---
Title : Blockchain Markdown
Author : Mahdi Imani Wafi
NIM : G64190079
date : 2020
---
Blockchain
===
Oleh : Mahdi Imani Wafi
NIM : G64190079 - Penkom Lab 3
## Daftar isi
[TOC]
## Apa itu Blockchain?
__Blockchain__ adalah list jejak rekaman data (blocks) yang terikat antara satu sama lain dengan _cryptography._ tiap block memiliki hash dari block sebelumnya, data catatan waktu, dan data transaksi. Data catatan waktu/ time stamp pada blockchain bertujuan agar data tidak mudah dipalsukan.
>Blockchain technology could change our world more than people imagine. Bitcoin, however, could be a bubble. [name=Jack Ma]

#### Gambar diambil dari [wikipedia.org](https://en.wikipedia.org/wiki/Blockchain)
Tiga Mekanisme Pengamanan dalam Blockchain
---
Struktur kumpulan blocks yang mengandung informasi ini ditemukan pada tahun 1991 namun baru serius digunakan pada 2009 saat Satoshi Nakamoto memperkenalkan Bitcoin. Blockchain dapat diakses oleh siapa pun. Salah satu keistimewaan blockchain adalah bahwa data yang sudah dimasukkan ke dalam blockchain akan sangat sulit diubah.
**Ada tiga mekanisme pengamanan dalam Blockchain menurut Eddo Fajar Nugroho, MT. dilansir dari [bpptik.kominfo.go.id](https://bpptik.kominfo.go.id/2018/03/27/5107/mengenal-blockchain/):**
### 1. Nilai Hash
Setiap blok dalam blockchain mengandung data, nilai hash blok tersebut, dan nilai hash blok sebelumnya. Data dalam suatu blok bergantung pada jenis blockchain. Misalnya, sebuah blok dalam blockhcain bitcoin menyimpan data transaksi bitcoin seperti pengirim, penerima, dan jumlah.
Nilai hash berfungsi sebagai pengidentifikasi yang unik. Setiap blok dalam blockchain memiliki nilai hash yang berbeda. Salah satu faktor yang menentukan nilai hash sebuah blok adalah data yang tersimpan blok tersebut. Bila data dalam suatu blok berubah, nilai hash blok tersebut pun akan berubah. Karena nilai hash sebuah blok dalam suatu blockchain tersimpan dalam blok berikutnya, perubahan data blok tersebut akan terdeteksi dari nilai hash yang tersimpan dalam blok berikutnya.
#### Contoh:
anggap ada dua blok dalam sebuah blockchain yang saling berurutan: blok 1 (B1) dan blok 2 (B2). B2 adalah blok yang tersimpan setelah B1. B1 memiliki nilai hash #BlCk1 dan B2 memiliki nilai hash #BLoX2. B2 pun menyimpan nilai hash blok B1 (yang merupakan blok sebelum B2), yaitu #BlCk1.
```sequence
Block 1->Block 2:
Note right of Block 2: #BlCk1, #BLoX2
Note left of Block 1: #BlCk1
```
### 2. Proof-of-work
Pengunaan nilai hash saja tidak cukup untuk mencegah seseorang memalsukan data dalam blockchain. Seseorang bisa saja mengubah nilai hash semua blok dalam sebuah blockchain supaya blok-blok tersebut tetap dianggap valid.
Untuk mengantisipasi hal ini, blockchain memiliki mekanisme proof-of-work (POW), yaitu mekanisme yang membutuhkan waktu kalkulasi yang relatif lama pada saat pembuatan blok baru.
Sebagai gambaran, pada Bitcoin, butuh kira-kira sepuluh menit untuk mengalkulasi POW dan menambahkan sebuah blok baru. Bila isi suatu blok diubah, akan membutuhkan waktu yang sangat lama karena POW dari blok-blok lain juga perlu rekalkulasi.
### 3. Konsensus (Kesepakatan Bersama)
Pengelolaan blockchain tersebar dalam jaringan peer-to-peer (P2P). Siapa pun boleh bergabung dalam jaringan ini.
Saat ada yang bergabung dalam jaringan ini, ia akan mendapatkan salinan blockchain secara lengkap untuk memverifikasi isi blockchain. Bila ada blok baru yang ditambahkan ke dalam blockchain, blok tersebut akan dikirimkan kepada semua terminal dalam jaringan.
Semua yang tergabung akan memverifikasi blok tersebut dan memastikan bahwa blok tersebut valid dan menambahkan kedalam blockchain. Dalam kata lain dibutuhkan sebuah kesepakatan, blok mana yang valid dan blok mana yang tidak valid. Bila ada blok dalam blockchain salah satu terminal yang berubah, terminal-terminal lain akan menolak blok tersebut.
###### tags: `Blockchain` `Keamanan`