redundansi, pemulihan, dan pemantauan yang efektif dan efisien.
- Menjamin kepatuhan terhadap regulasi dan standar industri yang berlaku, yang membutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan harmonisasi antara berbagai pemangku kepentingan.
O-RAN ALLIANCE adalah sebuah organisasi global yang berupaya untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, dengan cara:
- Mengembangkan spesifikasi teknis O-RAN yang menjelaskan secara detail antarmuka, fungsi, protokol, dan model informasi O-RAN, yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu O-RAN Architecture and Interfaces, O-RAN Management and Orchestration, O-RAN Security, dan O-RAN Use Cases and Deployment Scenarios.
- Mengembangkan dan menyediakan perangkat lunak terbuka O-RAN yang sesuai dengan spesifikasi O-RAN, yang dibagi menjadi lima proyek, yaitu O-RAN Software Community (OSC), O-RAN Central Unit (O-CU), O-RAN Distributed Unit (O-DU), O-RAN Near-Real-Time RIC (O-NRT RIC), dan O-RAN Non-Real-Time RIC (O-NRT RIC).
- Mendukung pengujian dan integrasi produk dan solusi O-RAN, dengan menyusun spesifikasi pengujian, menyelenggarakan PlugFests, membentuk Open Testing and Integration Centres (OTIC), dan meluncurkan program sertifikasi dan badging O-RAN.
3. Pengujian dan sertifikasi O-RAN
Pengujian dan sertifikasi O-RAN adalah mekanisme yang bertujuan untuk memastikan kepercayaan dan kualitas produk dan solusi O-RAN, serta untuk meminimalkan pengulangan pengujian sebelum penyebaran dan mengurangi upaya pengujian yang dilakukan oleh operator jaringan.
Pengujian dan sertifikasi O-RAN meliputi beberapa aspek, antara lain:
- Spesifikasi pengujian O-RAN, yang menjelaskan secara detail prosedur, metode, alat, dan kriteria pengujian yang terkait dengan arsitektur O-RAN, yang disusun oleh Working Group (WG) dan Focus Group (FG) O-RAN ALLIANCE.
- PlugFests O-RAN, yang merupakan acara berkala yang diselenggarakan dan disponsori bersama oleh O-RAN ALLIANCE untuk memungkinkan kemajuan ekosistem O-RAN melalui pengujian dan integrasi yang terorganisir dengan baik. Vendor dan penyedia datang bersama untuk menguji, mengevaluasi, dan memverifikasi produk dan solusi mereka.
- Open Testing and Integration Centres (OTIC), yang merupakan pusat-pusat yang menyediakan lingkungan kerja yang terbuka, kolaboratif, independen vendor, dan tidak berpihak untuk mendukung kemajuan industri O-RAN, termasuk memberikan sertifikat dan/atau lencana O-RAN, menyelenggarakan PlugFests O-RAN, melakukan pengujian kesesuaian, interoperabilitas, dan/atau ujung ke ujung produk dan solusi O-RAN, menyediakan pengaturan referensi dan testbed, demo, acara komunitas atau uji coba untuk mendukung adopsi luas spesifikasi O-RAN dan mempromosikan keterbukaan ekosistem O-RAN, serta lokakarya atau tutorial untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan teknis komunitas O-RAN.
- Program sertifikasi dan badging O-RAN, yang merupakan mekanisme komprehensif untuk memastikan kepercayaan pada produk dan solusi berbasis O-RAN, yang bertujuan untuk meminimalkan pengulangan pengujian sebelum penyebaran dan mengurangi upaya pengujian yang dilakukan oleh operator jaringan. Program ini membantu vendor untuk mempromosikan produk dan solusi berbasis O-RAN mereka. Program ini menciptakan peluang untuk interoperabilitas bersertifikat antara vendor yang berbeda dan penerimaan dari vendor lain.
4. Pameran dan acara O-RAN
Pameran dan acara O-RAN adalah kesempatan untuk menampilkan dan mempromosikan produk dan solusi O-RAN kepada publik, media, dan analis, serta untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang O-RAN dengan komunitas industri dan akademis.
Pameran dan acara O-RAN meliputi beberapa jenis, antara lain:
- O-RAN Virtual Exhibition, yang merupakan platform online yang menampilkan demonstrasi peralatan dan fungsi O-RAN yang nyata dalam bentuk video, animasi, grafik, atau teks, yang tersedia di situs web O-RAN ALLIANCE.
- O-RAN Map, yang merupakan peta interaktif yang melacak uji coba dan penyebaran teknologi dan solusi berbasis O-RAN, atau Memorandum of Understanding terkait, yang diumumkan oleh operator jaringan seluler. Peta ini juga menunjukkan lokasi PlugFests Global O-RAN ALLIANCE, Open Testing and Integration Centres (OTIC), dan Pameran Virtual O-RAN.
- O-RAN Summit, yang merupakan pertemuan besar komunitas O-RAN yang diselenggarakan bersamaan dengan acara MWC. Pertemuan ini berlangsung pada hari Rabu, 28 Februari 2024, hari ke-3 MWC, antara pukul 9-13 CET di Hall 8. Anggota, kontributor, media dan analis, dan pihak lain yang tertarik dengan perkembangan O-RAN.
