# *Best practice* penyuntingan INSAN JPKM
###### tags: `impromptu`, `INSAN`
## :memo: Apa yang harus disunting?
### Langkah 1: Cek kesesuaian naskah dengan _template_
- [x] *Header*nya sudah sesuai *template*
- [x] Identitas penulis lengkap (ada nama dan institusi)
- [x] [Khusus untuk naskah S1] *corresponding author* adalah dosen pembimbing skripsi
- [x] Buang semua kutipan di abstrak
- [x] Periksa apakah abstrak bahasa Inggris ditulis dengan baik [kalau tidak, perbaiki aja bahasa Indonesianya, lalu masukkan ke Google Translate]
- [x] Masukkan identitas naskah (volume, bulan, nomor, dan tahun sesuai dengan klasifikasi di Trello)
- [x] Pastikan *font*, *spacing*, dan *indentation* sudah sesuai dengan *template*
- [x] Masukkan DOI dengan format **10.20473/jpkm.v(berapa)i(berapa)(tahun).(nomor halaman)** :arrow_forward: untuk nomor halaman dikosongi dulu aja
- [x] Saltik dan salah eja telah diperiksa
- [x] Tabel dipresentasikan dengan benar (tanpa garis vertikal)
- [x] Tidak menggunakan *pie chart* (kalau ada penulis yang menggunakan ini, minta mereka mengganti dengan histogram)
:rocket:
### Langkah 2: Pemeriksaan referensi :book:
Setelah penyuntingan format struktur selesai, kemudian yang dilakukan adalah menyesuaikan kutipan di naskah dengan daftar referensi.
==Yang perlu diperhatikan==
1. Kalau di naskah ada, sedangkan di referensi tidak ada, maka editor dapat **mencari referensi tersebut dengan Google Scholar**.
2. Supaya tidak menghabiskan waktu, apabila referensi tsb sudah ketemu di Google Scholar, maka tinggal klik opsi **kutip** (lihat tanda " di bawah hasil pencarian), kemudian salin-tempel yang format APA.
3. Kalau di naskah tidak ada, tetapi di daftar referensi ada, maka referensi tersebut dihapus aja dari daftar referensi.
:pencil2:
### Langkah 3: Cek hasil statistik dan kutipan wawancara! :1234:
Cek apakah hasil statistik atau kutipan wawancara dipresentasikan dengan baik.
1. Contoh penulisan korelasi
> ...analisis korelasi menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi akademik berkorelasi kuat (*r*(130)=0.56, *p*<.05)..
:loudspeaker: 130 adalah jumlah sampel, *p* adalah taraf signifikansi
2. Contoh penulisan t-test
> ...setelah dilakukan uji *t* diketahui bahwa terdapat perbedaan (*t*(35)=4.5, *p*=.049) antara kelompok eksperimen (*M*=34, *SD*=3.6) dengan kelompok kontrol (*M*=39, *SD*=4.2)...
:loudspeaker: 35 adalah jumlah sampel
3. Contoh penulisan regresi
> ...setelah dilakukan uji regresi (*F*(2, 108)=90, *p*<.05), diketahui bahwa motivasi (*B*=0.34, *SE*=0.25, *t*=2.34, *p*<.05) berdampak pada prestasi akademik...
:loudspeaker: 2, 35 adalah df1 dan df2 :arrow_forward: lihat *output* SPSSnya ada di tabel ANOVA
:mailbox_with_mail:
### Langkah 4: Memberikan komentar
1. Karena INSAN membutuhkan bukti *review*, maka mohon editor untuk **menyalakan *tracking changes***, kemudian versi ***file* dengan *tracking changes* yang masih aktif diunggah di Trello** (sebagai bukti *review*), kemudian berikan 1-2 komentar pada naskah, sebelum diunggah di Trello
2. Pastikan komentar dibuat **secara anonim**, [klik disini](https://wordribbon.tips.net/T010222_Making_Sure_Changes_and_Comments_are_Anonymous.html) untuk mengetahui bagaimana caranya
### Langkah 5: Penyelarasan akhir
- [x] Hubungi penulis menggunakan email **insan@psikologi.unair.ac.id pass: insan@psikologi2016** dan minta mereka untuk merevisi dan memberikan _approval_ selambatnya 2 minggu (kalau lewat dari dua minggu, maka penerbitan dibatalkan)
- [x] Pastikan naskah yang dikirimkan ke penulis adalah yang **versi bersih tanpa *track changes***
- [x] Apabila naskah sudah dikirim ke penulis, mention Amel di Trello (tidak perlu menunggu balasan *approval* dari penulis)
- [x] Kalau penulis :ok: dan Amel :ok: maka unggah versi final dan disimpan di Trello