# :star: [Hasbi's] Tracklist Dashboard Task Section 1 :::info Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024]. ::: ## :boy: My Profile :::success List the essential information of me. ::: ### :small_blue_diamond: Name : Muhammad Hasbi Nurhadi ### :small_blue_diamond: Email : hasbimic0718@gmail.com ### :small_blue_diamond: NIM : 1101213152 ### :school: Telkom University Student --- ## 1. Standardization (Telecom) ### 1.1 Definisi Standarisasi sistem telekomunikasi mengatur agar sistem telekomunikasi terstandar dengan baik dalam aspek penggunaan, kehandalan, efisiensi, keselamatan dan keamanan bagi para penggunanya. Adanya standarisasi digunakan untuk mengatur penggunaan frekuensi, alokasi (pengaturan tempat), kanal, trafik dan sebagainya. ### 1.2 Tujuan Tujuan dari kegiatan standardisasi pos dan telekomunikasi adalah : * Pengamanan terhadap jaringan pos dan telekomunikasi, yang merupakan aset nasional. * Menjamin interoperabilitas dan interkonektivitas berbagai perangkat dalam jaringan pos dan telekomunikasi. * Memberi kesempatan munculnya industri manufaktur nasional. * Memberi perlindungan terhadap para pengguna jasa (operator dan masyarakat) pos dan telekomunikasi. * Mengendalikan mutu perangkat. * Memberi kesempatan produk nasional bersaing di pasar global. ### 1.3 Organisasi Standarisasi menjadi landasan yang memadai untuk merancang dan mengelola sistem telekomunikasi dengan konsistensi dan interoperabilitas yang tinggi. Dengan merinci protokol dan prosedur yang bersifat umum, standarisasi memfasilitasi integrasi perangkat dari berbagai vendor, memungkinkan penggunaan peralatan yang berbeda-beda namun tetap bekerja secara harmonis dalam suatu jaringan. Seiring itu, standarisasi juga berperan dalam memitigasi interferensi, memastikan kehandalan operasional, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sehingga diperlukan badan-badan atau organisasi agar terdapat keseragaman. Berikut beberapa organisasi standarisasi Telekomunikasi: 1. ITU (International Telecommunication Union) 2. 3GPP (Generation Partnership Project) 3. IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) 4. ISO (International Organization for Standardization) 5. Kominfo (Standarisasi Negara Indonesia) Sumber: Mobilecomm Laboratory HandBook https://www.postel.go.id/artikel-regulasi-frekuensi-dan-standardisasi-3-93#:~:text=Tujuan%20dari%20kegiatan%20standardisasi%20pos,kesempatan%20munculnya%20industri%20manufaktur%20nasional. --- ## 2. Cellular Evolution (1G-5G) ![image](https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/9/b/9bf6457aa60543dcd8fb79835abb36201153aa3b.png) Sejak meletakkan dasar-dasar pada 1980-an, teknologi komunikasi seluler telah menjalani perjalanan yang mengesankan melalui lima generasi evolusi, mulai dari generasi pertama (1G) hingga kemunculan era revolusioner 5G dan konsep Internet of Everything. Dari langkah awalnya sebagai 1G hingga puncak inovasi yang membentuk 5G, setiap transisi antar generasi menandai loncatan signifikan dalam kemampuan dan cakupan teknologi komunikasi seluler. Generasi pertama, atau 1G, menyaksikan lahirnya teknologi seluler pertama kali dengan kemampuan panggilan suara nirkabel. Namun, kemunculan raja 2G, yang diwakili oleh Nokia dan teknologi digital, membawa kemajuan dalam kualitas suara dan kemampuan untuk mengirim pesan teks. Pergeseran ke generasi ketiga (3G) mengenalkan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) yang memungkinkan akses ke layanan data dan mempercepat transmisi informasi. Inovasi terus berkembang dengan