## Note
Artikel ini ditulis oleh [skydrugz27](https://stockbit.com/#/skydrugz27). Kredit sepenuhnya adalah milik penulisnya. Saya disini hanya membuat artikel nya lebih mudah dibaca.
## Ciri Manipulasi Laporan Keuangan
Di postingan sebelumnya saya sudah sempat bahas beberapa case manipulasi laporan keuangan
Ketika sebuah perusahaan melaporkan revenue naik >10x lipat dalam 10 tahun terakhir tapi laba malah malah tumbuh <10x lipat itu ada indikasi manipulasi laporan keuangan.
Contoh case Enron perusahaan ini labanya tumbuh >10x lipat dalam 10 tahun tapi labanya malah sulit tumbuh 2x lipat. Itu hanya sekelumit cerita manipulasi laporan keuangan.
Ada banyak jenis manipulasi laporan keuangan tapi secara umum ada 3 jenis manipulasi laporan keuangan yang sering dilakukan yakni manipulasi laba, manipulasi arus kas dan manipulasi key metric.
Dari 3 jenis manipulasi ini, ada beberapa turunan manipulasi lainnya yakni:
* Earning manipulation atau Manipulasi Laba
* Mencatatkan pendapatan perusahaan terlalu cepat
* Mencatatkan revenue palsu
* Meningkatkan laba perusahaan lewat one time gain atau menaikkan laba lain-lain yang sulit diulangi di masa depan
* Memindahkan beban yang seharusnya dicatatkan pada periode ini ke periode selanjutnya
* Menggunakan teknik untuk menyembunyikan loss atau beban perusahaan
* Memindahkan pendapatan yang seharusnya dicatatkan pada periode sekarang ke periode berikutnya
* Memindahkan beban yang seharusnya dicatatkan pada periode berikutnya ke periode sekarang
* Cashflow Manipulation atau Manipulasi Arus Kas
* Memindahkan akun arus kas yang seharusnya dicatat pada arus kas pendanaan ke akun arus kas operasional
* Memindahkan akun arus kas yang seharusnya dicatat pada arus kas operasional ke akun arus kas investasi
* Menggelembungkan arus kas operasional lewat teknik akuisisi atau disposal
* Meningkatkan akun arus kas operasional lewat aktivitas one off gain
* Manipulasi key metrik
* Manajemen Menonjolkan key metrik yang tidak konvensional saat presentasi pers untuk memperlihatkan bahwa perusahaan menunjukkan progress luar biasa padahal aslinya tidak.
* Mendistorsi key metrik balance sheet untuk menyembunyikan kebusukan perusahaan
## Mendeteksi manipulasi laporan keuangan
Ada tujuh jenis dari kecurangan manipulasi Laba perusahaan:
1) Mencatat pendapatan terlalu cepat.
2) Mencatat pendapatan palsu
3) Meningkatkan pendapatan menggunakan satu kali aktivitas atau aktivitas yang tidak berkelanjutan
4) Mengalihkan beban saat ini ke periode berikutnya
5) Menggunakan teknik lain untuk menyembunyikan beban atau kerugian
6) Mengalihkan pendapatan saat ini ke periode berikutnya;
7) Mengalihkan beban masa depan ke periode sebelumnya;
Untuk mendeteksi manipulasi laporan keuangan yang ada dalam laporan keuangan, terdapat ukuran yang digunakan sebagai indikasi awal yaitu:
1. Laba > CFO
2. Pertumbuhan pejualan tahunan yang sporadis
3. Pertumbuhan piutang > pertumbuhan penjualan
4. Pertumbuhan persediaan > pertumbuhan penjualan
5. Penurunan laba kotor yang paling rendah atau yang paling tinggi
6. Peningkatan yang signifikan dari aset tidak berwujud
7. Tingginya nilai pendapatan tangguhan
Contoh emiten yang pernah melakukan manipulasi laporan keuangan $KAEF $MYRX $BBKP $AISA $GIAA
## Contoh Emiten yang Terindikasi Melakukan Financial Engineering
https://stockbit.com/post/11644309
Di postingan sebelumnya saya membuat postingan tentang ciri - ciri emiten terindikasi melakukan manipulasi laporan keuangan.
