# [Zaki's] Tracklist Dashboard Task Section 1 :::info Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024]. ::: ## :book: Zaki's Information :::success List the essential information of me. ::: ### :small_blue_diamond: Name : Satria Zaki Ramadhan ### :small_blue_diamond: Email: zakisatria251102@gmail.com ### :small_blue_diamond: NIM : 1101210188 --- ## 1. Standardization (Telecom) ### 1.1 Pengertian Standarisasi Telekomunikasi Standartisasi telekomunikasi adalah proses penetapan aturan, spesifikasi, dan kriteria teknis yang berlaku untuk alat, sistem, dan layanan telekomunikasi. ### 1.2 Tujuan dan Manfaat Standarisasi Telekomunikasi Tujuan standartisasi telekomunikasi adalah untuk memastikan interoperabilitas, kompatibilitas, keselamatan, kualitas, dan efisiensi dalam penggunaan dan pengembangan teknologi telekomunikasi. Manfaat standartisasi telekomunikasi antara lain adalah untuk memudahkan komunikasi antara berbagai pihak, meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan telekomunikasi, mendorong inovasi dan persaingan, serta melindungi kepentingan konsumen dan produsen. ### 1.3 Badan Nasional dan Internasional Yang Mengatur dan Menaungi Standarisasi Telekomunikasi Adapun badan yang menaungi standarisasi telekomunikasi baik nasional maupun internasional adalah : * NASIONAL : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertanggung jawab atas penetapan standar teknis alat dan perangkat telekomunikasi di Indonesia. Kominfo juga bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait perangkat telekomunikasi. ![download__2_-removebg-preview](https://hackmd.io/_uploads/H1BY7CDO6.png) ![bsn_logo_master_res](https://hackmd.io/_uploads/SyuqQAPOT.png) * INTERNASIONAL : International Telecommunication Union (ITU) yang merupakan lembaga khusus PBB yang menangani masalah-masalah telekomunikasi global. ITU memiliki tiga sektor yang berbeda, yaitu ITU-R (Radio Communication), ITU-T (Telecommunication Standardization), dan ITU-D (Telecommunication Development). Selain ITU, ada juga organisasi-organisasi regional dan sektoral yang berperan dalam standartisasi telekomunikasi, seperti European Telecommunications Standards Institute (ETSI), Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dan International Organization for Standardization (ISO). ![download__1_-removebg-preview](https://hackmd.io/_uploads/HyG6mAPO6.png) Sumber Referensi: * Handbook Openlab Mobcomm 2023 * https://humas.amikompurwokerto.ac.id/standar-organisasi-internasional-dalam-bidang-komunikasi-data-2/ * https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/203124/permenkominfo-no-13-tahun-2021 * https://www.simonmurd.com/2020/08/tlj-mengenal-standar-komunikasi-data.html ## 2. Cellular Evolution (1G-5G) ![5g-timeline.jpg_(1)-transformed](https://hackmd.io/_uploads/S1cUDRwua.png) Perkembangan ovolusi jaringan adalah proses perubahan dan peningkatan teknologi jaringan komunikasi dari generasi ke generasi. Perkembangan ini meliputi aspek-aspek seperti kecepatan, kapasitas, kualitas, dan layanan yang ditawarkan oleh jaringan. Perkembangan ovolusi jaringan dimulai dari jaringan 1G yang hanya mendukung komunikasi suara dengan gelombang analog, hingga jaringan 5G yang mampu menyediakan kecepatan data hingga 20 Gbps dengan gelombang elektromagnetik. Perkembangan ovolusi jaringan juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi lainnya, seperti sistem operasi, protokol, standar, dan aplikasi yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer. Perkembangan ovolusi jaringan terus berlangsung seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pengguna jaringan. ### 2.1 Tentang 1G Jaringan 1G saat itu hanyalah sebuah gelombang analog radio sederhana. Artinya, jangkauan dari teknologi 1G ini sangat sempit dan masih belum bisa digunakan dalam skala luas seperti sekarang. Generasi 1G memanfaatkan teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access). FDMA bisa membagi-bagi range frekuensi sehingga pengguna bisa berbicara dengan yang lain di frekuensi tersendiri, dan tidak bercampur dengan frekuensi lainnya. Teknologi koneksi 1G kemudian disebut sebagai NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Advanced Mobile Phone Service) yang hanya mendukung komunikasi suara dengan kecepatan hingga 14,4 Kbps. Tentu saja kecepatan ini sangat lambat dibandingkan dengan generasi selanjutnya. Jangkauannya juga sempit mengingat perkembangan teknologi jaringan 1G hanya memanfaatkan gelombang analog. ### 2.2 Tentang 2G Diperkenalkan pada tahun 1991 di Finlandia yang ditandai dengan mulai digunakannya gelombang digital. Perubahannya pun cukup signifikan karena jangkauan yang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi 2G ini disebut sebagai GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang telah