kehadiran generasi keempat (4G LTE), menghadirkan era konektivitas berkecepatan tinggi, mengakselerasi transfer data, dan mendukung perkembangan aplikasi multimedia yang semakin canggih. Sementara itu, 5G, yang merupakan generasi terbaru, memasuki era Internet of Everything, di mana konektivitas tidak hanya melibatkan perangkat seluler, tetapi juga mencakup segala aspek dalam kehidupan sehari-hari, dari kendaraan otonom hingga infrastruktur kota pintar. ![image alt](https://canggih.id/wp-content/uploads/2021/10/evolusi-5G.jpg) Setiap transisi antar generasi ini bukan hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga membawa perubahan mendasar dalam cara kita berkomunikasi, bekerja, dan hidup. Dengan 5G dan Internet of Everything, kita berada di ambang era di mana konektivitas tak terbatas dan integrasi teknologi memberikan landasan untuk inovasi lebih lanjut dan transformasi mendalam dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Perkembangan setiap generasi teknologi komunikasi seluler tidak hanya merefleksikan evolusi teknologi itu sendiri, tetapi juga mencerminkan keberlanjutan perubahan zaman yang telah membentuk dunia modern ini. Sumber: https://id.kbs-connector.com/info/what-is-1g-2g-3g-4g-5g-technology-61747457.html https://canggih.id/5g-dan-manfaatnya-untuk-kita/ https://www.dictio.id/t/bagaimana-perkembangan-dari-evolusi-teknologi-seluler-sampai-saat-ini/14231 --- ## 3. Site, Cell, Cluster Secara ringkas, sinergi antara site, sel, dan kluster adalah bagian integral dari fungsi yang mulus dalam sistem telekomunikasi seluler. Site bertindak sebagai lokasi fisik untuk implementasi stasiun dasar, sel mendefinisikan area cakupan individu, dan kluster memungkinkan penggunaan frekuensi yang strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas keseluruhan jaringan seluler. Struktur hirarkis ini memainkan peran penting dalam menyediakan layanan komunikasi seluler yang luas dan andal. ### 3.1 Site "Site" dalam telekomunikasi seluler merujuk pada lokasi spesifik di mana stasiun dasar radio dan peralatan jaringan terkait dipasang untuk memfasilitasi pengiriman dan penerimaan sinyal seluler. Pada dasarnya, ini adalah lokasi di mana antena seluler dipasang pada menara seluler, juga dikenal sebagai stasiun dasar (BS). Nomenklatur untuk stasiun dasar bervariasi antara generasi teknologi seluler yang berbeda. Site berfungsi sebagai titik penting untuk implementasi infrastruktur yang membentuk tulang punggung jaringan komunikasi nirkabel. ### 3.2 Cell ![image alt](https://player.slideplayer.info/106/17856701/slides/slide_10.jpg) "Sel" adalah konsep dasar dalam jaringan seluler, mewakili area cakupan dari satu stasiun dasar. Istilah "sel" sering kali divisualisasikan sebagai bentuk heksagonal, meskipun bentuk lain dapat digunakan untuk keperluan ilustratif. Setiap sel dirancang untuk menyederhanakan gambaran cakupan sinyal dan umumnya sesuai dengan satu stasiun dasar. Sel penting untuk mengelola alokasi frekuensi dan memastikan penggunaan spektrum yang efisien. Bentuk heksagonal dipilih karena efisiensinya dalam menutupi area sambil meminimalkan interferensi dengan sel tetangga. ### 3.3 Cluster ![image alt](https://player.slideplayer.info/106/17856701/slides/slide_26.jpg) "Kluster" terdiri dari sekelompok sel, dan setiap sel dalam kluster beroperasi pada set frekuensi yang berbeda dari sel tetangganya. Pola penggunaan frekuensi ini adalah aspek kunci desain jaringan seluler yang bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan spektrum dan meminimalkan interferensi. Konsep