# :star: [Hasbi's] Tracklist Dashboard Task Section 2
:::info
Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024].
:::
## :boy: My Profile
:::success
List the essential information of me.
:::
### :small_blue_diamond: Name : Muhammad Hasbi Nurhadi
### :small_blue_diamond: Email : hasbimic0718@gmail.com
### :small_blue_diamond: NIM : 1101213152
### :school: Telkom University Student
---
## 1. Overview of 4G (LTE, LTE-A)
4G atau yang disebut sebagai generasi keempat teknologi komunikasi seluler, mewakili lompatan signifikan dalam hal kecepatan data, koneksi, dan kinerja secara keseluruhan dibandingkan dengan pendahulunya. Dua teknologi utama dalam lingkup 4G ini adalah LTE (Long-Term Evolution) dan LTE-Advanced (LTE-A).
### 1.1 LTE

LTE adalah singkatan dari Long-Term Evolution, yang merujuk pada standar teknologi jaringan seluler generasi keempat (4G). Ini adalah sebuah teknologi komunikasi nirkabel yang dirancang untuk memberikan kecepatan data yang tinggi, latensi rendah, dan kinerja yang lebih baik secara keseluruhan dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya, seperti 3G.
Ciri khas utama dari 4G LTE adalah kecepatan transfer data yang sangat tinggi, mencapai ratusan megabit per detik dalam kondisi optimal. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman internet yang lebih cepat, streaming video berkualitas tinggi, dan penggunaan aplikasi berkinerja tinggi tanpa hambatan.
Selain kecepatan tinggi, 4G LTE juga dikenal dengan latensi yang rendah, artinya waktu yang dibutuhkan untuk mentransmisikan data dari satu titik ke titik lainnya sangat minim. Hal ini mendukung aplikasi real-time seperti panggilan video, gaming online, dan layanan interaktif lainnya.
4G LTE juga memanfaatkan teknologi seperti Multiple Input, Multiple Output (MIMO) dan Carrier Aggregation untuk meningkatkan kapasitas jaringan, mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi, dan memperluas cakupan layanan. Keseluruhannya, 4G LTE telah menjadi dasar untuk konektivitas mobile di seluruh dunia, memberikan dukungan yang kuat bagi berbagai layanan dan aplikasi digital yang kita nikmati sehari-hari.
### 1.2 LTE-A

LTE-A adalah singkatan dari LTE-Advanced. Ini adalah standar komunikasi seluler yang merupakan satu generasi di luar LTE (Long Term Evolution). Jika LTE adalah standar komunikasi 3G, LTE-A adalah standar komunikasi 4G atau generasi keempat.
Banyak manfaat dari jaringan komunikasi generasi keempat. Mungkin yang paling sederhana, LTE-A menawarkan kecepatan lebih cepat dibandingkan 3G. Sebagaimana didefinisikan oleh Standar Lanjutan Telekomunikasi Seluler Internasional, 4G harus menawarkan kecepatan data nominal 100 Mbit/s ketika pengguna secara fisik bergerak dengan kecepatan tinggi dibandingkan stasiun data, dan 1 Gbit/s ketika pengguna dan stasiun tidak bergerak. relatif satu sama lain. Selain itu, LTE-A memungkinkan roaming global, peralihan antar jaringan yang lancar, dan interoperabilitas dengan standar nirkabel yang ada. Untuk komunikasi nirkabel, LTE-A atau 4G LTE adalah yang tercanggih saat ini.
Sumber:
https://informatika.uc.ac.id/2022/11/4g-lte-apa-kelebihannya
https://www.lenovo.com/us/en/faqs/pc-life-faqs/what-is-lte-a/?orgRef=https%253A%252F%252Fsearch.yahoo.com%252F
https://www.4g.co.uk/4g-lte-advanced/
---
## 2. 3GPP Release 8-14

