# [Balqis’s] Tugas Section 3 :::warning Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024]. ::: ## :hibiscus: Balqis’s Information :hibiscus: :::info List the essential information of me. ::: **:tulip: Name : Narita Balqis Ruwenna :tulip: Email: balqisnarita@gmail.com :tulip: NIM : 1101213262** # 1. 3GPP Release 15-18 ## 1.1 3GPP Release 15 * NR * The 5G System - Phase 1 * Massive MTC and Internet of Things (IOT) * Vehicle-to-Everything Communications (V2x) Phase 2 * Mission Critical (MC) interworking with legacy systems * WLAN and unlicensed spectrum use * Slicing - logical end-2-end networks * API Exposure 3rd party access to 5G services * Service Based Architecture (SBA) * Further LTE improvements * Mobile Communication System for Railways (FRMCS) Sumber : https://www.3gpp.org/specifications-technologies/releases/release-15 ## 1.2 3GPP Release 16 * The 5G System - Phase 2 * V2x Phase 3: Platooning, extended sensors, automated driving, remote driving * Industrial loT * Ultra-Reliable and Low Latency Communication (URLLC) enh. * NR-based access to unlicensed spectrum (NR-U) * 5G Efficiency: Interference Mitigation, SON, EMIMO, Location and positioning, Power Consumption, eDual Connectivity, Device capabilities exchange, Mobility enhancements * Integrated Access and Backhaul (IAB) * Enh. Common API Framework for 3GPP Northbound APIs (eCAPIF) * Satellite Access in 5G * Mobile Communication System for Railways (FRMCS Phase 2) Sumber : https://www.5gradio.com/technology/5g-from-3gpp-release-16/ ## 1.3 3GPP Release 17 * Sidelink enhancements, * Reduced capability (Redap) NR devices, * NR operation extended to 71GHz, * Further enhancements on MIMO for NR, * NR over Non terrestrial Networks (NTN), * IoT over NTN, * UE power saving enhancements for NR, * Enhancements to Integrated Access and Backhaul for NR, * Enhancement of RAN slicing for NR, * RF requirements enhancement for NR FR1, * RF requirements for NR FR2, * Coverage and positioning enhancements, * NR and slicing QoE, * Enhanced support of non-public networks, * Support for uncrewed aerial systems, * Support for edge computing in 5GC, * Proximity-based services in 5GS, * Access traffic steering, switch and splitting (ATSSS), * Network automation for 5G (Phase 2). Sumber : https://www.3gpp.org/specifications-technologies/releases/release-17 ## 1.4 3GPP Release 18 * Service Exposure Interfaces for industry * Evolution of IMS Multimedia Telephony Service * AI/ML model transfer in 5GS * 5G Networks Providing Access to Localized Services * Smart Energy and Infrastructure * Enhanced Access to and Support of Network Slices * 5G Timing Resilliency System * Ranging-based Service * Tactile and multi-modality communication services * Vehicle-Mounted Relays * Low Power High Accuracy Positioning for Industrial IoT scenarios * Personal IoT and Residential networks Service Requirements * Application layer support for Factories of the Future (FF) * Mission Critical Services over 5MBS * Gateway UE function for Mission Critical Communication * Subscriber-aware Northbound API access * MPS when access to EPC/5GC is WLAN * Ad hoc Group Communication support in Mission Critical Services * Sharing administrative configuration between interconnected MCX Service Systems * Study on sharing administrative configuration between interconnected MCS Service Systems * Support for Service Function Chaining * Data Integrity in 5GS * Signal Level Ehanced Network Selection * 5G system with satellite access to Support Control and/or Video Surveillance * 5G system with satellite backhaul Sumber : https://sharetechnote.com/html/5G/5G_Release18.html # 2. IMT-2020: 5G Requirements * **Peak data rate** Peak data rate merupakan kecepatan data maksimum yang dapat dicapai dalam kondisi ideal (dalam bit/s). Persyaratan ini