# [Aisyah's] Tracklist Dashboard Section 1 --- ## Aisyah's Information Nama : Siti Aisyah Husnul Hatimah Putri NIM : 1101223100 Email : stasyhhhp@gmail.com --- ## 1. Standardization (Telecom) Standarisasi sistem telekomunikasi dilakukan oleh lembaga yang secara khusus menangani masalah-masalah yang terkait dengan telekomunikasi. Pada dasarnya adanya standar tersebut adalah untuk mengatur sistem telekomunikasi baik yang menyangkut penggunaan frekuensi, alokasi pengaturan tempat, kanal dan sebagainya. Pengaturan itu dimuat dalam bentuk perundang-undangan. Contohnya kalau di Indonesia adalah Undang-undang Telekomunikasi nomor 36 tahun 1999 yang telah disahkan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 8 September 1999. Dalam undang-undang tersebut yang diatur di antaranya adalah tentang penyelenggaraan telekomunikasi, perizinan, perangkat telekomunikasi, spektrum frekuensi radio dan orbit satelit serta pengamanan telekomunikasi dan sebagainya. Lebih lanjut yang mengatur pertelekomunikasian di Indonesia dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Standarisasi dalam bidang telekomunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting. Sekarang ini dikenal ada badan-badan atau organisasi yang menangani masalah standarisasi, yaitu: standarisasi tingkat nasional, regional, dan internasional. Perkembangan standardisasi saat ini semakin cepat dan memegang peranan penting pada era modernisasi (Henson, 2008 ; Mangelsdorf, 2011; Susanto et al., 2017). Dengan standardisasi diharapkan akan menciptakan keteraturan dalam berbagai kegiatan, terutama yang menyangkut jaminan mutu produk dan jasa dalam kegiatan perdagangan serta yang menyangkut keselamatan, keamanan dan lingkungan dalam rangka menjamin perlindungan terhadap masyarakat pengguna produk dan jasa (Mustar, 2010). Standardisasi sistem telekomunikasi dilakukan oleh lembaga yang secara khusus menangani masalah-masalah yang terkait telekomunikasi. Adanya standar tersebut adalah untuk mengatur sistem telekomunikasi, baik yang menyangkut penggunaan frekuensi, alokasi, kanal, perangkat dan lain-lain. Pengaturan itu dimuat dalam bentuk perundang-undangan. Dalam undang-undang tersebut, yang diatur di antaranya adalah tentang penyelenggaraan telekomunikasi, perizinan, perangkat telekomunikasi, spektrum frekuensi radio, orbit satelit, pengamanan telekomunikasi dan sebagainya. Sekarang ini dikenal ada badan-badan atau organisasi yang menangani regulasi standardisasi telekomunikasi antara lain : 1. ITU (International Telecommunication Union). 2. ISO (International Standardization Organization) 3. IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) 4. ANSI (American National Standards Institute) 5. TIA (Telecommunications Industry Association) 6. FCC (Federal Communications Commision) 7. ETSI (Europian Telecommunication Standardization Institute) Dalam kaitannya dengan sistem telekomunikasi di Indonesia, regulasi dibutuhkan untuk mengatur secara benar sebuah sistem telekomunikasi mengingat banyaknya pengguna dan penyelenggara jaringan telekomunikasi. Regulasi di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 01/PER/M.KOMINFO/01/2010. #### Informasi diambil dari sumber : * https://www.google.co.id/books/edition/Membuat_Operator_Seluler_5G_Sendiri/Rf8XEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=organisasi+standardisasi+telekomunikasi&pg=PA5&printsec=frontcover * https://www.bing.com/search?pglt=41&q=jurnal+tentang+standardization+telecom&cvid=3df97373f87d4434b840ca5d53b2e63d&gs_lcrp=EgRlZGdlKgYIABBFGDkyBggAEEUYOTIGCAEQABhAMgYIAhAAGEAyBggDEAAYQNIBCTM1MDI5ajBqMagCALACAA&FORM=ANNTA1&PC=ASTS --- # 2. Cellular Evolution (1G-5G) Perkembangan mobile wireless communication dapat dibagi menjadi beberapa generasi, berdasarkan teknologi yang digunakan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing generasi: ### 1G (1980-an) Sesuai namanya, 1G merupakan generasi pertama pada teknologi telepon seluler. Teknologi jaringan ini pertama kali diluncurkan oleh Nippon Telegraph dan Telephone pada 1979 silam. Baru kemudian di tahun 1984, teknologi 1G menyelimuti seluruh wilayah Jepang dan menjadikannya sebagai negara pertama yang memiliki jaringan 1G secara nasional. Secara teknis, 1G beroperasi dengan menggunakan sistem analog yang