### 14.4 Tren dan Masa Depan O-RAN
1. Adopsi dan perkembangan O-RAN di dunia
- O-RAN adalah arsitektur jaringan akses radio (RAN) yang terbuka, cerdas, dan interoperabel, yang memungkinkan operator jaringan seluler untuk menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dari berbagai vendor, serta mengoptimalkan kinerja dan efisiensi RAN dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML).
- O-RAN memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan kualitas layanan, keamanan jaringan, inovasi dan kompetisi, serta menurunkan biaya operasional dan investasi.
- O-RAN juga memiliki berbagai tantangan, antara lain menjamin interoperabilitas, performa, keandalan, dan kepatuhan terhadap regulasi dan standar industri yang berlaku.
- O-RAN ALLIANCE adalah sebuah organisasi global yang berupaya untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, dengan cara mengembangkan spesifikasi teknis dan perangkat lunak terbuka, mendukung pengujian dan integrasi, serta meluncurkan program sertifikasi dan badging O-RAN.
- O-RAN telah banyak diadopsi oleh industri, dengan lebih dari 300 anggota O-RAN ALLIANCE dari berbagai negara dan wilayah, termasuk 32 operator jaringan seluler yang berkomitmen untuk menerapkan O-RAN di jaringan mereka.
- O-RAN juga telah banyak dikembangkan oleh industri, dengan lebih dari 35 proyek uji coba dan penyebaran O-RAN di seluruh dunia, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan, serta dengan berbagai skenario dan arsitektur.
- O-RAN diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi pada transformasi jaringan seluler, khususnya untuk mendukung jaringan 5G dan 6G yang lebih canggih, fleksibel, dan cerdas.
2. Kolaborasi dan keterkaitan O-RAN dengan standar industri lain
- O-RAN berlandaskan pada standar 3GPP yang umum dan peduli tentang keterkaitan dengan badan industri lain untuk menjamin kompatibilitas dan menghindari duplikasi kerja9.
- O-RAN telah menjalin hubungan dengan berbagai badan industri, antara lain 3GPP, GSMA, ONF, TIP, OIF, Small Cell Forum, OpenAirInterface, dan Open RAN Policy Coalition10.
- O-RAN juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan beberapa badan standar, antara lain ETSI, TSDSI, CCSA, ATIS, dan TTC11.
- O-RAN berkolaborasi dengan badan-badan tersebut untuk mengembangkan dan mengharmonisasikan spesifikasi, perangkat lunak, pengujian, dan sertifikasi O-RAN, serta untuk mempromosikan dan mendukung adopsi O-RAN di dunia.
3. Inovasi dan penelitian terkini O-RAN
O-RAN merupakan bidang yang menarik dan menantang untuk inovasi dan penelitian, baik dari sisi akademis maupun industri, karena melibatkan berbagai aspek teknis, bisnis, dan sosial.
Inovasi dan penelitian terkini O-RAN meliputi beberapa topik, antara lain:
- Desain dan optimisasi antarmuka, fungsi, protokol, dan model informasi O-RAN, termasuk penggunaan AI/ML untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi RAN.
- Pengembangan dan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak terbuka O-RAN, termasuk penggunaan virtualisasi, cloudifikasi, dan white box hardware untuk meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas RAN.
- Pengujian dan sertifikasi produk dan solusi O-RAN, termasuk pengembangan spesifikasi pengujian, penyelenggaraan PlugFests, pembentukan OTIC, dan peluncuran program sertifikasi dan badging O-RAN.
- Keamanan dan privasi jaringan O-RAN, termasuk pengembangan mekanisme enkripsi, autentikasi, dan otorisasi, serta pengelolaan dan perlindungan data sensitif .
4. Visi dan rencana O-RAN untuk jaringan 5G dan 6G
- Visi O-RAN adalah untuk mewujudkan jaringan akses radio yang terbuka, cerdas, dan interoperabel, yang dapat mendukung berbagai layanan dan aplikasi 5G dan 6G, seperti enhanced mobile broadband (eMBB), ultra-reliable low-latency communication (URLLC), dan massive machine-type communication (mMTC).
- Rencana O-RAN adalah untuk terus mengembangkan spesifikasi teknis dan perangkat lunak terbuka O-RAN, serta untuk mempercepat dan memfasilitasi pengujian, integrasi, dan penyebaran O-RAN di jaringan seluler, dengan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti operator, vendor, peneliti, regulator, dan konsumen.
- O-RAN juga berencana untuk terus berinovasi dan meneliti topik-topik baru dan menantang yang relevan dengan O-RAN, seperti AI/ML, keamanan, pengujian dan integrasi, penyebaran, dan skenario penggunaan.
- O-RAN berharap dapat terus berkontribusi pada perkembangan dan transformasi jaringan seluler, khususnya untuk mewujudkan jaringan 5G dan 6G yang lebih canggih, fleksibel, dan cerdas.
:::info
#### Sumber Referensi :
- https://www.telecoms.com/open-ran/a-guide-to-open-ran
- https://www.parallelwireless.com/wp-content/uploads/Parallel-Wireless-e-Book-Everything-You-Need-to-Know-about-Open-RAN.pdf
- https://teknologi.bisnis.com/read/20210421/101/1384510/teknologi-open-ran-bikin-operator-seluler-hemat-biaya
- https://bing.com/search?q=Parallel+Wireless+dan+Open+RAN
- https://mti.binus.ac.id/2020/11/17/teknologi-container-docker/
- https://journal.trunojoyo.ac.id/simantec/article/view/1384
:::
---