3GPP (3rd Generation Partnership Project) adalah organisasi standarisasi global yang bertanggung jawab untuk mengembangkan spesifikasi teknis untuk evolusi jaringan seluler. Release 8 hingga Release 14 adalah serangkaian spesifikasi yang dihasilkan oleh 3GPP untuk memperbarui dan meningkatkan teknologi jaringan seluler 3G (Generasi Ketiga) dan 4G (Generasi Keempat). Berikut adalah gambaran singkat tentang 3GPP Release 8 hingga Release 14:
1. **Release 8 (LTE):** Dirilis pada 2008, Release 8 memperkenalkan teknologi LTE (Long-Term Evolution). LTE membawa peningkatan signifikan dalam kecepatan data, kapasitas jaringan, dan efisiensi spektrum dibandingkan dengan teknologi 3G sebelumnya.
2. **Release 9:** Dirilis pada 2009, Release 9 melibatkan peningkatan pada LTE dan juga memperkenalkan konsep Dual-Cell HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access), yang memungkinkan penggabungan dua sel jaringan untuk meningkatkan kecepatan unduh.
3. **Release 10:** Dirilis pada 2011, Release 10 memperkenalkan fitur-fitur seperti Carrier Aggregation (penggabungan frekuensi untuk meningkatkan kecepatan), MIMO (Multiple Input, Multiple Output), dan teknologi LTE-Advanced.
4. **Release 11:** Dirilis pada 2012, Release 11 menghadirkan peningkatan lebih lanjut pada LTE-Advanced, termasuk fitur-fitur seperti Coordinated Multipoint (CoMP) dan Relay, yang meningkatkan kinerja jaringan dan cakupan.
5. **Release 12:** Dirilis pada 2014, Release 12 terus mengembangkan fitur LTE-Advanced, termasuk pengembangan pada Carrier Aggregation dan MIMO. Release ini juga memperkenalkan konsep HetNet (Heterogeneous Networks) untuk meningkatkan kapasitas jaringan.
6. **Release 13:** Dirilis pada 2016, Release 13 membawa inovasi seperti Enhanced Voice Services (EVS) untuk meningkatkan kualitas suara, serta mendukung Internet of Things (IoT) dengan fitur Narrowband IoT (NB-IoT).
7. **Release 14:** Dirilis pada 2017, Release 14 terus fokus pada pengembangan IoT dengan menambahkan fitur-fitur seperti LTE-M (Machine Type Communication) dan NB-IoT yang lebih canggih. Ini juga mengintegrasikan beberapa aspek teknologi 5G pada jaringan 4G.
Setiap release dari 3GPP membawa inovasi baru dan perbaikan teknis yang memungkinkan jaringan seluler berkembang seiring waktu, meningkatkan kinerja, efisiensi, dan mendukung perkembangan teknologi seluler menuju 5G dan seterusnya. Untuk Rilis 5G pertama adalah Rel-15, diluncurkan dalam tiga fase: peluncuran awal dengan dukungan untuk operasi Non-Standalone (NSA), peluncuran utama dengan dukungan untuk operasi Standalone (SA), dan peluncuran akhir. Di antara fitur utamanya adalah dukungan pita mmWave, OFDMA yang dapat diskalakan, Konektivitas Ganda (DC) dengan LTE, dukungan FDD/TDD, TTI pendek, slot mini, MIMO masif, beamforming, dan banyak lagi. 5G Core (5GC) mengadopsi Arsitektur Berbasis Layanan (SBA) dengan fungsi jaringan, layanan mikro, dan API.
Sumber:
https://devopedia.org/3gpp-release
https://www.3gpp.org/specifications-technologies/releases
---
## 3. LTE Flat Architecture

Arsitektur LTE Flat (Flat LTE Architecture) merujuk pada pendekatan arsitektural yang lebih sederhana dan datar dalam desain jaringan Long-Term Evolution (LTE). Konsep ini bertujuan untuk menyederhanakan struktur jaringan dan meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi jumlah lapisan fungsional yang diperlukan dalam jaringan.

