# [Dzaky's] Tracklist Dashboard Task Section 1
:::info
Open Recruitment Mobilecomm Lab [Celullar Network Division 2023/2024].
:::
## :book: Dzaky's Information
:::success
List of the core information about me.
:::
### :small_blue_diamond: Name : Muhammad Dzaky Qushayyi
### :small_blue_diamond: Email: exalone147@gmail.com
### :small_blue_diamond: NIM : 1101223282
---
## 1. STANDARD TELECOMMUNICATION
A). Standard Telecommunication
Kepatuhan terhadap standar telekomunikasi menjadi lebih penting dari sebelumnya karena teknologi yang berkembang dan jumlah perangkat komunikasi yang semakin banyak. Standar ini memastikan bahwa berbagai perangkat, jaringan, dan aplikasi bekerja sama dengan baik, dan bahwa informasi dapat ditransmisikan dan dipertukarkan dengan lancar.
1). Global System for Mobile Communication
Jaringan GSM adalah teknologi komunikasi seluler digital.
Dengan menggunakan gelombang mikro dan mengirimkan sinyal yang dibagi dalam waktu, teknologi ini memastikan bahwa sinyal informasi sampai ke tujuan.
2). TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP berfungsi sebagai tulang punggung internet, memungkinkan perangkat berkomunikasi dan bertukar data melintasi jaringan.
3). FUNGSI GSM
Bergantung pada sistem yang digunakan, seperti 2G atau 3G, jaringan GSM dapat beroperasi pada frekuensi yang berbeda. Setiap frekuensi kemudian dibagi menjadi saluran yang memungkinkan pengiriman singkat informasi digital melalui jaringan GSM.
4). JENIS-JENIS STANDARISASI
1. Indonesia : Menkominfo
2. Inggris : British Standard Institute (BSI)
3. Jerman : Deutsche IndustrieNormen (DIN)
4. Amerika : American National Standard Institute (ANSI)
5. BRT : Badan Regulasi Telekomunikasi >> BadanStandar Indonesia
5). ORGANISASI GLOBAL
1. ITU : International Telecommunication Union
2. ISO/IEC : The International Standards Organization/International
3. IETF(Internet Engineering Task Force)
Reference
https://utilitiesone.com/understanding-the-basics-of-telecommunications-standards
https://www.baktikominfo.id/en/informasi/pengetahuan/berkenalan_dengan_gsm_pengertian_sejarah_serta_fungsinya-671
https://ahmadrifai-tkj.blogspot.com/2019/07/jenis-jenis-standar-komunikasi-data.html
---
## 2. CELULAR EVOLUTION (1G-5G)
**1). JARINGAN SELULER 1G : AMPS (GENERASI PERTAMA)**
Nippon Telegraph dan Telephone memulai teknologi jaringan 1G di Jepang pada tahun 1979.
Saat itu, jaringan 1G hanyalah gelombang analog radio, yang berarti teknologi ini sangat terbatas dan masih belum digunakan secara luas seperti sekarang.
Teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access) digunakan oleh Generasi 1G. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk membagi-bagi jangkauan frekuensi, sehingga pengguna dapat berbicara dengan orang lain di frekuensi tersendiri tanpa mencampur frekuensi lainnya.
Setelah itu, teknologi koneksi 1G dikenal sebagai NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Advanced Mobile Phone Service), yang masing-masing hanya mendukung komunikasi suara dengan kecepatan hingga 14,4 Kbps.
**2). JARINGAN SELULER 2G : GSM & CDMA (GENERASI KEDUA)**
Perkenalan teknologi jaringan 2G di Finlandia pada tahun 1991 menandai peluncuran gelombang digital.
Teknologi 2G ini, yang dikenal sebagai GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access), mendukung pengiriman suara dan teks (SMS).
Menyediakan layanan suara dan penggunaan switching sirkuit adalah fokus utama dari pengembangan teknologi seluler 2G. Fitur CSD generasi ini membuat transfer data lebih cepat, sekitar 14.4 kbps.
Selama era 2G, telepon seluler telah berkembang, memberikan masyarakat Indonesia akses bebas ke jaringan seluler. Anda mungkin juga pernah melihat Nokia 3310, yang memiliki layar monokrom.