pengelompokan ini penting untuk mengoptimalkan kapasitas jaringan secara keseluruhan dan memastikan alokasi sumber daya yang efisien. Dengan koordinasi frekuensi yang hati-hati di antara sel dalam kluster, operator seluler dapat meningkatkan kinerja dan keandalan jaringan. Sumber: https://slideplayer.info/slide/17856701/ --- ## 4. Sectorization, Cell Splitting ### 4.1 Sectorization ![image alt](https://media.geeksforgeeks.org/wp-content/uploads/20221222212848/sect.jpg) Sektorisasi sel adalah konsep kritis dalam pengelolaan jaringan seluler yang bertujuan untuk mengurangi interferensi, meningkatkan jangkauan, dan meningkatkan gain sinyal. Dengan membagi sel tradisional menjadi sektor-sektor yang lebih kecil, setiap sektor dapat melayani area tertentu secara efisien. Ini membantu mengoptimalkan penggunaan frekuensi dan mengurangi gangguan dari sel-sel tetangga. Dengan memfokuskan daya transmisi ke arah yang diperlukan, sektorisasi sel membantu meningkatkan kualitas sinyal, mengurangi interferensi, dan secara keseluruhan meningkatkan kinerja jaringan seluler. ### 4.2 Cell Splitting ![image alt](https://media.geeksforgeeks.org/wp-content/uploads/20221222211217/cell-spilliting.jpg) Cell Splitting atau Pemisahan Sel adalah proses membagi sel menjadi sel-sel yang lebih kecil yang masing-masing memiliki Base Station sendiri. Pada pembelahan, sel-sel baru dengan radius lebih kecil ditambahkan yang disebut sel mikro. Setiap sel baru yang dibuat bersifat independen dan telah mengurangi tinggi antena dan daya pemancar. Pembagian sel mendukung peningkatan kapasitas total jaringan, memungkinkan lebih banyak pengguna untuk dilayani dengan baik dan menjaga kualitas layanan tetap tinggi. Sumber: https://www.geeksforgeeks.org/cell-splitting-and-cell-sectoring/ --- ## 5. Frequency Reuse ![image alt](https://www.raymaps.com/wp-content/uploads/2011/12/reuse.jpg) Frequency Reuse adalah strategi penggunaan kembali frekuensi yang sama pada area sel yang berbeda di luar jangkauan batas daerah sel-nya yang bebas dari interferensi. Dalam sistem telekomunikasi seluler, konsep ini menjadi kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi, memastikan ketersediaan layanan berkualitas, dan mengatasi masalah interferensi yang mungkin timbul. Fitur penting dalam penggunaan Penggunaan Kembali Frekuensi: * Penggunaan kembali frekuensi meningkatkan efisiensi spektral dan Kualitas sinyal (QoS). * Skema klasik penggunaan kembali frekuensi yang diusulkan untuk sistem GSM menawarkan perlindungan terhadap interferensi. * Berapa kali suatu frekuensi dapat digunakan kembali tergantung pada kapasitas toleransi saluran radio dari pemancar terdekat yang menggunakan frekuensi yang sama. * Dalam skema Penggunaan Kembali Frekuensi, total bandwidth dibagi menjadi beberapa sub-band berbeda yang digunakan oleh sel. * Skema penggunaan kembali frekuensi memungkinkan operator sistem WiMax untuk menggunakan kembali frekuensi yang sama di lokasi sel yang berbeda. Dengan menggunakan frekuensi yang sama pada sel-sel yang berada cukup jauh dari satu sama lain, Frequency Reuse memungkinkan operator jaringan seluler untuk meningkatkan kapasitas sistem tanpa harus mengalokasikan frekuensi yang berbeda untuk setiap sel. Setiap sel diatur untuk menggunakan frekuensi yang sama dengan sel yang terletak pada jarak yang cukup jauh sehingga interferensi antara sel-sel tersebut diminimalkan. Sumber: https://www.geeksforgeeks.org/frequency-reuse/ --- ## 6. Duplexing, Multiplexing ### 6.1 Duplexing Duplexing adalah metode pengelolaan