# Documentation Hardware Environment Monitoring System (EMS) V.1.0
Jeager EMS adalah sistem yang memberikan integritas dalam mendeteksi dan kecerdasan dalam memberikan peringatan terhadap kondisi lingkungan. Petunjuk ini berkonsentrasi pada pemasangan perangkat keras. Sebagai bagian dari pemasangan perangkat keras petunjuk ini juga meliputi pengujian EMS dan pengaturan untuk mendapatkan kondisi optimum.
# Perangkat yang diperlukan
Beberapa perangkat berikut merupakan perangkat menunjang untuk pemasangan perangkat keras EMS :
* Laptop, disarankan menggunakan Linux atau OS X,
* Kabel RJ45 atau Ethernet,
* Bor Listrik,
* Obeng,
* Koneksi Internet / WiFi Router.
## Komponen
Berikut ini merupakan beberapa list bagian utama yang dibutuhkan untuk pemasangan perangkat keras EMS :
* Perangkat Keras Node EMS,
* Perangkat Keras Gateway EMS,
* 1 Buah Sensor Amonia (MQ137),
* 1 Buah Sensor Suhu, Tekanan, Kelembaban (BME280),
* 1 Buah Sensor Intensitas Cahaya (BH1750),
* 1 Buah Sensor Kecepatan Angin (Annemometer),
* 1 Buah Power Supply 12V/1A,
* 1 Buah Power Supply 5V/3A
* Kabel Koneksi Sensor ke Node kabel AWG24 isi 3 dan AWG24 isi 4 seperlunya,
* Kabel Koneksi Node ke Gateway AWG24 isi 2 seperlunya,
* Mur dan baut
## Mempersiapkan EMS Gateway
Langkah awal yang dilakukan adalah menghubungkan setiap node yang akan digunakan ke gateway menggunakan MODBUS. Untuk mempersiapkan **EMS Gateway** dibutuhkan Laptop yang dapat terhubung ke Gateway. Laptop dan gateway dapat terhubung dengan menggunakan SSH (Secure Shell) fungsinya untuk mengakses gateway secara remote. Laptop dapat terkoneksi secara SSH dengan menggunakan kabel Ethernet atau jaringan Wi-Fi. Dalam mempermudah disarankan menggunakan kabel ethernet. Hubungkan Laptop dan gateway dengan menggunakan ethernet. Ketika sudah terhubung, jalankan command line berikut pada Terminal :
``` php
$ nmap -sn 10.42.0.0/24
```
Ketika command dijalankan, akan didapatkan respon dari gateway berupa alamat IP (Internet Protocol). Setelah didapatkan alamat IP dari gateway, hubungkan laptop dengan gateway menggunakan ssh dengan command line berikut pada terminal :
``` php
$ ssh root@10.42.0.100
```
Jika berhasil, maka gateway akan meminta password untuk dapat terkoneksi secara SSH. Masukkan password berikut:
==password : Telkom123==
Selanjutnya setelah berhasil masuk dan terkoneksi via SSH, melakukan pengaturan koneksi Wi-Fi agar dapat terkoneksi dengan internet, jalankan command line berikut:
```
$ raspi-config
```
Setelah perintah dijalankan maka muncul tampilan seperti berikut ini

Pilih Network Options, lalu masuk ke N2 wi-fi untuk pengaturan SSID dan password wifi yang akan dikoneksikan.

Selanjutnya masukkan ==SSID dan password== sesuai dengan jaringan wi-fi yang tersedia. Pastikan gateway telah berhasil terhubung dengan internet dengan menjalankan perintah:
```
$ ping google.com
```
Setelah berhasil jalankan script untuk menjalankan program gateway. Pada terminal jalankan command line berikut :
```
$ bash startservice.sh
```
Untuk memastikan program telah berjalan dengan baik jalankan command line berikut:
```
$ htop
```
Setelah itu akan muncul tampilan seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Program telah berhasil berjalan ditunjukkan dengan berjalannya ==collect.py== dan ==connect.py==