**3). JARINGAN SELULER 2.5G : GPRS**
Di akhir tahun 1990, teknologi 2G berkembang menjadi 2.5G. Jaringan 2.5G adalah evolusi dari teknologi nirkabel berbasis GPRS (General Packet Radio Service), yang merupakan gabungan dari teknologi nirkabel generasi kedua (2G) dan ketiga (3G).
Perbedaan utama antara jaringan 2G dan 2.5G adalah cara jaringan switching paket digunakan dalam jaringan komputer. Jaringan 2.5G memberikan layanan berorientasikan data dengan kecepatan rata-rata 28 Kbps, dengan kecepatan teoritis maksimum 384 Kbps.
Dengan teknologi 2.5G, Anda dapat mengirim dan menerima foto dan video melalui MMS.
Salah satu fitur yang tidak kalah penting dari 2.5G adalah kemampuan untuk menjelajah web melalui WAP, yang merupakan versi situs web sederhana yang dapat disesuaikan dengan tampilan ponsel saat itu. Selain itu, generasi ini dapat melakukan transfer data dengan kecepatan hingga 9.600 bps (bit per second), voice mail, panggilan menunggu, dan SMS.
**4). JARINGAN SELULER 2.75G : EDGE (ENCHANTED DATA RATE FOR GLOBAL EVOLUTION)**
Operator AT&T di Amerika Serikat pertama kali menggunakan teknologi 2.75G pada tahun 2003. Ini adalah peningkatan dari jaringan 2G dan 2.5G yang dikenal sebagai EDGE (Peningkatan Rates Data untuk Evolusi Global).
2.75G memungkinkan pengiriman data dalam bentuk paket kecil dengan kecepatan 48 Kbps (hingga 384 Kbps). Bahkan dengan perkembangan jaringan seluler ini, pengguna telepon seluler sudah mulai dapat mengakses internet.
**5). JARINGAN SELULER 3G : WDCMA (GENERASI KETIGA)**
Teknologi jaringan 3G pertama kali dikembangkan pada tahun 1998 dan diperkenalkan di Jepang pada tahun 2001, dengan berbagai peningkatan untuk meningkatkan kualitas jaringan internet.
Perlu diingat bahwa teknologi 3G pertama kali muncul pada perangkat seluler. Satu perubahan besar adalah adanya dukungan untuk roaming (akses di luar jangkauan) dan internet mobile, yang memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai informasi.
Teknologi 3G, yang awalnya dikenal sebagai WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access), mendukung kecepatan internet hingga 2 Mbps, atau hampir sepuluh kali lebih cepat dari teknologi 2G.
Teknologi 3G juga ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) sebagai standar teknologi jaringan setelah IMT-2000, dan sekarang kita dapat menikmati berbagai layanan online seperti live streaming, video streaming, game online, dan juga teleconference.
Teknologi 3G kemudian diperbarui menjadi 3.5G HSDPA (High Speed Downlink Packet Access), yang meningkatkan kualitas jaringan dan kecepatan.
**6). JARINGAN SELULER 3.5G : HSDPA**
Jaringan 3.5G HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) adalah peningkatan teknologi yang fokus pada kecepatan transfer data yang lebih tinggi daripada 3G.
Kecepatan ini melebihi kecepatan data puncak sepuluh kali lipat dan kapasitas sistem enam kali lipat dari sistem jaringan 3G sebelumnya. Secara otomatis, kecepatan ini akan mempermudah akses internet bagi semua orang.
Dengan 3.5G, pengguna dapat menggunakan internet sekaligus melakukan telepon ke berbagai tujuan.
Selain itu, teknologi jaringan ini memiliki kemampuan untuk memungkinkan komunikasi multimedia melalui internet menggunakan data video, seperti panggilan video dan pembagian video, dengan kecepatan downlink hingga 14 Mbps.
Jaringan 3.5G HSDPA, yang juga dikenal sebagai super 3G, memiliki fitur HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access) dan HSPA+ (High-Speed Packet Access Plus).
**7). JARINGAN SELULER 3.95/4G LTE**
Teknologi jaringan LTE adalah standar jaringan generasi sebelumnya yang memberikan kecepatan dan efisiensi mobile broadband.
