# [Aisyah's] Tracklist Dashboard Section 2
---
## Aisyah's Information
Nama : Siti Aisyah Husnul Hatimah Putri
NIM : 1101223100
Email : stasyhhhp@gmail.com
---
# 1. Overview of 4G (LTE, LTE-A)
## 1.1 LTE
Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi generasi keempat (4G) yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP). LTE merupakan kelanjutan dari teknologi generasi ketiga (3G) WDCMA-UMTS. Teknologi ini telah sukses diuji cobakan secara komersial sejak tahun 2009 dan diharap menjadi standar evolusi komunikasi data pita lebar bergerak untuk dasawarsa mendatang. Semenjak Desember 2007, 3GGP melakukan studi kelayakan untuk LTE dengan mengeluarkan Release-7. Akhirnya konsep LTE terbentuk pada 2008 dengan dikeluarkannya Realase-8.
Pada LTE kecepatan transfer data mencapai 100Mbps pada sisi downlink dan 50Mbps pada sisi uplink. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perkembangan 3GPP dari release 99 hingga release 8.

## 1.2 LTE-A
4G LTE Advanced disebut juga dengan 4G+ yang merupakan perbedaan yang signifikan dibanding dengan 4G LTE biasa. Perbedaan mendasar dari 4G LTE dan LTE Advanced terletak pada kecepatan dan juga kestabilan. Jika 4G LTE di klaim yang menawarkan kecepatan sampai 150 Mbps, LTE Advanced disebut mampu menghadirkan kecepatan hingga 300Mbps.

#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://core.ac.uk/download/pdf/229876092.pdf
* https://fit.labs.telkomuniversity.ac.id/pengertian-dan-kategori-4g-lte-advanced/#:~:text=4G%20LTE%20Advanced%20disebut%20juga%20dengan%204G%2B%20yang,LTE%20Advanced%20disebut%20mampu%20menghadirkan%20kecepatan%20hingga%20300Mbps.
---
# 2. 3GPP Release 8-14
3GPP (3rd Generation Partnership Project) adalah organisasi standarisasi global yang bertanggung jawab untuk mengembangkan spesifikasi teknis untuk evolusi jaringan seluler. Release 8 hingga Release 14 adalah serangkaian spesifikasi yang dihasilkan oleh 3GPP untuk memperbarui dan meningkatkan teknologi jaringan seluler 3G (Generasi Ketiga) dan 4G (Generasi Keempat). Berikut adalah gambaran singkat tentang 3GPP Release 8 hingga Release 14:
### 2.1 Release 8 (LTE)
Dirilis pada 2008, Release 8 memperkenalkan teknologi LTE (Long-Term Evolution). LTE membawa peningkatan signifikan dalam kecepatan data, kapasitas jaringan, dan efisiensi spektrum dibandingkan dengan teknologi 3G sebelumnya.
### 2.2 Release 9
Dirilis pada 2009, Release 9 melibatkan peningkatan pada LTE dan juga memperkenalkan konsep Dual-Cell HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access), yang memungkinkan penggabungan dua sel jaringan untuk meningkatkan kecepatan unduh.
### 2.3 Release 10
Dirilis pada 2011, Release 10 memperkenalkan fitur-fitur seperti Carrier Aggregation (penggabungan frekuensi untuk meningkatkan kecepatan), MIMO (Multiple Input, Multiple Output), dan teknologi LTE-Advanced.
### 2.4 Release 11
Dirilis pada 2012, Release 11 menghadirkan peningkatan lebih lanjut pada LTE-Advanced, termasuk fitur-fitur seperti Coordinated Multipoint (CoMP) dan Relay, yang meningkatkan kinerja jaringan dan cakupan.
### 2.5 Release 12
Dirilis pada 2014, Release 12 terus mengembangkan fitur LTE-Advanced, termasuk pengembangan pada Carrier Aggregation dan MIMO. Release ini juga memperkenalkan konsep HetNet (Heterogeneous Networks) untuk meningkatkan kapasitas jaringan.
