# [Dimas's] Tracklist Dashboard Tugas Section 1
:::info
Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2025/2026].
:::
## :book: Dimas's Information
:::success
Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi di Telkom University Sebagai mahasiswa yang berfokus pada jaringan telekomunikasi, saya memiliki pengalaman dalam study group mengenai jaringan seluler di Mobcom Laboratory dan partisipasi dalam workshop 5G Outdoor Planning. Berkomitmen untuk mendalami dunia perencanaan jaringan, dengan tujuan karir sebagai Planner Cellular Network. Memiliki keterampilan teknis yang kuat dalam merancang dan menganalisis infrastruktur jaringan telekomunikasi modern, serta antusiasme untuk berkontribusi pada perkembangan teknologi 5G``
:::
### :small_blue_diamond: Name : Dimas Rozi Santoso
### :small_blue_diamond: Email : dimasrozisan@gmail.com
### :small_blue_diamond: NIM : 101012300402
---
## 1. Standardization (Telecom)
### 1.1 Pengertian
Standarisasi dalam telekomunikasi merupakan proses penentuan standar teknis yang diperlukan agar perangkat dan sistem telekomunikasi beroperasi dengan baik, aman, dan efisien. Standar ini meliputi protokol komunikasi, teknologi jaringan, keamanan, kualitas layanan (QoS), dan interoperabillitas. Standarisasi ini membuat layanan internasional tersedia.
Sumber: https://repository.unimal.ac.id/1053/1/ST_01-Dasar-Sistem-Telekomunikasi.pdf
### 1.2 Organisasi yang Mengatur
#### 1.2.1 International Telecommunication Union (ITU)

ITU (Uni Telekomunikasi Internasional) merupakan lembaga khusus PBB yang fokus pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam standar telekomunikasi, ITU-T (Sektor Standardisasi Telekomunikasi ITU) mengajak para ahli dari seluruh dunia untuk menyusun standar internasional yang dikenal dengan nama Rekomendasi ITU-T, yang berfungsi sebagai faktor penting dalam infrastruktur TIK global. ITU berbeda dari organisasi lainnya karena fungsinya sebagai lembaga PBB yang mengatur distribusi spektrum radio dan orbit satelit di seluruh dunia, serta penekanan pada koordinasi global dalam standarisasi telekomunikasi.
Sumber: https://www.itu.int/en/ITU-T/about/Pages/default.aspx
#### 1.2.2 Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)

IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) merupakan organisasi profesional teknik terbesar di dunia yang bertujuan untuk memajukan teknologi demi kepentingan umat manusia. Dalam standar telekomunikasi, IEEE berperan penting sebagai pengembang utama standar internasional yang menjadi dasar bagi banyak produk dan layanan telekomunikasi, teknologi informasi, serta pembangkit listrik. IEEE membedakan dirinya dengan jangkauan luas dalam standar teknologi, tidak hanya pada telekomunikasi seluler, dan memiliki lebih dari 1.100 standar yang aktif serta lebih dari 1.000 proyek standar sedang dikembangkan.
Sumber: https://www.ieee.org/content/dam/ieee-org/ieee/web/org/pubs/telecommunications_industry_sheet.pdf
#### 1.2.3 3rd Generation Partnership Project (3GPP)

3GPP (3rd Generation Partnership Project) merupakan kerjasama di antara tujuh organisasi pengembangan standar telekomunikasi yang bertujuan untuk menghasilkan spesifikasi teknis bagi sistem komunikasi seluler. Dalam standar telekomunikasi, 3GPP merancang spesifikasi yang mencakup teknologi seluler, termasuk akses radio, jaringan inti, dan kapasitas layanan. 3GPP membedakan dirinya dengan fokus khusus pada sistem seluler dan pendekatan berbasis kontribusi dalam pengembangan standar, serta sistem "Releases" paralel yang memungkinkan perkembangan teknologi berkelanjutan sambil menjaga kompatibilitas dengan infrastruktur yang sudah ada.
Sumber: https://www.3gpp.org/about-us/introducing-3gpp
---
## 2. Cellular Evolution (1G-5G)