Jaringan LTE, juga dikenal sebagai 3.95G, lebih sering disebut sebagai 4G LTE. LTE, atau Long Term Evolution, mengacu pada perkembangan jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA yang lebih canggih, dengan kecepatan data hingga 100 Mbps atau lebih.
NTT Docomo memulai LTE di Jepang pada tahun 2004, dan mulai dijual pada tahun 2005 dengan mengikuti standar GSM dan UMTS.
Dengan menggunakan antarmuka radio, LTE mempersederhanakan teknologi jaringan nirkabel dan meningkatkan jaringan inti, meningkatkan kecepatan dan kapasitas jaringan.
**8). JARINGAN SELULER 4G (GENERASI KEEMPAT)**
Teknologi jaringan generasi keempat, atau 4G, muncul pada tahun 2008 dan dirilis di kota-kota di Stockholm, Swedia, Oslo, dan Norwegia pada tahun 2009. Perkembangan teknologi jaringan kemudian lebih pesat.
Jaringan 4G memiliki kecepatan 500 kali lipat dibandingkan teknologi 3G sebelumnya.
4G memiliki banyak fitur dan tidak terbatas pada telepon seluler. Itu juga dapat digunakan pada banyak perangkat gelombang digital.
Selain itu, teknologi 4G memungkinkan menerima panggilan di atas frekuensi VoLTE (Voice over LTE), yang meningkatkan kualitas telepon dibandingkan sebelumnya.
Kecepatan 4G memungkinkan koneksi untuk berbagai tujuan, seperti perangkat IoT (Internet of Things), yang sudah banyak digunakan dan beroperasi melalui jaringan internet.
**9). JARINGAN SELULER 5G (GENERASI KELIMA)**
Jaringan 5G berbasis pada Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM), yang merupakan metode modulasi sinyal digital untuk mengurangi gangguan sinyal di berbagai saluran kanal.
Teknologi 5G sangat fleksibel dan dapat diterapkan untuk berbagai jenis layanan broadband mobile, fixed broadband, atau fixed wireless access (FWA).
Menggunakan pita frekuensi di lapisan low band dan middle band, seperti 700 MHz, 2,6 GHz, dan 3,5 GHz, akan lebih cocok untuk layanan 5G Mobile Broadband.
Karena cepat dan responsif, teknologi ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja teknologi sebelumnya.
## PERBEDAAN ANTAR JARINGAN SELULER

Reference https://sasanadigital.com/perkembangan-jaringan-mobile-network-dari-masa-ke-masa-1g-ke-5g/
---
## SITE, CELL, CLUSTER
**1). SITE**
BTS adalah singkatan dari Base Transceiver Station, atau stasiun pemancar dalam bahasa Indonesia. BTS bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima sinyal radio ke perangkat komunikasi seperti telepon rumah, telepon seluler, dan perangkat lainnya.
**2). CELL**
Cell dapat didefinisikan sebagai area jangkauan dari sistem antena BTS. Cell dapat digambarkan sebagai bentuk hexagonal. Terdapat dua jenis cell antara lain :
1. Omni directional Cell
Sebuah BTS melayani sel omni-direksional, atau omnicell. BTS memiliki antena yang mengirimkan sinyal secara merata ke semua arah, atau 360 derajat.
2. Sector Cell
Sebuah "sel sektor", juga disebut "sel sektor," adalah area cakupan sebuah antena yang memungkinkan transmisi sinyal hanya ke arah tertentu. Ini dapat setara dengan 120 derajat atau 180 derajat dari sel omni-direksional yang setara, sebagai contoh. Satu BTS dapat melayani salah satu sel sektor ini, dan kumpulan BTS di satu lokasi dapat melayani lebih dari satu sel sektor, yang menghasilkan istilah seperti situs berdua sektor atau, lebih umum, situs bertiga sektor.

**3). CLUSTER**
Cluster adalah kelompok sel di mana semua frekuensi yang tersedia telah digunakan satu kali dan hanya satu kali.