### Release 13
Dirilis pada 2016, Release 13 membawa inovasi seperti Enhanced Voice Services (EVS) untuk meningkatkan kualitas suara, serta mendukung Internet of Things (IoT) dengan fitur Narrowband IoT (NB-IoT).
### Release 14
Dirilis pada 2017, Release 14 terus fokus pada pengembangan IoT dengan menambahkan fitur-fitur seperti LTE-M (Machine Type Communication) dan NB-IoT yang lebih canggih. Ini juga mengintegrasikan beberapa aspek teknologi 5G pada jaringan 4G.

Setiap release dari 3GPP membawa inovasi baru dan perbaikan teknis yang memungkinkan jaringan seluler berkembang seiring waktu, meningkatkan kinerja, efisiensi, dan mendukung perkembangan teknologi seluler menuju 5G dan seterusnya. Untuk Rilis 5G pertama adalah Rel-15, diluncurkan dalam tiga fase: peluncuran awal dengan dukungan untuk operasi Non-Standalone (NSA), peluncuran utama dengan dukungan untuk operasi Standalone (SA), dan peluncuran akhir. Di antara fitur utamanya adalah dukungan pita mmWave, OFDMA yang dapat diskalakan, Konektivitas Ganda (DC) dengan LTE, dukungan FDD/TDD, TTI pendek, slot mini, MIMO masif, beamforming, dan banyak lagi. 5G Core (5GC) mengadopsi Arsitektur Berbasis Layanan (SBA) dengan fungsi jaringan, layanan mikro, dan API.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://devopedia.org/3gpp-release
* https://www.3gpp.org/specifications-technologies/releases
---
# 3. LTE Flat Architecture
Arsitektur LTE Flat (Flat LTE Architecture) merujuk pada pendekatan arsitektural yang lebih sederhana dan datar dalam desain jaringan Long-Term Evolution (LTE). Konsep ini bertujuan untuk menyederhanakan struktur jaringan dan meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi jumlah lapisan fungsional yang diperlukan dalam jaringan.

Beberapa karakteristik dan komponen utama dalam arsitektur LTE Flat mencakup:
1. E-UTRAN (Evolved Universal Terrestrial Radio Access Network): Ini adalah bagian nirkabel dari jaringan LTE yang mencakup stasiun basis (eNodeB) dan terminal pengguna (UE atau User Equipment). Dalam konsep arsitektur flat, eNodeB berperan sebagai simpul inti yang memiliki lebih banyak kontrol terhadap fungsi-fungsi jaringan.
2. EPC (Evolved Packet Core): EPC adalah inti dari jaringan LTE, dan dalam arsitektur flat, beberapa fungsi dan simpul dalam EPC dapat disatukan untuk mengurangi kompleksitas. EPC mencakup fungsi-fungsi seperti MME (Mobility Management Entity), SGW (Serving Gateway), PGW (PDN Gateway), dan HSS (Home Subscriber Server).
3. Fungsi Terpadu: Arsitektur flat LTE mencoba untuk mengintegrasikan beberapa fungsi ke dalam simpul yang sama atau fungsi yang lebih terpadu. Misalnya, beberapa fungsi kontrol dan perutean yang mungkin ada dalam EPC dapat disederhanakan dan diintegrasikan ke dalam eNodeB.
4. Efisiensi dan Keterbukaan: Dengan menyederhanakan arsitektur, desain flat LTE bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keterbukaan jaringan. Ini dapat menghasilkan pengurangan beban sinyalisasi, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk mendukung aplikasi dan layanan yang lebih canggih.
5. Fleksibilitas Skala: Arsitektur flat memungkinkan fleksibilitas dalam penyesuaian ukuran jaringan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk meningkatkan kapasitas atau menyesuaikan dengan perubahan lalu lintas jaringan.