mendukung pengiriman teks (SMS) dan suara sekaligus. Fokus utama dari perkembangan teknologi seluler 2G adalah menyediakan layanan suara dan memanfaatkan circuit switching. Generasi ini memiliki memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih cepat, sekitar 14.4 kbps. Di era 2G ini, telepon seluler telah berevolusi, yang mana masyarakat Indonesia bisa menikmati jaringan seluler secara bebas. Mungkin saja Anda juga sudah pernah merasakan era Nokia 3310 yang hanya memiliki layar monokrom kala itu. ### 2.3 Tentang 3G Pertama kali ditemukan pada tahun 1998 dan diperkenalkan tahun 2001 di Jepang, dengan berbagai peningkatan untuk memberikan kualitas jaringan internet yang lebih baik. Jika diperhatikan, perkembangan teknologi 3G pertama kali muncul pada sebuah perangkat seluler. Di mana satu perubahan yang cukup signifikan adalah adanya dukungan mobile internet dan roaming (Akses di luar jangkauan) yang memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai informasi. Teknologi 3G awalnya dikenal sebagai WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) yang mendukung kecepatan internet hingga 2 Mbps atau hampir 10x lebih cepat dari teknologi 2G. Di era 3G, kita juga sudah bisa menikmati layanan serba online, seperti live streaming, video streaming, game online, dan juga video call. Teknologi 3G juga ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) sebagai standar teknologi jaringan yang diadopsi dari IMT-2000. Teknologi 3G kemudian ditingkatkan lagi menjadi teknologi 3.5G HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mendukung kualitas jaringan dan kecepatan yang lebih baik. ### 2.4 Tentang 4G Teknologi jaringan kemudian berkembang lebih pesat ditandai dengan hadirnya generasi jaringan ke-4, yaitu 4G. Teknologi jaringan 4G pertama kali ditemukan pada tahun 2008 dan dikomersilkan di Stockholm, Swedia, Oslo, dan Norwegia pada tahun 2009. Dari sisi kecepatan, jaringan 4G memiliki kecepatan 500x lebih cepat dibandingkan teknologi 3G pendahulunya. Sedangkan dari sisi fungsionalitas, 4G tidak hanya terbatas pada telepon seluler saja, namun juga bisa digunakan di berbagai macam perangkat yang menggunakan gelombang digital. Teknologi 4G juga membawa sensasi menerima panggilan di atas frekuensi VoLTE (Voice over LTE). Ini membuat kualitas telepon menjadi jauh lebih baik dibanding sebelumnya karena memanfaatkan frekuensi dengan teknologi terbaru. Dengan kecepatan yang tinggi ini, koneksi 4G bisa digunakan untuk berbagai kepentingan seperti perangkat IoT (Internet of Things) yang sekarang sudah mulai banyak digunakan dan dioperasikan melalui jaringan internet. ### 2.5 Tentang 5G Dikembangkan pertama kali di Korea Selatan pada tahun 2019, kini teknologi 5G ternyata sudah bisa digunakan di Indonesia dengan Telkomsel dan XL Axiata sebagai pelopornya. Dikutip dari Kominfo, jaringan 5G mulai beroperasi secara komersial di seluruh Indonesia sejak tahun 2021, setelah melakukan 12 kali uji coba sepanjang 2017 hingga 2020. Konektivitas yang cepat serta lebih responsif menjadikan teknologi ini akan sangat berguna dalam meningkatkan performa teknologi sebelumnya. Jaringan 5G didasarkan pada teknologi yang disebut Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM). Teknologi ini merupakan sebuah metode modulasi sinyal digital di saluran kanal yang berbeda untuk mengurangi gangguan sinyal. Teknologi 5G merupakan teknologi yang sangat fleksibel. Teknologi itu dapat diterapkan untuk jenis layanan Mobile Broadband maupun Fixed Broadband atau Fixed Wireless Access (FWA). Untuk layanan 5G Mobile Broadband, lebih cocok memanfaatkan pita-pita frekuensi di lapisan low band dan middle band, seperti pita 700 MHz, 2,6 GHz, dan 3,5 GHz. Konektivitas yang cepat serta lebih responsif menjadikan teknologi ini akan sangat berguna dalam meningkatkan performa teknologi sebelumnya. 5G saat ini sudah dapat dinikmati di beberapa perangkat dan wilayah di Indonesia. Tentunya hal ini akan sangat berpotensi merubah lanskap jaringan mobile internet yang sudah ada dan akan mempengaruhi perkembangan teknologi lain. Sumber Referensi : * https://sasanadigital.com/perkembangan-jaringan-mobile-network-dari-masa-ke-masa-1g-ke-5g/ * https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/31/083000565/jaringan-internet-5g-vs-4g-apa-bedanya * https://teknologi.bisnis.com/read/20220107/280/1486583/apa-perbedaan-jaringan-3g-4g-dan-5g-simak-ulasannya * Handbook Peserta Openlab Mobbcomm Laboratory ## 3. Site, Cell, Cluster Site, Cell, dan Cluster adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan struktur dasar jaringan seluler, yaitu jaringan nirkabel yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penggunaan perangkat mobile. ### 3.1 Pengertian Site Site adalah lokasi fisik dari perangkat transceiver yang berhubungan