komunikasi dua arah yang esensial dalam jaringan seluler. Dalam konteks ini, duplexing terbagi menjadi dua jenis utama: FDD (Frequency Division Duplexing) dan TDD (Time Division Duplexing). Kedua metode ini menyediakan kerangka kerja yang memungkinkan transmisi dan penerimaan sinyal secara simultan, interaksi dua arah yang efektif antara pengguna dan jaringan seluler. ![image alt](https://image.slidesharecdn.com/01introductiontoumtsnew-140803083306-phpapp02/95/01-introduction-to-umt-snew-17-638.jpg?cb=1407054856) a). FDD (Frequency Division Duplexing) FDD mengadopsi pendekatan di mana saluran frekuensi dialokasikan secara terpisah untuk transmisi dan penerimaan. Frekuensi yang berbeda digunakan untuk menghindari interferensi antara sinyal yang dikirim dan diterima. Dengan cara ini, pengguna dapat berbicara (transmisi) dan mendengarkan (penerimaan) pada waktu yang bersamaan tanpa gangguan. FDD umumnya digunakan dalam teknologi seluler seperti 2G, 3G, dan 4G. b). TDD (Time Division Duplexing) TDD, di sisi lain, membagi waktu ke dalam periode transmisi dan penerimaan yang saling bergantian. Sebagai contoh, dalam satu periode waktu, perangkat dapat mengirim data (transmisi), dan dalam periode berikutnya, perangkat dapat menerima data (penerimaan). Meskipun sinyal transmisi dan penerimaan menggunakan frekuensi yang sama, pengelolaan waktu yang efisien meminimalkan risiko interferensi. TDD sering diadopsi dalam teknologi seluler terkini, termasuk 5G. ### 6.2 Multiplexing ![image alt](https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/41/Telecommunication-multiplexing.gif/400px-Telecommunication-multiplexing.gif) Multiplexing adalah teknik yang memungkinkan pengiriman lebih dari satu informasi melalui satu saluran komunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menghemat jumlah saluran fisik, seperti kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Terdapat tiga jenis utama dari teknik multiplexing: FDM (Frequency Division Multiplexing), TDM (Time Division Multiplexing), dan WDM (Wavelength Division Multiplexing). 1. FDM (Frequency Division Multiplexing): FDM mengizinkan beberapa saluran data untuk berbagi satu saluran fisik dengan membagi rentang frekuensi menjadi saluran-saluran yang berbeda. Setiap saluran memiliki pita frekuensi sendiri-sendiri, memungkinkan pengiriman simultan dari beberapa sinyal pada satu saluran. FDM umumnya digunakan dalam komunikasi radio, televisi kabel, dan jaringan seluler. 2. TDM (Time Division Multiplexing): TDM membagi waktu dalam suatu periode tertentu menjadi slot-slot kecil, dan setiap slot dialokasikan untuk satu saluran data. Ini memungkinkan beberapa sinyal untuk menggunakan waktu yang sama secara bergantian. Meskipun saluran-saluran ini berbagi satu saluran fisik, mereka beroperasi secara independen satu sama lain. TDM banyak digunakan dalam jaringan telepon dan komunikasi digital. 3. WDM (Wavelength Division Multiplexing): WDM memungkinkan pengiriman beberapa sinyal melalui serat optik dengan menggunakan "wavelength" (panjang gelombang) yang berbeda untuk setiap saluran. Ini memungkinkan transmisi data secara simultan melalui serat optik yang sama tanpa interferensi. WDM banyak digunakan dalam jaringan telekomunikasi dan internet untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi transmisi. Sumber: https://beginnerswelecom.wordpress.com/2018/07/05/teknik-duplexing/ https://it.telkomuniversity.ac.id/mengenal-seputar-multiplexing/ https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Multipleksing --- ## 7. Multiple Access