Meskipun konsep arsitektur flat memberikan sejumlah keuntungan dalam hal efisiensi dan fleksibilitas, tetap perlu dicatat bahwa desain ini juga dapat membawa tantangan tertentu, terutama terkait dengan pengelolaan dan koordinasi jaringan. Bagi operator seluler, pemilihan antara arsitektur flat atau hierarkis bergantung pada kebutuhan spesifik dan strategi bisnis mereka.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
Sumber:
* https://ns3simulation.com/ns3-lte-simulation/lte-architecture-2/
* https://www.artizanetworks.com/resources/tutorials/sae_tec.html
---
# 4. MIMO
MIMO (Multipath Input Multipath Output) merupakan teknologi antena radio karena menggunakan beberapa antena pada pemancar dan penerima untuk memungkinkan berbagai jalur sinyal untuk membawa data, memilih jalur terpisah untuk setiap antena untuk memungkinkan beberapa jalur sinyal digunakan.

### Jenis-Jenis MIMO
Ada dua jenis MIMO, yaitu:
#### *1. Spatial multiplexing MIMO*
Spatial multiplexing MIMO menggunakan beberapa antena untuk mengirimkan beberapa aliran data secara simultan. Hal ini dapat meningkatkan kapasitas jaringan dengan memungkinkan lebih banyak pengguna untuk menggunakan jaringan secara bersamaan.
#### *2. Spatial diversity MIMO*
Spatial diversity MIMO menggunakan beberapa antena untuk meningkatkan jangkauan jaringan dan mengurangi gangguan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengirimkan data melalui beberapa antena yang berbeda. Jika satu antena mengalami gangguan, data dapat dikirim melalui antena lain.
### Teknologi MIMO dalam LTE
LTE menggunakan teknologi MIMO untuk meningkatkan kinerja jaringan. LTE mendukung hingga 8×8 MIMO, yang berarti menggunakan 8 antena untuk mengirimkan dan menerima data. Teknologi MIMO dalam LTE dapat meningkatkan kapasitas jaringan hingga 4 kali lipat.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://www.electronics-notes.com/articles/antennas-propagation/mimo/what-is-mimo-multiple-input-multiple-output-wireless-technology.php
---
# 5. OFDM, OFDMA, SC-FDMA
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing), OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access), dan SC-FDMA (Single Carrier Frequency Division Multiple Access) adalah teknologi yang digunakan dalam komunikasi nirkabel, terutama dalam jaringan seluler seperti LTE dan 5G.
### 5.1 OFDM
Orthogonal Frekuensi Division Multiplexing (OFDM) adalah skema modulasi multi-carrier digital yang memperluas konsep modulasi subcarrier tunggal dengan menggunakan beberapa subcarrier dalam saluran tunggal yang sama. Setiap subcarrier dimodulasi dengan skema modulasi digital konvensional (seperti QPSK, 16QAM, dll.) pada kecepatan simbol rendah. Namun, kombinasi dari banyak subcarrier memungkinkan kecepatan data serupa dengan skema modulasi single-carrier konvensional dalam bandwidth yang setara.
Skema OFDM berbeda dari FDM tradisional dalam beberapa hal yang saling terkait berikut ini:
1. Beberapa pembawa (disebut subcarrier) membawa aliran informasi
2. Subcarriernya ortogonal satu sama lain
3. Interval penjaga ditambahkan ke setiap simbol untuk meminimalkan penyebaran penundaan saluran dan interferensi antar simbol.
Gambar berikut mengilustrasikan konsep utama sinyal OFDM dan hubungan antara domain frekuensi dan waktu. Dalam domain frekuensi, beberapa nada atau subcarrier yang berdekatan masing-masing dimodulasi secara independen dengan data yang kompleks. Transformasi FFT terbalik dilakukan pada subcarrier domain frekuensi untuk menghasilkan simbol OFDM dalam domain waktu. Kemudian pada domain waktu disisipkan guard interval di antara masing-masing simbol untuk mencegah interferensi antar simbol pada penerima yang disebabkan oleh penyebaran penundaan multi-jalur pada saluran radio. Beberapa simbol dapat digabungkan untuk membuat sinyal burst OFDM akhir. Pada penerima, FFT dilakukan pada simbol OFDM untuk memulihkan bit data asli.

