# PENTINGNYA PENGGUNAAN FITUR PASSWORD PADA WEBSITE ADMISI IPB
###### Febri Bawahir - G64190096 | Sabtu, 16/05/2020

Di era digital, perguruan tinggi sangat gencar mengebangkan sistem informasi akademik untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi secara cepat dan akurat. Kepemilikan akun pada setiap mahasiswa yang hanya bisa diakses secara pribadi merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan sistem informasi akademik. Nomor handphone, alamat rumah, kartu keluarga, dan jumlah penghasilan orang tua merupakan beberapa informasi bersifat privasi yang perlu mahasiswa masukan untuk memenuhi syarat menjadi mahasiswa baru. Tersebarnya informasi karena kurangnya sistem keamanan dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Untuk itu, pengelola sistem informasi akademik harus menjamin keamanan informasi yang telah dimasukan agar kepemilikan informasi hanya bisa diakses secara pribadi.
IPB *University* merupakan salah satu universitas terbaik di indonesia. Setiap tahun calon mahasiswa berlomba agar dapat merasakan pendidikan di kampus ini. IPB *University* menerima mahasiswa baru melalui mekanisme pelamaran dan tes yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak kampus. Pemberitahuan keterangan diterimanya calon mahasiswa dapat diakses pada akun yang telah terdaftar pada *website* dengan memasukan nomor pendaftaran dan tanggal lahir. Jika calon mahasiswa tersebut diterima, mahasiswa harus mengikuti prosedur selanjutnya dengan memasukan data pribadi pada *website* tersebut seperti nomor handphone, alamat rumah, kartu keluarga, dan jumlah penghasilan orang tua. Dengan mempetimbangkan aspek keamanan akun, artikel ini menganalisis keamanan *website* penerimaan mahasiswa baru IPB *University* dalam menjaga informasi pribadi mahasiswa.
Berdasarkan hasil observasi pada *website* admisi IPB, kepemilikan akun hanya perlu memasukan nomor pendaftaran dan tanggal lahir agar dapat mengakses dan menginput data-data pribadi. Tidak terjaminnya sistem keamanan pada *website* ini dirasakan karena nomor pendaftaran penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dapat ditelusuri secara mudah. Terlebih lagi, ketidakhadirannya *password* yang digantikan oleh penginputan tanggal lahir menambah rentannya akun tersebut dapat diakses secara luas. Hal ini karena pencarian tanggal lahir untuk beberapa orang sangat mudah ditemukan pada kepemilikan sosial media. Maka dari itu itu, pengembang sistem keamanan *website* harus segera dievaluasi agar terjaminya informasi privasi mahasiswa IPB *University*.
Pengaksesan akun pada *website* admisi IPB dengan berpura-pura sebagai orang yang berhak mengakses informasi merupakan sebuah tindakan ilegal dan mengancam keamanan mahasiswa. Seringkali ancaman keamanan sistem informasi ini bergantung pada mahasiswa dan pengelola. Namun dalam kasus ini, pengelola sebagai perancang *website* sistem informasi akademik memiliki tanggungjawab yang lebih besar. Pengelola harus mampu meminimalkan resiko *website* dapat diakses secara mudah dan luas. Penggunaan fitur *Password* dalam pembuatan sebuah akun memiliki peranan sangat penting dalam mengamankan informasi-informasi yang sifatnya pribadi. Selain itu, mahasiswa yang diberi hak menenutukan *password* harus mempertimbnagkan kombinasi antara huruf besar dan kecil (*case sensitivity*), angka, dan karakter dalam membuat *password* agar tidak mudah diakses oleh pengguna lain. Oleh karena itu, kerjasama antara mahasiswa dan pengelola harus terus dikembangan untuk mengevaluasi keamanan sistem informasi akademik agar tidak menimbulkan tersebarnya informasi pribadi.