ditetapkan untuk tujuan evaluasi dalam skenario penggunaan eMBB. Persyaratan minimum untuk Peak data rate adalah sebagai berikut: – Downlink peak data rate is 20 Gbit/s. – Uplink peak data rate is 10 Gbit/s. * **Peak spectral efficiency** Peak spectral efficiency merupakan kecepatan data maksimum dalam kondisi ideal yang dinormalisasi oleh bandwidth saluran (dalam bit/s/Hz). Persyaratan ini ditetapkan untuk tujuan evaluasi dalam skenario penggunaan eMBB. Persyaratan minimum untuk efisiensi spektral puncak adalah sebagai berikut: – Downlink peak spectral efficiency is 30 bit/s/Hz. – Uplink peak spectral efficiency is 15 bit/s/Hz. * **User experienced data rate** Kecepatan data yang dialami user adalah point 5% dari cumulative distribution function (CDF) dari throughput user. Persyaratan ini ditetapkan untuk tujuan evaluasi dalam lingkungan pengujian eMBB terkait. Nilai target untuk kecepatan data yang dialami pengguna adalah sebagai berikut di lingkungan pengujian Dense Urban – eMBB: – Downlink user experienced data rate is 100 Mbit/s. – Uplink user experienced data rate is 50 Mbit/s. * **Area traffic capacity** Area traffic capacity merupakan total throughput lalu lintas yang dilayani per area geografis (dalam Mbit/s/m2). Persyaratan ini ditetapkan untuk tujuan evaluasi dalam lingkungan pengujian eMBB terkait. – Nilai target untuk area traffic capacity dalam downlink adalah 10 Mbit/s/m2 di Indoor Hotspot - lingkungan pengujian eMBB. * **User plane latency** User plane latency adalah kontribusi jaringan radio terhadap waktu dari saat sumber mengirim paket hingga saat tujuan menerimanya (dalam ms). Persyaratan ini ditetapkan untuk tujuan evaluasi dalam skenario penggunaan eMBB dan URLLC. Persyaratan minimum untuk User plane latency yaitu: – 4 ms for eMBB – 1 ms for URLLC * **Control plane latency** Control plane latency mengacu pada waktu transisi dari kondisi paling "hemat baterai" (misalnya kondisi siaga) hingga dimulainya transfer data secara terus menerus (misalnya kondisi aktif) atau secara singkat dapat dikatakan dari idle ke active. Persyaratan ini ditetapkan untuk tujuan evaluasi dalam skenario penggunaan eMBB dan URLLC. Persyaratan minimum untuk Control plane latency adalah 10-20 ms. * **Connection density** Connection density adalah jumlah total perangkat yang memenuhi quality of service (QoS) tertentu per satuan luas (per km2). Persyaratan ini ditentukan untuk tujuan evaluasi dalam skenario penggunaan mMTC. Persyaratan minimum kepadatan sambungan adalah 1.000.000 perangkat per km2. * **Reliability** Keandalan berkaitan dengan kemampuan mentransmisikan sejumlah lalu lintas tertentu dalam durasi waktu yang telah ditentukan dengan probabilitas keberhasilan yang tinggi. Persyaratan ini ditentukan untuk tujuan evaluasi dalam skenario penggunaan URLLC. Persyaratan minimum untuk keandalan adalah 1-10^-5 probabilitas keberhasilan transmisi lapisan 2 PDU (protocol data unit) sebesar 32 byte dalam waktu 1 ms. Para pendukung didorong untuk mempertimbangkan ukuran paket yang lebih besar, misalnya ukuran PDU lapisan 2 hingga 100 byte. * **Mobility** Mobilitas adalah kecepatan maksimum mobile station yang dapat mencapai QoS tertentu (dalam km/jam). Kelas mobilitas ditetapkan sebagai berikut: 1- Stationary: 0 km/h 2- Pedestrian: 0 km/h to 10 km/h 3- Vehicular: 10 km/h to 120 km/h 4- High speed vehicular: 120 km/h to 500 km/h * **Bandwidth** Bandwidth sistem gabungan maksimum: minimal 100 MHz, hingga 1GHz pada pita frekuensi yang lebih tinggi (di atas 6GHz) Sumber: https://www.itu.int/en/ITU-R/study-groups/rsg5/rwp5d/imt-2020/Documents/S01-1_Requirements%20for%20IMT-2020_Rev.pdf # 3. 5G Use Cases ![image](https://hackmd.io/_uploads/BkrW-VQia.png) Sumber: https://www.itu.int/en/ITU-R/study-groups/rsg5/rwp5d/imt-2020/Documents/S01-1_Requirements%20for%20IMT-2020_Rev.pdf # 4. 