## 5.2 OFDMA
OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access) merupakan teknik multiple access yang dikembangkan dari teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Namun OFDMA memiliki perbedaan dengan OFDM, OFDM bukan merupakan teknik multiple access melainkan suatu teknik modulasi yang menciptakan banyak aliran data agar dapat digunakan oleh user yang berbeda, sedangkan OFDMA merupakan teknik multiple access yang memungkinkan banyak pengguna berbagi dalam bandwidth yang sama.
Dalam sistem OFDM (Orthogonal Frekuensi Division Multiplexing) bandwidth asli dibagi lagi menjadi beberapa subcarrier. Masing-masing subcarrier ini dapat dimodulasi secara individual. Biasanya dalam sistem OFDM kita dapat memiliki ratusan subcarrier dengan jarak konten di antara mereka (15KHz pada kasus LTE). Karena beberapa subcarrier di OFDM ditransmisikan secara paralel, masing-masing subcarrier dapat ditransmisikan dengan simbol rate yang lebih rendah. Hal ini meningkatkan ketahanan teknologi untuk kondisi propagasi seluler.
Rantai untuk menghasilkan sinyal OFDM dimulai dengan melumpuhkan simbol-simbol yang perlu ditransmisikan, setelah itu dimodulasi (dalam LTE modulasinya dapat berupa QPSK, 16AQM, 64QAM). Mereka digunakan sebagai pita masukan untuk operasi transformasi Fourier cepat terbalik. Operasi ini menghasilkan simbol OFDM yang akan dikirimkan. Perhatikan bahwa konversi dari domain frekuensi ke domain waktu dilakukan ketika IFFT digunakan. Namun, sebelum transmisi, awalan siklik disertakan dalam simbol OFDM untuk menghindari interferensi antarsimbol. Awalan siklik di LTE ini memiliki 5.2us pada simbol pertama, 4.7us untuk simbol lainnya, dan awalan siklik yang diperluas untuk sel yang lebih besar.
Di sisi penerima sistem OFDMA kita mengharapkan operasi FFT yang akan mengkonversi simbol ke domain frekuensi lagi.
Perbedaan utama antara sistem OFDM dan sistem OFDMA (Ortogonal Frekuensi Divisi Multiple Access) jika faktanya dalam OFDM pengguna dialokasikan pada domain waktu saja sedangkan menggunakan sistem OFDMA pengguna akan dialokasikan berdasarkan waktu dan frekuensi. Hal ini berguna untuk LTE karena memungkinkan untuk mengeksploitasi penjadwalan ketergantungan frekuensi. Misalnya, ada kemungkinan untuk mengeksploitasi fakta bahwa pengguna 1 mungkin memiliki kualitas tautan radio yang lebih baik pada area bandwidth tertentu dari bandwidth yang tersedia.

## 5.3 SC-FDMA
SC-FDMA (Singe Carrier FDMA) adalah versi khusus dari teknik akses ganda berbasis OFDM yang menggunakan satu operator, tidak seperti OFDMA yang menggunakan banyak operator. SC-FDMA memiliki Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) yang lebih rendah dibandingkan OFDMA dan digunakan dalam komunikasi uplink karena efisiensi dayanya, sehingga menjamin masa pakai baterai yang lebih baik untuk ponsel. Dalam SC-FDMA, simbol-simbol dikodekan terlebih dahulu oleh Discrete Fourier Transform (DFT) sebelum menerapkan Inverse Fourier Transform (IFT), yang mengurangi rasio daya puncak-ke-rata-rata.
OFDMA tidak mungkin digunakan pada uplink karena, seperti telah dijelaskan sebelumnya, OFDMA menyajikan Rasio Daya Puncak-ke-rata-rata yang tinggi. SC-FDMA (Singe Carrier FDMA) menghadirkan keuntungan dari multiplexing operator tunggal karena memiliki Rasio Daya Puncak-ke-rata-rata yang lebih rendah. Pada SC-FDMA sebelum menerapkan IFFT, simbol-simbol dikodekan terlebih dahulu oleh DFT (Discrete Fourier Transform). Dengan cara ini setiap subcarrier setelah de IFFT akan berisi bagian dari setiap simbol. Melihat gambar di bawah ini kita dapat melihat perbedaan antara SC-FDMA dan OFDMS. Selain itu, dapat diketahui bahwa interferensi antarsimbol akan berkurang karena semua subcarrier pada periode waktu tertentu mewakili simbol yang sama.