Multiple Access adalah teknik yang memungkinkan satu titik basis transceiver station (BTS) dapat diakses oleh beberapa titik tanpa saling mengganggu. Terdapat tiga jenis utama dari teknik Multiple Access: TDMA (Time Division Multiple Access), CDMA (Code Division Multiple Access), dan FDMA (Frequency Division Multiple Access). Perbandingan antara ketiga teknik yang telah disebutkan di atas, secara grafis dapat dilihat pada gambar berikut: ![image alt](https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTYhvEbI-QT1QH_DUBUgaERyOPQb5IaE4rpaDMibD3WjCkNuCSTGuSbDS1qPyQeBXZ71mA&usqp=CAU) 1. TDMA (Time Division Multiple Access): TDMA membagi waktu menjadi periode-berirama dan mengalokasikan setiap periode waktu ke pengguna yang berbeda. Setiap pengguna mendapatkan "slot" waktu eksklusif untuk mentransmisikan data atau sinyal. TDMA umumnya digunakan dalam sistem seluler, seperti GSM (Global System for Mobile Communications), untuk memungkinkan akses bersama dan efisien di antara banyak pengguna. 2. CDMA (Code Division Multiple Access): CDMA memungkinkan penggunaan frekuensi yang sama secara bersamaan oleh banyak pengguna dengan menggunakan kode unik untuk setiap pengguna. Ini memungkinkan transmisi data dari berbagai pengguna untuk dilakukan secara simultan, dan pemisahan sinyal-sinyal tersebut dilakukan berdasarkan kode unik yang digunakan. CDMA umumnya digunakan dalam teknologi seluler seperti CDMA2000 dan WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access). 3. FDMA (Frequency Division Multiple Access): FDMA membagi spektrum frekuensi menjadi saluran-saluran kecil dan mengalokasikan saluran ini ke pengguna-pengguna yang berbeda. Setiap pengguna menggunakan saluran frekuensi yang berbeda untuk mentransmisikan sinyal. FDMA telah banyak digunakan dalam sistem komunikasi analog dan digital, termasuk sistem radio konvensional dan sistem telepon seluler generasi awal. Sumber: https://belajarcdma.blogspot.com/2012/12/multiple-access.html http://acts.ing.uniroma1.it/courses/comelet/Slides/20071217_TEL_lecture_2.pdf --- ## 8. Handover ### 8.1 Definsi Handover Handover adalah proses perpindahan kanal trafik pengguna yang sedang aktif tanpa menyebabkan pemutusan hubungan dan tanpa memerlukan campur tangan dari pengguna. Proses ini dirancang untuk memastikan kelancaran komunikasi selular ketika pengguna bergerak dari satu area cakupan ke area cakupan yang lain. Adapun secara garis besar adalah roses perpindahan koneksi dari satu stasiun pemancar dan penerima (BTS) ke BTS lain dalam jaringan seluler. ### 8.2 Jenis-jenis Secara umum mekanisme handover dibagi menjadi dua macam yaitu: 1. Make Before Break, pada mekanisme ini, sebelum MS terhubung dan dilayani oleh cell yang baru, maka hubungan dengan cell lama tidak akan diputus. Hubungan dengan cell lama hanya akan diputus bila kekuatan sinyal dari cell lama semakin melemah sehingga akhirnya MS tidak mendapat sinyal dari cell lama. ![image alt](http://4.bp.blogspot.com/-J5zOvkf8RLQ/UyQ3o2L9kQI/AAAAAAAAAU4/lUwITtGq4bQ/s1600/h2.png) Soft handoff/intercell merupakan handoff yang terjadi antar sel dengan frekuensi pembawa yang sama, dimana MS memulai komunikasi dan membentuk hubungan dengan BTS yang baru terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan dengan BTS asal. Hubungan akan diputuskan jika proses penyambungan dengan BTS yang baru telah mantap untuk menghindari drop call. Metode ini termasuk jenis make-before-break. 