dari atau ke pelanggan, seperti antena, tower, atau base station. ### 3.2 Pengertian Cell Cell adalah cakupan sinyal dari sebuah site, biasanya berbentuk heksagonal atau lingkaran, yang menunjukkan area dimana perangkat mobile dapat berkomunikasi dengan site tersebut. ### 3.3 Pengertian Cluster Cluster adalah sekelompok cell yang masing-masing cellnya memiliki satu set frekuensi yang berbeda dengan cell yang lain, sehingga dapat menggunakan kembali frekuensi yang sama pada area yang berbeda di luar jangkauan interferensinya. ### 3.4 Keterkaitan dan Hubungan Antar Site, Cell, dan Cluster Setiap base station yang memberikan service pada pengguna akan dibagi pada area area yang berbentuk heksagonal (cell) dengan station yang berada tepat di tengah tiap area heksagonal tersebut. Hal ini bertujuan agar sinyal yang dipancarkan oleh setiap base station terbagi secara merata pada setiap area yang ada, sehingga daya yang dibutuhkan lebih sedikit dan mengurangi kemungkinan interferensi sinyal. Penggunaan cell pada jaringan seluler juga berguna untuk melakukan metoda Frequency Reuse. Setiap provider yang menyediakan layanan jaringan seluler akan diberikan batas penggunaan frekuensi sinyal yang dapat digunakannya, sehingga diperlukan suatu metoda untuk menjaga keefektifan penggunaan frekuensi yang terbatas tersebut. Salah satu cara ialah menggunakan metoda Frequency Reuse, dimana frekuensi yang digunakan pada suatu tempat akan digunakan kembali di tempat yang lain dengan memperhitungkan kemungkinan interferensi yang mungkin terjadi. Frekuensi yang diberikan pada sebuah provider jaringan seluler akan displit menjadi frekuensi frekuensi yang lebih kecil dan kemudian frekuensi-frekuensi kecil tersebut akan dibagikan ke cell – cell yang ada. Kumpulan cell – cell tersebut akan membentuk sebuah cluster. Cell yang berada pada sebuah cluster hanya mungkin memiliki frekuensi yang sama dengan cell yang berada pada cluster yang lain (frequency reuse), atau dengan kata lain setiap cell yang berdekatan tidak boleh memiliki frekuensi yang sama. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan interferensi ataupun crosstalk yang mungkin terjadi antar cell. Untuk memperbesar kapasitas jaringan yang dapat digunakan pada jaringan seluler, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu menambah channel ataupun base station yang menyediakan service jaringan pada pengguna, meminjam frekuensi yang digunakan oleh cell yang terdekat untuk menyediakan servis pada cell yang lainnya, ataupun melakukan pemotongan cell, sehingga jaringan dari cell yang dipotong tersebut dapat digunakan untuk melayani area yang lebih membutuhkan, ataupun dengan menambahkan microcell pada area tertentu yang sangat membutuhkan jaringan. Sumber Referensi : * https://www.academia.edu/31142533/Jaringan_Seluler * https://yuyunsitirohmah.staff.telkomuniversity.ac.id/files/2015/11/Modul-2_Konsep-Dasar-Seluler.pptx.pdf ## 4. Sectorization & Cell Splitting Sectorization dan Cell Splitting adalah dua metode yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas jaringan seluler, yaitu jumlah pengguna yang dapat dilayani oleh jaringan tersebut. ### 4.1 Sectorization ![Screenshot 2024-01-01 160553.........](https://hackmd.io/_uploads/By7Gp0DdT.png) Sectorization adalah metode yang membagi cell menjadi beberapa sektor berbentuk kipas, masing-masing dengan set frekuensi yang berbeda. Metode ini menggunakan antena arah untuk mengurangi interferensi antar sektor dan meningkatkan rasio sinyal terhadap gangguan (SINR). Keuntungan dari metode ini adalah dapat meningkatkan kapasitas jaringan tanpa mengubah radius cell, mengurangi ukuran cluster, dan memudahkan penugasan kanal. Kerugian dari metode ini adalah meningkatkan jumlah antena per base station, menurunkan efisiensi karena pengurangan grup kanal, dan meningkatkan jumlah handoff karena area kerja cell berkurang. ### 4.2 Cell Splitting ![Screenshot 2024-01-01 160631....](https://hackmd.io/_uploads/ry5maCD_T.png) Cell Splitting adalah metode yang membagi cell menjadi cell-cell yang lebih kecil, masing-masing dengan base station sendiri. Metode ini menghasilkan cell-cell baru dengan radius yang lebih kecil yang disebut microcell. Keuntungan dari metode ini adalah dapat meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan, meningkatkan keandalan jaringan, meningkatkan faktor penggunaan ulang frekuensi, meningkatkan rasio sinyal terhadap noise (SNR), dan mengurangi interferensi. Kerugian dari metode ini adalah membutuhkan jumlah base station yang sangat banyak, meningkatkan frekuensi handoff, dan menyulitkan penugasan kanal. Sumber Referensi : * https://journals.telkomuniversity.ac.id/jett/article/download/3569/1555/ * https://www.tutorialspoint.com/difference-between-cell-splitting-and-cell-sectoring * https://www.geeksforgeeks.org/cell-splitting-and-cell-sectoring/ ## 5 Frequency Reuse ![Screenshot 2024-01-01 161754](https://hackmd.io/_uploads/rkeS41u_p.png) Frequency Reuse adalah konsep yang memungkinkan penggunaan kembali frekuensi yang sama pada beberapa sel dalam jaringan seluler, dengan syarat sel-sel tersebut berada pada jarak yang cukup jauh untuk menghindari interferensi. Tujuan dari Frequency Reuse adalah untuk meningkatkan kapasitas jaringan seluler dengan memanfaatkan spektrum frekuensi secara efisien. Salah satu cara untuk menerapkan Frequency Reuse adalah dengan menggunakan pola kluster, yaitu sekelompok sel yang masing-masing selnya memiliki satu set frekuensi yang berbeda dengan sel yang lain. Ukuran kluster (K) adalah jumlah sel yang terdapat dalam satu kluster12. Jarak minimum antara dua sel yang menggunakan frekuensi yang sama dapat dihitung dengan rumus berikut: ![Screenshot 2024-01-01 161400..](https://hackmd.io/_uploads/B1ESRRP_p.png) D = jarak minimum K = ukuran kluster R = radius sel Sumber Referensi : * http://digilib.unila.ac.id/73938/3/TESIS%20TANPA%20PEMBAHASAN.pdf * http://sigitkus.lecture.ub.ac.id/?p=1644 ## 6 Duplexing dan Multiplexing Duplexing dan Multiplexing adalah dua teknik yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan media transmisi pada jaringan seluler. Duplexing adalah teknik yang memungkinkan komunikasi dua arah antara dua perangkat, sedangkan Multiplexing adalah teknik yang memungkinkan pengiriman beberapa sinyal melalui satu media. ### 6.1 Duplexing Duplexing dibagi menjadi dua jenis, yaitu simplex dan full-duplex. Simplex adalah teknik yang hanya memungkinkan komunikasi satu arah, misalnya dari pemancar ke penerima. Full-duplex adalah teknik yang memungkinkan komunikasi dua arah secara simultan, misalnya dari pemancar ke penerima dan sebaliknya. Tujuan dari duplexing adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas komunikasi antara dua perangkat. Duplexing diperlukan karena media transmisi memiliki batas bandwidth dan interferensi yang dapat mengganggu komunikasi. Manfaat dari duplexing adalah dapat mengurangi biaya, meningkatkan kecepatan, dan mengurangi kesalahan komunikasi. ### 6.2 Multiplexing Multiplexing dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada cara membagi media transmisi. Beberapa jenis multiplexing yang umum digunakan pada jaringan seluler adalah Frequency Division Multiplexing (FDM), Time Division Multiplexing (TDM), dan Code Division Multiple Access (CDMA). FDM adalah teknik yang membagi bandwidth media transmisi menjadi beberapa saluran frekuensi yang berbeda, dan setiap saluran frekuensi diberikan ke perangkat yang berbeda. TDM adalah teknik yang membagi media transmisi menjadi beberapa slot waktu yang berbeda, dan setiap slot waktu diberikan ke perangkat yang berbeda secara bergantian. CDMA adalah teknik yang membagi media transmisi menjadi beberapa kode yang berbeda, dan setiap kode diberikan ke perangkat yang berbeda secara acak. Tujuan dari multiplexing adalah untuk memaksimalkan penggunaan media transmisi yang terbatas dan mengurangi gangguan antara perangkat. Multiplexing diperlukan karena jumlah perangkat yang ingin berkomunikasi melalui media transmisi lebih banyak daripada kapasitas media transmisi. Manfaat dari multiplexing adalah dapat meningkatkan jumlah perangkat yang dapat berkomunikasi, meningkatkan efisiensi bandwidth, dan meningkatkan keamanan komunikasi. Sumber Referensi : * Handbook Peserta Openlab Mobcomm Laboratory * https://www.trivusi.web.id/2022/09/metode-multiplexing.html * https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Duplex ## 7 Multiple Access ![multiple-access-l](https://hackmd.io/_uploads/ByuuV1u_T.jpg) ### 7.1 Pengertian Multiple Access Multiple Access adalah teknik yang memungkinkan banyak pengguna seluler berbagi spektrum frekuensi yang terbatas dengan cara yang efisien. Ada tiga metode Multiple Access yang umum digunakan, yaitu : 1. FDMA (Frequency Division Multiple Access) Membagi spektrum menjadi saluran frekuensi yang tetap dan mengalokasikan setiap saluran untuk satu pengguna. 2. TDMA (Time Division Multiple Access) Membagi spektrum menjadi slot waktu yang berurutan dan mengalokasikan setiap slot untuk satu pengguna secara bergiliran. 