Interferensi dapat menjadi masalah karena cluster tetangga dapat menggunakan frekuensi yang sama. Oleh karena itu, jarak pengulangan frekuensi harus sebesar mungkin. Namun, jarak pengulangan frekuensi harus sekecil mungkin untuk memaksimalkan kapasitas.
Reference
https://simcom07.blogspot.com/2011/08/cells-clusters.html
https://www.slideshare.net/belajar_pintar/management-frekuensi
---
## SECTORIZATION, CELL SPLITTING
**1). SECTORIZATION**
Mikrosel terdiri dari sejumlah segmen lingkaran dengan set kanal masing-masing. Segmen lingkaran dibagi dengan sudut 120° atau 60°. Ini juga meningkatkan kapasitas saluran dan mengurangi interferensi. Sel yang diberikan membuat tiga atau enam sektor. Namun, berbeda dengan Pembelahan Sel, radius sel tidak berubah setelah sektorisasi, meskipun rasio pengulangan saluran yang sama (rasio pengulangan saluran bersama) telah berkurang. Ini meningkatkan kinerja sistem dengan antena arah.

**2). CELL SPLITTING**
Proses membagi sel menjadi sel-sel yang lebih kecil, masing-masing dengan stasiun dasarnya sendiri disebut pembagian sel. Pada pemisahan, sel-sel baru dengan radius yang lebih kecil ditambahkan, yang disebut mikrosel. Setiap mikrosel independen dan tidak memerlukan ketinggian antena atau daya transmitter yang lebih besar, sehingga meningkatkan kapasitas sistem secara keseluruhan. Faktor frekuensi reuse meningkat dengan pembagian sel; faktor frekuensi yang lebih tinggi meningkatkan kemampuan sistem seluler untuk membelah sel.
Reference https://www.geeksforgeeks.org/cell-splitting-and-cell-sectoring/
---
## FREQUENCY REUSE
Metode penggunaan ulang frekuensi mengatur alokasi dan penggunaan ulang saluran di wilayah cakupan. Frequency Reuse atau Frequency Planning adalah proses pemilihan dan alokasi sub-band frekuensi untuk semua stasiun basis seluler dalam suatu sistem. Setiap stasiun basis seluler diberikan sekelompok saluran radio atau sub-band frekuensi untuk digunakan dalam area geografis kecil yang disebut sel. Cara Menggunakan Penggunaan Berulang:
1. Efisiensi spektrum dan kualitas sinyal (QoS) ditingkatkan dengan penggunaan ulang frekuensi.
2. Frekuensi pemulihan: Skema konvensional untuk sistem GSM melindungi dari gangguan.
3. Jumlah frekuensi yang dapat digunakan kembali bergantung pada kapasitas toleransi saluran radio transmitter terdekat yang menggunakan frekuensi yang sama.
Reference https://www.geeksforgeeks.org/frequency-reuse/?ref=header_search
---
## DUPLEXING, MULTIPLEXING
Teknologi saat ini memungkinkan transmisi suara dan data di kedua arah. Duplexing adalah nama untuk kemampuan khusus ini untuk memungkinkan transportasi data dua arah secara simultan. Duplex adalah mungkin dalam domain waktu dan frekuensi.
a). Frequency Division Duplexing (FDD)
b). Time Division Duplexing (TDD)

**A. FREQUENCY DIVISION DUPLEXING**
Untuk melakukan transmisi simultan, dua band frekuensi digunakan: satu untuk transmisi uplink dan yang lain untuk transmisi downlink. Frekuensi uplink dan downlink mungkin tetap tetap dan terpisah satu sama lain.
**B. TIME DIVISION DUPLEXING**
Metode duplex ini menggunakan rentang frekuensi penuh untuk periode slot transmisi dan penerimaan masing-masing. Untuk menghindari gangguan dan penundaan waktu, jarak waktu dipertahankan cukup singkat untuk memberi pengguna kesan bahwa uplink dan downlink terjadi pada saat yang sama. Teknik duplex time-division duplexing (TDD) memungkinkan transmisi dan penerimaan sinyal berturut-turut dengan menggunakan satu band frekuensi.