### 2.1 1G - Era Analog (tahun 1980-an)
Generasi pertama memanfaatkan teknologi analog untuk komunikasi suara yang sederhana. Dikenal sebagai AMPS (Advanced Mobile Phone System), 1G hanya menawarkan layanan panggilan suara dengan kecepatan data maksimum mencapai 2.4 Kbps. Teknologi ini memiliki batasan terkait kapasitas, kualitas suara yang kurang baik, dan tingkat keamanan yang rendah.
Sumber: https://r10.ieee.org/srilanka-cs/blog/2022/10/31/5g-technology/
### 2.2 2G - Era Digital (tahun 1990-an)
Menandai pergeseran ke teknologi digital dengan GSM (Global System for Mobile Communications). Menyediakan layanan SMS, pengiriman pesan, dan akses internet dasar dengan kecepatan data hingga 64 Kbps lewat GPRS dan 144 Kbps menggunakan EDGE. Teknologi kunci meliputi TDMA dan CDMA dengan frekuensi 900/1800 MHz.
Sumber: https://www.3gpp.org/ftp/Information/presentations/presentations_2011/Adrian_SCRASE_4GWE_Final%20(2).pptx
### 2.3 3G - Mobile Internet (2000-an)
Memanfaatkan teknologi WCDMA/UMTS dengan kecepatan awal 384 Kbps yang kemudian berkembang hingga 42 Mbps melalui HSPA+. Mendukung panggilan video, TV mobile, dan akses internet dengan kecepatan tinggi. IMT-2000 mencakup lima metode akses radio: W-CDMA, CDMA2000, TD-SCDMA, EDGE, dan DECT.
Sumber: https://r10.ieee.org/srilanka-cs/blog/2022/10/31/5g-technology/
### 2.4 4G - Periode LTE (2010-an)
Long Term Evolution (LTE) memberikan kecepatan teoritis maksimum sebesar 100 Mbps untuk pengguna bergerak dan 1 Gbps untuk pengguna yang tidak bergerak. Memanfaatkan teknologi OFDMA dan MIMO dengan rentang spektrum yang lebih besar. LTE-Advanced memenuhi kriteria IMT-Advanced dengan peningkatan kapasitas serta efisiensi spektrum.
Sumber: https://r10.ieee.org/srilanka-cs/blog/2022/10/31/5g-technology/
### 2.5 5G - Transformasi Digital (2020-an)
Inovasi terkini dengan kecepatan maksimal mencapai 20 Gbps dan latensi yang sangat rendah (1ms). Memanfaatkan teknologi mmWave, massive MIMO, dan pemotongan jaringan. Mendukung tiga skenario utama: Broadband Seluler yang Ditingkatkan (eMBB), Komunikasi Latensi Rendah yang Sangat Terpercaya (URLLC), dan Komunikasi Tipe Mesin Massal (mMTC). Bekerja pada rentang frekuensi tinggi (24-86 GHz) menggunakan beamforming agar sinyal dapat menembus dengan lebih baik.
Sumber: https://www.3gpp.org/news-events/3gpp-news/5g-for-the-connected-world
---
## 3. Site, Cell, Cluster
### 3.1 Site

Sumber: https://kdmforce.com/works-largest-tower-investment-in-italy.html
Site merupakan tempat fisik di mana perangkat jaringan seluler, seperti antena dan peralatan keras lainnya, dipasang. Setiap site melayani wilayah geografis tertentu yang disebut sebagai coverage area, dan istilah untuk base station setiap generasi juga bervariasi, seperti 2G BTS, 3G NodeB, 4G eNodeB, dan 5G gNB.
Sumber: https://bpostel.kominfo.go.id/index.php/bpostel/article/download/21/20
### 3.2 Cell

Sel adalah area jangkauan sinyal dari sebuah site, umumnya berbentuk heksagonal atau bulat. Terdapat 4 tipe sel yang terdiri dari macrocell, microcell, picocell, dan femtocell.