Beberapa karakteristik dan komponen utama dalam arsitektur LTE Flat mencakup:
1. **E-UTRAN (Evolved Universal Terrestrial Radio Access Network):** Ini adalah bagian nirkabel dari jaringan LTE yang mencakup stasiun basis (eNodeB) dan terminal pengguna (UE atau User Equipment). Dalam konsep arsitektur flat, eNodeB berperan sebagai simpul inti yang memiliki lebih banyak kontrol terhadap fungsi-fungsi jaringan.
2. **EPC (Evolved Packet Core):** EPC adalah inti dari jaringan LTE, dan dalam arsitektur flat, beberapa fungsi dan simpul dalam EPC dapat disatukan untuk mengurangi kompleksitas. EPC mencakup fungsi-fungsi seperti MME (Mobility Management Entity), SGW (Serving Gateway), PGW (PDN Gateway), dan HSS (Home Subscriber Server).
3. **Fungsi Terpadu:** Arsitektur flat LTE mencoba untuk mengintegrasikan beberapa fungsi ke dalam simpul yang sama atau fungsi yang lebih terpadu. Misalnya, beberapa fungsi kontrol dan perutean yang mungkin ada dalam EPC dapat disederhanakan dan diintegrasikan ke dalam eNodeB.
4. **Efisiensi dan Keterbukaan:** Dengan menyederhanakan arsitektur, desain flat LTE bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keterbukaan jaringan. Ini dapat menghasilkan pengurangan beban sinyalisasi, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk mendukung aplikasi dan layanan yang lebih canggih.
5. **Fleksibilitas Skala:** Arsitektur flat memungkinkan fleksibilitas dalam penyesuaian ukuran jaringan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk meningkatkan kapasitas atau menyesuaikan dengan perubahan lalu lintas jaringan.
Meskipun konsep arsitektur flat memberikan sejumlah keuntungan dalam hal efisiensi dan fleksibilitas, tetap perlu dicatat bahwa desain ini juga dapat membawa tantangan tertentu, terutama terkait dengan pengelolaan dan koordinasi jaringan. Bagi operator seluler, pemilihan antara arsitektur flat atau hierarkis bergantung pada kebutuhan spesifik dan strategi bisnis mereka.
Sumber:
https://ns3simulation.com/ns3-lte-simulation/lte-architecture-2/
https://www.artizanetworks.com/resources/tutorials/sae_tec.html
---
## 4. MIMO