Reference https://www.geeksforgeeks.org/duplexing-techniques/?ref=header_search
---
## MULTIPLE ACCESS
**1). DATA LINK CONTROL**
Kontrol link data adalah pengiriman data melalui media link komunikasi data dengan menambahkan lapisan kontrol pada setiap perangkat komunikasi.
Dengan menggunakan teknik seperti pengendalian kesalahan, pengendalian aliran, dan framing, kontrol data link memastikan transmisi pesan yang dapat diandalkan melalui saluran transmisi.
**2). MULTIPLE ACCESS CONTROL**
Jika ada link khusus antara pengirim dan penerima, lapisan kontrol link data cukup untuk mengakses saluran. Namun, jika tidak ada link khusus, beberapa stasiun dapat mengakses saluran secara bersamaan. Oleh karena itu, beberapa protokol akses diperlukan untuk mengurangi tabrakan dan mencegah crosstalk
Misalnya, ketika seorang guru mengajukan pertanyaan dan semua siswa (atau stasiun) mulai menjawab secara bersamaan (menyampaikan data pada saat yang sama), terjadi kekacauan (data tumpang tindih atau data hilang). Oleh karena itu, tugas guru untuk mengawasi siswa dan membuat mereka menjawab secara individual adalah menggunakan protokol akses berbilang.
Oleh karena itu, untuk berbagi data pada saluran yang tidak didedikasikan, protokol diperlukan. Beberapa protokol akses dapat dibagi sebagai

Reference https://www.geeksforgeeks.org/multiple-access-protocols-in-computer-network/?ref=header_search
https://slideplayer.info/slide/3770980/
---
## HANDOVER
Dalam telekomunikasi seluler, istilah handover atau handoff mengacu pada proses mentransfer panggilan atau konektivitas data yang sedang berlangsung dari satu Base Station ke Base Station lain. Ketika ponsel pindah ke sel yang berbeda sementara percakapan sedang berlangsung maka MSC (Mobile Switching Center) mentransfer panggilan ke saluran baru milik Stasiun Base baru.

**TYPES OF HANDOVER**
1. Hard handover
2. Soft handover
3. Delayed handover
4. Mobile-Asisted handover
**A). HARD HANDOVER**
jika ada masalah koneksi saat beralih dari satu base station ke base station lainnya. Karena switching yang sangat cepat, Base Station dan MSC tidak terbebani. Kualitas koneksi buruk. Kebijakan "break before make" digunakan oleh Hard Handoff.
Ketika pengguna terhubung ke stasiun basis dengan frekuensi radio yang berubah, ini biasanya digunakan untuk Multiplexing Divisi Waktu dan Divisi Frekuensi Multiplex.
Hard handoff lebih murah daripada soft handoff karena hanya satu saluran harus aktif sekaligus, dan lebih efisien daripada soft handoff. Oleh karena itu, mereka digunakan secara luas.
Saat mengganti stasiun dasar, kadang-kadang ada penundaan.

**B). SOFT HANDOVER**
Jika perangkat terhubung ke dua atau lebih stasiun basis pada saat yang sama, ini disebut soft handoff. Soft Handoff menggunakan kebijakan "make before break" untuk memastikan bahwa setidaknya satu link disimpan saat sinyal radio ditambahkan atau dihapus ke Stasiun Base. Dalam kasus di mana satu saluran mengalami kehilangan daya, saluran lain selalu berada dalam mode standby, yang membuatnya lebih baik daripada hard handoff. Perangkat yang mendukung jaringan CDMA/WDMA menggunakan soft handoffs.
Ini memiliki kecepatan transmisi yang tinggi dan keterlambatan sinyal yang sangat rendah. Tidak dapat digunakan pada perangkat yang mendukung jaringan GSM atau LTE.

**C). DELAYED HANDOVER**
Ketika tidak ada stasiun basis yang tersedia untuk menerima transfer, transfer tertunda terjadi. Panggilan dihentikan ketika kekuatan sinyal mencapai batasnya. Ketika pengguna berada di luar cakupan jaringan, atau di titik mati di mana jangkauan jaringan sangat rendah, ini biasanya terjadi.