5G Architecture (SA & NSA) * **SA** ![image](https://hackmd.io/_uploads/H1KMjuQip.png) Arsitektur SA dapat dilihat sebagai "full 5G deployment", tidak memerlukan bagian apa pun dari jaringan 4G untuk beroperasi. Base stations NR (logical node "gNB") terhubung satu sama lain melalui interface Xn, dan Jaringan Akses (disebut "arsitektur NG-RAN untuk SA") terhubung ke jaringan 5G menggunakan interface NG. * **NSA** ![image](https://hackmd.io/_uploads/Bk-6cd7jT.png) Arsitektur NSA dapat dilihat sebagai langkah sementara menuju penerapan "full 5G", di mana Jaringan Akses 5G terhubung ke Jaringan Inti 4G. Dalam arsitektur NSA, base station (5G) NR (logical node "en-gNB") terhubung ke base station (4G) LTE (logical node "eNB") melalui interface X2. Interface X2 diperkenalkan sebelum Rilis 15 untuk menghubungkan dua eNB. Pada Rilis 15, ini juga mendukung koneksi eNB dan en-gNB untuk menyediakan NSA. NSA menawarkan konektivitas ganda, melalui 4G AN (E-UTRA) dan 5G AN (NR). Oleh karena itu, ini juga disebut "EN-DC", untuk "E-UTRAN dan NR Dual Connectivity". Sumber: https://www.3gpp.org/technologies/5g-system-overview # 5. 5G Multiple Access ## 5.1 Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) OFDMA membagi spektrum yang tersedia menjadi beberapa subcarrier ortogonal. OFDMA cocok untuk komunikasi uplink dan downlink, memberikan fleksibilitas dalam alokasi sumber daya. ## 5.2 Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) NOMA memungkinkan banyak pengguna untuk berbagi sumber daya frekuensi waktu yang sama secara non-ortogonal. Dalam NOMA, multiplexing domain daya dan kode digunakan untuk membedakan sinyal dari pengguna yang berbeda. Pengguna dilayani pada sumber daya waktu dan frekuensi yang sama, tetapi dengan tingkat daya yang berbeda atau menggunakan skema pengkodean yang berbeda. ## 5.3 Sparse Code Multiple Access (SCMA) SCMA memungkinkan banyak pengguna untuk berbagi sumber daya frekuensi waktu yang sama. ## 5.4 Grant-Free Multiple Access Dirancang untuk mengurangi latensi dengan mengizinkan perangkat mengirimkan data tanpa izin eksplisit (Grant) dari base station. ## 5.5 Dynamic Spectrum Sharing (DSS) DSS memungkinkan pembagian spektrum secara dinamis antara berbagai layanan atau operator jaringan. Sumber: https://www.telecomtrainer.com/5g-multiple-access-techniques/ # 6. 5G Frequency Spectrum ![image](https://hackmd.io/_uploads/ry3QdtQip.png) Sumber: https://www.techplayon.com/5g-frequency-bands/ ![image](https://hackmd.io/_uploads/HkL6Oj7i6.png) * **NR Operating Bands in FR1 (450 MHz – 6000 MHz)** ![image](https://hackmd.io/_uploads/HyBetimiT.png) * **NR Operating Bands in FR2** ![image](https://hackmd.io/_uploads/HJDCqTXoa.png) Sumber: https://www.techplayon.com/5g-nr-frequency-bands/ # 7. 5G Numerology Numerologi mengacu pada karakteristik bentuk gelombang fisik dalam hal jarak subcarrier dan panjang domain waktu yang sesuai. Numerologi dapat kita uraikan dalam beberapa perspektif berbeda sebagai berikut: -- Subcarrier Spacing: Dalam 5G NR, Subcarrier Spacing dapat bervariasi dari 15 kHz hingga 960 kHz pada rilis 17. Subcarrier Spacing yang lebih besar memungkinkan latensi yang lebih rendah dan mendukung pita frekuensi yang lebih tinggi, sedangkan jarak yang lebih kecil cocok untuk pita frekuensi yang lebih rendah dan ditingkatkan cakupan. -- Symbol Duration: Symbol Duration dalam 5G NR berbanding terbalik dengan Subcarrier Spacing. Subcarrier Spacing yang lebih besar menghasilkan Symbol Duration yang lebih pendek, memungkinkan transmisi data lebih cepat dan latensi lebih rendah. -- Scalable Numerology: Fleksibilitas dalam numerologi 5G memungkinkan sistem beradaptasi dengan berbagai skenario penerapan, pita frekuensi, dan kasus penggunaan, mulai dari bandwidth rendah, cakupan area luas hingga aplikasi bandwidth tinggi dan latensi rendah. Pada rilis 17, terdapat 7 numerologi (SCS: Subcarrier Spacing) seperti gambar di bawah ini. ![image](https://hackmd.io/_uploads/rkygaTQsT.png) Sumber: https://www.sharetechnote.com/html/5G/5G_Phy_Numerology.html#Definition_of_Numerology # 8. 