###### Gambar Perbandingan OFDMA & SC-FDMA
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://commsbrief.com/difference-between-ofdm-ofdma-and-sc-fdma-in-4g-lte/
* http://fakhriyhario.lecture.ub.ac.id/2012/03/ofdma-orthogonal-frequency-division-multiple-access/
* https://www.researchgate.net/figure/QPSK-modulated-signals-in-SCFDMA-and-OFDMA_fig2_260273006
---
# 6. Cyclic Prefix
Cyclic prefix (CP) adalah teknik yang digunakan dalam sistem komunikasi untuk memitigasi efek multipath fading yang disebabkan oleh pantulan sinyal yang dikirimkan sampai ke penerima dengan penundaan waktu yang berbeda-beda. Teknik ini menambahkan interval penjaga ke awal setiap simbol yang dikirimkan, yang merupakan salinan dari bagian terakhir simbol. Cyclic prefix ini membantu mengurangi inter-symbol interference (ISI) dan inter-carrier interference (ICI) yang disebabkan oleh multipath fading.

## Dampak Multipath Fading
Multipath fading merupakan fenomena umum dalam sistem komunikasi nirkabel yang terjadi akibat pemantulan, difraksi, dan hamburan sinyal yang ditransmisikan oleh hambatan di lingkungan. Refleksi ini menyebabkan sinyal yang ditransmisikan mencapai penerima melalui beberapa jalur, dengan setiap jalur memiliki waktu tunda dan amplitudo yang berbeda. Akibatnya, sinyal yang diterima merupakan kombinasi dari beberapa salinan sinyal yang ditransmisikan dengan waktu tunda dan amplitudo yang berbeda. Hal ini dapat menyebabkan distorsi pada sinyal yang diterima, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam decoding data yang dikirimkan.
ISI dan ICI adalah dua efek utama dari multipath fading. ISI terjadi ketika salinan tertunda dari sinyal yang dikirimkan tumpang tindih dengan simbol-simbol berikutnya, menyebabkan interferensi di antara simbol-simbol tersebut. Hal ini mengakibatkan hilangnya informasi dan kesalahan dalam menguraikan data yang dikirimkan. ICI, sebaliknya, terjadi ketika frekuensi sinyal yang diterima berubah akibat efek Doppler yang disebabkan oleh pergerakan pemancar atau penerima. Hal ini dapat menyebabkan interferensi antar sub-carrier yang berdekatan dalam domain frekuensi, yang juga dapat mengakibatkan kesalahan dalam decoding data yang dikirimkan.
### 6.1 Cara Kerja Cyclic Prefix (CP)
CP bekerja dengan cara mempekerjakan efek tunda yang dibawa oleh kanal. Ketika sinyal OFDM melewati kanal, sinyal akan mengalami tunda. Tunda ini akan menyebabkan sinyal subcarriers yang berbeda saling bertumpuk. CP digunakan untuk menghilangkan tumpukan ini.
Pada saat penerima, CP akan dihapus dari sinyal OFDM yang diterima. Kemudian, sinyal subcarriers akan di-demodulasi. Dengan menghapus CP, sinyal subcarriers akan dipulihkan ke bentuk aslinya.
### 6.2 Manfaat Cyclic Prefix
* Untuk mengurangi efek multipath fading dengan menambahkan interval penjaga di awal setiap simbol yang dikirimkan.