3. CDMA (Code Division Multiple Access) Membagi spektrum menjadi saluran kode yang unik dan mengalokasikan setiap saluran untuk satu pengguna dengan menggunakan teknik penyebaran spektrum. Keunggulan dan kelemahan dari masing-masing metode tergantung pada kebutuhan dan kondisi sistem komunikasi seluler. Multiple Access bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan komunikasi seluler. ### 7.2 Tujuan dan Manfaat Tujuan dan manfaat Multiple Access pada jaringan seluler adalah: Tujuan: Untuk memungkinkan banyak pengguna seluler berbagi spektrum frekuensi yang terbatas dengan cara yang efisien. Manfaat: Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan komunikasi seluler. Dengan menggunakan Multiple Access, pengguna seluler dapat mengakses data, suara, video, dan konten hiburan lainnya dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah. Sumber Referensi : * https://emiiryanti.dosen.ittelkom-pwt.ac.id/wp-content/uploads/sites/24/2017/10/Week-6-7-Multiple-Akses.pdf * http://eprints.undip.ac.id/25635/1/MT101940520.pdf * https://www.slideserve.com/darren/multiple-access-techniques-and-network-aspects ## 8 Hand Over ![Inter-cell-handover-UE1-intra-cell-inter-sector-handover-UE2](https://hackmd.io/_uploads/r16i2EuOa.png) Handover adalah proses pengalihan layanan dari satu sel ke sel lain saat pengguna seluler bergerak melintasi area jangkauan jaringan. Fungsi handover adalah untuk menjaga kontinuitas layanan komunikasi seluler tanpa adanya pemutusan hubungan. Manfaat handover adalah untuk meningkatkan kualitas layanan komunikasi seluler dengan mengurangi gangguan, interferensi, dan kepadatan lalu lintas. Kegunaan handover adalah untuk memungkinkan pengguna seluler mengakses data, suara, video, dan konten multimedia lainnya dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah. ### 8.1 Dua Jenis Hand Over Secara Umum 1. * Hard Handover (HHO): Handover yang memutuskan hubungan dengan sel lama sebelum terhubung dengan sel baru. HHO cocok untuk sistem komunikasi seluler yang menggunakan FDMA (Frequency Division Multiple Access) atau TDMA (Time Division Multiple Access). 1. * Soft Handover (SHO): Handover yang menjaga hubungan dengan sel lama dan sel baru secara bersamaan. SHO cocok untuk sistem komunikasi seluler yang menggunakan CDMA (Code Division Multiple Access) atau penyebaran spektrum. Untuk menganalisis kinerja handover pada jaringan seluler, dapat digunakan berbagai metode simulasi, salah satunya adalah OPNET. OPNET adalah software yang dapat mensimulasikan berbagai skenario jaringan dengan berbagai parameter dan aplikasi. Dengan OPNET, dapat dilakukan perbandingan kinerja HHO dan SHO pada jaringan UMTS, yang merupakan salah satu teknologi jaringan seluler generasi ketiga (3G). UMTS dapat menyediakan layanan data multimedia dengan kecepatan tinggi, seperti FTP, web browsing, video conferencing, dan voice. Sumber Referensi : * https://www.researchgate.net/figure/Inter-cell-handover-UE1-intra-cell-inter-sector-handover-UE2_fig3_281204773 * https://www.belajarteknik.com/2021/01/konsep-dasar-telekomunikasi-selular.html ## 9 Interference, Fading, Noise Interference, Fading, dan Noise adalah tiga faktor yang dapat menurunkan kualitas sinyal pada jaringan seluler. ### 9.1 Tentang Interference ![OIP](https://hackmd.io/_uploads/SJRAhE_u6.jpg) Interference adalah gangguan yang terjadi akibat adanya sinyal lain yang memiliki frekuensi sama atau berdekatan dengan sinyal yang diinginkan. Interference dapat berasal dari dalam sistem seluler itu sendiri (internal) atau dari sistem komunikasi lain yang berbeda (eksternal). Interference dapat menurunkan signal to noise ratio (SNR), bit error rate (BER), dan throughput pada jaringan seluler Interference dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu co-channel interference dan adjacent channel interference Co-channel interference adalah interference yang terjadi akibat adanya sinyal lain yang memiliki frekuensi sama dengan sinyal yang diinginkan. Adjacent channel interference adalah interference yang terjadi akibat adanya sinyal lain yang memiliki frekuensi berdekatan dengan sinyal yang diinginkan. Interference dapat diminimalisir dengan menggunakan teknik alokasi frekuensi, pengaturan daya pancar, penggunaan filter, dan peningkatan kualitas antena. ### 9.2 Tentang Fading ![download (2)](https://hackmd.io/_uploads/BkAJpVOO6.jpg) Fading adalah perubahan amplitudo dan fase sinyal yang terjadi akibat adanya perambatan gelombang radio dalam kondisi bergerak. Fading dapat menyebabkan fluktuasi level daya yang diterima selama mobile station (MS) bergerak Fading dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu large-scale fading dan small-scale fading. Large-scale fading adalah fading yang terjadi akibat adanya perbedaan jarak antara pengirim dan penerima sinyal,Small-scale fading adalah fading yang terjadi akibat adanya multipath propagation, yaitu fenomena dimana sinyal yang dikirim mengalami pantulan, pembiasan, atau penyerapan oleh berbagai objek di sekitarnya. Fading dapat diminimalisir dengan menggunakan teknik diversity, yaitu teknik yang menggunakan beberapa saluran transmisi yang berbeda untuk mengirimkan sinyal yang sama. ### 9.3 Tentang Noise ![OIP (1)](https://hackmd.io/_uploads/H1jxpE_da.jpg) Noise adalah sinyal acak yang tidak diinginkan yang bercampur