---
## Pemasangan Node EMS
**Node EMS** membutuhkan energi listrik **5VDC** yang didapatkan dari adaptor **12VAC**. Konektor dibuat berdasarkan standar industri untuk memastikan ketahanan terhadap kondisi lingkungan.
1. Langkah awal untuk pemasangan **EMS Node** yaitu mempersiapkan komponen perangkat keras **EMS Node**, kabel konektor AWG 24 dan obeng.
2. Lepaskan sekrup pada Perangkat **EMS Node**, kendorkan terminal block 3 pin, potong dengan tang potong dan kupas kabel AWG 24 isi 3 dengan tang kupas, pasang kabel dari sensor anemometer pada terminal tersebut sesuai dengan pin VCC(merah), GND(hitam) dan Data(kuning). Kemudian kencangkan kembali sekrup tersebut. Salah satu ujung kabel yang lain dipasangkan pada terminal blok 3 pin sensor anemometer **EMS Node**.
3. Lepaskan sekrup pada box sensor amonia, kendorkan terminal block 3 pin, kupas kabel AWG 24 isi 3, pasang kabel dari sensor anemometer pada terminal tersebut sesuai dengan pin VCC(merah), GND(hitam) dan Data(kuning). Kemudian kencangkan kembali sekrup tersebut. Salah satu ujung kabel yang lain dipasangkan pada terminal block 3 pin sensor amonia **EMS Node**.
4. Kendorkan terminal block 4 pin, atur panjang kabel AWG 24 isi 4 sesuai kebutuhan, kupas kedua ujung kabel tersebut, salah satu ujung pasangkan pada sensor suhu, kelembaban dan tekanan udara BME280 sesuai dengan pin VCC(merah), GND(hitam), SDA(hijau), dan SCL(kuning). Ujung kabel yang lain pasangkan pada terminal blok 4 pin sensor BME280 di EMS node.
5. Tahap berikutnya adalah memasukkan dan memastikan program pada **EMS Node** berjalan lancar dengan cara menyambungkan mikrokontroler dengan kabel data ke PC/laptop menggunakan komunikasi serial untuk melihat data yang diterima oleh **EMS Node**.
6. Potong dan Kupas kabel AWG 24 isi 2 sesuai dengan kebutuhan, kendorkan terminal block 2 pin **EMS Node** dan pasang kabel merah(A) dan kabel hitam(B). Salah satu ujung kabel yang lain dengan modul Modbus RS485 to USB, kabel merah(A) kabel hitam(B).
7. Pasang kabel power supply untuk **EMS Node** pada terminal block 2 pin dengan kabel VCC(merah) dan GND(hitam).
8. Hubungkan **EMS Node** dengan power supply 12VDC/1A.
9. Sambungkan power supply 12VDC/1A atau adaptor ke sumber tegangan PLN 220V.
---
## Pemasangan Gateway EMS
Gateway EMS membutuhkan energi listrik dan koneksi internet. Konektor dibuat berdasarkan standar industri untuk memastikan ketahanan terhadap kondisi lingkungan.
1. Langkah pertama adalah dengan membuka box **EMS Gateway**.
2. Pasang kabel modbus AWG 24 isi 2 dari **EMS Node** ke terminal block 2 pin dengan menyambungkan kabel warna merah ke pin A sedangkan kabel warna hitam ke pin B modul Modbus R485 to USB.
3. Lepaskan sekrup yang ada pada **EMS Gateway**, lalu pasang modul Modbus R485 to USB ke slot USB pada **EMS Gateway** untuk tiap **EMS Node** yang akan dihubungkan.
4. Jika menggunakan kabel ethernet sebagai koneksi ke internet, hubungkan kabel ethernet yang memiliki koneksi internet ke port RJ45 **EMS Gateway**.
5. Hubungkan **EMS Gateway** dengan power supply 5VDC/2.5A.
6. Pasang power supply 5VDC/2.5A ke tegangan PLN 220V.
---
## Appendix FAQ
Berapa konsumsi daya dari Perangkat Keras EMS ?
* **EMS Gateway** membutuhkan konsumsi daya sekitar 2.5 Watt di 5VDC.
* **EMS Node** membutuhkan konsumsi daya sekitar Watt di 12VDC.
Konektivitas apa yang didukung oleh Perangkat Keras EMS ?
* Koneksi Gateway untuk terhubung dengan internet dapat menggunakan Ethernet/LAN menggunakan soket RJ45 atau menggunakan jaringan Wi-Fi dengan kecepatan 36 Mbits/s dengan jarak 10 meter. Kami merekomendasikan menggunakan ethernet agar stabil dan terhindar dari gangguan.
Berapa tinggi pemasangan yang ideal ?
* Pemasangan perangkat keras bergantung pada kondisi lingkungan pemasangan. Pemasangan yang baik tidak terlalu dekat dengan lantai dan atap, atau lebih dekat dengan bagian yang ingin dideteksi.
Apakah Perangkat Keras EMS dapat terpengaruh kondisi cuaca ?
* Perangkat Keras EMS sudah memenuhi standar IP67 sehingga tahan terhadap cipratan air dan debu. Hindari sinar matahari secara langsung untuk menjaga Perangkat Keras EMS dari panas.