# [Fariz's] Tracklist Dashboard Task Section 1 :::info Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024]. ::: ## :book: Fariz Dzakira's Information :::success List the essential information of me. ::: ### :small_blue_diamond: Name : Muhammad Fariz Dzakira ### :small_blue_diamond: Email : mfarizdzakira@gmail.com ### :small_blue_diamond: NIM : 1101213186 --- ## 1. Standardization (Telecom) ### 1.1 Dasar Standirisasi Telekomunikasi a). **Definisi Standar Telekomunikasi** Standarisasi telekomunikasi merupakan sebuah sistem yang mengatur penggunaan frekuensi, alokasi (pengaturan tempat), kanal, dan sebagainya. Sebagai contoh, Undang-undang Telekomunikasi nomor 36 tahun 1999 yang berisikan tentang operasi telekomunikasi, lisensi, perangkat, spektrum frekuensi radio dan satelit, pengamanan telekomunikasi, dan lainnya. b). **Organisasi Standarisasi Telekomunikasi** Standar Telekomunikasi memainkan peran penting di dalam dunia yang disebut dengan *interconnected world*. Tentunya dalam *interconnected world* ini terdapat masalah-masalah standarisasi yang bisa ditangani oleh badan-badan atau organisasi telekomunikasi dalam tingkat nasional, regional, dan international sebagai berikut: 1. Internasional: * ITU (International Telecommunication Union) * ISO (International Standarization Organisation) * IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) 2. Regional: * Inter-American Telecommunication Commission (CITEL) * European Conference of Postal and Telecommunications Administrations (CEPT) * Regional Commonwealth in the field of Communications (RCC) * African Telecommunications Union (ATU) * Asia-Pacific Telecommunity (APT) 3. Nasional: * Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (Indonesia) * Federal Communication Commission (Amerika) * Association of Radio Industries and Businesses (Jepang) * Australian Communications Authority (Australia) >Sumber: https://citra-teknologi.blogspot.com/2014/07/standarisasi-sistem-telekomunikasi.html https://utilitiesone.com/understanding-the-basics-of-telecommunications-standards https://muhammad54321.blogspot.com/2018/05/badan-regulasi-dan-standarisasi-dalam.html --- ## 2. Cellular Evolution (1G-5G) ### 2.1 Pengertian Seluler Dalam telekomunikasi, istilah seluler mengacu pada sistem komunikasi yang membagi area layanan menjadi sel-sel kecil. Sel-sel ini dilayani oleh stasiun pemancar dan penerima (BTS) yang terletak di menara telekomunikasi. Pelanggan dapat berpindah dari satu sel ke sel lainnya tanpa kehilangan koneksi. Selama beberapa dekade terakhir, jaringan seluler telah berkembang pesat. Ini ditunjukkan dengan peningkatan kecepatan, kapasitas, dan efisiensi jaringan. Berikut adalah penjelasan singkat masing-masing generasi dari 1G hingga 5G: ### 1 Generation (1G) 1G adalah generasi pertama jaringan seluler. Jaringan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1980 ketika Amerika bekerja sama dengan Eropa membuat terobosan baru di teknologi jaringan. Generasi pertama atau 1G, menggunakan sistem analog dan menggunakan metode komunikasi Frequency Division Multiple Access (FDMA). Dengan metode ini, frekuensi dapat dibagi-bagi pada suatu sel sehingga setiap pelanggan dalam sel memiliki frekuensi mereka sendiri saat berbicara. Jaringan 1G hanya melayani telepon suara dan kecepatannya sangat lambat, yaitu 2,4 kbps. Teknologi 1G pertama kali digunakan di Indonesia pada tahun 1984. Saat itu, PT Telkom dan PT Rajasa Hazanah memanfaatkan frekuensi 450 MHz untuk menyediakan layanan komunikasi seluler menggunakan teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone). ### 2 Generation (2G) 2G adalah generasi jaringan seluler yang kedua. Pada jaringan ini dapat melayani pengiriman data berupa SMS, MMS, dan telepon suara. 