dengan sinyal yang diinginkan yang dapat berasal dari berbagai sumber, seperti thermal noise, shot noise, atau noise dari perangkat elektronik dan dapat menurunkan SNR, BER, dan throughput pada jaringan seluler. SNR dan BER adalah dua parameter yang sering digunakan untuk mengukur kinerja jaringan seluler. SNR adalah singkatan dari Signal to Noise Ratio, yaitu rasio antara daya sinyal yang diinginkan dengan daya noise yang tidak diinginkan. SNR menunjukkan seberapa jelas sinyal yang diterima dibandingkan dengan noise yang ada. SNR yang tinggi berarti sinyal yang diterima lebih kuat daripada noise, sehingga kualitas sinyal lebih baik. BER adalah singkatan dari Bit Error Rate, yaitu rasio antara jumlah bit yang salah dengan jumlah bit yang dikirimkan. BER menunjukkan seberapa banyak kesalahan yang terjadi dalam proses transmisi data. BER yang rendah berarti jumlah bit yang salah lebih sedikit daripada jumlah bit yang dikirimkan, sehingga akurasi data lebih baik2. SNR dan BER memiliki hubungan yang berlawanan, yaitu jika SNR meningkat, maka BER akan menurun, dan sebaliknya. Hal ini karena jika sinyal lebih kuat daripada noise, maka kemungkinan terjadinya kesalahan dalam deteksi bit akan lebih kecil, dan sebaliknya. Berikut adalah contoh kurva BER vs SNR untuk berbagai metode modulasi digital Noise dapat dikuantifikasi dengan menggunakan parameter noise figure, yaitu rasio antara SNR masukan dan SNR keluaran dari suatu perangkat serta noise dapat diminimalisir dengan menggunakan teknik amplifikasi, penggunaan filter, dan peningkatan kualitas perangkat. Sumber Referensi : * https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/102378/jurnal_eproc/penanganan-interferensi-pada-jaringan-seluler-3g-pt-indosat-untuk-area-bandung.pdf * https://123dok.com/document/zk1rrrpq-solusi-menekan-interferensi-channel-adjacent-channel-seluler-operator.html * https://calesmart.com/artikel/Mengenal-jenis-jenis-fading-pada-sistem-komunikasi-nirkabel_170.html ## 10 Overview of 2G (GSM, CDMA) ### 10.1 Tentang 2G ![th (2)](https://hackmd.io/_uploads/rJ_YiOaup.jpg) 2G adalah singkatan dari generasi kedua jaringan seluler, yang merupakan kelompok standar teknologi yang digunakan untuk jaringan seluler yang diluncurkan secara komersial pada standar GSM di Finlandia oleh Radiolinja (sekarang bagian dari Elisa Oyj) pada tahun 1991. Setelah 2G diluncurkan, sistem jaringan nirkabel seluler sebelumnya disebut secara retrospektif 1G dimana sinyal radio pada jaringan 1G adalah analog, sedangkan sinyal radio pada jaringan 2G adalah digital. 2G memiliki tiga manfaat utama dibandingkan pendahulunya 1G, yaitu: - Enkripsi digital percakapan telepon - Penggunaan spektrum frekuensi radio yang lebih efisien - Layanan data untuk seluler, mulai dari SMS hingga MMS Teknologi 2G yang paling umum adalah standar GSM berbasis TDMA (Time Division Multiple Access), yang digunakan di sebagian besar dunia di luar Jepang sedangkan di Amerika Utara, Digital AMPS (IS-54 dan IS-136) dan cdmaOne (IS-95) mendominasi, tetapi GSM juga digunakan. Di Jepang, sistem yang paling umum adalah Personal Digital Cellular (PDC), meskipun ada juga Personal Handy-phone System (PHS). ### 10.2 GSM (Global System for Mobile communication) GSM (Global System for Mobile communication) adalah standar 2G yang menggunakan FDMA (Frequency Division Multiple Access) dan TDMA, Dimana FDMA adalah teknik yang membagi spektrum frekuensi menjadi beberapa saluran yang berbeda, masing-masing dialokasikan untuk satu pengguna. GSM menggunakan modulasi GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying), yang merupakan variasi dari modulasi FSK (Frequency Shift Keying). GMSK adalah modulasi digital yang mengubah bit data menjadi perubahan frekuensi sinyal pembawa yang memiliki keuntungan berupa bandwidth yang rendah, efisiensi spektral yang tinggi, dan kemudahan implementasi. GSM menggunakan pita frekuensi 900MHz dan 1800 MHz di Eropa, Asia, dan Afrika, serta 850 MHz dan 1900 MHz di Amerika Utara dan Selatan, GSM juga menggunakan teknik multiple access yang disebut FDMA/TDMA, yang merupakan kombinasi dari FDMA dan TDMA yang Dimana akan membagi spektrum frekuensi menjadi beberapa saluran yang disebut carrier, masing-masing memiliki bandwidth 200 kHz. Setiap carrier kemudian dibagi menjadi delapan slot waktu yang disebut burst, masing-masing dapat mengirimkan 114 bit data dan setiap pengguna dialokasikan satu burst pada satu carrier, sehingga dapat mengirimkan data dengan kecepatan 14,4 kbps. GSM dapat mendukung transmisi data dan suara secara bersamaan, dengan menggunakan saluran yang berbeda untuk masing-masing layanan. ### 10.3 CDMA (Code Division Multiple Access) CDMA (Code Division Multiple Access) adalah standar 2G yang menggunakan teknik multiple access yang berbeda dari GSM Dimana