Sumber: https://repository.ittelkom-pwt.ac.id/7537/4/BAB%20II.pdf
### 3.3 Cluster

Cluster merupakan sekumpulan sel di mana setiap sel memiliki frekuensi yang berbeda dari sel lainnya. Fungsi dari cluster adalah untuk mengurangi interferensi, frequency reuse, dan memudahkan manajemen jaringan.
Sumber: https://repository.unikom.ac.id/49620/1/Jaringan%20Selular.pdf
---
## 4. Sectorization, Cell Splitting
### 4.1 Sectorization

Sectorization adalah metode di mana sebuah sel dipecah menjadi beberapa sektor. Setiap sektor memanfaatkan antena terarah (directional antenna) untuk mengarahkan sinyal ke area tertentu dalam jangkauan sel. Sectorization sel bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas jaringan, sekaligus mengatasi tingginya kepadatan penduduk.
Sumber: https://repository.unikom.ac.id/49620/1/Jaringan%20Selular.pdf
### 4.2 Cell Splitting

Cell Splitting merupakan metode di mana sel besar dipecah menjadi beberapa sel yang lebih kecil, dengan menambahkan base station baru untuk setiap sel yang baru. Ini mengurangi jangkauan per sel (radius sel) dan memungkinkan peningkatan kapasitas.
Sumber: https://repository.unikom.ac.id/49620/1/Jaringan%20Selular.pdf
---
## 5. Frequency Reuse

Frekuensi reuse merupakan konsep vital dalam sistem komunikasi seluler yang memungkinkan pemakaian frekuensi yang sama di sel-sel yang berbeda dalam suatu jaringan.
Sumber: https://repository.unikom.ac.id/49620/1/Jaringan%20Selular.pdf
## 6. Duplexing, Multiplexing
### 6.1 Duplexing
Duplexing adalah teknik komunikasi dua arah antara perangkat seluler dan base station. Berikut beberapa jenis dulpexing.
#### 6.1.1 Frequency Division Duplexing (FDD)

Sumber: https://www.geeksforgeeks.org/duplexing-techniques/
* Menggunakan dua frekuensi berbeda untuk uplink dan downlink1
* Memungkinkan komunikasi dua arah secara simultan
* Membutuhkan bandwidth terpisah untuk transmisi dan penerimaan
* Umumnya digunakan pada jaringan 4G LTE
#### 6.1.2 Time Division Duplexing (TDD)

Sumber: https://www.geeksforgeeks.org/duplexing-techniques/
* Menggunakan satu frekuensi yang sama untuk uplink dan downlink secara bergantian
* Membagi waktu menjadi slot-slot untuk transmisi dan penerimaan
* Lebih fleksibel dalam mengalokasikan bandwidth
* Cocok untuk trafik data yang asimetris
### 6.2 Multiplexing
Multiplexing merupakan metode yang memungkinkan penggabungan beberapa sinyal atau aliran data agar dapat ditransmisikan melalui satu media atau saluran transmisi. Dalam jaringan seluler, beberapa metode multiplexing yang sering digunakan mencakup:
#### 6.2.1 Frequency Division Multiplexing (FDM)

FDM membagi bandwidth frekuensi menjadi beberapa saluran yang lebih kecil, memungkinkan beberapa sinyal dapat dikirim secara bersamaan pada frekuensi yang berbeda dalam satu media.
#### 6.2.2 Wavelength Division Multiplexing (WDM)

(WDM) merupakan metode multiplexing yang diterapkan dalam komunikasi optik untuk mentransmisikan berbagai sinyal cahaya (atau gelombang elektromagnetik) melalui satu serat optik. Metode ini membagi bandwidth serat optik menjadi beberapa saluran frekuensi atau "gelombang" yang mampu mentransmisikan data secara bersamaan, dengan setiap gelombang memanfaatkan panjang gelombang cahaya yang berbeda.
#### 6.2.3 Time Division Multiplexing (TDM)
TTDM adalah suatu teknik untuk mentransmisikan beberapa sinyal informasi secara bersamaan melalui satu saluran transmisi, di mana setiap sinyal dikirimkan pada waktu yang berbeda. TDM menerapkan konsep antrian berdasarkan waktu penggunaan saluran transmisi dengan memberikan satu slot waktu untuk setiap pengguna saluran (user).
##### 6.3.2.1 Synchronous TDM

Synchronous TDM mengirimkan slot waktu dari seluruh sumber meskipun ada sumber yang tidak memiliki data untuk dikirimkan. TDM sinkron dapat dilakukan jika laju data yang dapat dicapai oleh media transmisi melebihi laju data sinyal digital yang hendak dikirim.
##### 6.3.2.2 Asynchronous TDM