2G memiliki kecepatan yang lebih baik daripada 1G yakni sebesar 14,4 kbps hingga 64 Kbps. Teknologi yang digunakan 2G adalah sebagai berikut: - **CDMA (Code Division Multple Access)**: Teknik ini meningkatkan kemampuan sesi peneleponan dengan menggunakan metode pengkodean khusus untuk setiap kanal frekuensi yang digunakannya. Dengan adanya sistem pengkodean ini, lalu-lintas dan alokasi waktu untuk setiap sesi dapat disesuaikan. - **GSM (Global System for Mobile Communication)**: GSM adalah standar teknis utama yang digunakan untuk membangun jaringan 2G. Standar ini memastikan bahwa jaringan dan perangkat dari berbagai pabrikan bekerja sama, memungkinkan pengguna ponsel untuk berkeliling dan terhubung ke berbagai jaringan 2G. Selain itu, GSM menawarkan fitur keamanan dan enkripsi data untuk melindungi komunikasi pengguna. Teknologi 2G pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1993 dengan proyek percobaan seluler digital dengan standar GSM oleh Telkomsel di Pulau Batam. PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) menjadi operator GSM pertama yang menggunakan kartu SIM pada tahun 1994, disusul oleh Telkomsel pada tahun 1995, dan PT Excelcomindo Pratama pada tahun 1996. ### 3 Generation (3G) Jaringan Seluler 3G merupakan penerus dari 2G. 3G pertama kali ditemukan pada tahun 1998 dan diperkenalkan di tahun 2001 di Jepang. Kehadiran 3G dapat membantu kebutuhan internet yang terus meningkat pada masa itu menggunakan standar UMTS (*Universal Mobile Telecommunications System*). Teknologi ini mampu menghantarkan kecepatan data hingga mencapai 2Mbps atau hampir 10x lebih cepat dari teknologi 2G. Dengan kecepatan data yang dimiliki 3G, layanan internet seperti *browsing*, pengiriman email, *streaming video* dan musik, berbagi data, hingga *teleconference* dapat diakses oleh masyarakat seluruh dunia. Telkomsel memulai uji coba 3G berbasis teknologi W-CDMA (Wideband-code Division Multiple Access) di Jakarta pada tahun 2005. Uji coba ini kemudian dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya dan Batam. Setelah uji coba tersebut berhasil, Telkomsel menjadi operator pertama di Indonesia yang meluncurkan jaringan 3G secara komersial pada tahun 2006. ### 4 Generation (4G) Memasuki Era 4G, teknologi 3G dinilai tidak bisa mencukupi kebutuhan internet. Oleh karena itu, teknologi 4G lahir guna untuk membuat pengunaan layanan internet semakin nyaman. Teknologi ini diluncurkan secara komersial untuk pertama kalinya pada tahun 2009 di Oslo, Norwegia, dan Stockholm, Swedia. Ini menggunakan standar LTE (Long Term Evolution), yang berbasis teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Dengan kecepatan awal LTE hingga 100 Mbps, sebelum berkembang menjadi LTE-Advanced yang dapat mencapai kecepatan 1 Gbps, era 4G menawarkan waktu upload dan download yang lebih singkat, streaming video HD, dan game online tanpa lag. Ini bisa dibilang sebagai lahirnya industri konten kreatif. 4G juga membuat lebih banyak startup digital dan memudahkan komunikasi melalui video conference. Teknologi 4G LTE pertama kali diuji coba oleh Telkomsel di Pulau Bali pada 2013. Setelah itu, pada akhir 2014, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan jaringan mobile 4G LTE. Sejauh ini, puluhan juta pengguna telah menggunakan layanan 4G Telkomsel. Dengan penetrasi 95%, Telkomsel terus berupaya memberikan jaringan 4G yang paling merata untuk semua pelanggan. ### 5 Generation (5G) Dunia digital terus berkembang hingga kebutuhan untuk layanan internet juga harus ditingkatkan. Kehadiran 5G adalah solusi atas kebutuhan koneksi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun kedepan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang memiliki ekosistem mobile saat ini berkontribusi dan berupaya agar 5G dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia. 5G sudah diluncurkan secara komersial di beberapa negara, seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, China, Turki, dan beberapa negara di Eropa. Jaringan 5G berbasis pada Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM), yang merupakan metode modulasi sinyal digital untuk mengurangi gangguan sinyal di berbagai saluran kanal. 