umumnya dikenal dengan AMPS (Advanced Mobile Phone Service), di mana hanya memiliki kecepatan maksimum 2,4 Kbps. 1G hanya dapat dipakai untuk melakukan panggilan telepon, itu pun dengan kualitas yang buruk, boros baterai, dan tidak terenkripsi. Sehingga, percakapan pun dapat disadap dengan menggunakan pemindai radio. Di Indonesia, teknologi 1G pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984. Kala itu, PT Telkom bersama dengan PT Rajasa Hazanah perkasa menyelenggarakan layanan komunikasi seluler dengan menggunakan teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) dengan menggunakan frekuensi 450 MHz. ### 2G (1990-an) Teknologi jaringan seluler generasi kedua ini bisa dibilang menjadi awal kelahiran teknologi digital. Bila pada 1G menggunakan jaringan analog, maka di 2G sudah menggunakan jaringan digital. 2G pertama kali diluncurkan secara komersial di Finlandia oleh Radiolinja pada 1991 dengan mengimplementasikan teknologi GSM (Global System for Mobile Communications) berbasis teknologi TDMA (Time Division Multiple Access). Kehadiran 2G pada saat itu menyuguhkan pengalaman baru dalam berkomunikasi. Apabila 1G hanya dapat melakukan panggilan telepon, maka di 2G terdapat beberapa fitur baru, antara lain bertukar pesan teks (SMS), pesan bergambar (MMS), dan suara panggilan yang lebih jernih. Bahkan, dalam perkembangannya 2G pun kemudian berevolusi menjadi 2,5G dengan GPRS (General Packet Radio Service) dan 2,75G dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution), di mana kecepatan maksimal mencapai 473 Kbps. ### 3G (2000-an) Teknologi penerus 2G ini pertama kali diluncurkan pada 2001 oleh operator asal Jepang NTT DoCoMo. 3G hadir sebagai sebuah solusi akan kebutuhan internet yang meningkat pada masa itu dengan menggunakan standar UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Teknologi ini sanggup menghantarkan kecepatan data yang lebih cepat dari generasi sebelumnya dengan kecepatan mencapai 2 Mbps. Dengan hadirnya 3G, masyarakat di seluruh dunia sudah dapat menikmati berbagai macam layanan internet, seperti browsing, pengiriman email, streaming video dan musik, berbagi data, hingga teleconference. Era 3G juga menjadi era kelahiran smartphone dengan dua nama besar pada saat itu, yakni Blackberry dan Apple. ### 4G (2010-an) Kebutuhan akan layanan internet dengan menggunakan teknologi jaringan 3G dinilai tidak cukup. Maka dari itu, guna membuat penggunaan layanan internet semakin nyaman, lahirlah teknologi 4G. Teknologi ini pertama kali diluncurkan secara komersial di Stockholm, Swedia dan Oslo, Norwegia pada 2009 yang menggunakan standar LTE (Long Term Evolution) berbasis teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Era 4G bisa dibilang sebagai lahirnya industri konten kreatif. Dengan kecepatan LTE hingga 100 Mbps pada awal peluncuran dan berevolusi menjadi LTE-Advanced yang dapat mendapat kecepatan 1 Gbps, 4G menawarkan kemampuan untuk streaming video dengan kualitas HD, game online tanpa lag, dan waktu upload dan download yang lebih singkat. Tak hanya itu, 4G pun membuat proses komunikasi jadi lebih lancar dengan video conference, serta memunculkan lebih banyak startup digital. ### 5G (2020-an) 5G lahir sebagai sebuah jawaban atas kebutuhan koneksi ke tahap yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Karenanya, sejumlah perusahaan dengan ekosistem mobile saat ini berkontribusi dan berupaya agar 5G dapat dinikmati oleh masyarakat di dunia. 5G saat ini sudah diluncurkan secara komersial di beberapa negara, seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, China, Turki, dan beberapa negara di Eropa. Sebagaimana halnya teknologi jaringan penerus, sudah pasti 5G memiliki kemampuan yang lebih canggih dari 4G, antara lain secara teori dapat mencapai data rate hingga 20 kali lebih cepat (20 Gbps), latency 10 kali lebih rendah (1ms), dan jumlah connection density 10 kali lebih banyak dari 4G (1 juta devices/km2), sehingga penggunaannya tidak hanya untuk pemenuhan layanan mobile broadband untuk konsumen, namun juga untuk Industry 4.0. ![1_OHjNckLjDeuaUWWoYhA3qQ](https://hackmd.io/_uploads/Sk_cUtCOT.jpg) #### Informasi diambil dari sumber : https://www.academia.edu/34839361/Evolution_of_Cellular_Network_From_1G_to_5G --- # 3. Site, Cell, Cluster ## Site