CDMA adalah teknik yang memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi spektrum frekuensi yang sama secara simultan, dengan menggunakan kode yang berbeda untuk membedakan sinyal mereka. CDMA menggunakan modulasi QPSK (Quadrature Phase Shift Keying), yang merupakan modulasi digital yang mengubah bit data menjadi perubahan fase sinyal pembawa. QPSK adalah modulasi digital yang dapat mengirimkan dua bit data per simbol, dengan menggunakan empat fase yang berbeda (0, 90, 180, dan 270 derajat) yang memiliki keuntungan berupa kecepatan transmisi data yang tinggi, toleransi terhadap noise yang tinggi, dan kemampuan untuk mengirimkan data dan suara secara bersamaan. CDMA menggunakan pita frekuensi 800 MHz dan 1900 MHz di Amerika Utara, serta 450 MHz, 900 MHz, dan 2100 MHz di beberapa negara lain, CDMA juga menggunakan teknik multiple access yang disebut DS-CDMA (Direct Sequence CDMA), yang merupakan salah satu bentuk dari spread spectrum. DS-CDMA adalah teknik yang menyebarkan sinyal data ke seluruh spektrum frekuensi yang tersedia, dengan menggunakan kode yang disebut spreading code dan Spreading code adalah urutan bit acak yang memiliki panjang yang lebih besar dari bit data, sehingga meningkatkan bandwidth sinyal. Setiap pengguna dialokasikan satu spreading code yang unik, sehingga dapat mengirimkan data secara bersamaan pada frekuensi yang sama dan penerima dapat membedakan sinyal dari pengguna yang berbeda dengan menggunakan korelasi antara sinyal yang diterima dan spreading code yang diketahui. CDMA ini tidak dapat mendukung transmisi data dan suara secara bersamaan, karena sinyal data dan suara harus menggunakan kode yang berbeda. Sumber Referensi : * http://www.worldscientificnews.com/wp-content/uploads/2016/01/WSN-54-2016-27-39.pdf * https://www.obriain.com/training/CMP4204/odt/CMP4204-Lecture_08-2G_GSM_CDMA_odt.pdf ## 11 Overview of 3G (UMTS/WCDMA) ### 11.1 Tentang 3G ![th (3)](https://hackmd.io/_uploads/SkWynuaO6.jpg) 3G adalah singkatan dari third generation atau generasi ketiga dari teknologi telekomunikasi seluler. 3G merupakan pengembangan dari teknologi 2G, 2.5G, dan 2.75G yang sebelumnya digunakan untuk layanan suara dan data seluler. 3G menawarkan kecepatan transfer data yang lebih cepat, kualitas suara yang lebih baik, dan kemampuan untuk melakukan panggilan video dan TV seluler. 3G pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 2001, tetapi baru menjadi populer pada tahun 2007. 3G menggunakan standar internasional yang disebut International Mobile Telecommunications-2000 (IMT-2000) yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU). 3G harus memenuhi persyaratan teknis tertentu, termasuk kecepatan transfer data minimal 144 kbit/s. 3G juga memiliki beberapa versi yang lebih canggih, seperti 3.5G dan 3.75G, yang dapat memberikan akses internet seluler dengan kecepatan beberapa Mbit/s untuk ponsel cerdas dan modem seluler di komputer laptop. 3G merupakan salah satu faktor yang mendorong perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di dunia. 3G memungkinkan pengguna untuk mengakses internet, media sosial, email, dan aplikasi lainnya dengan mudah dan cepat dari mana saja dan kapan saja. 3G juga membuka peluang untuk layanan dan bisnis baru yang berbasis internet, seperti e-commerce, e-learning, e-government, dan lain-lain. 3G kini telah digantikan oleh teknologi yang lebih baru, seperti 4G dan 5G, yang menawarkan kecepatan dan kapasitas yang lebih tinggi. Namun, 3G masih tetap digunakan di beberapa wilayah yang belum terjangkau oleh teknologi yang lebih mutakhir. Teknologi standar pada 3G adalah Universal Mobile Telecommunications System (UMTS), yang merupakan arsitektur jaringan inti yang menggabungkan aspek jaringan 2G dengan teknologi dan protokol baru untuk memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat. UMTS beroperasi pada kisaran frekuensi 2100 MHz dan memiliki bandwidth 15-20 MHz. UMTS juga memiliki beberapa versi yang lebih canggih, seperti High Speed Packet Access (HSPA) dan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA), yang sering disebut sebagai 3.5G. HSPA dan HSDPA dapat memberikan akses internet seluler dengan kecepatan beberapa Mbit/s untuk ponsel cerdas dan modem seluler di komputer laptop. ### 11.2 Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) UMTS terdiri dari dua bagian utama, yaitu UMTS Terrestrial Radio Access Network (UTRAN) dan Core Network (CN). UTRAN adalah jaringan akses radio yang menghubungkan ponsel dengan CN melalui antena dan stasiun dasar. CN adalah jaringan inti yang menghubungkan UTRAN dengan jaringan telepon publik atau internet, dan juga mengatur otentikasi, billing, dan mobilitas pengguna. UMTS menggunakan teknik transmisi Wideband Code Division Multiple Access (W-CDMA), yang membagi spektrum