Slot waktu diberikan sesuai kebutuhan setiap terminal
Sumber: https://lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/710054/mod_resource/content/4/Materi%20Pertemuan%209.pdf?utm_source=chatgpt.com
---
## 7. Multiple Access

Akses bersamaan adalah metode yang memungkinkan banyak pengguna untuk menggunakan sumber daya komunikasi yang sama secara bersamaan dalam jaringan seluler. Metode ini sangat krusial untuk meningkatkan kapasitas serta efisiensi dalam penggunaan spektrum frekuensi yang terbatas.
### 7.1 Frequency Division Multiple Access (FDMA)
FDMA membagi spektrum frekuensi menjadi sejumlah saluran frekuensi yang terpisah. Setiap pengguna diberikan saluran frekuensi yang berbeda untuk berkomunikasi.
### 7.2 Time Division Multiple Access (TDMA)
TDMA melakukan pembagian waktu kanal menjadi slot-slot waktu. Setiap pengguna mendapatkan jatah waktu tertentu untuk mengirimkan data secara bergantian.
### 7.3 Code Division Multiple Access (CDMA)
CDMA memanfaatkan kode khusus untuk membedakan sinyal dari setiap pengguna. Seluruh pengguna dapat memanfaatkan frekuensi dan waktu yang serupa, namun dibedakan berdasarkan kode.
Sumber: htt
ps://journal.accsindia.org/show.article.php?id=42
### 7.4 Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA)

OFDMA merupakan sistem multi-carrier di mana setiap simbol data dikirimkan melalui satu subcarrier. Dalam OFDMA, beberapa simbol QPSK dikirim secara bersamaan, dengan satu simbol data untuk setiap subcarrier. Ini memungkinkan pengiriman data yang efisien dan tahan gangguan, tetapi dapat menyebabkan PAPR (Reak to Average Ratio) yang lebih tinggi.
### 7.5 SC-FDMA
SC-FDMA adalah sistem single-carrier di mana setiap simbol QPSK ditransmisikan melalui subcarrier dengan bandwidth yang lebih lebar. SC-FDMA mengirimkan simbol QPSK secara seri dengan kecepatan empat kali lipat dibandingkan OFDMA. Meskipun panjang simbol tetap sama pada kedua teknik (sekitar 66,7 μS), simbol SC-FDMA mengandung lebih dari satu subsimbol yang mewakili simbol data QPSK. Keuntungan utama SC-FDMA adalah PAPR yang lebih rendah, yang sama dengan simbol data QPSK asli.
Sumber: https://www.rfwireless-world.com/Articles/difference-between-SC-FDMA-and-OFDMA.html
---
## 8. Handover
Handover merupakan proses pemindahan saluran trafik secara otomatis dari satu Base Station (BS) ke BS yang lain saat pengguna bergerak melewati batas wilayah suatu sel. Tujuan utama dari handover adalah memastikan layanan mobile tetap tersedia bagi pengguna yang bergerak, sehingga komunikasi tetap lancar saat berpindah antar sel.

Sumber: https://www.iplook.com/info/basic-handover-types-in-mobile-network-i00362i1.html
### 8.1 Hard Handover
Handover keras atau yang juga dikenal sebagai handover "break-before-make" adalah jenis handover di mana sambungan dengan BS lama diputus terlebih dahulu sebelum membangun sambungan baru dengan BS yang diinginkan.
### 8.2 Soft Handover
Soft handover atau pengalihan "make-before-break" adalah tipe pengalihan di mana stasiun seluler (MS) terlebih dahulu membangun koneksi dengan BS yang dituju sebelum memutuskan sambungan dengan BS yang lama.
Sumber: https://www.iplook.com/info/basic-handover-types-in-mobile-network-i00362i1.html
### 8.3 Inter-system handover
Inter-system handover atau vertical handover terjadi saat MS beralih antar sistem yang tidak sama, contohnya dari jaringan 3G ke 4G. Jenis serah terima ini lebih rumit karena melibatkan variasi teknologi dan protokol.
Sumber: https://www.semanticscholar.org/paper/ANALISIS-KEGAGALAN-KOMUNIKASI-SUARA-(DROP-CALL)-Corputty-Kaikatui/3ea013db112e9bac3df4e7040721a3aab28cd110
---
## 9. Interference, Fading, dan Noise
### 9.1 Interferensi
Interferensi terjadi saat sinyal yang tidak diinginkan menghalangi penerimaan sinyal yang diinginkan. Interferensi ini bisa berasal dari sinyal yang memiliki frekuensi yang sama (co-channel interference) atau frekuensi yang dekat (adjacent channel interference). Faktor umum yang menyebabkan interferensi termasuk ketidaksempurnaan pada pemancar, perangkat listrik, dan distribusi frekuensi yang kurang ideal. Interferensi dapat mengurangi rasio Signal to Interference and Noise Ratio (SINR), yang berdampak pada menurunnya kualitas suara dan data dalam komunikasi seluler.
Sumber: https://media.neliti.com/media/publications/204980-analisis-potensi-interferensi-sistem-lte.pdf?utm_source=chatgpt.com
### 9.2 Fading