Dalam jaringan seluler, site adalah lokasi fisik dari infrastruktur jaringan, seperti menara, antena, atau perangkat transmisi. Site dapat berupa menara seluler, bangunan, atau bahkan kendaraan. ![menara bts](https://hackmd.io/_uploads/rk5Kn9Ada.jpg) ## Cell Cell adalah operator jaringan membagi seluruh area cakupan menjadi beberapa wilayah lebih kecil yang masing-masing dicakup oleh pemancar berbeda. Secara diagramatis, sel-sel ini sering ditampilkan sebagai bentuk heksagonal yang cocok satu sama lain seperti puzzle. Kenyataannya tidak demikian, mereka sering kali memiliki batas yang tidak teratur karena medan yang mereka lalui. Bukit, gedung, dan objek lainnya semuanya menyebabkan pelemahan sinyal secara berbeda di setiap arah. ![the-cells-l](https://hackmd.io/_uploads/HJF2jeAu6.jpg) ## Cluster Cluster adalah kumpulan dari beberapa cell. Cluster digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan frekuensi radio. Dengan membagi area geografis menjadi cluster, operator seluler dapat menggunakan frekuensi radio yang sama di cluster yang berbeda. Cluster sering kali berisi tujuh sel, namun konfigurasi lain juga dimungkinkan. Ada sejumlah persyaratan yang saling bertentangan yang perlu diseimbangkan ketika memilih jumlah sel dalam sebuah cluster. ![Screenshot 2024-01-12 065405](https://hackmd.io/_uploads/ByrTkZ0dp.png) #### Informasi yang diambil dari sumber : * https://repository.unikom.ac.id/49620/1/Jaringan%20Selular.pdf --- # 4. Sectorization, Cell Splitting * ## Sectorization Sectorization atau Cell Sectoring adalah proses membagi situs sel menjadi sektor-sektor yang lebih kecil. Setiap sektor memiliki antena dan peralatan radionya sendiri, sehingga memungkinkan peningkatan kapasitas. Sektor sel dilakukan dengan menambahkan antena tambahan ke lokasi sel yang ada atau dengan menambahkan sel kecil tambahan ke lokasi yang sudah ada. ![cell sectoring](https://hackmd.io/_uploads/SyVlfKA_6.jpg) ### Manfaat Cell Sectoring Sektor sel juga dapat meningkatkan kapasitas menara sel tanpa perlu membangun menara baru. Hal ini dapat bermanfaat di area yang ruangnya terbatas atau terdapat kebutuhan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Selain itu, sektor sel dapat meminimalkan interferensi antara beberapa menara sel, sehingga menghasilkan kecepatan data yang lebih tinggi dan jangkauan yang lebih baik. ### Kekurangan Sektor Sel Sektor sel juga bisa mahal karena memerlukan peralatan tambahan untuk dipasang. Selain itu, proses sektor sel bisa jadi rumit karena memerlukan perencanaan dan koordinasi yang cermat. Selain itu, proses sektor sel dapat menyebabkan gangguan pada situs sel yang ada. * ## Cell Splitting Cell Splitting atau pemisahan sel adalah proses membagi situs sel yang ada menjadi beberapa sel yang lebih kecil atau “split”. Setiap perpecahan memiliki antena dan peralatan radionya sendiri, yang memungkinkan peningkatan kapasitas. Pemisahan sel dilakukan dengan menambahkan antena tambahan ke lokasi sel yang ada atau dengan menambahkan sel kecil tambahan ke lokasi yang sudah ada. ![pasted image 0](https://hackmd.io/_uploads/rJKIlRlvJx.png) ### Manfaat Cell Splitting Salah satu manfaat utama pembelahan sel adalah dapat meningkatkan kapasitas menara sel tanpa perlu membangun menara baru. Hal ini dapat bermanfaat di area yang ruangnya terbatas atau terdapat kebutuhan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Selain itu, pemisahan sel dapat mengurangi interferensi antara beberapa menara seluler, sehingga menghasilkan kecepatan data yang lebih tinggi dan jangkauan yang lebih baik. ### Kerugian Cell Splitting Pemisahan sel bisa memakan biaya yang mahal karena memerlukan peralatan tambahan untuk memasangnya. Selain itu, proses pembelahan sel bisa jadi rumit karena memerlukan perencanaan dan koordinasi yang matang. Selain itu, proses pembelahan sel dapat menyebabkan gangguan pada situs sel yang ada. #### Informasi yang diambil dari sumber : https://pulptastic.com/difference-between-cell-splitting-and-cell-sectoring/#:~:text=Cell%20sectoring%20is%20the%20process%20of%20dividing%20a,adding%20additional%20small%20cells%20to%20the%20existing%20site --- # 5. Frequency Reuse ***Frequency reuse*** adalah penggunaan ulang sebuah frekuensi yang telah digunakan pada suatu sel, dimana