* Untuk mengurangi ISI dan ICI dengan memberikan transisi yang mulus antara simbol-simbol yang berdekatan dalam domain frekuensi
* Dapat meningkatkan efisiensi spektral sistem karena memungkinkan kecepatan data yang lebih tinggi untuk ditransmisikan melalui bandwidth yang sama
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://www.telecomtrainer.com/cp-cyclic-prefix/
* https://i.ytimg.com/vi/HKFdmEKEoeQ/maxresdefault.jpg
---
# 7. Adaptive Modulation (LTE)
Adaptive modulation atau modulasi adaptif adalah teknik yang memungkinkan radio mengubah kecepatannya seiring perubahan kondisi jaringan radio.
Interferensi dari sumber luar, seperti perubahan lingkungan (suhu, dedaunan pohon, benda bergerak) semuanya mempengaruhi jangkauan radio. Jika radio menggunakan tingkat modulasi yang lebih tinggi dan merasakan interferensi apa pun melalui sinyal yang diterimanya dari radio lain dalam jaringan, radio tersebut akan secara otomatis menurunkan laju modulasinya (misalnya dari 256QAM menjadi 64QAM atau 16QAM).
Memperlambat laju modulasi (yang mengakibatkan pengiriman lebih sedikit data pada satu waktu) memberikan kemungkinan lebih besar bahwa data akan lebih kebal terhadap pengaruh gangguan luar. Oleh karena itu, hal ini meningkatkan kemungkinan keberhasilan transmisi data.

## Manfaat Adaptive Modulation
Adaptive modulation sangat penting dalam jaringan yang membutuhkan keandalan tinggi. Jaringan radio yang menggabungkan modulasi adaptif memiliki keuntungan utama karena hanya radio yang mengalami perubahan jangkauan atau interferensi yang akan menurunkan laju modulasi sebagai responsnya. Radio lainnya dalam sistem akan terus beroperasi pada tingkat modulasi setinggi mungkin.
Dengan bekerja secara independen satu sama lain, kondisi jaringan yang terisolasi memiliki dampak yang lebih kecil terhadap sistem secara keseluruhan, sehingga menciptakan keandalan yang lebih tinggi untuk operasi yang sangat penting.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://ubiikmimomax.com/about-us/our-technologies/what-is-adaptive-modulation/
---
# 8. LTE Resource Block
Resource Block adalah adalah unit sumber daya terkecil yang dialokasikan kepada pengguna. Blok sumber daya memiliki panjang 1 slot dan lebar frekuensi 180 kHz.
Multipleks beberapa pengguna baik dalam waktu dan frekuensi, bersama dengan pilot dan sinyal kontrol. Bidang frekuensi waktu dibagi menjadi beberapa bagian = unit alokasi sumber daya minimum.
Penggandaan lalu lintas dilakukan dengan mengalokasikan sejumlah potongan tertentu kepada setiap pengguna tergantung pada kecepatan data/geometrinya.

RB terdiri dari dua komponen utama, yaitu:
1. Subcarriers
Subcarriers adalah unit dasar frekuensi dalam LTE. Satu RB terdiri dari 12 subcarriers, yang masing-masing memiliki bandwidth 15 kHz.
2. Slots
Slots adalah unit dasar waktu dalam LTE. Satu RB terdiri dari satu slot, yang memiliki durasi 1 ms.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://teletopix.org/4g-lte/resource-block-physical-resource-block-in-lte/
---
# 9. Handover in LTE
Handover dalam LTE (Long-Term Evolution) mengacu pada proses mentransfer sesi komunikasi yang sedang berlangsung dari satu base station lainnya tanpa mengganggu sesi tersebut. Handover diperlukan dalam LTE untuk menjaga koneksi mulus saat perangkat seluler bergerak melalui area atau sel berbeda dalam jaringan.

### Jenis-jenis Handover di LTE:
1. Intra-Frequency Handover
Handover Intra-Frekuensi adalah jenis handover spesifik yang terjadi dalam pita frekuensi atau operator yang sama di jaringan LTE.