5G sudah tersedia di beberapa perangkat dan lokasi di Indonesia saat ini. Tentu saja, hal ini memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap jaringan mobile internet saat ini dan berdampak pada perkembangan teknologi lain. Berikut adalah tabel penjelasan singkat mengenai perkembangan 1G - 5G: ![image](https://hackmd.io/_uploads/SJ8NnJyK6.png) >Sumber: https://balaiyasaspelanska.weebly.com/blog/january-09th-20202773391 https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/mengenal-teknologi-1g-hingga-5g https://sasanadigital.com/perkembangan-jaringan-mobile-network-dari-masa-ke-masa-1g-ke-5g/#:~:text=yang%20Perlu%20Diperhatikan-,5.,jaringan%20internet%20yang%20lebih%20baik. --- ## 3. Site, Cell, Cluster Dalam *cellular network* terdapat istilah-istilah *coverage area* yang digunakan untuk merepresentasikan wilayah tersebut diantaranya adalah *site*, *cell*, dan *cluster*. Berikut adalah penjelasannya: ### 3.1 Site "Site" dalam jaringan seluler mengacu pada lokasi fisik tempat peralatan stasiun pangkalan seluler dipasang, biasanya termasuk menara dan peralatan stasiun pangkalan. ### 3.2 Cell *Cell* atau sel merupakan suatu daerah-daerah kecil yang digunakan untuk pembagian layanan dari suatu sistem seluler. Setiap sel mempunyai daerah cakupannya masing-masing dan beroperasi secara khusus. ![image](https://hackmd.io/_uploads/HyyVHoR_p.png) ### 3.3 Cluster *Cluster* adalah istilah *coverage area* yang terdiri dari beberapa sel. *Cluster* digunakan untuk mengurangi interferensi sinyal antar cell. ![image](https://hackmd.io/_uploads/r1oRFsA_T.png) >Sumber: https://anyflip.com/octgu/qsus https://repository.unikom.ac.id/49620/1/Jaringan%20Selular.pdf --- ## 4. Sectorization, Cell Splitting ### 4.1 Sectorization *Sectorization* atau bisa disebut *cell sectoring* merupakan proses pembagian jaringan seluler menjadi beberapa area yang lebih kecil dengan antena terarah. Sel-sel terbagi dalam sudut 120° atau 60° yang dapat terbadi menjadi 3 atau 6 sektor. Sel-sel yang tersektorisasi disebut mikro sel. Sektorisasi dapat meningkatkan kapasitas kanal dan mengurangi terjadinya interferensi pada kanal. ![image](https://hackmd.io/_uploads/S1xkpo0da.png) ### 4.2 Cell Splitting *Cell Splitting* adalah proses pembagian sel menjadi sel-sel yang lebih kecil dengan base station masing-masing. Selama pemisahan, sel-sel baru dengan radius yang lebih kecil dibuat; setiap sel baru ini berdiri sendiri, memiliki ketinggian antena dan daya pemancar yang lebih rendah, sehingga meningkatkan kapasitas sistem secara keseluruhan. ![image](https://hackmd.io/_uploads/BkVm0s0Oa.png) >Sumber: https://www.geeksforgeeks.org/cell-splitting-and-cell-sectoring/ --- ## 5. Frequency Reuse Penggunaan ulang frekuensi pada suatu sel yang telah digunakan sebelumnya pada satu atau lebih sel lainnya dikenal sebagai *frequency reuse*. Karena spektrum frekuensi yang tersedia untuk sistem komunikasi bergerak terbatas, spektrum tersebut harus digunakan seefektif mungkin. Untuk menghindari interferensi, jarak antara dua sel dengan frekuensi yang sama harus diatur. ![image](https://hackmd.io/_uploads/Syl_Vh0O6.png) Beberapa faktor, termasuk bentuk geografis wilayah, tinggi antena, jumlah sel yang melakukan frekuensi reuse, dan besarnya daya pemancar pada masing-masing base station, menentukan jarak minimum frekuensi reuse yang dapat diterima. Untuk menemukan jarak minimum frekuensi reuse dapat dicari dengan rumus teori sel hexagonal: ![image](https://hackmd.io/_uploads/HkNs8RR_a.png) Keterangan: - D = Jarak minimum sel yang menggunakan kanal frekuensi yang sama. - R = Radius sel, dihitung dari pusat sel ke titik terjauh dalam sel. - K = Banyaknya sel per kelompok --- >Sumber: >https://sapukamil.blogspot.com/2013/01/frekuensi-reuse.html ## 6. Duplexing, Multiplexing ### 6.1 Duplexing Dalam jaringan seluler, Duplexing memungkinkan komunikasi dua arah. Fungsi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon, mengirim pesan, dan mengakses internet. ![image](https://hackmd.io/_uploads/Bytkq3Cup.png) Ada dua jenis duplexing: 1. **TDD (Time Division Duplexing)**: metode duplexing di mana uplink dan downlink berkomunikasi dengan frekuensi yang sama pada waktu yang berbeda. 2. **FDD (Frequency Division Duplexing)**: FDD menggunakan dua frekuensi yang berbeda secara bersamaan, satu untuk komunikasi dari perangkat seluler ke base station (uplink) dan satu lagi untuk komunikasi dari base station ke perangkat seluler (downlink). ### 6.2 Multiplexing Multiplexing meningkatkan penggunaan bandwidth atau sumber daya lainnya dengan menggabungkan beberapa sinyal, yang dapat berupa sinyal digital atau analog dan berasal dari berbagai sumber. ![image](https://hackmd.io/_uploads/SJ65DgytT.png) Jenis-jenis umum multiplexing: 1. **Frequency Division Multiplexing (FDM)**: FDM membagi bandwidth menjadi beberapa saluran frekuensi, masing-masing saluran digunakan untuk membawa satu sinyal. 2. **Time Division Multiplexing (TDM)**: TDM membagi waktu menjadi beberapa slot waktu, masing-masing slot waktu digunakan untuk membawa satu sinyal. 3. **Code Division Multiplexing (CDM)**: CDM menggunakan kode untuk membedakan antara sinyal-sinyal yang berbeda. >Sumber: https://beginnerswelecom.wordpress.com/2018/07/05/teknik-duplexing/ https://www.slideshare.net/RizkiOgawa/multiplexing-10655684 --- ## 7. Multiple Access *Multiple Access* digunakan untuk mengkoneksikan pengguna seluler berbagi secara simultan spektrum radio yang terbatas. ![image](https://hackmd.io/_uploads/SJN0gWlK6.png) Dalam *Multiple Access*, ada tiga teknik *multiple access* yang umum digunakan dalam cellular network: 1. Frequency Division Multiple Access (FDMA) 2. Time Division Multiple Access (TDMA) 3. Code Division Multiple Access (CDMA) a) **Frequency Division Multiple Access (FDMA)** Pada teknik FDMA, frekuensi dibagi menjadi beberapa kanal frekuensi yang lebih kecil dan diberikan kepada setiap pengguna satu kanal untuk berkomunikasi. Dengan demikian, pengguna dapat berkomunikasi pada frekuensi yang berbeda tanpa mengganggu satu sama lain. b) **Time Division Multiple Access (TDMA)** Pada teknik TDMA, waktu dibagi menjadi slot waktu yang lebih kecil, dan setiap pengguna diberikan satu slot waktu untuk berkomunikasi. Dengan demikian, pengguna dapat berkomunikasi secara bergantian pada waktu yang berbeda. c) **Code Division Multiple Access (CDMA)** Teknik CDMA menggunakan kode yang berbeda untuk memodulasi sinyal setiap pengguna. Kode-kode ini saling ortogonal, sehingga sinyal dari dua pengguna dapat dideteksi secara terpisah. >Sumber: https://www.tutorialspoint.com/wireless_communication/wireless_communication_multiple_access.htm https://www.techopedia.com/definition/8469/multiple-access https://belajarcdma.blogspot.com/2012/12/multiple-access.html --- ## 8. Handover ### 8.1 Definisi Handover Proses perpindahan koneksi dari satu stasiun pemancar dan penerima (BTS) ke BTS lain dalam jaringan seluler dikenal sebagai handover. Proses ini diperlukan agar pelanggan dapat berpindah dari satu sel ke sel lain tanpa kehilangan koneksi mereka. ![image](https://hackmd.io/_uploads/Bk4bU00_p.png) Terdapat dua jenis handover: a) **Hard Handover**: Kondisi jenis handover ini terjadi sebelum hubungan dengan transceiver target tersambung, hubungan ke transceiver sumber diputus, atau *break-before-make*. b) **Soft Handover**: kanal komunikasi antara terminal dan transceiver sumber tetap terhubung, meskipun terminal juga menerima sambungan kanal komunikasi dari transceiver target pada saat yang sama. Dengan kata lain, sebelum hubungan dengan transceiver sumber diputus, hubungan ke transceiver target sudah dilakukan. Proses ini dikenal sebagai *make-before-break*. ### 8.2 Parameter-Parameter Handover a) RSSI (Received Signal Strength Indicator) b) RSRP (Reference Signal Received Power) c) RSRQ (Reference Signal Received Quality) d) SINR (Signal to Noise Rasio) e) Throughput ### 8.3 Keuntungan dan Tantangan Handover #### a) Keuntungan Proses Handover: - **Memastikan kontinuitas koneksi**: Handover memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung ke jaringan saat mereka bergerak dari sel ke sel. Ini sangat penting untuk layanan seperti telepon, SMS, dan internet, yang membutuhkan koneksi yang konsisten. - **Meningkatkan efisiensi jaringan**: Handover mampu menggunakan kembali frekuensi radio di sel-sel yang tidak berdekatan sehingga dapat meningkatkan kapasitas jaringan dan mengurangi biaya. #### b) Tantangan Proses Handover: - **Gangguan atau putusnya koneksi**: Proses handover yang tidak efisien dapat menyebabkan gangguan atau bahkan putusnya koneksi selama beberapa saat, yang dapat mengganggu pengguna jaringan. - **Peningkatan Beban Jaringan**: Hal ini dapat menyebabkan penurunan kinerja jaringan karena transfer data, yang dapat meningkatkan beban jaringan, terutama pada jaringan yang sibuk. >Sumber: https://teknokra.co/152-mengenal-proses-handover/ Handbook Drive Test Mobile Communication Laboratory https://www.researchgate.net/figure/Inter-Cell-Handover-in-cellular-networks_fig3_313717753 --- ## 9. Interference, Fading, Noise Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada sistem komunikasi adalah interferensi, fading, dan suara. Gangguan-gangguan ini dapat mengurangi kualitas sinyal yang diterima, yang pada gilirannya dapat mengurangi kinerja sistem komunikasi. ### 9.1 Interference Interferensi adalah gangguan yang terjadi pada sinyal yang diinginkan akibat adanya sinyal lain yang tidak diinginkan. Sinyal pengganggu ini dapat berasal dari sumber yang sama dengan sinyal yang diinginkan, atau dari sumber yang berbeda. ### 9.2 Fading Fading adalah fluktuasi daya sinyal yang diterima akibat perubahan kondisi propagasi sinyal. Kondisi propagasi sinyal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan atmosfer, perubahan topografi, dan perubahan posisi penerima. ### 9.3 Noise Noise adalah gangguan yang terjadi pada sinyal yang diinginkan akibat adanya sinyal lain yang tidak diinginkan. >Sumber: --- ## 10. Overview of 2G (GSM, CDMA) Poin ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai dua teknologi yang digunakan untuk membangun jaringan seluler 2G. ### 10.1 Architecture, Bandwidth #### 10.1.1 Architecture GSM ![image](https://hackmd.io/_uploads/r1wLs60ua.png) - **Mobile Station**: Mobile station ini adalah peralatan telepon seluler GSM yang memiliki DSP, chip RF, dan SIM (Subscriber Identitas Modul). SIM ini cukup dibawa untuk memanfaatkan layanan jaringan GSM. SIM berisi semua informasi terkait pelanggan, jaringan tempat pelanggan berlangganan, dan informasi terkait enkripsi. - **Base Station Subsystem**: Base station subsystem menampung BTS (Base Transreceiver Station) dan BSC (Base Stastion Controller). Subsistem ini membagi wilayah atau kota di bumi menjadi beberapa sel dan menyediakan antarmuka udara GSM untuk ponsel GSM agar dapat terhubung dengan jaringan GSM. Subsistem ini juga menangani fungsi kontrol radio. - **Network Subsystem (NSS)**: NSS menangani tugas keamanan dan otentikasi, serta tugas pemrosesan panggilan seperti pengaturan panggilan, pengalihan, perusakan, dan serah terima antar