5G Service-based Architecture 3GPP mendefinisikan Service-based Architecture (SBA) di mana fungsionalitas control plane dan repositori data umum dari jaringan 5G disampaikan melalui serangkaian Network Function (NF) yang saling terhubung. ![image](https://hackmd.io/_uploads/ryzeR6Qo6.png) Fungsi dalam jaringan core: * AMF => menerima semua informasi terkait kontrol dan sesi dari peralatan pengguna. Ia bertanggung jawab untuk menangani tugas-tugas yang berhubungan dengan koneksi dan mobilitas. * SMF =>bertanggung jawab untuk berinteraksi dengan bidang data yang dipisahkan, membuat, memperbarui, dan menghapus PDU (Protocol data units). Ia mengelola konteks sesi dengan fungsi bidang Pengguna. Fungsi yang dilakukan oleh SMF meliputi alokasi dan manajemen alamat IP UE, penghentian antarmuka, pemberitahuan data downlink, pengumpulan data pengisian daya, intersepsi yang sah, fungsi roaming, dll. * UPF => Fungsi UPF meliputi penanganan QoS untuk bidang pengguna, perutean dan penerusan paket, inspeksi paket, intersepsi yang sah untuk bidang pengguna, penghitungan dan pelaporan lalu lintas, dll. * AUSF => membuat keputusan tentang Otentikasi UE untuk mengautentikasi data dan materi kunci seperti 5G AKA dan EAP-AKA yang digunakan. Ini digunakan untuk memfasilitasi tujuan keamanan 5G. * NSSF => digunakan oleh AMF untuk pemilihan Instans Network Slice yang akan melayani perangkat tertentu. Ini memilih Instans INetwork Slice yang menentukan network slice selection Assistance information (NSSAI). Ini dapat mengambil NRF, ID NSI, dan AMF target sebagai bagian dari proses registrasi UE dan proses pendirian PDU. * NEF Fungsi Network Exposure memfasilitasi akses yang aman, kuat, dan ramah pengembang ke layanan jaringan. Fungsi ini menyediakan sarana untuk secara aman mengekspos layanan dan kemampuan yang disediakan oleh fungsi jaringan 3GPP. * NRF Fungsi Repositori jaringan berfungsi sebagai pusat penyimpanan seluruh fungsi jaringan 5G di jaringan operator. NRF memungkinkan 5G NF untuk mendaftar dan menemukan satu sama lain dengan bantuan API standar. * PCF => memberikan aturan kebijakan untuk menegakkannya. Untuk memfasilitasi hal ini, informasi berlangganan dikumpulkan dari fungsi manajemen data terpadu. Ini memberikan aturan kebijakan untuk fungsi bidang kendali, yang mencakup pemotongan jaringan, roaming, dan manajemen mobilitas. * UDM => mengontrol data penggunaan jaringan. Ini adalah cloud-native dan dirancang untuk teknologi 5G. * AF => meminta kebijakan dinamis dan/atau kontrol penagihan. Ia melakukan operasi seperti mengakses Network Exposure Function untuk mengambil berbagai sumber daya. Ia berinteraksi dengan PCF untuk kontrol kebijakan, perutean lalu lintas aplikasi, memaparkan layanan kepada pengguna akhir, dll. * DN DN adalah jaringan data yang terkait dengan Arsitektur 3GPP 5G. Bisa berupa layanan operator, akses internet, atau layanan lainnya. Sumber: https://telcomaglobal.com/p/5g-sba-service-based-architecture # 9. mmWave Millimeter wave merupakan gelombang elektro magnet yang panjang gelombangnya berada dalam skala milimeter (10 ~ 1 mm). Dalam spektrum gelombang milimeter, ada beberapa band yang umum digunakan. Beberapa band yang umum digunakan adalah: – Ka band : 26.5 ~ 40 Ghz – Q band : 33 ~ 50 Ghz – V band : 50 ~ 70 Ghz – W band : 75 ~ 110 Ghz – D band : 110 ~ 170 Ghz Sumber: https://sharetechnote.com/html/RF_Handbook_MillimeterWave.html # 10. Massive MIMO Massive MIMO merupakan sistem susunan antena yang menggunakan Antena dalam Jumlah Besar. Massive MIMO