2. Inter-Frequency Handover
Inter-Frequency Handover adalah jenis handover yang terjadi antara pita frekuensi atau operator berbeda dalam jaringan LTE. Ini melibatkan transfer sesi komunikasi yang sedang berlangsung dari sel yang beroperasi pada satu pita frekuensi ke sel yang beroperasi pada pita frekuensi berbeda. Event A4 dan A5 yang digunakan untuk handover Inter-Frekuensi LTE
3. Inter-Technology Handover
Inter-RAT (Radio Access Technology) Handover, juga dikenal sebagai Inter-Technology Handover, terjadi ketika perangkat seluler perlu beralih di antara teknologi akses radio yang berbeda, seperti LTE (Long-Term Evolution), 3G (UMTS), 2G (GSM ), atau bahkan teknologi non-seluler seperti Wi-Fi. Ini melibatkan transisi dari satu jaringan menggunakan teknologi tertentu ke jaringan lain menggunakan teknologi berbeda. Event B1 dan B2 yang digunakan untuk serah terima I-RAT.NodeB) ke base station lainnya tanpa mengganggu sesi tersebut. Handover diperlukan dalam LTE untuk menjaga koneksi mulus saat perangkat seluler bergerak melalui area atau sel berbeda dalam jaringan.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://techlteworld.com/handover-in-lte/
* https://s3.amazonaws.com/cdn.freshdesk.com/data/helpdesk/attachments/production/14013894324/original/EFOIno_CAyucuHUNwxYGkZMOu60PgD2KIw.JPG?1490938537
---
# 10. LTE Channels (Physical, Logic, Transport)
Arus informasi antara lapisan protokol yang berbeda dikenal sebagai saluran (Channels). Ini digunakan untuk memisahkan berbagai jenis data dan memungkinkannya diangkut melintasi lapisan yang berbeda. Saluran-saluran ini menyediakan antarmuka ke setiap lapisan dalam tumpukan protokol LTE dan memungkinkan pemisahan data yang teratur dan jelas.
## 10.1 Physical Channels
Saluran-saluran ini juga berada pada arah downlink dan arah uplink. Jadi kita dapat membaginya menjadi saluran Fisik Downlink dan Saluran Fisik uplink. Berdasarkan data dan pesan sinyal yang dibawa pada saluran fisik di LTE, selanjutnya kita dapat diklasifikasikan sebagai: Saluran Data Fisik (DL, UL) dan Saluran Kontrol Fisik (DL,UL).
#### 10.1.1 Downlink Physical Channel
* Physical Broadcast Channel (PBCH)
* Physical Control Format Indicator Channel (PCFICH)
* Physical Downlink Control Channel (PDCCH)
* Physical Hybrid ARQ Indicator Channel (PHICH)
#### 10.1.2 Uplink Physical Channel
Physical Uplink Control Channel (PUCCH)
Physical Uplink Shared Channel (PUSCH)
Physical Random Access Channel (PRACH)
## 10.2 Logic Channels
Logic Channels menentukan jenis informasi apa yang ditransfer. Saluran ini menentukan layanan transfer data yang ditawarkan oleh lapisan MAC. Data dan pesan sinyal dibawa pada saluran logis antara lapisan RLC dan MAC.
Saluran logis selanjutnya dapat dibagi menjadi dua kategori sebagai saluran kontrol dan saluran lalu lintas. saluran kontrol membawa pesan sinyal di bidang kontrol dan dapat berupa saluran umum atau saluran khusus. Saluran umum berarti umum untuk semua pengguna dalam sel (Titik ke multipoint) sedangkan Saluran khusus berarti saluran hanya dapat digunakan oleh satu pengguna (Titik ke Titik). Saluran lalu lintas membawa data di bidang pengguna, sedangkan saluran kontrol logis membawa pesan sinyal di bidang kontrol.
#### 10.2.1 Downlink Logical Channel
Control channels:
* Broadcast Control Channel (BCCH)
* Paging Control Channel (PCCH)
* Common Control Channel (CCCH)
* Dedicated Control Channel (DCCH)
* Multicast Control Channel (MCCH)
Traffic Channel:
* Dedicated Traffic channel (DTCH)
* Multicast Traffic Channel (MTCH)
#### 10.2.2 Uplink Logical Channel
Common Control Channel (CCCH)
Dedicated Control Channel (DCCH)
Dedicated Traffic channel (DTCH)
## 10.3 Transport Channels
Transport Channels menentukan bagaimana dan dengan jenis karakteristik apa data ditransfer ke lapisan fisik. Data dan pesan sinyal dibawa pada saluran transport antara MAC dan lapisan fisik.