MIMO (Multiple Input Multiple Output) adalah teknologi yang digunakan dalam komunikasi nirkabel untuk meningkatkan kinerja dan kehandalan sinyal. MIMO melibatkan penggunaan beberapa antena untuk mentransmisikan dan menerima data secara simultan, dan ini dapat diterapkan dalam berbagai sistem, termasuk jaringan seluler, Wi-Fi, dan teknologi komunikasi lainnya.
Berikut adalah beberapa aspek kunci dari MIMO:
1. **Multiple Input (Masukan Ganda):** MIMO melibatkan penggunaan lebih dari satu antena untuk mentransmisikan sinyal dari pemancar ke penerima. Sebagai contoh, pada perangkat nirkabel seperti stasiun basis atau router, terdapat lebih dari satu antena pemancar.
2. **Multiple Output (Keluaran Ganda):** Pada sisi penerima, juga terdapat lebih dari satu antena untuk menerima sinyal. Ini memungkinkan sistem untuk memproses dan menyusun informasi yang diterima dari berbagai antena, meningkatkan keandalan sinyal dan kualitas komunikasi.
3. **Peningkatan Kapasitas dan Kecepatan:** MIMO dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan dengan mengirimkan beberapa aliran data secara bersamaan melalui saluran yang berbeda (spatial multiplexing). Ini memungkinkan peningkatan throughput atau jumlah data yang dapat ditransmisikan dalam suatu periode waktu.
4. **Peningkatan Kualitas Sinyal:** Dengan menggunakan berbagai jalur transmisi dan menerima sinyal, MIMO dapat membantu mengatasi isu-isu seperti fading (redaman) atau interferensi, yang dapat mempengaruhi kualitas sinyal dalam lingkungan nirkabel yang bervariasi.
5. **Diversitas dan Resiliensi:** MIMO memberikan diversitas pada sinyal dengan menggunakan jalur yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan ketahanan terhadap gangguan atau redaman yang terjadi secara acak di sepanjang jalur transmisi.
6. **Penerapan dalam Standar Komunikasi:** MIMO telah diadopsi dalam berbagai standar komunikasi, termasuk dalam jaringan seluler seperti LTE dan 5G, serta dalam teknologi Wi-Fi seperti 802.11n dan 802.11ac.
MIMO merupakan teknologi yang mendasar dalam meningkatkan kinerja jaringan nirkabel modern. Penerapannya telah membantu mengatasi tantangan dalam menyediakan konektivitas yang handal dan berkinerja tinggi di lingkungan yang penuh dengan variasi dan ketidakpastian.
Sumber:
https://www.intel.co.id/content/www/id/id/support/articles/000005714/wireless/legacy-intel-wireless-products.html
https://s2phost.web.id/mimo-wifi-pada-teknologi-wireless/
---
## 5. OFDM, OFDMA, SC-FDMA
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing), OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access), dan SC-FDMA (Single Carrier Frequency Division Multiple Access) adalah teknologi yang digunakan dalam komunikasi nirkabel, terutama dalam jaringan seluler seperti LTE dan 5G.
### 5.1 OFDM
Orthogonal Frekuensi Division Multiplexing (OFDM) adalah skema modulasi multi-carrier digital yang memperluas konsep modulasi subcarrier tunggal dengan menggunakan beberapa subcarrier dalam saluran tunggal yang sama. Setiap subcarrier dimodulasi dengan skema modulasi digital konvensional (seperti QPSK, 16QAM, dll.) pada kecepatan simbol rendah. Namun, kombinasi dari banyak subcarrier memungkinkan kecepatan data serupa dengan skema modulasi single-carrier konvensional dalam bandwidth yang setara.
Skema OFDM berbeda dari FDM tradisional dalam beberapa hal yang saling terkait berikut ini:
1. Beberapa pembawa (disebut subcarrier) membawa aliran informasi,
2. Subcarriernya ortogonal satu sama lain, dan
3. Interval penjaga ditambahkan ke setiap simbol untuk meminimalkan penyebaran penundaan saluran dan interferensi antar simbol.
Gambar berikut mengilustrasikan konsep utama sinyal OFDM dan hubungan antara domain frekuensi dan waktu. Dalam domain frekuensi, beberapa nada atau subcarrier yang berdekatan masing-masing dimodulasi secara independen dengan data yang kompleks. Transformasi FFT terbalik dilakukan pada subcarrier domain frekuensi untuk menghasilkan simbol OFDM dalam domain waktu. Kemudian pada domain waktu disisipkan guard interval di antara masing-masing simbol untuk mencegah interferensi antar simbol pada penerima yang disebabkan oleh penyebaran penundaan multi-jalur pada saluran radio. Beberapa simbol dapat digabungkan untuk membuat sinyal burst OFDM akhir. Pada penerima, FFT dilakukan pada simbol OFDM untuk memulihkan bit data asli.

### 5.2 OFDMA
Wi-Fi 6 memperkenalkan mode transmisi data yang lebih efisien, yaitu OFDMA. Wi-Fi 6 mendukung mode MU uplink dan downlink; oleh karena itu, mode transmisi data ini disebut juga MU-OFDMA. OFDMA memungkinkan banyak pengguna untuk menggunakan kembali sumber daya saluran dengan mengalokasikan subcarrier ke pengguna yang berbeda dan menambahkan banyak akses dalam sistem OFDM. Selama ini teknologi tersebut sudah banyak digunakan oleh teknologi nirkabel, seperti 3GPP LTE. Selain itu, standar 802.11ax mendefinisikan subsaluran terkecil sebagai unit sumber daya (RU), yang mencakup setidaknya 26 subcarrier dan secara unik mengidentifikasi pengguna. Sumber daya seluruh saluran dibagi menjadi RU kecil dengan ukuran tetap. Dalam mode ini, data pengguna disimpan di setiap RU. Oleh karena itu, pada total sumber daya frekuensi waktu, beberapa pengguna dapat mengirimkan data secara bersamaan di setiap segmen waktu, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