2. Break Before Make, pada mekanisme ini, MS akan memutuskan hubungan dengan cell lama walupun hubungan dengan cell baru belum tercapai. Akibatnya akan ada suatu periode waktu yang singkat dimana MS tidak dilayani oleh cell manapun. User akan merasakan akibat dari hal ini dalam bentuk terputusnya pembicaraanya sesaat. ![image alt](http://2.bp.blogspot.com/-94cnXQMN1NE/UyQ3DAyxe8I/AAAAAAAAAUw/nvHPtJaWiDA/s1600/h1.png) Tipe ini menggunakan metode break-before-make yang berarti harus terjadi pemutusan hubungan dengan kanal trafik lama sebelum terjadi hubungan dengan kanal trafik yang baru. Hard handoff dimaksudkan untuk meminimalkan gangguan panggilan dan dilakukan oleh jaringan selama panggilan berlangsung. Hard handoff terjadi antara sektor atau sel dengan frekuensi pembawa yang berbeda. Hard handoff terjadi pada saat frekuensi kanal CDMA yang berbeda atau antara MSC yang berbeda. Sumber: https://indahlathifa29.blogspot.com/p/handover.html https://teknokra.co/152-mengenal-proses-handover/ --- ## 9. Interference, Fading, Noise ### 9.1 Interference a). Definisi Interference adalah peristiwa yang terjadi karena disebabkan adanya sinyal lain dari pemancar lain dengan frekuensi yang sama atau hampir sama, dan mempunyai daya yang besar. Interferensi merupakan hal yang selalu dikaitkan dengan teknologi komunikasi bergerak. Interferensi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu tertimpa atau tertutupnya sinyal dari suatu pemancar dengan sinyal lain (sinyal jamming) yang mempunyai frekuensi sama dan daya yang lebih besar. b). Jenis-jenis Ada 4 jenis interferensi yang umum pada Cellular Network: • Self-interference Interferensi diri disebabkan oleh interferensi yang terjadi di antara sinyal yang ditransmisikan dari pemancar bersama. Jumlah interferensi yang ditimbulkan bergantung pada jenis modulasi. Dampak interferensi mandiri dapat dikurangi dengan memilih numerologi lapisan fisik sedemikian rupa sehingga kondisi pengoperasian dan teknologi implementasi diperhitungkan. • Multiple access interference Interferensi akses ganda mengacu pada interferensi yang terjadi di antara transmisi dari beberapa radio menggunakan sumber frekuensi yang sama ke satu penerima. Secara teori, lapisan fisik akan memungkinkan akses ganda ortogonal, namun faktor-faktor seperti kesalahan sinkronisasi, ketidakidealan sirkuit RF, dan efek saluran propagasi nirkabel tidak akan memungkinkan ortogonalitas dipertahankan dalam praktiknya. • Adjacent channel interference (ACI) ACI adalah interferensi yang disebabkan antara link yang berkomunikasi di lokasi geografis yang sama menggunakan pita frekuensi yang berdekatan. Pemancar yang menempati pita frekuensi tertentu juga membocorkan energi pada frekuensi yang berdekatan dengan pita tersebut. Emisi out-of-band dianggap sebagai gangguan oleh receiver lain. Dampak emisi out-of-band dapat diukur dengan menggunakan rasio daya saluran yang berdekatan (ACPR). • Co-channel interference (CCI) CCI antar link yang menggunakan kembali pita frekuensi (saluran) yang sama. Ini juga disebut sebagai interferensi antar sel dalam sistem seluler. Efek CCI dapat diminimalkan dengan menerapkan pola penggunaan kembali dengan frekuensi tetap. Metode umum untuk manajemen CCI dalam jaringan seluler meliputi: Penggunaan kembali frekuensi, teknik MIMO, Penyelarasan interferensi, dan adaptasi terhadap variasi interferensi. Situasi ini menyebabkan pengalaman throughput yang serupa oleh pengguna di lokasi sel yang berbeda, dan distribusi tarif layanan. ### 9.2 Fading a). Definisi FADING adalah fenomena fluktuasi daya sinyal terima akibat adanya proses propagasi dari gelombang radio. Fading terjadi