frekuensi tersebut sebelumnya sudah digunakan pada satu atau beberapa sel lainnya. Latar belakang penerapan frequency reuse ini adalah karena adanya keterbatasan resource frekuensi yang dapat digunakan, sedangkan kebutuhan akan ketersedian coverage area yang lebih luas terus meningkat. Maka agar coverage area baru dapat diwujudkan, dibuatlah sel-sel baru dengan menggunakan frekuensi yang sudah pernah digunakan sebelumnya oleh sel lain. Gambar di bawah ini menunjukan pemetaan geographis penggunaan freukensi pada beberapa sel, dimana digunakan mekanisme frequency reuse. ![FreqReuse](https://hackmd.io/_uploads/B1uWJfAup.gif) Inti dari konsep selular adalah konsep frekuensi reuse. walaupun ada ratusan kanal yang tersedia, bila setiap frekuensi hanya digunakan oleh satu sel, maka total kapasitas sistem akan sama dengan total jumlah kanal. Dalam penggunaan kembali kanal frekuensi diusahakan agar daya pemancar masing masing BS tidak terlalu besar, hal ini untuk menghindari adanya interferensi akibat pemakaian kanal yang sama Interferensi Co-Channel). ![resue freq](https://hackmd.io/_uploads/BkgUNyfROp.jpg) ![image](https://hackmd.io/_uploads/rygj_ZZPye.png) #### Informasi yang diambil dari sumber : https://repo.itera.ac.id/assets/file_upload/SB2308100009/119400067_4_050222.pdf --- # 6. Duplexing, Multiplexing ## Duplexing Duplexing adalah komunikasi data yang dilakukan menggunakan dua arah. Dimana antara penerima dan pengirim dapat saling bertukar informasi dan saling berkomunikasi. ### Metode Duplexing Metode duplexing ini terbagi menjadi dua, yaitu: #### 1. **Half-Duplex (dua arah secara bergantian)** ![Screenshot 2024-01-12 083053](https://hackmd.io/_uploads/S1p9LzC_6.png) Metode ini memungkinkan komunikasi antara dua belah pihak yaitu pengirim dan penerima dapat saling berbagi informasi dan berkonukasi secara interaktif, tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan. Contoh alat komunikasi yang memanfaatkan metode half-duplex ini adalah walkie-talkie. #### 2. **Full-Duplex (dua arah secara bersamaan)** ![Screenshot 2024-01-12 083126](https://hackmd.io/_uploads/BJD2vfR_6.png) Metode ini memungkinkan komunikasi antar kedua belah pihak dapat saling berbagi informasi dan berkomunikasi secara interaktif dan dalam waktu yang bersamaan. Alat komunikasi yang menggunakan metode ini adalah telephone, handphone, dan sebagainya. Umumnya alat yang memanfaatkan metode komunikasi ini menggunakan dua jalur komunikasi. ## Multiplexing Multiplexing adalah teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. ![multiplexing1-l](https://hackmd.io/_uploads/r18HlFAua.jpg) ### Metode Multiplexing #### 1. **Frequency-Division Multiplexing (FDM)** Frequency Division Multiplexing adalah teknik analog di mana bandwidth yang tersedia dari media transmisi tunggal dibagi menjadi beberapa saluran. Media transmisi tunggal dibagi menjadi beberapa saluran frekuensi, dan setiap saluran frekuensi diberikan ke perangkat yang berbeda. #### 2. **Wavelength Division Multiplexing (WDM)** Wavelength Division Multiplexing (WDM) hampir sama dengan FDM, bedanya sinyal optik ditransmisikan melalui kabel serat optik. WDM digunakan pada fiber optik untuk meningkatkan kapasitas fiber tunggal. Teknik ini digunakan untuk memanfaatkan kemampuan kecepatan data tinggi dari kabel fiber optik. #### 3. **Time Division Multiplexing (TDM)** Time Division Multiplexing adalah teknik untuk mentransmisikan dua atau lebih sinyal melalui saluran telepon, saluran radio, atau media lain yang sama. Setiap sinyal dikirim sebagai serangkaian pulse atau paket, yang disisipkan dengan sinyal dan ditransmisikan sebagai aliran kontinu. #### Informasi yang diambil dari sumber : * https://ojs.trigunadharma.ac.id/index.php/jsk/article/view/193 * https://dte.