Pada postingan kali ini saya ingin membahas emiten yang terindikasi melakukan manipulasi laporan keuangan berdasarkan real case. Kalau mau belajar melakukan analisis laporan keuangan secara mandiri bisa belajar dari bukunya Pak Toto
Contoh emiten yang akan saya berikan contohnya ini adalah emiten yang belum terbukti telah melakukan manipulasi laporan keuangan berdasarkan temuan OJK.
Jadi saya sengaja menyembunyikan nama emitennya untuk mencegah perkara pencemaran nama baik.
Dan sekali lagi ini baru indikasi berdasarkan hal yang saya pelajari dalam melakukan analisis laporan keuangan.
Di postingan sebelumnya saya sudah pernah bahas bahwa beberapa ciri manipulasi laporan keuangan ada sekitar 7 jenis. Beberapa di antaranya:
1. Ketika pertumbuhan laba atau laba lebih besar dari pertumbuhan CFO atau CFO
2. Ketika pertumbuhan persediaan atau persediaan lebih besar dari pertumbuhan penjualan atau penjualan
3. Ketika pertumbuhan piutang atau piutang lebih besar dari pertumbuhan penjualan atau penjualan
Saya gunakan saja dulu 3 tanda ini dan saya menemukan salah satu emiten yang memenuhi ketiga tanda tersebut yakni
* Penjualan perusahaan 1,7 Triliun
* Piutang >2,5 Triliun
* Persediaan 8,8 Triliun
* Laba 24 milyar
* CFO minus 209 M
Dari data laporan keuangan, terdapat indikasi bahwa perusahaan ini melakukan Markup laba dan pendapatan. Saya tidak mau sebut nama emitennya. Bagi yang tahu nama emitennya cukup diam saja.
Dan belum tentu perusahaan ini benar-benar melakukan manipulasi laporan keuangan. Karena secara aturan hanya RUPS emiten, OJK, BPK, dan Kementerian Keuangan yang berhak melakukan audit investigatif terhadap laporan keuangan emiten yang dianggap bermasalah. Dan perlu riset lapangan untuk memastikan apakah perusahaan tersebut benar-benar bermasalah. Karena sering kali laporan di atas kertas beda dengan kondisi lapangan.
Sampai saat ini PSP dan investornya menganggap perusahaan ini baik-baik saja, jadi ya mau gimana lagi. Tapi sebagai investor ritel yang melihat indikasi seperti itu dari analisis fundamental maka saya memutuskan untuk tidak beli sahamnya.
Sekali lagi bagi yang tahu nama emitennya jangan di spill. Ini hanya untuk sharing cara melakukan analisis laporan keuangan secara sederhana.
Disclaimer:
Random tag tapi bukan berarti ini emitennya. Random tag hanya untuk reach out follower: $BMTR $ADRO $WIKA $PPRO $PTPP
## Contoh Emiten yang Terbukti Melakukan Financial Engineering - AISA
Di postingan sebelumnya saya membuat postingan tentang:
1. Ciri - ciri emiten terindikasi melakukan manipulasi laporan keuangan.
https://bit.ly/3JC5FJb
2. Contoh emiten yang terindikasi Melakukan Financial Engineering
https://bit.ly/3XtebzT
3. Contoh Kasus Manipulasi Laporan Keuangan $GIAA
https://cutt.ly/BwyHQbqO
Pada postingan kali ini saya ingin membahas emiten yang sudah terbukti melakukan manipulasi laporan keuangan berdasarkan real case. Kalau mau belajar melakukan analisis laporan keuangan secara mandiri bisa belajar dari bukunya Pak Toto.
Di postingan kali ini saya sebut secara gamblang nama emiten yang terbukti pernah melakukan manipulasi laporan keuangan yakni AISA karena OJK dan pengadilan telah membuktikan bahwa AISA melakukan manipulasi laporan keuangan 2017. Direkturnya juga sudah dipenjara.
