# Case Study 7 Nama : Muhammad Gavin Jericho NPM : 2306215502 ## Pertanyaan ### 1. Berapa bit yang dibutuhkan untuk kedua input, dan berapa jumlah bit yang dibutuh untuk output agar tidak ada data yang hilang. Jelaskan jawaban anda! - Untuk input di masing-masing full adder memerlukan 2 bit di masing-masing full adder, karena sesuai dengan konsep adder, dimana diperlukan minimal 2 bit untuk menemukan hasil penjumlahannya. - Untuk output bit yang diperlukan agar tidak ada yang hilang, diperlukan sebanyak 3 buah output, karena mengikuti konsep dari soal juga mengikuti input yang tersedia di masing masing full adder, dimana terdapat dua buah input yang akan menghasilkan 1 Sum dan 1 C out. Dan mengikuti prinsip full adder, sebanyak apapun full adder nya, hasil akhir carry out nya hanya 1. Jadi didapat kesimpulan bahwa bit output yang diperlukan adalah banyak full adder + 1, dan di sini terdapat 2 full adder, maka hasilnya adalah 3 bit output. ### 2. Jelaskan mengapa sebaiknya menggunakan ripple carry adder dibanding membuat rangkaian menggunakan truth table dan k-map (Hint: apa yang terjadi jika range input diperbesar) Karena jika kita membuat rangkaian dengan jumlah bit yang banyak, diperlukan truth table yang lebih banyak pula, dan hal itu berpengaruh ke K-Map yang makin besar dan makin banyak juga, sehingga menggunakan ripple carry adder memudahkan kita untuk membuat rangkaian yang memiliki bit banyak. ### 3. Berikanlah analisis terhadap rangkaian yang dibuat. Sertakan foto rangkaian fisik dan rangkaian Proteus yang telah dibuat! #### Rangkaian Utama (Full Adder diimplementasikan dalam bentuk IC) ![image](https://hackmd.io/_uploads/r1KEr34-R.png) ### Rangkaian Minor (Isi dari IC Full Adder) ![image](https://hackmd.io/_uploads/rkJvG4Hb0.png) ### Penjelasan - Cara kerja dari rangkaian full adder di atas adalah dengan membagi input menjadi 2 jenis, yaitu input yang masuk ke full adder pertama sebagai A0 dan B0, dan input yang masuk ke full adder kedua sebagai A1 dan B1, kemudian kita bisa mengelompokkan dimana input yang masuk ke full adder pertama di tiap inputnya didefinisikan sebagai bilangan 1 dalam bcd (001), lalu input yang masuk ke full adder kedua di tiap inputnya didefinisikan sebagai bilangan 2 dalam bcd (010). - Pembahasan skema kerja rangkaian: - Mula-mula input yang masuk ke FA1 (A0 & B0) akan didefinisikan sebagai bilangan BCD 1 (001), dan input ini di proses di Rangkaian Minor IC FA1, - Dimana jika logika inputnya A0 = B0 = 0, maka output adalah SUM=0 dan C out=0 (Desimal = 0 / BCD = 000) - Kemudian jika logika inputnya A0 = 1 & B0 = 0 atau sebaliknya (A0 = 0 & B0 = 1), maka outputnya adalah SUM = 1 dan C out = 0 (Desimal = 1 / BCD = 001) - Dan terakhir jika logika inputnya A0 = B0 = 1, maka outputnya adalah SUM = 0 dan C out = 1 (Desimal = 2 / BCD = 100) - Kemudian Cout yang dihasilkan dari FA1 akan diteruskan ke C in di FA2 - Lalu input yang masuk di FA2 (A1 & B1) didefinisikan sebagai bilangan BCD 2 (010), dan input ini diproses di rangkaian minor IC FA2 bersamaan dengan C in, - Dimana jika C in = 0 dan logika inputnya A1 = B1 = 0, maka outputnya adalah SUM = 0 dan C out = 0 (Desimal = 0 / BCD = 000) - Kemudian jika C in = 0 dan logika inputnya A1 = 1 & B1 = 0 (begitu juga sebaliknya A1 = 0 & B1 = 1), maka outputnya adalah SUM = 1 dan C out = 0 (Desimal = 2 / BCD = 010) - Lalu jika C in = 0 dan logika inputnya A1 = B1 = 1, maka outputnya adalah SUM = 0 dan C out = 1 (Desimal = 4 / BCD = 100) - Saat C in = 1 dan logika inputnya A1 = B1 = 0, maka outputnya adalah SUM = 1 dan C out = 0 (Desimal = 2 / BCD = 010) - Saat C in = 1 dan logika inputnya A1 = 1 & B1 = 0 (begitu juga sebaliknya A1 = 0 & B1 = 1), maka outputnya adalah SUM = 0 dan C out = 1 (Desimal = 4 / BCD = 100) - Saat C in = 1 dan logika inputnya 1 = B1 = 1, maka outputnya adalah SUM = 1 dan C out = 1 (Desimal = 6 / BCD =110) - Lalu untuk mendapatkan output desimal ganjil selain satu (Desimal = 3 & 5), maka bisa menggunakan beberapa cara berikut - Input A0 = 1 & B0 = 0 atau sebaliknya (A0 = 0 & B0 = 1) dan Input A1 = 1 & B1 = 0 atau sebaliknya (A1 = 0 & B1 = 1), maka akan dihasilkan output dalam bentuk desimal = 3 / BCD = 011 - Input A0 = 1 & B0 = 0 atau sebaliknya (A0 = 0 & B0 = 1) dan input A1 = B1 = 1, maka akan dihasilkan output dalam bentuk desimal = 5 / BCD = 101 ### 4. Soal Bonus: Foto 4 contoh kombinasi input dengan output 7-segment display yang sesuai! ### Kombinasi 1 input di full adder pertama dan 2 input di full adder kedua ![CS dsd 8](https://hackmd.io/_uploads/HkDuVhE-0.png) ### Kombinasi 1 input di full adder pertama dan 1 input di full adder kedua ![image](https://hackmd.io/_uploads/SJmQI3VbA.png) ### Kombinasi 0 input di full adder pertama dan 2 input di full adder kedua ![image](https://hackmd.io/_uploads/B1kuIhVbA.png) ### Kombinasi 2 input di ful adder pertama dan 1 input di full adder kedua ![image](https://hackmd.io/_uploads/S1gMvhN-0.png) ### 5. Jika anda tidak memiliki akses internet atau buku referensi. Bagaimana cara mendapat rangkaian full adder dan half adder. Jika tak ada akses internet dan tak ada buku referensi, kita bisa membuat rangkaian full adder dan half adder menggunakan truth table dan K-Map, namun dengan sebuah syarat bahwa jumlah rangkaiannya tak bisa terlalu banyak karena jumlah bit yang dimasukkan ke truth table akan terlalu banyak nantinya dan K-Map akan terlalu besar dan terlalu banyak nantinya. ### 6. Berikan kesimpulan dari praktikum dalam bentuk poin-poin! - Jenis decoder BCD to 7-segment harus sama denga 7-segment display nya (jika decoder anoda maka display juga harus anoda, begitu juga dengan katoda). - Untuk membuat full adder alam bentuk IC dapat menggunakan tools ports lalu gambar yang default, lalu untuk merangkai bagian dalam IC nya kita bisa dengan meng-klik child circuit, sehingga kita bisa merangkai bagian dalam IC. - Kemudian rangkaian full adder bisa dibuat dengan berbagai cara, mulai dengan menggunakan gerbang logika sederhana, hingga menggunakan gerbang logika kompleks. - Jumlah output yang diinginkan bisa disesuaikan dengan banyaknya jumlah full adder, dimana bisa dilihat dari rumus berikut Jumlah output = Jumlah full adder + 1. - Dalam pembuatan IC full adder penting untuk menentukan nama output dan input di child circuit. - Dalam menghubungkan output akhir ke decoder BCD to 7-segment penting untuk memperhatikan urutan dari LSB sampai MSB. - Untuk membuat rangkaian ripple carry adder bisa saja membuat rangkaian secara manual dengan menghubungkan berbagai logic gate, namun lebih simple jika kita membuat IC full adder dan meng-copy nya. - Untuk membuat rangkaian full adder dan half adder kita bisa dengan menggunakan truth Table dan K-Map, selain itu kita juga bisa melakukan trial and error dengan logika aritmatika normal.