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-multipleksing/ --- # 7. Multiple Access Konsep dasar dari teknik multiple access yaitu memungkinkan suatu titik dapat diakses oleh beberapa titik yang saling berjauhan dengan tidak saling mengganggu. Teknik multiple access mempunyai arti bagaimana suatu spektrum radio dibagi menjadi kanal-kanal dan bagaimana kanal-kanal tersebut dialokasikan untuk pelanggan sebanyak-banyaknya dalam satu sistem. ### Metode Multiple Access : #### 1. **Frequency Division Multiple Access (FDMA)** Sistem selular ini menggunakan sistem pengkanalan dengan pita 30 kHz setiap kanalnya, sistem ini dikenal sebagai sistem FDMA (Frequency Division Multiple Access). Untuk memaksimalkan kapasitas, sistem selular FDMA menggunakan antena berarah dan sistem reuse frequencyyang rumit. Pada teknik FDMA, lebar pita frekuensi yang dialokasikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil spektrum frekuensi. Kemudian setiap user diberi alokasi pita frekuensi tersebut selama melakukan proses percakapan, sehingga dalam waktu yang sama hanya satu user yang dapat menggunakan frekuensi tersebut. Teknologi FDMA ini digunakan pada sistem analog seperti AMPS dan TACS. #### 2. **Time Division Multiple Access (TDMA)** Untuk lebih meningkatkan kapasitas, digunakan sistem akses jamak digital yang disebut TDMA (Time Division Multiple Access). Sistem ini menggunakan pengkanalan dan reuse frequency yang sama dengan sistem FDMA dengan tambahan elemen time sharing. Setiap kanal dipakai bersama oleh beberapa user menurut slot waktunya masing-masing. Karena itu, aliran informasi pada TDMA tidak kontiniu atau terpotong-potong pada tiap time slotnya. Ditinjau dari lebar pita frekuensi yang digunakan. #### TDMA dibagi menjadi 2, yaitu : a. *Wideband TDMA (WTDMA)*, Wideband TDMA menggunakan seluruh frekuensi yang tersedia dan membaginya ke dalam slot-slot waktu. Dalam WTDMA ini, tranceiver yang dibutuhkan hanya satu. Data yang dikirimkan dalam bentuk letupan-letupan pendek dengan kecepatan tinggi. Kelemahan WTDMA adalah karena kecepatan transmisi yang tinggi, maka sistem akan rentan terhadap error yang disebabkan oleh distorsi lintas jamak, yang biasa terjadi pada sistem komunikasi bergerak. b. *Narrowband TDMA (NTDMA)*, Teknik NTDMA merupakan gabungan antara FDMA dan WTDMA.Contoh penggunaan NTDMA misalnya pada GSM. #### 3. **Code Devision Multiple Access (CDMA)** Code Division Multiple Access (CDMA) merupakan salah satu teknik multiple access yang banyak diaplikasikan untuk seluler maupun fixed wireless. Teknik akses jamak ini berdasarkan teknik komunikasi spektrum tersebar, pada kanal frekuensi yang sama dan dalam waktu yang sama digunakan kode-kode yang unik untuk mengidentifikasi masing-masing user. CDMA menggunakan kode-kode korelatif untuk membedakan satu user dengan user yang lain. Kode tersebut dikenal dengan pseudo acak (pseudorandom). #### Ditinjau dari lebar pita frekuensi yang digunakan, CDMA terbagi menjadi 2, yaitu : *a. Narrowband CDMA (NCDMA)*, Saat ini standard dari NCDMA adalah IS-95, yang menggunakan spektrum dengan lebar 25 MHz yang dibagi dalam 20 kanal dupleks. Sehingga masing-masing kanal mempunyai lebar 1,25 MHz. *b. Wideband CDMA (WCDMA)*, WCDMA menggunakan lebar pita frekuensi 5 MHz, 10 MHz dan 15 MHz pada standard IS-665. Dengan makin lebar spektrum yang digunakan, maka banyak keuntungan yang diperoleh seperti efek fading lintas jamak jauh lebih kecil, kecepatan data dapat meningkat tajam dan lain-lain. ![Screenshot 2024-01-12 092321](https://hackmd.io/_uploads/S1PnGXRup.png) #### Informasi yang diambil dari sumber : https://adoc.pub/bab-ii-dasar-teori-21-definisi-teknik-multiple-access.html --- # 8. Handover ***Handover*** adalah suatu proses yang dapat user pindah pelayanan dari suatu kanal ke kanal yang lain baik dalam satu BTS itu sendiri maupun antar BTS tanpa adanya pemutusan hubungan dan terjadinya pemindahan kanal yang secara otomatis. Suatu feature sistem yang sangat diperlukan oleh suatu jaringan wireless termasuk didalamnya adalah LTE (Long Term Evolution), yaitu pengalihan panggilan dari satu kanal ke kanal lain ketika sebuah telepon seluler (ponsel) bergerak melewati wilayah jangkauan layanan rute sel. Mengenai parameter yang dapat mengakibatkan terjadinya handover antara lain : level penerimaan (RSRP), jangka user antara BTS, power budget, Uplink dan downlink handover (penurunan level sinyal secara drastis) dan trafik penggunaan data. ### Macam-Macam Tipe Handover : * *Intra cell handover*, pemindahan informasi yang dikirim dari satu kanal ke kanal yang lain pada sel yang sama. Dilakukan karena terjadi gangguan interferensi atau operasi pemeliharaan. * *Intra-BSC handover*, yaitu handover yang dikontrol oleh BSC .BTS yang lama dan baru sama-sama dibawah kendali sebuah BSC .Handover ditangani seluruhnya oleh BSC. MSC menerima informasi lokasi sel baru yang digunakan MS dari BSC. * *Intra-MSC Handover* (handover yang terjadi dalam sebuah MSC) BTS lama yang baru berada dibawah sebuah MSC tapi dikendalikan oleh BSC yang berbeda. Inter-MSC handover (handover antar dua MSC). BTS lama dan yang baru berada pada MSC area yang beda. #### Informasi yang diambil dari sumber : https://www.bing.com/ck/a?!