karena interferensi atau superposisi gelombang mutipath yang memiliki amplitudo dan fasa yang berbeda-beda. Pengaruh Fading terhadap level sinyal terima adalah dapat meguatkan ataupun melemahkan tergantung phasa dari sinyal resultan masing-masing path. b). Jenis-Jenis ![image alt](https://2.bp.blogspot.com/-xN_7cf-p3YY/XHVcixw99DI/AAAAAAAAAqY/rnYtwn6chBAHZQnLHByZQLb8old8gOAQgCLcBGAs/s320/Picture3.jpg) 1. Large Scale Fading. Ia disebabkan oleh keberadaan obyek-obyek pemantul serta penghalang pada kanal propagasi serta pengaruh kontur bumi, menghasilkan perubahan sinyal dalam hal energi, fasa, serta delay waktu yang bersifat random. Sesuai namanya, large scale fading memberikan representasi rata-rata daya sinyal terima dalam suatu daerah yang luas. Statistik dari large scale fading memberikan cara perhitungan untuk estimasi pathloss sebagai fungsi jarak. 2. Small Scale Fading. Small scale fading atau sering disebut juga sebagai multipath fading, dihasilkan oleh dua macam mekanisme, yaitu : a) Time Spreading Sinyal > sebagai akibat dari multipath b) Time varying channel > disebabkan oleh pergerakan ### 9.3 Noise ![image alt](https://telcominded.files.wordpress.com/2016/01/noise.jpg) a). Definisi Noise adalah sinyal-sinyal yang tidak diinginkan yang selalu ada dalam suatu sistem transmisi. Noise ini akan mengganggu kualitas dari sinyal terima yang diinginkan dan akhirnya menggangu proses penerimaan dan pengiriman data. b). Jenis-jenis Berdasarkan Sumbernya noise dibedakan menjadi 2: 1. Internal Noise (Derau Internal) Internal Noise adalah noise yang dibangkitkan oleh komponen-komponen dalam sistem komunikasi itu sendiri. Internal Noise ini terdiri dari Thermal Noise, Shot Noise, Flicker Noise dan Transit Time Noise. 2. Eksternal Noise (Derau Eksternal) External Noise atau derau eksternal adalah derau yang dihasilkan dari luar rangkaian elektronik itu sendiri. Noise ini bukan disebabkan oleh komponen dari rangkaian atau perangkat elektronik/listrik. Eksternal Noise ini terdiri dari Atmospheric Noise, Industrial Noise dan Extraterrestrial Noise. Sumber: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/23311916.2017.1294133 https://ainuraulia.blogspot.com/2019/02/fading.html https://telcominded.files.wordpress.com/2016/01/noise.jpg https://fit.labs.telkomuniversity.ac.id/noise-sistem-komunikasi-jenis-jenis-dan-pengaruhnya/ --- ## 10. Overview of 2G (GSM, CDMA) 2G telah didirikan pada tahun 1991 dan merupakan standar digital pertama. Ini menghasilkan komunikasi yang lebih andal dan aman. Standar 2G menerapkan konsep GSM dan CDMA: * GSM (Global System for Mobile Communications) adalah standar untuk menggambarkan protokol jaringan seluler digital generasi kedua. Dikembangkan pada awal tahun 1990an di Eropa, standar ini menjadi standar global pada pertengahan tahun 2010an. * CDMA (Codedivision multiple access) memungkinkan beberapa pemancar mengirimkan informasi secara bersamaan. Pada dasarnya, ini memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi pita frekuensi. ### 10.1 Architecture, Bandwidth Jaringan nirkabel generasi kedua dirancang untuk meningkatkan analog dengan solusi sirkuit-switched digital. Tiga standar utama teknologi 2G adalah Global System for Mobile Communications (GSM), yang didasarkan pada standar European Telecommunications Standards Institute (ETSI), time Division Multiple Access (TDMA) IS-136 dan Code Division Multiple Access (CDMA). Standar seluler digital pribadi (PDC) Jepang mirip dengan IS-136. GSM dan IS-136 adalah teknologi TDMA. Layanan 2G biasanya