diperlukan dalam 5G karena sinyal frekuensi yang sangat tinggi (mm Wave) di 5G. Frekuensi tinggi berarti ukuran antena tunggal akan sangat kecil dan aperture (area penerimaan energi) akan sangat kecil. Untuk mengatasi aperture kecil pada sisi penerima pada frekuensi tinggi, kita perlu menggunakan antena transmisi dalam jumlah besar. Kelebihan Massive MIMO: -- Massive MIMO dapat meningkatkan kapasitas 10 kali lipat atau lebih dan secara bersamaan, meningkatkan efisiensi energi yang terpancar hingga 100 kali lipat. -- MMassive MIMO dapat dibuat dengan konsumsi daya yang rendah dan murah -- Massive MIMO memungkinkan pengurangan latensi secara signifikan pada antarmuka udara (karena ketahanannya terhadap pemudaran) -- Massive MIMO menyederhanakan lapisan multiple-access -- Massive MIMO meningkatkan ketahanan terhadap interferensi. Sumber: https://sharetechnote.com/html/5G/5G_MassiveMIMO_Motivation.html # 11. Beamforming, Beamsweeping ## 11.1 Beamforming Beamforming adalah teknik yang digunakan dalam komunikasi nirkabel di mana beberapa elemen antena bekerja sama untuk membentuk sinar terfokus ke penerima (dalam hal ini, perangkat seluler). Dengan memfokuskan energi pada arah tertentu, beamforming meningkatkan rasio signal-to-noise, meningkatkan kekuatan sinyal yang diterima, dan meningkatkan kapasitas sistem secara keseluruhan. ## 11.2 Beamsweeping Dalam lingkungan yang dinamis seperti jaringan 5G, lokasi, pergerakan, dan orientasi perangkat seluler dapat berubah dengan cepat. Perilaku dinamis ini berarti bahwa arah atau sudut optimal pancaran sinar untuk berkomunikasi dengan perangkat juga dapat berubah. Oleh karena itu, stasiun pangkalan perlu menyesuaikan atau "sweep" arah pancarannya untuk menjaga koneksi optimal dengan perangkat. Beam sweeping dalam konteks komunikasi nirkabel 5G (generasi kelima) mengacu pada proses di mana base station menyesuaikan arah pancaran radio frequency (RF) untuk berkomunikasi dengan perangkat seluler. * **Manfaat Beamsweeping** – Peningkatan Kualitas Sinyal Dengan terus-menerus menyesuaikan arah pancaran, Beamsweeping memastikan bahwa perangkat seluler menerima sinyal yang paling kuat dan paling jelas, sehingga menghasilkan kualitas dan keandalan komunikasi yang lebih baik. – Peningkatan Kapasitas Jaringan Teknik beamforming yang dioptimalkan seperti beam-sweeping memungkinkan penggunaan spektrum dan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien, sehingga meningkatkan kapasitas dan throughput jaringan 5G secara keseluruhan. – Mengurangi Interferensi Dengan memfokuskan RF ke perangkat dan arah tertentu, sapuan sinar membantu meminimalkan interferensi dengan perangkat lain atau base stations terdekat, sehingga menghasilkan komunikasi yang lebih kuat dan bebas interferensi. Sumber: https://www.telecomtrainer.com/5g-beam-sweeping/ # 12. Open RAN Movement Open RAN adalah praktik memisahkan RAN menjadi beberapa komponen berbeda— radio unit (RU), distributed unit (DU), dan centralized unit (CU)—dan memastikan bahwa antarmuka dan protokol di antara ketiga komponen ini terbuka untuk berkomunikasi dan bekerja satu sama lain. — Fitur Inti Infrastruktur Open RAN Infrastruktur Open RAN mengandalkan dan menawarkan fitur-fitur utama seperti manajemen layanan dan kerangka orkestrasi, pengembangan aplikasi cloud dan dukungan keamanan , otomatisasi AI dan ML , serta antarmuka yang ditentukan 3GPP. Fitur inti lainnya dari infrastruktur Open RAN meliputi: * Radio unit (RU): biasanya bagian dari antena, RU adalah tempat frekuensi radio ditransmisikan dan dikelola. * Distributed unit (DU): bagian komputasi dalam base station yang biasanya dekat dengan RU. * Centralized unit (CU): bagian komputasi dalam base station yang biasanya dekat dengan core. * Fronthaul: antarmuka yang telah dibuka antara RU dan DU. * Midhaul: antarmuka yang telah terbuka antara DU dan CU. * Backhaul: antarmuka yang telah dibuka antara CU dan core. * RAN intelligent controller (RIC): pengontrol yang dapat disesuaikan untuk memprogram dan menambahkan kemampuan program ke area lain di RAN. Sumber: https://www.enterprisenetworkingplanet.com/management/understanding-open-ran-5g/ # 13. Telecom Infra Project (TIP) Telecom Infra Project (TIP) adalah komunitas perusahaan dan organisasi global yang mendorong solusi infrastruktur untuk memajukan konektivitas global. TIP berfokus pada tiga area strategis dalam jaringan telekomunikasi: 1. **Access**: Proyek-proyek dalam area ini menciptakan solusi infrastruktur inovatif, teknologi, dan metodologi untuk memberikan akses internet kepada lebih banyak orang di seluruh penjuru dunia. Fokusnya adalah mengatasi hambatan-hambatan kunci yang membuat koneksi ke pengguna akhir menjadi sulit. 2. **Transport**: Untuk mengimbangi pertumbuhan lalu lintas jaringan yang eksponensial, backhaul yang lebih baik sangat penting. Proyek-proyek dalam area Transport mengatasi tantangan skalabilitas, konvergensi cepat, kemudahan konfigurasi, dan perluasan pada backhaul nirkabel dan berkabel. 3. **Core & Services**: Biaya terbesar yang terkait dengan jaringan adalah biaya operasi dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Proyek-proyek dalam area Core & Services menyederhanakan arsitektur jaringan inti dan meningkatkan efisiensi serta fleksibilitas, sambil mengurangi biaya modal dan operasional yang terkait dengan menjaga jaringan tetap beroperasi. Sumber: https://telecominfraproject.com/ # 14. O-RAN Alliance O-RAN Alliance adalah sebuah komunitas global yang terdiri dari operator jaringan seluler, vendor, dan peneliti yang bekerja bersama untuk mempercepat pengembangan dan implementasi solusi teknologi terbuka, terdesentralisasi, dan berstandar dalam Radio Access Network (RAN). Tujuan utamanya adalah menghadirkan konektivitas berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh dunia saat ini dan di masa depan¹. Berikut adalah beberapa poin penting tentang O-RAN Alliance: 1. **Visi dan Misi**: - O-RAN Alliance bertujuan untuk mengembangkan ekosistem RAN yang **inovatif**, **multi-vendor**, **interoperabel**, dan **otonom**, dengan biaya yang lebih rendah, kinerja yang lebih baik, dan fleksibilitas yang lebih besar. - Prinsip inti O-RAN adalah **kecerdasan** dan **keterbukaan**. Mereka ingin mempercepat inovasi dalam industri telekomunikasi. 2. **Spesifikasi O-RAN**: - O-RAN Alliance menghasilkan **spesifikasi teknis** yang terbuka dan dapat diakses oleh publik. Spesifikasi ini memungkinkan berbagai perusahaan untuk menciptakan solusi terbuka dan kompetitif. - Proses pengembangan spesifikasi melibatkan ratusan dokumen teknis yang mendefinisikan arsitektur kompleks RAN. 3. **Komunitas Perangkat Lunak O-RAN**: - Spesifikasi O-RAN menjadi dasar untuk **desain referensi perangkat lunak terbuka**. Komunitas perangkat lunak O-RAN menggabungkan pengembang dari berbagai pemain industri yang bekerja sama pada puluhan proyek perangkat lunak. - Mereka berkontribusi pada pengembangan dan pengujian perangkat lunak yang sesuai dengan spesifikasi O-RAN. 4. **PlugFests dan OTICs**: - O-RAN Alliance mengadakan **O-RAN Global PlugFests**, acara berkala yang memungkinkan pengujian dan integrasi produk dan solusi RAN. - **Open Testing and Integration Centres (OTIC)** menyediakan lingkungan kerja kolaboratif, independen dari vendor, dan netral. OTIC dapat mengeluarkan **sertifikat O-RAN**. 5. **Adopsi Industri**: - O-RAN telah diadopsi secara luas oleh industri, termasuk **operator jaringan seluler**. - O-RAN Architecture dan spesifikasinya didasarkan pada standar **3GPP** yang umum dan memperhatikan keselarasan dengan industri telekomunikasi. Sumber: https://www.o-ran.org