&&p=cfce06ea92b479781fce459555df589ccc598734f44fe5674c4939f9ca5e69f9JmltdHM9MTczNjY0MDAwMA&ptn=3&ver=2&hsh=4&fclid=1c4c8dd0-8b15-6d30-35aa-9fc88a436ca3&psq=jurnal+tentang+handover+dalam+jaringan+&u=a1aHR0cHM6Ly9lam91cm5hbC5pdG4uYWMuaWQvaW5kZXgucGhwL3NlbmlhdGkvYXJ0aWNsZS9kb3dubG9hZC8xMDUwLzk2NS8&ntb=1 --- # 9. Interference, Fading, Noise ## Interference ***Interferensi*** adalah sinyal-sinyal yang berkompetensi dalam band frekuensi yang saling tumpang tindih dapat mengubah atau menghapuskan sinyal. Interferensi menjadi perhatian khusus untuk media kabel, namun bagi media tanpa kabel interferensi juga menjadi masalah yang cukup besar. ### Faktor-faktor Interferensi : #### 1. **Interferensi Kanal Bersebelahan (Adjacent-Channel Interference)** Interferensi kanal bersebelahan terjadi akibat dua buah sel yang bersebelahan menggunakan dua spektrum frekuensi yang berdekatan. Interferensi kanal bersebelahan terjadi karena ketidak sempurnaan filter. #### 2. **Interferensi Kanal Sama (CoChannel Interference)** Interferensi kanal sama terjadi karena penggunaan kanal bersamaan, dimana f1=f2 yaitu frekuensi yang dipancarkan tepat sama. Oleh karena itu pemakaian frekuensi digunakan berulang untuk mengatasi masalah ini. ## Fading ***Fading*** atau memudar adalah variasi waktu dari daya sinyal yang diterima karena perubahan media atau jalur transmisi. Dalam skenario tetap, memudar tergantung pada kondisi atmosfer seperti curah hujan, petir dll. Dalam skenario bergerak, memudar tergantung pada hambatan di atas jalan yang bervariasi terhadap waktu. Hambatan ini menciptakan efek transmisi yang kompleks pada sinyal yang ditransmisikan. ### Jenis-jenis Fading : #### 1. Memudar Skala Besar Fading skala besar terjadi ketika hambatan datang di antara pemancar dan penerima. Jenis interferensi ini menyebabkan pengurangan kekuatan sinyal yang signifikan. Hal ini karena gelombang EM dibayangi atau terhalang oleh halangan. Hal ini terkait dengan fluktuasi besar dari sinyal jarak. #### 2. Memudar Skala Kecil Fading skala kecil berkaitan dengan fluktuasi cepat dari kekuatan sinyal yang diterima pada jarak yang sangat pendek dan periode waktu yang singkat. ## Noise Dalam sistem komunikasi, keberhasilan penyampaian informasi dari pengirim (transmitter) kepada penerima (receiver) tergantung pada seberapa akurat penerima dapat menerima sinyal yang ditransmisikan dengan baik dan benar. Pada kenyataannya, seringkali sinyal informasi yang diterima oleh receiver mengalami kerusakan atau kesalahan. Sebagian besar kesalahan pengiriman informasi dalam sistem komunikasi disebabkan oleh noise. ***Noise*** adalah sinyal-sinyal yang tidak diinginkan yang selalu ada dalam suatu sistem transmisi. Noise ini akan mengganggu kualitas dari sinyal terima yang diinginkan dan akhirnya menggangu proses penerimaan dan pengiriman data. ### Berdasarkan Sumbernya noise dibedakan menjadi 2 : #### ***a. Internal Noise (Derau Internal)*** Internal Noise adalah noise yang dibangkitkan oleh komponen-komponen dalam sistem komunikasi itu sendiri. Internal Noise ini terdiri dari Thermal Noise, Shot Noise, Flicker Noise dan Transit Time Noise. * #### Thermal Noise (Derau Termal) Thermal Noise atau disebut juga dengan Johnson Noise ini adalah noise yang dibangkitkan oleh gerakan thermal acak pembawa muatan (biasanya elektron) dalam sebuah konduktor. Amplitudo pada Thermal Noise tidak terikat pada frekuensi tertentu sehingga noise ini dapat terjadi pada seluruh jangkauan frekuensi. Thermal Noise merupakan noise yang sulit untuk dihindari. * #### Shot Noise (Derau Tembakan) Shot Noise atau Derau Tembakan ini terjadi karena adanya penghalang potensial atau Potential Barrier. Shot Noise umumnya muncul di perangkat atau komponen elektronika aktif seperti Dioda dan Transistor karena pada komponen-komponen aktif tersebut memiliki persimpangan