mendukung kecepatan data 9,6 Kbps, 14,4 Kbps, dan hingga 64 Kbps dalam penerapan IS-95B tertentu. ### 10.2 Modulation Teknologi di balik Sistem Komunikasi Seluler Global (GSMTM) menggunakan modulasi Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK), varian dari Phase Shift Keying (PSK) dengan pensinyalan Time Division Multiple Access (TDMA) melalui pembawa Frekuensi Division Duplex (FDD). Lapisan fisik ditentukan dalam 3GPP TS 45.001 dan saluran logis di 3GPP TS 45.002. Pengkodean saluran ditentukan dalam 3GPP TS 45.003 dan modulasinya ditentukan dalam 3GPP TS 45.004. ### 10.3 Frequency Band, Multiple Access Jaringan seluler generasi kedua menggunakan dua teknologi akses baru, TDMA (Time Division Multiple Access) dan CDMA (Code Division Multiple Access). Teknologi akses adalah bagian dari jaringan radio seluler yang memungkinkan telepon seluler terhubung ke jaringan seluler secara nirkabel melalui gelombang radio. Jaringan GSM dan D-AMPS asli merupakan jaringan switching dan tidak dirancang untuk menyediakan layanan data yang efisien. Sumber: https://www.gartner.com/en/information-technology/glossary/2g-second-generation https://commsbrief.com/what-do-the-terms-1g-2g-3g-4g-and-5g-really-mean/ https://www.etsi.org/technologies/mobile/2g --- ## 11. Overview of 3G (UMTS/WCDMA) 3G diperkenalkan pada tahun 2003. Pada jaringan intinya menggunakan arsitektur baru yang disebut “Universal Mobile Telecommunications System” (UMTS). Kemajuan utamanya dibandingkan pendahulunya 2G adalah bandwidth yang jauh lebih tinggi. Hal ini menjadikan 3G sebagai “standar multi-media” seluler pertama. Berikut gambar sebagai pembanding: ![image alt](https://commsbrief.com/wp-content/uploads/2021/06/image-88.png) ### 11.1 Architecture, Bandwidth CDMA juga digunakan oleh teknologi 3G utama lainnya, CDMA2000, namun dalam UMTS, teknologi CDMA disebut Wideband CDMA karena bandwidth salurannya lebih lebar daripada yang digunakan oleh jaringan CDMA2000. Bandwidth saluran 5 MHz, 10 MHz, dan 20 MHz dimungkinkan di UMTS, tetapi 5 MHz adalah bandwidth saluran yang paling banyak digunakan. Untuk migrasi 3G UMTS, jaringan radio GSM ditingkatkan ke teknologi WCDMA. Arsitektur jaringan inti tidak berubah karena peningkatan GSM sebelumnya, GPRS dan EDGE, telah memperkenalkan node jaringan baru, SGSN dan GGSN, untuk kemampuan packet-switched. ### 11.2 Modulation ![image](https://hackmd.io/_uploads/B1ET7KR_p.png) ### 11.3 Frequency Band, Multiple Access Jaringan UMTS dapat beroperasi dalam FDD (Frequency Division Duplex) dan TDD (Time Division Duplex). Rentang frekuensi sedikit berbeda untuk FDD dan TDD dan juga bergantung pada lokasi. UMTS dapat beroperasi pada pita frekuensi yang berbeda, termasuk 850 MHz, 900 MHz, 1700 MHz, dan 2100 MHz. UMTS menggunakan berbagai rentang frekuensi dalam pita 850 MHz, 900 MHz, 1700 MHz, dan 2100 MHz untuk wilayah geografis yang berbeda. Umumnya dengan FDD, pita frekuensi untuk Eropa dan Afrika adalah 2110-2170 MHz pada downlink dan 1920-1980 MHz pada uplink. Untuk Amerika rentang ini berubah menjadi 1930-1990 MHz di downlink dan 1850-1910 MHz di uplink. Sumber: https://commsbrief.com/3g-umts-networks-what-is-umts-and-why-does-it-use-wcdma/#:~:text=UMTS%20%28Universal%20Mobile%20Telecommunication%20System%29%20is%20a%20third-generation,with%20peak%20speeds%20of%20up%20to%202%20Mbps. https://1nce.com/en-ap/resources/news-insights/blog/cellular-mobile-standards#:~:text=2G%20%2D%20The%20first%20digital%20standard&text=It%20delivered%20more%20reliable%20and,share%20a%20band%20of%20frequencies.