Saya sudah bahas tentang kisah penangkapan direktur AISA di sini
Di postingan sebelumnya saya sudah pernah bahas bahwa beberapa ciri manipulasi laporan keuangan ada sekitar 7 jenis. Beberapa di antaranya:
1. Ketika pertumbuhan laba atau laba lebih besar dari pertumbuhan CFO atau CFO
2. Ketika pertumbuhan persediaan atau persediaan lebih besar dari pertumbuhan penjualan atau penjualan
3. Ketika pertumbuhan piutang atau piutang lebih besar dari pertumbuhan penjualan atau penjualan
Saya gunakan saja dulu 3 tanda ini untuk menganalisa laporan keuangan AISA di 2017
Ada 2 versi laporan keuangan AISA
1. Versi awal yang dimanipulasi di sini https://cutt.ly/WwyHWNDX
3. Versi LK Audit investigasi ini dulu pernah ada dirilis tapi langsung dihapus karena katanya untuk kalangan internal saja. Sayang sekali.
AISA ketahuan melakukan manipulasi laporan keuangan setelah terjadi gagal bayar obligasi dan Sukuk dan terjadi hostile take over oleh KKR lewat Komisaris Jaka Prasetya.
Jika dibandingkan antara internal dengan laporan keuangan 2017 (audited), maka ditemukan beberapa manipulasi yakni:
1. Dugaan overstatement sebesar Rp4 triliun pada akun piutang usaha, persediaan dan aset tetap grup AISA, serta sebesar Rp662 miliar pada penjualan dan senilai Rp329 miliar pada EBITDA di entitas Food.
2. Terdapat dugaan aliran dana Rp1,78 triliun dengan berbagai skema dari grup AISA kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama. Aliran dana tersebut berupa pencairan pinjaman grup AISA dari beberapa bank, pencairan deposito berjangka, transfer dana di rekening bank serta pembiayaan beban pihak terafiliasi.
Jadi di sini lagi peran Komisaris perusahaan sangat penting dalam mengawasi keanehan dalam perusahaan. KKR sebagai salah satu pemegang saham gede di AISA tidak mau dikibulin PSP lama AISA. Jadi pas RUPS, itu Joko Mogoginta ditendang dari kursi direktur. Sempat heboh waktu itu RUPS AISA waktu hostile take over.
Jadi datang di RUPS itu bukan cuma cari Snack LOL Bakery. Kita sebagai investor ritel juga bisa bersatu tendang direktur yang suka ngibul seperti pada kasus AISA. Kalau ada PSP tukang ngibul maka hostile take over saja, tendang direkturnya yang lama.
Pada case AISA, itu Auditor nya lolos karena yang salah adalah Direksi AISA yang memberikan data yang salah pada auditor.
Jadi mari kita cek apa yang aneh dari LK AISA berdasarkan tesis awal
* Pertumbuhan piutang > pertumbuhan pendapatan
* Total piutang 2017 = piutang usaha 2,114 T + piutang pihak berelasi 588 Miliar juta dollar = 2,702 Triliun
* 2016 = 2,393 T + 534 Milyar = 2,927 Triliun
* Pertumbuhan piutang = minus 7,8%
* Pendapatan 2017 = 4,9 Triliun
* Pendapatan 2016 = 6,5 Triliun
* Pertumbuhan pendapatan = minus 24,6%
* Pertumbuhan piutang > pertumbuhan revenue
Red flag pertama
* Pertumbuhan persediaan > pertumbuhan revenues
* Persediaan 2017 = 1,4 Triliun
* Persediaan 2016 = 2,0 Triliun
* Pertumbuhan persediaan = minus 30%
Pertumbuhan persediaan < pertumbuhan revenue, tidak masuk red flag.
Cuma yang jadi red flag adalah mengapa terjadi penurunan persediaan sampai 30% tapi revenue dan piutang perusahaan malah tidak naik. Secara teori jika persediaan berkurang artinya perusahaan tersebut menjual barangnya sehingga otomatis dapat piutang dan kas. Namun pada case AISA, persediaan turun tapi kas, revenue, kas dan piutang ikutan turun. Pertanyaannya adalah lari kemana persediaannya? Red flag.
Jadi kita bisa belajar jika menemukan lagi case seperti itu di masa depan, kita bisa waspada sejak awal.