Positif dan Negatif atau PN Junction. Ketika Elektron dan Holes melintasi penghalang, maka akan menimbulkan noise yang disebut dengan Shot Noise atau Derau Tembakan. * #### Flicker Noise (1/f Noise) Flicker Noise yang juga dikenal dengan nama 1/f Noise ini adalah Jenis noise yang terjadi pada rentang frekuensi dibawah beberapa kiloHertz (kHz). Densitas daya spektral noise jenis ini akan semakin meningkat seiring dengan penurunan frekuensi. Oleh karena itu, Flicker Noise ini juga disebut dengan Low Frequency Noise atau Derau Frekuensi Rendah. Flicker Noise ini jjuga sering disebut dengan Contact Noise atau Pink Noise. * #### Transit Time Noise Transit Time adalah waktu yang dibutuhkan untuk pembawa muatan untuk berpindah dari input ke output. Jadi yang dimaksud dengan Transit Time Noise adalah noise yang timbul pada saat transit time pembawa muatan semikonduktor yaitu pada saat pembawa muatan melintasi persimpangan yang dibandingkan dengan jangka waktu sinyal tersebut. Transit Time Noise ini sering disebut juga dengan High Frequency Noise. #### ***b. Eksternal Noise (Derau Eksternal)*** External Noise atau derau eksternal adalah derau yang dihasilkan dari luar rangkaian elektronik itu sendiri. Noise ini bukan disebabkan oleh komponen dari rangkaian atau perangkat elektronik/listrik. Eksternal Noise ini terdiri dari Atmospheric Noise, Industrial Noise dan Extraterrestrial Noise. * #### Atmospheric Noise (Derau Atmosfer) Atmospheric Noise atau Derau Atmosfer atau dikenal juga dengan Noise Statis merupakan sumber gangguan elektris yang terjadi secara alami karena berkaitan dengan atmosfer bumi. Derau Atmosfer ini bisa disebabkan oleh petir, halilintar, badai dan gangguan alam lainnya. * #### Industrial Noise (Derau Industri) Industrial Noise atau derau industri adalah derau yang dihasilkan oleh manusia seperti menghidupkan motor elektrik, peralihan gigi mesin, mematikan dan menghidupkan lampu listrikr melalui sakelar, perubahan tegangan dan arus listrik tinggi yang mendadak dan aktivitas manusia lainnya. Industrial Noise ini juga sering disebut dengan Man-Made Noise (derau yang dihasilkan oleh manusia). * #### Extraterrestrial Noise (derau luar angkasa) Extraterrestrial Noise atau derau luar angkasa adalah sinyal elektris yang berasal dari luar atmosfer bumi. Berdasarkan asalnya, Extraterrestrial Noise ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Solar Noise yang berasal dari panas matahari dan Cosmic Noise yaitu noise yang didistribusikan secara berkesinambungan di sepanjang galaksi. ## Macam-Macam Noise : #### ***a. White noise*** White noise (derau putih) merupakan suatu noise dengan kerapatan spektral daya yang merata pada seluruh komponen frekuensinya. Dikatakan white noise karena berpedoman pada kenyataan bahwa sebenarnya cahaya putih merupakan kumpulan dari berbagai warna yang dapat diuraikan secara merata melalui suatu spektrum. Demikian pula dengan white noise yang juga terdiri dari berbagai sumber derau, serta lebar daerah energi elektron dan molekul-molekul yang merupakan pembangkit derau tersebut. Gambar dibawah memperlihatkan bentuk white noise dalam suatu saluran komunikasi. ![White-noise](https://hackmd.io/_uploads/SyAiyFC_T.png) #### ***b. Additive White Gaussian Noise*** AWGN merupakan singkatan dari Additve White Gaussian Noise. AWGN merupakan noise yang pasti terjadi dalam jaringan nirkabel manapun, memiliki sifat-sifat Additive, White, dan Gaussian. Sifat Additive artinya noise ini dijumlahkan dengan sinyal, sifat White artinya noise tidak bergantung pada frekuensi sistem operasi dan memiliki rapat daya yang konstan, dan sifat Gaussian artinya besarnya tegangan noise memiliki rapat peluang terdistribusi gaussian.