**D). MOBILE-ASISTED HANDOVER**
Digunakan pada perangkat GSM berbasis teknik TDMA, handoff yang dibantu telepon seluler membantu stasiun basis mentransfer panggilan ke stasiun basis lain dengan konektivitas yang lebih baik dan kekuatan sinyal yang lebih besar.
Reference https://www.geeksforgeeks.org/handoff-in-cellular-telecommunications/?ref=header_search
---
## INTERFERENCE, FADING AND NOISE
**1). INTERFERENCE**
Sinyal yang tidak diinginkan kadang-kadang mengganggu fungsi penerima dan mengganggu komunikasi antara beberapa perangkat. Fenomena ini dikenal sebagai interferensi dan sinyal yang tidak diinginkan, dan contohnya, sinyal yang tidak diinginkan dapat menyebabkan distorsi suara selama panggilan telepon.
**2). FADING**
Dalam komunikasi nirkabel, memudar adalah fenomena di mana kekuatan dan kualitas sinyal radio berfluktuasi seiring waktu dan jarak. Fading disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk multipath propagasi, kondisi atmosfer, dan pergerakan objek di jalur transmisi. Fading dapat memiliki dampak signifikan pada kinerja sistem komunikasi nirkabel, terutama yang beroperasi di band frekuensi tinggi.
**3). NOISE **
Dalam sistem komunikasi, keberhasilan pengiriman informasi dari pengirim (transmitter) ke penerima (penerima) bergantung pada seberapa akurat penerima dapat menerima sinyal yang ditransmisikan dengan benar dan dengan baik. Pada kenyataannya, sinyal informasi yang diterima oleh penerima seringkali mengalami kesalahan atau kerusakan, dan kebanyakan kesalahan pengiriman informasi dalam sistem komunikasi disebabkan oleh suara.
Reference https://imtech.imt.fr/en/2022/04/12/interference-a-source-of-telecommunications-problems/
https://www.geeksforgeeks.org/fading-in-wireless-communication/?ref=header_search
https://fit.labs.telkomuniversity.ac.id/noise-sistem-komunikasi-jenis-jenis-dan-pengaruhnya/
---
## OVERVIEW OF 2G
**1). GSM**
Dengan singkatan Global System for Mobile Communication (GSM), teknologi seluler terbuka dan digital yang digunakan untuk komunikasi seluler menggunakan kombinasi FDMA dan TDMA. Ini menggunakan empat band frekuensi: 850 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, dan 1900 MHz.
**A). ARCHITECTURE OF GSM**
1. MOBILE STATION (MS)
Pelanggan dapat mendapatkan layanan komunikasi bergerak melalui Mobile Station (MS) MS. Dengan kata lain, handphone saat ini adalah MS.
2. BASE STATION SYSTEM (BSS)
A). BASE TRANSCEIVER STATION (BTS): BTS adalah perangkat pemancar dan penerima yang mengirimkan sinyal radio ke stasiun mobile (MS). BTS memiliki tiga kanal: satu untuk trafik, satu untuk broadcast, dan satu lagi untuk kontrol.
B). BASE STATION CONTROLLER
BSC mengelola sumber radio dalam pemberian frekuensi untuksetiap BTS dan mengatur handover ketika mobile station melewati batas antar sel.
C). Transcoding and Rate Adaption Unit (TRAU)
TRAU digunakan untuk mengkodekan suara.
3. Switching Sub System
A). Mobile Switching Center (MSC)
MSC berfungsi sebagai sentral penyambungan, tetapi dapat melakukan tugas lain seperti penghubung antar jaringan lain salah satu contoh nya dapat terhubung dengan PSTN
B). Home Location Register (HLR)
HLR adalah database yang berisi data pelanggan yang tetap, yang mencakup layanan pelanggan, layanan tambahan, dan informasi lokasi pelanggan terbaru.
C). Visitor Location Register (VLR)
VLR adalah database yang berisi informasi sementara tentang pelanggan MSC yang tidak terdaftar yang memasuki wilayah MSC tersebut.
D). Authentication Center (AuC)
AuC berisi database yang menyimpan data rahasia dalam format kode.
E). Equipment Identity Register (EIR)
Untuk validasi Identity International Mobile Equipment (IMEI), EIR memiliki database terpusat.
