# Keberhasilan Password dalam Merahasiakan Data Pengguna
<div align="center">
#### Muhammad Ikhsan Ananda (G64190032)
</div>
---
Era digital yang kian merebak saat ini merupakan salah satu bukti dari digitalisasi. Fenomena digitalisasi yang kian booming memunculkan berbagai pemikiran baik dari segi keuntungan maupun ancaman. Salah satu keuntungan dari era digital ialah dalam hal penyimpanan data. Kini, manusia dapat dengan mudah menyimpan ataupun melakukan backup pada data yang dimilikinya tanpa perlu memikirkan tempat penyimpanan secara fisik dan mereka dapat mengakses data tersebut kapanpun dan dimanapun. Namun, sebuah pertanyaan yang timbul ialah apakah data tersebut aman?
---
### Pengenalan Password

Sebuah studi yang dilakukuan oleh Robert Morris Sr pada tahun 1960 di Massachusetts Institute of Technology merupakan jawaban dari pertanyaan keamanan menyimpan data secara digital (Morris dan Thompson 1979). Dalam studi tersebut, Morris memperkenalkan istilah “_password_”, kumpulan karakter alfanumerik rahasia yang menjadi kunci dari proses autentifikasi. _Password_ dibentuk dengan komponen, yaitu angka, simbol, panjang minimum, dan kata lain yang tidak tercantum dalam kamus (Kelley et.al 2012).
---
### Jaminan Keamanan Password

Sebuah _password_ meskipun telah mengandung berbagai karakter tetap memiliki celah untuk diretas. Lantas, bagaimana cara memastikan _password_ tersebut aman?
Menurut _BBC News_ (2017), Bill Burr, seorang mantan _programmer_ angkatan darat United States, pada tahun 2003 memberikan saran terkait pembuatan _password_ yang dipublikasikan dalam _The US government's National Institute of Standards and Technology_, yaitu:
1. _Password_ harus mengandung huruf kapital, angka, dan symbol selain huruf pada umumnya.
2. _Password_ harus diperbaharui setiap 90 hari
Namun, saran tersebut bukanlah langkah yang jitu untuk mengantisipasi peretasan _password_. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kasus peretasan _password_ yang kian meningkat, seperti yang dialami oleh Yahoo pada tahun 2013 yang menyebabkan data tiga miliar akun pengguna mengalami peretasan (Kontan 2013).
Kenaikan jumlah kasus peretasan yang terjadi disebabkan kesalahan user yang memahami saran Bill Burr secara sederhana. Misalnya, ketika user membuat akun pertama dengan _password_ Akubaik1 dan akun kedua dengan _password_ Akubaik2 tentu tidak menyalahi saran dari Bill Burr. Namun, pembuatan _password_ dengan kode tersebut tidak mengurangi potensi dari peretasan, sebab kedua _password_ tersebut serupa.
Lantas, bagaimana cara membuat _password_ yang aman? Riset yang dilakukan oleh Kelley (2012) menyatakan bahwa _password_ yang memiliki panjang minimum sekitar 16 karakter lebih aman dibandingkan dengan _password_ yang bervariasi, namun memliki panjang yang pendek. Riset tersebut menganalisis berbagai _password_ yang dibuat oleh sekitar 12.000 _users_ dari segi keamanannya. Hasil riset membuktikan _password_ dengan panjang sekitar 16 karakter sulit untuk diketahui secara spesifik baik dari segi analisis algoritme untuk menebak suatu angka, huruf ataupun kata dalam _password_ tersebut.
>Jadi, keamanan _password_ tidak hanya ditentukan oleh variasi, melainkan juga jumlah karakter dalam _password_. :100: :100: :+1:
---
### Informasi lebih lanjut :
Instagram : <https://instagram.com/ikhsanannn>
Email : <ikhsanananda@apps.ipb.ac.id>