Fading merupakan fenomena perubahan daya sinyal yang diterima disebabkan oleh perbedaan jalur propagasi gelombang radio. Multipath fading terjadi saat sinyal melewati berbagai rute dari pemancar ke penerima, yang disebabkan oleh pantulan, difraksi, dan hamburan dari objek seperti bangunan atau pohon. Fading dapat dibagi menjadi flat fading, yang disebabkan oleh variasi indeks bias atmosfer mengikuti kontur bumi, dan atmospheric multipath fading, yang timbul akibat adanya lapisan-lapisan atmosfer. Fading dapat mengakibatkan menurunnya kualitas sinyal, seperti distorsi suara atau penurunan laju data.
Sumber: https://www.academia.edu/32262913/Antisipasi_Pengaruh_Pemudaran_Gelombang_Fading_pada_Transmisi_Gelombang_Mikro_Digital_dengan_Space_Diversity_dan_Frequency_Diversity?utm_source=chatgpt.com
### 9.3 Noise
Noise merupakan sinyal acak yang tidak diinginkan yang bercampur dengan sinyal informasi, mengakibatkan penurunan kualitas komunikasi. Sumber noise dapat berasal dari alam ataupun manusia. Peristiwa alam seperti kilat, ledakan, bahkan medan magnet bumi dapat menyebabkan interfrensi dalam telekomunikasi.
Sumber: https://e-jurnal.pnl.ac.id/TEKTRO/article/viewFile/3862/3020?utm_source=chatgpt.com
---
## 10. Overview 2G (GSM, CDMA)
### 10.1 GSM (Global System for Mobile Communication)

#### 10.1.1Arsitektur
GSM memiliki struktur yang terdiri dari beberapa elemen utama:
##### 10.1.1.1 Mobile Station (MS)
* Alat pengguna (ponsel)
* Kartu SIM yang menyimpan data pengguna
##### 10.1.1.2 Base Station Subsystem (BSS)
* Base Transceiver Station (BTS): Menangani transmisi radio
* Base Station Controller (BSC): Mengontrol beberapa BTS
##### 10.1.1.3 Subsystem for Network Switching (NSS)
* Mobile Switching Center (MSC): Mengatur routing panggilan
* Home Location Register (HLR): Database pelanggan tetap
* Visitor Location Register (VLR): Database pelanggan sementara
* Authentication Center (AuC): Keamanan jaringan
* Equipment Identity Register (EIR): Database IMEI
#### 10.1.2 Bandwidth dan Modulasi
##### 10.1.2.1 Bandwidth per kanal: 200 kHz
##### 10.2.2 Modulasi: GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying)
* Efisien dalam pemakaian bandwidth
* Ketahanan terhadap gangguan
* Kecepatan data: 270,833 kbps (saluran penuh)
#### 10.1.3 Frequency Band
* Uplink frequency: 890-915 MHz
* Downlink frequency range: 935-960 MHz
* Separation duplex: 45 MHz
* Band tambahan: 1800 MHz (DCS1800)
#### 10.1.4 Multiple Access
GSM memanfaatkan perpaduan:
##### 10.1.4.1 FDMA (Frequency Division Multiple Access))
* Membagi rentang frekuensi menjadi sejumlah kanal
##### 10.1.4.2 TDMA (Time Division Multiple Access)
* Setiap saluran frekuensi terpisah menjadi 8 slot waktu.
* Setiap pengguna mendapat satu time slot
Sumber: https://www.etsi.org/technologies/mobile/2g
---
### 10.2 CDMA (Code Division Multiple Access)