### 5.3 SC-FDMA

Single Carrier Frequency Division Multiple Access SCFDMA telah diadopsi sebagai metode transmisi pada jalur uplink dalam teknologi Long Term Evolution (LTE). SCFDMA, yang merupakan modifikasi dari teknologi OFDMA, mengintegrasikan proses penyebaran transformasi Fourier diskrit (DFT) sebelum melibatkan modulasi OFDMA. Penerapan skema SCFDMA dalam transmisi uplink LTE terutama dipilih karena memiliki keunggulan berupa rasio daya puncak terhadap rata-rata (PAPR) yang lebih rendah. Keunggulan ini berkontribusi pada efisiensi daya yang lebih baik dalam lingkungan transmisi uplink, menjadikannya pilihan yang optimal untuk mendukung performa yang handal dan efisien dalam jaringan LTE.
Sumber:
https://rfmw.em.keysight.com/wireless/helpfiles/89600b/webhelp/subsystems/wlan-ofdm/content/ofdm_basicprinciplesoverview.htm
https://info.support.huawei.com/info-finder/encyclopedia/en/OFDMA.html
https://www.researchgate.net/figure/QPSK-modulated-signals-in-SCFDMA-and-OFDMA_fig2_260273006
---
## 6. Cyclic Prefix

Cyclic Prefix (CP) adalah elemen kunci dalam sistem modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang digunakan dalam berbagai standar komunikasi nirkabel, termasuk dalam LTE (Long-Term Evolution) dan Wi-Fi. Fungsi utama Cyclic Prefix adalah mengatasi isu Inter-Symbol Interference (ISI) yang dapat muncul dalam kanal nirkabel.
### 6.1 Prinsip Dasar Cyclic Prefix:
1. **Penyebaran Waktu (Time Spreading):**
Cyclic Prefix melibatkan penambahan periode waktu tambahan di setiap simbol OFDM. Ini dikenal sebagai "prefix" karena ditempatkan di depan simbol OFDM. Periode waktu tambahan ini berisi salinan saluran frekuensi tertentu dari akhir simbol OFDM yang bersangkutan.
2. **Mengatasi Inter-Symbol Interference (ISI):**
Dalam lingkungan nirkabel, sinyal sering mengalami dispersi daya atau multipath fading, yang dapat menyebabkan ISI. ISI terjadi ketika simbol yang satu tumpang tindih dengan simbol yang lainnya, sehingga menyulitkan pemisahan informasi. Cyclic Prefix membantu mengatasi ISI dengan memberikan ruang tambahan antar simbol, memungkinkan salinan dari akhir simbol untuk "mendahului" simbol berikutnya.
3. **Orthogonalitas dan Keuntungan OFDM:**
OFDM memanfaatkan orthogonalitas di antara subcarrier-subcarrier frekuensi yang digunakan. Cyclic Prefix memastikan bahwa sinyal dari satu simbol tidak saling mengganggu dengan simbol-simbol lainnya, sehingga mempertahankan keuntungan orthogonalitas OFDM.
4. **Perbaikan Sinyal pada Kanal Bergelombang:**
Pada kanal yang mengalami fading bergelombang atau dispersi daya, Cyclic Prefix membantu memperbaiki sinyal OFDM dengan memberikan "sepatu bot" tambahan di bagian depan setiap simbol, yang membantu dalam rekonstruksi sinyal di penerima.
### 6.2 Keuntungan Cyclic Prefix:
1. **Reduksi Inter-Symbol Interference (ISI):**