[2] Pada kanal transmisi selalu terdapat penambahan derau yang timbul karena akumulasi derau termal dari perangkat pemancar, kanal transmisi, dan perangkat penerima. Derau yang menyertai sinyal pada sisi penerima dapat didekati dengan model matematis statistik AWGN. Derau AWGN merupakan gangguan yang bersifat Additive terhadap sinyal transmisi, dimodelkan dalam pola distribusi acak Gaussian dengan rataan (mean) nol, standar deviasi 1, dan mempunyai rapat spektral daya yang tersebar merata pada lebar pita frekuensi tak berhingga. #### ***c. Pseudorandom Noise*** Kode Pseudo-Noise (PN) sequence bersifat seperti noise, digunakan sebagai sinyal pembawa pada sistem spread spectrum. Pemilihan kode yang baik merupakan hal yang penting, karena tipe dan panjang kode menentukan batasan-batasan kapabilitas sistem. Kode PN sequence merupakan pseudo random sequence dari 1 dan 0, tetapi tidak benar-benar random sequence karena sifatnya yang periodis. Sedang random sinyal tidak dapat diprediksi. Auto korelasi dari kode PN memiliki sifat simular terhadap white noise. Sifat Pseudorandom : * Tidak random, tetapi terlihat random bagi pengguna yang tidak mengetahui kode tersebut. * Determenistik, diketahui oleh transmitter dan receiver. * Memiliki ciri-ciri statistik yang mirip dengan white noise. #### Informasi yang diambil dari sumber : * https://media.neliti.com/media/publications/publications/143051-ID-none.pdf#:~:text=Interferensi%20pada%20sistem%20komunikasi%20seluler%20merupakan%20gangguan%20pada,jaringan%20tersebut%2C%20terutama%20pada%20kualitas%20suara%20%28voice%20quality%29. * https://id.fmuser.net/wap/content/?8773.html * https://fit.labs.telkomuniversity.ac.id/noise-sistem-komunikasi-jenis-jenis-dan-pengaruhnya/ * https://eskripsi.usm.ac.id/files/skripsi/C41A/2014/C.411.14.0050/C.411.14.0050-05-BAB-II-20190118100237.pdf --- # 10. Overview of 2G (GSM, CDMA) ## a. Architecture, bandwith Arsitektur Jaringan GSM terdiri dari 3 bagian utama : * 1. Switching Subsystem (SSS) = Network Switching Subsystem (NSS) * 2. Radio Subsystem (RSS) = Base Station Subsystem (BSS) & Mobile Station (MS) * 3. Operation & Maintenance System (OMS) ![Screenshot 2024-01-12 144856](https://hackmd.io/_uploads/Hy8Gk_Au6.png) CDMA dan GSM memiliki kecepatan maksimal dari jaringan 2G bisa mencapai 50 Kbps atau 1 Mbps. ## b. Modulation 2G menggunakan teknik modulasi digital untuk memodulasi sinyal digital menjadi sinyal analog. GSM menggunakan modulasi Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK), sedangkan CDMA menggunakan modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK). ## c. Frequency band, Multiple Access 2G menggunakan frekuensi radio yang berbeda-beda di setiap negara. GSM menggunakan frekuensi radio 850 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, atau 1900 MHz. CDMA menggunakan frekuensi radio 800 MHz, 1900 MHz, atau 2100 MHz. Multiple Access yang digunakan adalah Time Division Multiple Access (TDMA). #### Informasi sumber yang diambil dari : * https://id.scribd.com/document/426372422/Arsitektur-Jaringan-2G-3G-4G * https://idmetafora.com/news/read/268/mengenal-jaringan-seluler-1g-2g-3g-4g-dan-5g.html --- # 11. Overview of 3G (UMTS/WCDMA) ## a. Architecture, bandwith Standar 3G menggunakan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) sebagai arsitektur jaringan intinya. Jaringan 3G menggabungkan aspek jaringan 2G dengan teknologi dan protokol baru untuk memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat. Sistem 3G ini memiliki bandwidth 15-20 MHz. ## b. Modulation Untuk teknik modulasi yang dipakai pada teknologi 3G adalah 16 QAM dan modulasi QPSK sebagai pendukungnya. Pengujian ini juga divariasikan dengan memasukan nilai noise, berupa noise AWGN. Karena pada kenyatannya, setiap proses transmisi sinyal tidak akan lepas dari pengaruh noise. ## c. Frequency band, Multiple Access Pita frekuensi pada 3G beroperasi pada kisaran 2100 MHz. Untuk Multiple access nya adalah CDMA (Code-Division Multiple Access) yang mengacu pada salah satu dari beberapa protokol yang digunakan dalam komunikasi nirkabel generasi kedua (2G) dan generasi ketiga (3G). #### Informasi yang diambil dari sumber : * https://teknologi.bisnis.com/read/20221030/101/1593038/mengenal-perbedaan-jaringan-3g-4g-5g-dan-proyeksi-penerapan-6g#:~:text=Standar%203G%20menggunakan%20Universal%20Mobile%20Telecommunications%20System%20%28UMTS%29,kisaran%202100%20MHz%20dan%20memiliki%20bandwidth%2015-20%20MHz. * http://scholar.unand.ac.id/41802/2/BAB%20I.pdf#:~:text=Untuk%20teknik%20modulasi%20yang%20dipakai%20pada%20teknologi%203G,transmisi%20sinyal%20tidak%20akan%20lepas%20dari%20pengaruh%20noise. * https://nds.id/gsm-dan-cdma/#:~:text=CDMA%20%28Code-Division%20Multiple%20Access%29%20mengacu%20pada%20salah%20satu,nirkabel%20generasi%20kedua%20%282G%29%20dan%20generasi%20ketiga%20%283G%29.