#### 10.3.1 Downlink Transport Channels
* Broadcast Channel (BCH)
* Downlink Shared Channel (DL-SCH)
* Paging Channel (PCH)
* Multicast Channel (MCH)
#### 10.3.2 Uplink Transport channels
* Uplink Shared Channel (UL-SCH)
* Random Access Channel (RACH)

Seperti yang ditunjukkan, saluran logis terdiri dari dua jenis; satu membawa informasi kontrol dan yang lainnya membawa informasi lalu lintas. Ini akan dipetakan ke saluran transportasi seperti yang digambarkan pada gambar. Sisi kiri adalah pemetaan saluran downlink dan sisi kanan adalah pemetaan saluran uplink.
#### Informasi yang diambil dari sumber :
* https://www.techplayon.com/2411-2/
# 11. Performance Metrics of 4G LTE (Data Rate, Sum Rate, SE, EE)
Teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) menawarkan berbagai metrik yang penting untuk mengevaluasi kinerja jaringan. Metriks ini meliputi data rate, sum rate, spectral efficiency (SE), dan energy efficiency (EE). Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai masing-masing metrik tersebut.
## 11.1 Data Rate
Data rate mengacu pada kecepatan maksimum transfer data yang dapat dicapai oleh pengguna dalam jaringan 4G LTE. Terdapat dua jenis data rate yang sering dibahas:
#### 11.1.1 Peak Data Rate
adalah kecepatan maksimum teoritis yang dapat dicapai dalam kondisi ideal. Untuk LTE, peak data rate dapat mencapai hingga 300 Mbps untuk downlink dan 75 Mbps untuk uplink, tergantung pada kategori LTE yang digunakan (misalnya, LTE Cat4, Cat6, dll.)
#### 11.1.2. Average Data Rate
adalah kecepatan rata-rata yang dialami pengguna dalam kondisi nyata. Rata-rata kecepatan unduh di Indonesia bervariasi antara operator, dengan Telkomsel mencatat sekitar 14,4 Mbps, sedangkan operator lain seperti XL Axiata dan Smartfren memiliki kecepatan yang lebih rendah5.
## 11.2 Sum Rate
Sum rate adalah total kapasitas data yang dapat ditransfer oleh seluruh pengguna dalam satu sel atau sektor dari eNodeB (evolved Node B). Ini dihitung dengan menjumlahkan semua data rate individu dari setiap pengguna aktif. Faktor-faktor yang mempengaruhi sum rate termasuk jumlah pengguna, kualitas sinyal, dan teknik multiplexing yang digunakan.
## 11.3 Spectral Efficiency (SE)
Spectral Efficiency (SE) mengukur seberapa efisien spektrum frekuensi digunakan untuk mentransfer data. Ini dinyatakan dalam bit per detik per Hertz (bps/Hz). SE yang lebih tinggi menunjukkan bahwa lebih banyak data dapat ditransfer dalam bandwidth yang sama. Dalam jaringan LTE, SE biasanya berkisar antara 1 hingga 5 bps/Hz tergantung pada kondisi jaringan dan teknik modulasi yang digunakan (seperti QPSK atau 64QAM)24.
## 11.4 Energy Efficiency (EE)
Energy Efficiency (EE) mengacu pada jumlah data yang dapat ditransfer per unit energi yang digunakan. Ini menjadi semakin penting dengan meningkatnya kebutuhan akan jaringan berkelanjutan dan ramah lingkungan. EE diukur dalam bit per Joule (bit/J). Jaringan LTE dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dibandingkan dengan generasi sebelumnya, sehingga memungkinkan lebih banyak pengguna untuk terhubung tanpa meningkatkan konsumsi energi secara signifikan.
#### Informasi yang diambil dari sumber
* https://ejournal.uksw.edu/aiti/article/download/3626/1465/14418