Cyclic Prefix secara efektif mengurangi risiko terjadinya ISI dalam kanal nirkabel, memastikan bahwa simbol-simbol OFDM dapat dipisahkan dengan lebih baik dan informasi dapat diambil dengan akurasi.
2. **Keandalan dalam Lingkungan Multipath:**
Dalam kanal multipath, di mana sinyal dapat mengalami pantulan dan dispersi, Cyclic Prefix membantu meningkatkan keandalan komunikasi dengan memberikan sinyal tambahan untuk membantu dalam pemulihan sinyal yang mungkin terdistorsi.
3. **Pertahankan Orthogonalitas OFDM:**
Cyclic Prefix memastikan bahwa orthogonalitas antar subcarrier frekuensi tetap terjaga, menjaga keuntungan kunci dari teknologi OFDM.
Cyclic Prefix menjadi elemen kritis dalam memastikan keandalan dan efisiensi sistem OFDM dalam mengatasi tantangan lingkungan nirkabel yang bervariasi.
Sumber:
https://www.electronics-notes.com/articles/radio/multicarrier-modulation/ofdm-cyclic-prefix-cp.php
https://www.rfwireless-world.com/Terminology/what-is-cyclic-prefix.html
---
## 7. Adaptive Modulation (LTE)
Adaptive Modulation (AM) adalah suatu konsep dalam teknologi komunikasi seluler, termasuk dalam jaringan Long-Term Evolution (LTE). Modulasi Adaptif adalah teknik yang memungkinkan radio mengubah kecepatannya (laju modulasi) seiring dengan perubahan kondisi jaringan radio.
Berikut adalah beberapa aspek utama terkait Adaptive Modulation dalam konteks LTE, Modulasi dan Kecepatan Data, Adaptasi Terhadap Kualitas Saluran, Bit Error Rate (BER) dan Throughput, Peningkatan Efisiensi Spektrum, Peningkatan Kinerja Jaringan.
Interferensi dari sumber luar, seperti perubahan lingkungan (suhu, dedaunan pohon, benda bergerak) semuanya mempengaruhi jangkauan radio. Jika radio menggunakan tingkat modulasi yang lebih tinggi dan merasakan interferensi apa pun melalui sinyal yang diterimanya dari radio lain dalam jaringan, radio tersebut akan secara otomatis menurunkan laju modulasinya (misalnya dari 256QAM ke 64QAM atau 16QAM).
Memperlambat laju modulasi (yang mengakibatkan pengiriman lebih sedikit data pada satu waktu) memberikan kemungkinan lebih besar bahwa data akan lebih kebal terhadap pengaruh gangguan luar. Oleh karena itu, hal ini meningkatkan kemungkinan keberhasilan transmisi data.
Sumber:
https://ubiikmimomax.com/about-us/our-technologies/what-is-adaptive-modulation/
---
## 8. LTE Resource Block
Resource Block (RB) adalah unit sumber daya terkecil yang dapat dialokasikan kepada pengguna. Blok sumber daya memiliki lebar frekuensi 180 kHz dan panjang 1 slot. Dari segi frekuensi, blok sumber daya adalah subcarrier 12 x 15 kHz atau lebar subcarrier 24 x 7,5 kHz. Jumlah subcarrier yang digunakan per blok sumber daya untuk sebagian besar saluran dan sinyal adalah 12 subcarrier. Satuan frekuensi dapat dinyatakan dalam jumlah subcarrier atau blok sumber daya. Misalnya, sinyal downlink 5 MHz dapat digambarkan sebagai lebar 25 blok sumber daya atau lebar 301 subcarrier (subcarrier DC tidak termasuk dalam blok sumber daya).

