# KEYU 2021- F15 AMHS
:::info
Nama File terakhir adalah
TSMC-F15.new.0628
ada di folder TSMC-F15.new

:::
:::info
Untuk kasus ke dua, kasus transient

:::
:::info
Untuk kasus ke tiga, kasus transient juga dengan revisi model mesin FOUP

:::
## Input gases


Supply - Going Out

Extract - Going In





:::info
Untuk nilai C coefficient adalah **21.333**
Nilai ini didapat dari V~DCC~ = 2,5 m/s, kecepatan DCC 2,5 m/s karena jika kecepatan nya lebih maka efisiensi heat exchanger dari DCC akan berkurang, sedangkan jika kecepatan nya kurang pressure di dalam trust akan berkurang.
:::
Untuk mendapat mass flow (Kg/s)
kg/s = V (m/s) x A (m2) x Density (kg/m3)
CMH = m3/h
CMM = m3/min
CMS = m3/s
untuk mendapat V (m/s) dari CMH, diubah dulu ke CMS(1/3600) kemudian dibagi area (m2)
m/s = CMS (m3/s) : A (m2)

Efficiency Filter Setup

## Cara membuat mesh
Untuk membuat mesh perlu di hitung dari acuan opening terkecil, jika ukuran lebar atau panjang opening adalah 0,3 m maka perlu di bagi 3, sehingga nanti ukuran mesh nya adalah 0.1 m

## Menu Assembly pada circulation, assembly dapat juga digunakan untuk mengatur ukuran mesh


## Sebelum membuat mesh ulang selalu di clean up
File>Clean up

## Untuk mencari nilai Kecepatan udara yang melewati DCC
adalah
CMS ffu= V-ffu (0,45 m/s)x A-ffu (1,2x1,2 m2)x9
CMS ffu = 5,832 m3/s
V-DCC = CMS ffu/A-DCC (5,823 m3/s)/ (0,9x0,8 m2)
V-DCC = 8,1 m/s


## Solver di Icepack

## Properties material






## Besaran mesh yang digunakan
### Note : ini hanya untuk global mesh

## Ingat untuk dimensi domain
Length = 40.2 M
Width = 4.5 M
Height = -0.5 & 7.2 M
## Steps untuk Merger Project
Create assembly untuk semua alat, kemudian klik kanan lagi lagu save as project


## Permasalahan yang dihadapi di Dalam CLEAN ROOM
Pressure udara di dalam clean room harus bisa 0 pascal, namun setelah di desain selalu negative. Untuk bisa mencapai 0 pascal di dalam clean room maka kecepatan angin yang melewati DCC adalah 2,5 m/s.
Jika bisa meliat gambar di bawah DCC itu memiliki ketahan, sehingga untuk mengatur tekana udara di dalam ruangan perlu dilihat dari Pressure yang ada diluar dan Pressure resistance dari DCC.

## Cara menghitung velocity di Pressure Outlet di Buffer Room
Untuk menghitung Pressure Outlet kita dapat menggunakan rumus Delta P, konsepnya sama seperti di dalam kasus Clean Room. Kita sudah kethaui kecepatan angin melalui lubang AMHS, diketahui juga kecepatan angin melalui duct 3500 CMH tinggal bikin satu pressure outlet.

## Mengenai Pressure Outlet
Jadi pressure outlet jika posisinya ada di dalam ruangan maka, harus nilainya harus disesuaikan dengan pressure yang ada di dalam ruangan (contoh jika didalam ruangan pressurenya 3 PA, maka setting pressure nya 3 PA). Kalau Pressure Outlet nya di posisi truss maka harus dibuat minus (contoh jika didalam ruangan pressurenya 3 PA, sedangkan di luar itu 40 PA, maka settingnya itu -37 PA)
## Pressure Resistance/Pressure Drop di CFD
Di dalam CFD, untuk DCC (Direct Cooling Coil) kita hanya fokus ke dalam Pressure Drop nya saja, atau di lab biasanya disebut Pressure Resistance.
## Priority value
Jika ada dua benda yang di merge dalam satu kasus maka perlu diliat penggunaan priority value, bisa dilihat dari gambar di bawah

### Setinggan untuk display mesh di Fluent
Hilangin interior 118

## Import data to Techplot

## Import data surface to Techplot
### Sama seperti import data biasa namun yg perlu di block itu adalah Inlet, Outlet dan Wall

## Cara Buka Data di Techplot
**Edge > Zone Style > Edge> Click Kanan & Block> Edge Type> Borders and Creases**

### Untuk melihat dari tampilan slices
**Slices>Details>Slice locations>kemudian masukkan lokasi yg pengen diliat**

Langkah selanjutnya adalah **ekstrak**


#### **Menentukan Coordinate**
Masukkan menjadi 2D Cartesian> plot> Assign XY

### Mengatur Contour

#### **Cara menghitung contour dengan benar**


**Step selanjutnya ubah dari 1 menjadi 10**
**Hasil akhir**

#### **Menentukan titik point untuk melihat pressure atau velocity**

Kemudian pilih lines and flood, lalu line colour pilih Multi

Menentukan plane mana yang mau di **slice**

## Cara menghitung Velocity di DCC
Setelah selesai running case maka perlu biak
Surface>Create>Plane

Masukkan Coordinate, karena disini kita buat plane surface

### Kemudian Cek di Contour, Ingat untuk di Save/Display
**Ingat untuk centang Draw mesh**




### Setelah ketahui Mass flow rate tinggal dibagi dengan Density Udara, lalu di bagi dengan Luas Area Outlet, akhirnya dapat velocity (m/s)
## Dari total Heating load kita kali dengan mass flow rate dan dibagi dengan total mass flow rate yg melalui DCC, dapat hasil cooling loadnya.

## Species Filter


## Simulasi Tanggal 9/13/2021
Selama 2 minggu lebih melakukan simulasi, hasil yang didapat dari grafik residual tidak menyatakan Convergensi

namun setelah menonton video dari
{%youtube BlWlJDQnx6o %}
{%youtube 17FGHX_j9uI %}
Akhirnya memutuskan untuk mencari nilai "Area-Weighted Average of pressure (pascal)"


:::info
File disimpan dalam folder **TSMC-F15.0907**, dengan nama file **0913-simulation**
:::
**Perlu di setting lagi**


## Simulasi Tanggal 9/17/2021
Setelah melakukan simulasi 2 minggu, akhirnya sudah selesai dengan masalah **Convergen** dengan menon-aktifkan **Species transport** dan memperbaiki nilai air density dari 1.614 kg/m^3^ menjadi 1.225 kg/m^3^.
Perlu di catat ketika melakukan simulasi transient perlu simulasi FLOW dan TURBULENCE, lebih dahulu kemudian langsung melakukan simulasi transient H~2~O. Tidak perlu melakukan simulasi steady H~2~O lebih dulu.
{"metaMigratedAt":"2023-06-15T23:44:52.150Z","metaMigratedFrom":"Content","title":"KEYU 2021- F15 AMHS","breaks":true,"contributors":"[{\"id\":\"552a7e86-941d-4459-9b27-4e6017bb6063\",\"add\":10797,\"del\":2842}]"}