Bab I Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Lampu kendaraan merupakan komponen utama yang berfungsi untuk menerangi jalan ketika berkendara dimalam hari. Dari banyaknya kondisi tikungan di Indonesia yang gelap dan terkadang tikungannya tajam. Lampu pada kendaraan mobil biasa, tak akan bisa menerangi secara optimal di tikungan itu karena cahaya lampu hanya bersinar lurus .
Selain dari bahaya ditikungan yang gelap, bahaya dari pengemudi yang menggunakan lampu jauh secara sembarangan, hal seperti itu dapat merugikan pengguna kendaraan lain karena silau. Lampu depan dapat dibagi menjadi lampu utama (headlamp), lampu kabut (foglamp) dan lampu siang hari (Daytime Running Lamp atau DRL). Lampu yang sudah dimodifikasi biasa nya memiliki rentang cahaya yang lebih terang dan jangkauannya jauh, pengendara yang berada didepan kerap sekali terkena paparan sinar lampu yang terpantulkan dari kaca spion mobil. Pengemudi terkadang lupa akan mematikan atau menghidupkan lampu utama apabila menjelang pergantian waktu dari siang ke malam atau sebaliknya. Adapun pengemudi yang lalai ketika sampai ditujuan akan lupa mematikan lampu mobil tersebut, dari hal itu akan menyebabkan tingkat efisiensi penggunaan battery akan terbuang dan menyebabkan battery tersebut tidak bisa di starter. Dengan merancang sistem otomasi menghidup dan mematikan lampu menggunakan sensor cahaya akan mengurangi kelalaian tersebut.
Berkendara ketika berada ditanjakan maupun turunan menjadi lebih berbahaya ketika bagian depan mobil mendongak keatas, hal tersebut akan menyebabkan sudut pancaran sinar dari headlight akan menyorot keatas dan tidak lagi menyorot kebawah. Dengan merancang auto leveling, maka kondisi tersebut akan selalu dikoreksi secara otomatis menggunakan sensor gyroscope untuk melihat keadaaan sudut pada mobil, sehingga arah sorotan lampu dari headlight tetap mengarah kepermukaan jalan.
I.2 Tujuan Perancangan Sistem
Tujuan dari perancangan sistem auto level headlight car ini yaitu :
1. Mengurangi tingkat angka kecelakaan kendaraan saat berkendara di malam hari.
2. Membuat sistem otomasi pergerakan lampu utama mobil di berbagai kondisi jalan.
3. Membuat sistem otomasi nyala dan mati pada lampu utama mobil.
I.3 Metode Pengujian
Pengujian dilakukan dengan memberikan beberapa kondisi menggunakan komunikasi 2 arah antara mobil dan pengontrol, hal ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari sensor yang dipakai apakah merespon atau tidak. Pengujian tersebut meliputi dari uji kendaraan saat berada di tikungan, tanjakan, halangan dan uji intensitas cahaya.