BSC. #### 10.1.2 Bandwidth Kecepatan data berbeda-beda tergantung pada layanan yang digunakan. Panggilan suara mencapai 12.2 kbps, SMS mencapai 38.4 kbps, data sirkuit terputus (CSD) mencapai 9.6 kbps, dan layanan radio paket umum (GPRS) mencapai 57.6 kbps, yang merupakan maksimum teoretis, tetapi biasanya lebih rendah dalam praktik. ### 10.2 Modulation Jaringan seluler 2G menggunakan modulasi TDMA (Time Division Multiple Access) dan FDMA (Frequency Division Multiple Access). Teknologi 2G, seperti GSM, menggunakan TDMA untuk membagi saluran frekuensi menjadi time slots, yang memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi saluran yang sama. Selain itu, 2G juga menggunakan modulasi GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying) untuk mentransmisikan sinyal digital. ### 10.3 Frequency Band, Multiple Access FDMA membagi sumber daya frekuensi menjadi beberapa kanal frekuensi yang lebih kecil, sehingga setiap pengguna memiliki satu kanal frekuensi eksklusif untuk berkomunikasi. Dengan demikian, pengguna yang berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa mengganggu satu sama lain. Teknologi GSM menggunakan frekuensi FDMA 900 MHz dan 1800 MHz, dengan lebar pita 200 kHz untuk setiap kanal. >Sumber: https://www.rfwireless-world.com/Tutorials/gsm-architecture.html --- ## 11. Overview of 3G (UMTS/WCDMA) Poin ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai dua teknologi yang digunakan untuk membangun jaringan seluler 3G atau dikenal juga dengan WCDMA. ### 11.1 Architecture, Bandwidth ![image](https://hackmd.io/_uploads/rkwLMCAdp.png) Penjelasan gambar: **UE**: User Equipment, perangkat apa pun yang mengakses internet melalui kartu SIM. #### Radio Network RNS, terdiri dari NodeB yang berkomunikasi dengan UE. RNC berfungsi untuk mengawasi manajemen sumber daya radio, serah terima, dan manajemen mobilitas. - RNS: Radio Network Subsystem - NodeB: Node Base / BTS - RNC: Radio Network controller #### Core Network Core Network terdiri dari SGSN yang menyediakan kemampuan packet-switched dan mengelola perutean paket data. Sedangkan, GGSN merupakan gateway yang terletak di antara SGSN dan jaringan data eksternal seperti internet. - SGSN: Serving GPRS Support Node. - GGSN: Gateway GPRS Support Node. ### 11.2 Modulation Untuk mengirimkan data melalui saluran W-CDMA, modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) adalah modulasi digital yang mengubah bit-bit data menjadi perubahan fase gelombang pembawa. QPSK dapat mengirimkan dua bit data per simbol, sehingga memiliki kecepatan transmisi yang lebih tinggi daripada modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK), yang hanya dapat mengirimkan satu bit data per simbol. ### 11.3 Frequency Band, Multiple Access Jaringan 3G menggunakan berbagai pita frekuensi, tergantung pada teknologi 3G yang digunakan dan lokasi geografis. Beberapa pita frekuensi umum untuk jaringan 3G meliputi: IMT-2000 memiliki band uplink 1920-2170 MHz dan downlink 2110-2170 MHz. UMTS memiliki band downlink 2100-2170 MHz dan uplink 1920-1980 MHz. Perlu diingat bahwa pita frekuensi yang tersedia mungkin berbeda-beda tergantung pada operator seluler dan undang-undang lokal. Teknologi 3G tidak lagi menggunakan FDMA (Frequency Division Multiple Access) seperti pada 2G, melainkan menggunakan Code Division Multiple Access (CDMA) untuk mengakses sumber daya frekuensi. Pada CDMA, setiap pengguna diberikan kode unik yang digunakan untuk memodulasi sinyalnya. Kode-kode ini saling ortogonal, sehingga sinyal dari pengguna yang berbeda dapat dipisahkan dan diterima secara bersamaan tanpa saling mengganggu. >Sumber: https://www.electronics-notes.com/articles/connectivity/3g-umts/network-architecture.php https://www.linkedin.com/pulse/architecture-mobile-networks-2g-3g-4g-ilyes-amokrane-lezzoum-tyofe/