**B). ARCHITECTURE OF CDMA**
1. MOBILE STATION (MS)
membentuk dan memelihara hubungan suara dan data
2. BASE TRANSCEIVER STATION
BTS memainkan peran penting dalam cell site karena mengatur frekuensi dan daya yang digunakan oleh pengguna.
3. Base Station Controller (BSC)
Mendukung kontrol terhadap
call processing, call set up, dan call release.
4. Mobile Swicthing Center (MSC)
Mengatur komunikasi diantara pelanggan seluler dengan pelanggan jaringantelekomunikasi lainnya.
5. Home Location Register (HLR)/ Authentication Center (AC).
HLR adalah database manajemen MS yang menyimpan semua data user, seperti lokasi user dan data rahasia berbagi (SSD). HLR juga berfungsi sebagai pusat Autentifikasi (AuC) dan pusat penyimpanan Electronic Serial Number (ESN) untuk setiap user yang telah melakukan registrasi.
6. Authentication, Authorization, Accounting (AAA)
A). Authentication
Proses pembuktian identitas
B). Authorization
Penentuan hak akses
C). ACCOUNTING
Pencatatan kegiatan
**C). BANDWIDTH**

**D). MODULATION**
1. Code Division Multiple Access (CDMA)
CDMA (Code Division Multiple Access) adalah teknik yang memberi setiap client dari satu channel suatu alternate code. Dengan demikian, mereka dapat mengirimkan atau menerima pesan secara bersamaan, dan jumlah besar transmisi antara berbagai klien ke satu sama lain hanyalah gerakan.
**E). FREQUENCY BAND**
2G GSM paling sering beroperasi pada band 900 dan 1800 MHz, didistribusikan dalam blok kecil seperti 6,8 MHz hingga 74,6 MHz.
**F). MULTIPLE ACCESS**
Time Division Multiple Access (TDMA) adalah protokol channeling di mana bandwidth saluran dibagi menjadi berbagai stasiun berdasarkan waktu. Ada slot waktu yang diberikan untuk setiap stasiun,
Reference https://www.scribd.com/document/426372422/Arsitektur-Jaringan-2G-3G-4G
https://www.scribd.com/doc/285313806/arsitektur-CDMA
https://www.rantcell.com/comparison-of-2g-3g-4g-5g.html
https://commsbrief.com/gsm-frequency-bands-what-frequencies-do-gsm-networks-use/
---
## OVERVIEW OF 3G
**A). ARCHITECTURE OF 3G**
1. Peralatan Pengguna (UE): Istilah "peralatan pengguna" atau "UE" mengacu pada apa yang sebelumnya dikenal sebagai ponsel, atau telepon.
2. Subsistem Jaringan Radio (RNS): RNS, yang juga disebut UTRAN, adalah yang menyediakan dan mengelola antarmuka udara untuk keseluruhan jaringan.
3. Jaringan Inti: Sebanding dengan subsistem penyaluran jaringan GSM atau NSS, jaringan inti menangani semua pemrosesan dan manajemen pusat sistem.
**B). BANDWIDTH**
Jaringan 3G beroperasi pada kisaran 2100 MHz dan memiliki bandwidth 15–20 MHz.
**C). MODULATION**
**WCDMA**
Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA) adalah standar generasi ketiga (3G) yang menggunakan metode akses saluran akses ganda pembagian kode urutan langsung (DS-CDMA) dan metode duplexing pembagian frekuensi (FDD).
**D). FREQUENCY BAND**
Pita frekuensi 3G adalah 2,1 GHz, 900 MHz, 1.800 MHz, atau 700 MHz.
**E). MULTIPLE ACCESS**
**1. UTMS**
Universal Mobile Telecommunications System adalah penerus 3G untuk keluarga GSM dari langkah-langkah yang menghitung GPRS dan EDGE. 3G UMTS mempekerjakan antarmuka radio yang benar-benar beragam berdasarkan penggunaan Range Spread Coordinate Grouping sebagai CDMA atau Code Division Multiple Access.
Reference https://www.electronics-notes.com/articles/connectivity/3g-umts/network-architecture.php
https://www.electronics-notes.com/articles/connectivity/3g-umts/wcdma-modulation.php