#### 10.2.1 Arsitektur
Arsitektur CDMA mencakup:
#### 10.2.1.1 Mobile Station (MS)
* Handset CDMA
* ESN (Electronic Serial Number) tersemat di handset
#### 10.2.1.2 Base Station Subsystem
* BTS CDMA
* BSC CDMA
#### 10.2.1.3 Mobile Switching Center (MSC)
* Switching dan routing
* Interface dengan jaringan lain
* Database pelanggan dan autentikasi
### 10.2.2 Bandwidth dan Modulasi
#### 10.2.2.1 Bandwidth: 1.25 MHz per carrier
#### 10.2.2.2 Modulasi:
* QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) untuk downlink
* OQPSK (Offset QPSK) untuk uplink
* Kecepatan data: hingga 153.6 kbps
### 10.2.3 Frequency Band
* Cellular Band: 824-849 MHz (uplink), 869-894 MHz (downlink)
* PCS Band: 1850-1910 MHz (uplink), 1930-1990 MHz (downlink)
### 10.2.4 Multiple Access
CDMA menggunakan:
#### 10.2.4.1 Spread Spectrum Technology
* Setiap pengguna memiliki kode unik (Walsh code)
* Memungkinkan banyak pengguna berbagi frekuensi yang sama
#### 10.2.4.2 Power Control
* Kontrol daya yang ketat untuk mengurangi interferensi
#### 10.2.4.3 Soft Handoff
* Koneksi simultan dengan beberapa BTS
### 10.3 Perbandingan Utama GSM vs CDMA
#### 10.3.1 Kapasitas Jaringan
* CDMA: Kapasitas lebih tinggi (3-4 kali lipat GSM)
* GSM: Kapasitas terbatas oleh jumlah time slot
#### 10.3.2 Kualitas Suara
* CDMA: Kualitas suara lebih baik dan konsisten
* GSM: Kualitas suara bervariasi tergantung interferensi
#### 10.3.3 Cakupan
* CDMA: Cakupan sel lebih besar
* GSM: Memerlukan lebih banyak BTS untuk cakupan yang sama
#### 10.3.4 Implementasi
* GSM: Lebih mudah diimplementasikan dan lebih populer global
* CDMA: Implementasi lebih kompleks tapi lebih efisien
Sumber: https://www.etsi.org/technologies/mobile/2g
---
## 11. Overview Teknologi 3G (UMTS/WCDMA)

### 11.1 Arsitektur UMTS
UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) menggunakan arsitektur yang terdiri dari tiga domain utama:
#### 11.1.1 User Equipment (UE) Domain
* Mobile Equipment (ME)
* USIM (Universal Subscriber Identity Module)
#### 11.1.2 UTRAN (UMTS Terrestrial Radio Access Network)
* Node B (equivalent to BTS in 2G)
* RNC (Radio Network Controller)
#### 11.1.3 Core Network (CN)
* MSC (Mobile Switching Centre)
* SGSN (Serving GPRS Support Node)
* GGSN (Gateway GPRS Support Node)
### 11.2 Bandwidth
Carrier bandwidth: 5 MHz
Chip rate: 3.84 Mcps
Data rate: up to 2 Mbps (Release 99)
* HSDPA: up to 14.4 Mbps (Release 5)
* HSUPA: up to 5.76 Mbps (Release 6)
* HSPA+: up to 42 Mbps (Release 7/8)
### 11.3 Modulasi
* Uplink: BPSK (Binary Phase Shift Keying)
* Downlink: QPSK (Quadrature Phase Shift Keying)
* HSDPA: 16QAM/64QAM
* HSUPA: 16QAM
### 11.4 Frequency Band
**Paired Bands (FDD Mode)**
* Uplink: 1920-1980 MHz
* Downlink: 2110-2170 MHz
* Band separation: 190 MHz
**Unpaired Bands (TDD Mode)**
* 1900-1920 MHz
* 2010-2025 MHz
### 11.5 Multiple Access
WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) menggunakan:
* Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
* Spreading factor: 4 to 512
* Scrambling codes for cell separation
* Variable spreading factor (VSF) for different services
Soft handover capability
Sumber: https://www.etsi.org/technologies/mobile/3g
---