## Case Study modul 5-6
Nama: Naufal Danish Rabbani
NPM: 2306156574
## 1. Berikanlah analisis terhadap rangkaian yang dibuat. Sertakan foto rangkaian fisik dan rangkaian Proteus yang telah dibuat!
Foto Rangkaian Fisik:

Foto rangkaian di atas adalah representasi dari Demultiplexer K-map seperti yang dilampirkan pada soal. Berikut ini adalah Truth Table dan K-map nya:





Rangkaian di atas menggunakan gerbang logika sederhana. Untuk membuat rangkaiaannya, pertama kita perlu menggambar K-map dan mendapatkan persamaannya. Pada Truth Table, lihat pada input dengan nilai '1'. Terlihat bahwa input dengan nilai '1' berada pada Selector 00, 01, 10, 11. Ingat bahwa Demultiplexer berfungsi seperti penerjemah bilangan biner ke desimal: 00=0 01=1 10=2 11=3. Setelah melengkapi Truth Table gambar K-Map sesuai dengan input dan outputnya, lalu didapat persamaan Y0= DIN S1'S0, Y1= DIN S1'S0, Y2= DIN S1S0, Y3= DIN SIS0'. Setelah didapat persamannya kita baru dapat merangkainya. Pada rangkaian fisik, terdapat empat jenis IC yang berbeda; AND, OR, NOT, dan NAND.
Rangkaian ini memiliki 3 jenis input yang berbeda, I, S1, dan S0. Keempat lampu LED merepresentasikan output Y0, Y1, Y2, dan Y3
Foto Rangkaian 7 Segment Decoder dan 7 Segment Display:




Foto rangkaian di atas adalah rangkaian BCD to 7 Segment Decoder dan 7 Segment Display. Rangkaian ini berfungsi untuk mendisplay angka dalam bentuk digital. Merujuk pada soal, Angka pada 7 Segment Display akan menunjukkan '0' untuk gerbang bukan penumpang prioritas, dan angka '1' untuk gerbang penumpang yang membawa anak/ibu hamil, angka '2' untuk gerbang penumpang lanjut usia, dan angka '3' untuk gerbang penumpang lanjut usia yang membawa anak. 7 Segment Decoder ini memiliki 4 buah input dan 7 buah output. Input A dan B adalah dari selector S1 dan S0. Karena hanya ada 2 selector, Input C dan D disambungkan ke Ground. Selanjutnya output disambungkan ke 7 Segment Display untuk menunjukkan angka tertentu.
## 2. Jelaskan cara kerja rangkaian Demultiplexer yang telah dibuat! Bagaimana demultiplexer dapat menyalurkan input (I) ke output (Y) yang diinginkan?
Seperti yang dijelaskan diatas, output lampu hanya akan menyala jika inputnya bernilai '1', jika input bernilai '0', output tidak akan menyala. Ouput mana yang akan menyala tergantung dari selectornya. Pada Demultiplexer ini ada dua Selector, yaitu S1 dan S0. Input dari Selector merepresentasikan bilangan biner yang akan diterjemahkan ke bilangan desimal pada output. Misalnya, jika Selector yang menyala adalah S1 sedangkan S0 mati. maka outputnya adalah di Y2. karena bilangan biner 10 adalah 2 dalam bilangan desimal.
## 3. Jelaskan secara terperinci cara kerja BCD to 7 segment decoder dan 7 segment display yang digunakan. Bagaimana nilai a,b,c,d,e,f,g dari 7 segment display untuk setiap input yang diberikan?
Seperti namanya, BCD to 7 Segment Decoder mengonversi bilangan BCD ke 7 output berbeda. Output ini adalah hasil konversi dari bilangan BCD ke desimal. Misalnya jika Inputnya adalah A=0 B=1 C=1 D=0, maka angka yang akan terdisplay adalah '6' karena bilangan BCD dari 0110 adalah '6'. Decoder bisa mengubah bilangan BCD ke desimal pada display karena di dalam IC Decoder ada rangkaian seperti ini:

Output dari Decoder selanjutnya diteruskan ke 7 Segment Display. Decoder memiliki 7 buah output a,b,c,d,e,f,g karena lampu 7 Segment Display disusun seperti angka 8 yang bisa merepresentasikan semua angka desimal. Output lampu LED pada 7 Segment Display sudah disusun sedemikian rupa sehingga input BCD sesuai dengan output bilangan desimalnya. Berikut ini adalah susunan output dari 7 Segment Display:

## 4. Apa yang terjadi ketika jenis BCD to 7 segment decoder dan jenis 7 segment display(common anode / common cathode) tidak sesuai? Jelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi!
Ketika jenis BCD to 7 segment decoder (atau decoder 7 segmen) dan jenis 7 segment display (common anode atau common cathode) tidak sesuai, maka output segmen-segmen display tidak akan menyala dengan benar atau bahkan mungkin tidak menyala sama sekali. Ini terjadi karena perbedaan dalam kebutuhan arus pada masing-masing jenis Decoder dan Display. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini, 7 Segment Display menggunakan common anode. Jika common anode diberi tegangan dari Power, maka 7 Segment Display akan menyala, namun jika common cathode diberi tegangan dari Ground, maka lampu tidak menyala.


## 5. Bagaimana caranya agar 7 segment display hanya menyala menampilkan angka ketika terdapat pelanggan (I = 1) konfigurasi rangkaian proteus anda dan sertakan screenshot hasil yang sesuai!


Ini adalah desain rangkaian yang 7 Segment Displaynya hanya akan menyala jika inputnya (I=1). Hal ini bisa bekerja karena sinyal output dari Demultiplexer digabungkan dengan gerbang OR lalu output dari gerbang OR disambungkan ke input common cathode. Jika Input 'I' bernilai 1, output gerbang OR akan bernilai 1 dan 7 Segment Display akan menyala karena input common cathode adalah positif. Namun jika input 'I' bernilai 0, 7 Segment Display tidak akan menyala karena input dari common cathode adalah negatif.
## 6. Berikan kesimpulan dari praktikum dalam bentuk poin-poin!
1. Demultiplexer memproses dari input yang sedikit ke banyak output.
2. Demultiplexer berfungsi untuk memilih salah satu dari beberapa jalur input dan mengarahkan sinyal yang diterima pada jalur input tersebut ke jalur output yang sesuai.
3. Demultiplexer menerjemahkan input biner ke output desimal.
4. BCD to 7 Segment Decoder mengubah input BCD ke output yang akan diteruskan ke 7 Segment Display. Angka yang ditunjukkan oleh display adalah angka desimal hasil konversi dari input BCD.
5. Segmen-segmen lampu pada 7 Seven Display sudah disusun sedemikian rupa agar sinyal input dari Decoder membentuk angka desimal yang diinginkan. Segmen-segmen lampu juga disusun membentuk angka 8 agar bisa merepresentasikan semua angka desimal.