Pembawa data yang mendasari frame LTE adalah elemen sumber daya (RE). Elemen sumber daya, yaitu 1 subcarrier x 1 simbol, merupakan bagian diskrit terkecil dari frame dan berisi nilai kompleks tunggal yang mewakili data dari saluran atau sinyal fisik.Bandwidth yang ditentukan oleh standar adalah 1,4, 3, 5, 10, 15, dan 20 MHz.
Sumber:
https://rfmw.em.keysight.com/wireless/helpfiles/89600B/WebHelp/subsystems/lte/content/lte_overview.htm
---
## 9. Handover in LTE

Handover adalah elemen kunci dalam menjaga konektivitas yang terus-menerus dan kualitas layanan saat perangkat bergerak melalui wilayah sel berbeda. Dalam konteks Long-Term Evolution (LTE), yang merupakan teknologi jaringan seluler generasi keempat (4G), handover memiliki beberapa karakteristik dan tahapan tertentu.
Berikut adalah tahapan Handover in LTE:
1. UE pertama mengirimkan paket MeasurementReport ke ENB.
2. ENB mengambil keputusan Handover dan mengirimkan paket HandoverRequest ke ENB target.
3. Sebagai tanggapan, ENB Target mengirimkan paket HandoverRequestAck kembali ke ENB sumber.
4. Ini menyelesaikan proses Serah Terima.
5. Setelah Asosiasi LTE ini terjadi antara ENB target dan UE yang diserahkan.
Sumber:
https://support.tetcos.com/support/solutions/articles/14000059952-when-and-how-does-handover-occur-in-lte-
---
## 10. LTE Channels (Physical, Logic, Transport)
Arus informasi antara lapisan protokol yang berbeda dikenal sebagai saluran (Channels). Ini digunakan untuk memisahkan berbagai jenis data dan memungkinkannya diangkut melintasi lapisan yang berbeda. Saluran-saluran ini menyediakan antarmuka ke setiap lapisan dalam tumpukan protokol LTE dan memungkinkan pemisahan data yang teratur dan jelas.

LTE menggunakan beberapa jenis saluran logis, transportasi dan fisik, yang dapat dibedakan berdasarkan jenis informasi yang dibawanya dan cara informasi tersebut diproses.

### 10.1 Physical Channels
Saluran-saluran ini juga berada pada arah downlink dan arah uplink. Jadi kita dapat membaginya menjadi saluran Fisik Downlink dan Saluran Fisik uplink. Berdasarkan data dan pesan sinyal yang dibawa pada saluran fisik di LTE, selanjutnya kita dapat diklasifikasikan sebagai: Saluran Data Fisik (DL, UL) dan Saluran Kontrol Fisik (DL,UL).
#### 10.1.1 Downlink Physical Channel
* Physical Broadcast Channel (PBCH)
* Physical Control Format Indicator Channel (PCFICH)
* Physical Downlink Control Channel (PDCCH)
* Physical Hybrid ARQ Indicator Channel (PHICH)
#### 10.1.2 Uplink Physical Channel
* Physical Uplink Control Channel (PUCCH)
* Physical Uplink Shared Channel (PUSCH)
* Physical Random Access Channel (PRACH)
### 10.2 Logic Channels
Logic Channels menentukan jenis informasi apa yang ditransfer. Saluran ini menentukan layanan transfer data yang ditawarkan oleh lapisan MAC. Data dan pesan sinyal dibawa pada saluran logis antara lapisan RLC dan MAC.
Saluran logis selanjutnya dapat dibagi menjadi dua kategori sebagai saluran kontrol dan saluran lalu lintas. saluran kontrol membawa pesan sinyal di bidang kontrol dan dapat berupa saluran umum atau saluran khusus. Saluran umum berarti umum untuk semua pengguna dalam sel (Titik ke multipoint) sedangkan Saluran khusus berarti saluran hanya dapat digunakan oleh satu pengguna (Titik ke Titik). Saluran lalu lintas membawa data di bidang pengguna, sedangkan saluran kontrol logis membawa pesan sinyal di bidang kontrol.
#### 10.2.1 Downlink Logical Channel
**Control channels:**
* Broadcast Control Channel (BCCH)
* Paging Control Channel (PCCH)
* Common Control Channel (CCCH)
* Dedicated Control Channel (DCCH)
* Multicast Control Channel (MCCH)
**Traffic Channel:**
* Dedicated Traffic channel (DTCH)
* Multicast Traffic Channel (MTCH)
#### 10.2.2 Uplink Logical Channel
* Common Control Channel (CCCH)
* Dedicated Control Channel (DCCH)
* Dedicated Traffic channel (DTCH)
### 10.3 Transport Channels
Transport Channels menentukan bagaimana dan dengan jenis karakteristik apa data ditransfer ke lapisan fisik. Data dan pesan sinyal dibawa pada saluran transport antara MAC dan lapisan fisik.
#### 10.3.1 Downlink Transport Channels
* Broadcast Channel (BCH)
* Downlink Shared Channel (DL-SCH)
* Paging Channel (PCH)
* Multicast Channel (MCH)
#### 10.3.2 Uplink Transport channels
* Uplink Shared Channel (UL-SCH)
* Random Access Channel (RACH)
Sumber:
https://www.techplayon.com/2411-2/
---