frekuensi menjadi saluran-saluran dengan lebar pita 5 MHz. Setiap saluran dapat menampung beberapa pengguna secara bersamaan dengan menggunakan kode unik untuk membedakan sinyal-sinyal yang berbeda. W-CDMA memungkinkan penggunaan spektrum frekuensi secara lebih efisien dan fleksibel daripada teknik transmisi sebelumnya, seperti GSM. UMTS menggunakan modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) untuk mengirimkan data melalui saluran W-CDMA. QPSK adalah modulasi digital yang mengubah bit-bit data menjadi perubahan fase gelombang pembawa. QPSK dapat mengirimkan dua bit data per simbol, sehingga memiliki kecepatan transmisi yang lebih tinggi daripada modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK) yang hanya mengirimkan satu bit data per symbol. UMTS beroperasi pada kisaran frekuensi 2100 MHz, yang merupakan frekuensi standar internasional yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Frekuensi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Uplink dan Downlink. Uplink adalah frekuensi yang digunakan untuk mengirim data dari ponsel ke UTRAN, sedangkan Downlink adalah frekuensi yang digunakan untuk mengirim data dari UTRAN ke ponsel. Uplink dan Downlink memiliki lebar pita masing-masing 60 MHz, dan dipisahkan oleh jarak 190 MHz. UMTS menggunakan metode akses berganda Code Division Multiple Access (CDMA), yang memungkinkan banyak pengguna untuk berbagi saluran yang sama dengan menggunakan kode unik untuk membedakan sinyal-sinyal yang berbeda. CDMA memiliki keuntungan dibandingkan metode akses berganda lainnya, seperti Frequency Division Multiple Access (FDMA) dan Time Division Multiple Access (TDMA), karena dapat mengurangi gangguan antar pengguna, meningkatkan kapasitas jaringan, dan menyesuaikan daya transmisi sesuai dengan kondisi saluran. ### 11.3 WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) WCDMA adalah teknologi seluler generasi ketiga (3G) yang berdasarkan pada teknologi CDMA yang dikembangkan pada tahun 1980-an, tetapi menggunakan pita frekuensi yang lebih lebar dan memberikan kecepatan data yang lebih tinggi daripada versi CDMA sebelumnya. WCDMA terdiri dari dua bagian utama, yaitu WCDMA Terrestrial Radio Access Network (UTRAN) dan Core Network (CN). UTRAN adalah jaringan akses radio yang menghubungkan ponsel dengan CN melalui antena dan stasiun dasar. CN adalah jaringan inti yang menghubungkan UTRAN dengan jaringan telepon publik atau internet, dan juga mengatur otentikasi, billing, dan mobilitas pengguna. WCDMA menggunakan teknik transmisi Wideband Code Division Multiple Access (W-CDMA), yang membagi spektrum frekuensi menjadi saluran-saluran dengan lebar pita 5 MHz. Setiap saluran dapat menampung beberapa pengguna secara bersamaan dengan menggunakan kode unik untuk membedakan sinyal-sinyal yang berbeda. W-CDMA memungkinkan penggunaan spektrum frekuensi secara lebih efisien dan fleksibel daripada teknik transmisi sebelumnya, seperti GSM. WCDMA menggunakan modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) untuk mengirimkan data melalui saluran W-CDMA. QPSK adalah modulasi digital yang mengubah bit-bit data menjadi perubahan fase gelombang pembawa. QPSK dapat mengirimkan dua bit data per simbol, sehingga memiliki kecepatan transmisi yang lebih tinggi daripada modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK) yang hanya mengirimkan satu bit data per simbol. WCDMA beroperasi pada kisaran frekuensi 2100 MHz, yang merupakan frekuensi standar internasional yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Frekuensi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Uplink dan Downlink. Uplink adalah frekuensi yang digunakan untuk mengirim data dari ponsel ke UTRAN, sedangkan Downlink adalah frekuensi yang digunakan untuk mengirim data dari UTRAN ke ponsel. Uplink dan Downlink memiliki lebar pita masing-masing 60 MHz, dan dipisahkan oleh jarak 190 MHz. WCDMA menggunakan metode akses berganda Code Division Multiple Access (CDMA), yang memungkinkan banyak pengguna untuk berbagi saluran yang sama dengan menggunakan kode unik untuk membedakan sinyal-sinyal yang berbeda. CDMA memiliki keuntungan dibandingkan metode akses berganda lainnya, seperti Frequency Division Multiple Access (FDMA) dan Time Division Multiple Access (TDMA), karena dapat mengurangi gangguan antar pengguna, meningkatkan kapasitas jaringan, dan menyesuaikan daya transmisi sesuai dengan kondisi saluran. Sumber Referensi : * https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/210356/ * https://sis.binus.ac.id/2018/03/09/perkembangan-teknologi-1g-2g-3g-3-5g-4g-dan-5g/ * https://teknologi.bisnis.com/read/20221030/101/1593038/mengenal-perbedaan-jaringan-3g-4g-5g-dan-proyeksi-penerapan-6g * https://networkencyclopedia.com/wideband-code-division-multiple-access-w-cdma/